
Walaupun begitu takut ketika melihat kedua mata Fang Ling, Wang Yihan juga sekilas merasakan ada yang aneh dengan pemuda itu, bukan sikap melainkan apa yang di pikirannya.
"Adik Fang, sebenarnya apa yang kau cari di dunia ini,"Batin Wang Yihan sambil di suapi makan oleh Yue Liang di sampingnya.
Sedangkan di dekat perapian Xiao Qing dan Xiao Bai terlihat asik mengganggu Shun Jing yang berwajah datar, mereka merasa lucu melihat Wajah cantik Shun Jing tanpa ekspresi bahkan untuk berbicara dia hanya mengucapkan beberapa kata.
"Shun Jing, jika saja ada cermin, sebaiknya kau lihat bagaimana ekspresi mu yang sangat datar,"Xiao Bai mengepang rambut Shun Jing, namun gadis itu tidak menggubris apapun yang di lakukan Xiao Qing dan Xiao Bai kepadanya.
Melihat Shun Jing sangat datar dia lebih cocok menjadi sebuah boneka yang biasa di pakai untuk di peluk, karena tidak mau meladeni apapun yang di lakukan Xiao Bai, Shun Jing hanya menatap tempat di mana Fang Ling dan Yen Siulan menghilang setelah beberapa saat.
"Apa yang di lakukan mereka hingga membutuhkan waktu lama untuk kembali ke sini,"Batin Shun Jing.
Di sisi lain Fang Ling dan Yen Siulan sedang mencari tempat untuk Yen Siulan membuang air kecil, karena terus mendengar suara-suara aneh Yen Siulan memeluk Tangan Fang Ling untuk berlindung hingga dirinya tidak sadar jika kedua kaki pemuda itu bergetar hebat.
"Sepertinya kau terlalu banyak minum air, jika saja aku sudah tidur mungkin aku tidak mau menemani Lan'er buang air kecil,"Kata Fang Ling
"Isss...Itu tidak membantu, cepatlah aku sudah tidak tahan,"Kata Yen Siulan dengan nada tinggi karena sudah tidak sanggup menahan untuk buang air kecil.
"Hiii...kenapa suara-suara itu terus terdengar, sebenarnya siapa yang mengeluarkan suara mengerikan itu,"Batin Fang Ling sambil terus berjalan hingga dia melihat sebuah pohon cukup besar tumbuh di tepi tebing dan di belakangnya juga terdapat batu besar.
Karena merasa tempat itu tertutup dan tidak mungkin ada yang bisa mengintip dari segala arah, Fang Ling memutuskan untuk membawa Yen Siulan ke tempat yang di maksud.
"Sepertinya tempat itu aman,"Fang Ling menunjuk tempat yang dimaksud.
"Baiklah aku akan kembali, jangan tinggalkan aku,"Yen Siulan bergegas berlari ke tempat yang di maksud Fang Ling, sebelum melakukan ritual pembuangan air kecil, dia mengecek tempat itu dan ketika aman barulah dia melakukan ritual tersebut.
Sedangkan Fang Ling yang menunggu Yen Siulan dari jarak beberapa meter nampak panik ketika merasa ada sesuatu yang memperhatikannya.
"Si-siapa itu ? kenapa tu-tubuh ku terasa sangat berat,"Fang Ling ambruk tidak sadarkan diri dengan posisi tengkurap, entah karena apa dia bisa tiba-tiba ambruk seperti itu.
Dari tempatnya buang air kecil, Yen Siulan bergegas keluar begitu selesai hingga saat melangkah beberapa-kali dia melihat Fang Ling tergeletak di tanah.
Merasa ada yang tidak beres Yen Siulan bergegas berlari ke tempat Fang Ling tergeletak, dia langsung berlutut dan membalik tubuh Fang Ling.
__ADS_1
"Eh...kau,"Gumam Yen Siulan nampak terkejut ketika sebenarnya Fang Ling hanya berpura-pura pingsan, sesuatu yang menyerangnya adalah jarum perak, tapi karena kecepatannya, Fang Ling berhasil menahan serangan itu dan berpura-pura jika serangan tersebut berhasil mengenainya.
Tidak berselang lama 20 pendekar yang di temui Fang Ling di luar area enam nampak keluar dari balik bayangan, pemuda berwajah baik yang merupakan pemimpin dari kelompok itu tersenyum lebar berjalan menghampiri Yen Siulan dengan di ikuti teman-temannya.
"Nona, sepertinya kau sudah kehilangan kekasih mu, tidak mungkin dia bisa hidup setelah menerima jarum perak racun yang aku miliki,"Pemuda itu berjalan ke arah Yen Siulan.
Namun pemuda berbau tidak sedap yang kebetulan menyukai Yen Siulan bergegas berlari ke arah gadis itu, pemuda berbau tidak sedap hendak menarik tangan Yen Siulan namun tiba-tiba Fang Ling berdiri di hadapannya.
"Bosan hidup ?? dengan senang hati akan aku antar kau sampai ke kerajaan dewa kematian,"Fang Ling menyentak tangan kanan pemuda di hadapannya hingga terputus dengan mudah.
"Aaaaaa......"Pemuda itu berjalan mundur sambil memegangi bahu kanannya yang mengeluarkan darah kental.
Pemuda berbau tidak sedap itu hendak meminta pertolongan dengan pemuda berwajah baik namun hasilnya di luar dugaan, pemuda berwajah baik menebas kepala pemuda di hadapannya dengan tersenyum.
"Chu Yun, sepertinya kau tidak bisa mencapai tahap seleksi, selamat tinggal,"Pemuda berwajah baik itu melangkahi mayat pemuda berbau tidak sedap bernama Chu Yun, hingga dia berdiri tepat di hadapan Fang Ling.
Dengan tersenyum lembut seolah tidak pernah melakukan pembunuh, pemuda berwajah baik itu menyentuh bahu Fang Ling dengan tangan kirinya.
Tidak mau berbasa-basi karena tau niat buruk pemuda itu, Fang Ling hanya melakukan tebasan kecil dengan telapak tangannya namun serangan itu mampu memotong tangan pemuda di hadapannya.
Sontak saja semua pengikut pemuda itu panik, namun hal yang mengejutkan terjadi ketika tangan pemimpin mereka dapat meregenerasi dengan sangat cepat.
"Waahhh ! Tuan Lian Wutong memang sangat hebat, habisi dia tuan,"Semua pengikut dari pemuda berwajah baik itu bernama Lian Wutong bersorak mengharapkan pertarungan Fang Ling dengan pemimpin mereka.
"Apakah kau lihat ? mereka sangat mengharapkan pertarungan kita berdua, bisakah kau membantuku agar kita berdua bertarung,"Lian Wutong berkata dengan nada datar namun terdapat hinaan di perkataannya.
Mendengar ajakan terbuka itu membuat Fang Ling tersenyum kecil,"Apakah kau yakin ?
"Kenapa tidak ? kau tidak perlu khawatir, pasangan mu tidak akan kami lukai karena incaran kami adalah jantung mu,"Pemuda itu berkata sambil tersenyum menatap Yen Siulan yang berdiri beberapa meter di belakang Fang Ling.
Tidak mau membuang waktu Fang Ling menarik kepala Lian Wutong dan menghempasnya ke tanah dengan sangat kuat, hingga membuat wajah pemuda itu hancur tidak berbentuk.
Di luar dugaan walaupun kepalanya sempat terluka parah, Lian Wutong mampu menyembuhkan semua luka itu hanya dalam beberapa menit.
__ADS_1
"Hahaha....kau tidak akan mampu membunuh ku karena aku bisa kembali hidup walaupun jantung ku terluka parah,"Lian Wutong terkekeh dengan posisi yang masih mencium tanah.
"Apakah ini seperti...."Fang Ling menciptakan sebuah belati kecil dan mengoyak punggung leher Lian Wutong, namun luka itu kembali tertutup setelah beberapa saat terluka.
"Hahaha, apakah kau tuli ? aku tidak bisa mati !! Lian Wutong menggegam tangan Fang Ling dengan kuat, dia menepis tangan Fang Ling dan segera berdiri, walaupun memiliki regenerasi cepat tapi jika di ukur dari tenaga Lian Wutong berada di bawah kaki Fang Ling.
Lian Wutong mengaktifkan jubah tempurnya yang berwarna perak dengan kedua tangannya di kelilingi jarum perak berukuran sepanjang jari telunjuk, memiliki ketipisan yang sulit di lihat mata telanjang.
"Ayo berduel,aku akan mengalahkan mu dalam waktu lima menit,"Lian Wutong mengangkat lima jarinya sambil tersenyum.
"Benarkah, hanya dalam lima menit kau bisa mengalahkan ku ? begini saja silakan maju,aku tidak akan menggunakan jubah tempur untuk mengatasi mu,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
Bersambung....
__ADS_1