
Di saat Yukimura dan Shin Hye menyatukan kekuatan untuk bertahan hidup. Sin Yintian terlihat tengah berduel dengan bawahan Wing Muchien yang berperawakan sepuh.
Untuk Wing Muchien sendiri, ia terlihat tidak ada di manapun di sisi area peperangan. Entah apa yang di pikirkan pria itu, namun dia sangat kejam dengan membiarkan bawahan berperang tanpa kehadiran dirinya.
Walau begitu, nasib berkata lain. Seburuk apapun pemerintahan Wing Muchien, dia dan pasukannya pasti akan memenangkan peperangan kali ini.
Nampak kini area peperangan yang sangat luas itu di penuhi dengan tumpukan mayat, dari aliran hitam dan putih mereka sama-sama mati.
Jumlah pasukan aliansi aliran putih semakin menurun, bahkan kini hanya tersisa beberapa ribu saja namun mereka yang tersisa tetap bertahan.
Hidup dan mati kini sudah tidak penting bagi aliran putih, mereka tidak pernah berpikir akan bertahan hidup jika sudah berada di dalam medan perang.
Kali ini mereka sangat yakin bahwa hukum kebajikan akan tetap menang, mereka mengorbankan diri sendiri untuk menunggu kedatangan seorang pemuda yang kehadirannya selalu di tunggu-tunggu.
Ibarat yang gugur ada waktu, kematian mereka adalah waktu penahan yang memang sengaja di lakukan atas kepercayaan diri sendiri.
Kepercayaan itu langsung di buktikan dengan kedatangan seorang pemuda, pemuda itu memegang sebuah tombak dengan tubuh melayang di tarik seekor burung.
"Kacau sekali di sini ! Memang dasar, Fang Ling tidak pernah memikirkan untuk datang lebih cepat...Apa yang di pikirannya,"
"Aku datang dengan menggunakan insting, Karena sudah terlanjur ada di sini...Hemm bagaimana kita melakukan pembantai di sini,"
Kata-kata ngelantur Lang Ming membingungkan semua orang, apalagi gaya kedatangan pemuda itu sangat aneh karena di tarik oleh seekor elang raksasa.
Baik aliran putih atau hitam, mereka sama sekali tidak tau pemuda buta itu ada di pihak siapa. Bahkan sangking penasarannya, seorang pria nekat berhenti bertarung dengan lawannya untuk bertanya.
Kaki Lang Ming mendarat di tengah-tengah kerumunan lawan yang seperti lautan, dia terlihat santai saat semua orang itu kebingungan melihatnya.
"Kau ini siapa ? yang lebih penting...Kau berada di pihak mana ??"
Lang Ming tersenyum menyeringai, dia menampakan dua buah gigi taring yang tidak terlalu panjang namun membuatnya terlihat sangat mengerikan.
"Si buta ini tidak berada di pihak manapun, aku di sini hanya kebetulan lewat saja...Tapi yang pasti rekan ku berada di sini dan membela satu kubu, kemungkinan aku juga sama,"
"Jangan berbicara ngelantur...Apa rekan mu berada di aliran hitam atau putih ?! Jika kau berada di pihak aliran putih, sungguh sangat di sayangkan. Kini kau berada di dalam kandang harimau,"
Dengan santai Lang Ming tetap mempertahankan senyumannya.
__ADS_1
"Mengenai rekanku, dia ada di pihak kerajaan...Tapu kau salah satu hal, jika kalian adalah harimau. Berarti aku adalah singa sang Penguasa,"
Ribuan pasukan di tingkat pembentukan inti itu nampak bersemangat, mereka terlihat tertantang oleh perkataan Lang Ming.
Secara bersamaan semua pasukan aliran hitam itu menyerang Lang Ming yang berposisi di tengah. Namun raut wajah santai terus di tunjukan pemuda itu, ia terlihat santai karena pernah melihat yang lebih mengerikan dari ini.
"Pedang angin,"
Slassss
Bruuuk
Bruuuukkk
Satu persatu tubuh tumbang tanpa nyawa, Musuh terus berdatangan tanpa henti ke arah Lang Ming. Pemuda itu terlihat cukup terdesak namun segera bisa membunuh mereka satu persatu.
Dengan meniru Fang Ling, kini Lang Ming terlihat sangat beringas dengan cara membunuh yang sangat keji untuk di lakukan oleh aliran putih.
Teriakan kesakitan selalu terdengar saat semua lawan Lang Ming berjalan dua meter di hadapannya, karena sebelum itu tubuh mereka telah menjadi potongan daging.
Walaupun hanya satu orang, kekuatan Lang Ming setara dengan lima pendekar setengah abadi. Tapi di dalam pemikiran pemuda buta itu, terbayang seberapa kuat Fang Ling setelah pelatihan tertutupnya.
Sedangkan alasan kedua, dia memang sengaja berhenti untuk menonton pertarungan Fang Ling. Tapi pemuda itu belum datang, sehingga dia merasa bosan.
Kini aliran putih benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan Lang Ming, bahkan Sin Yintian sempat mengira pemuda itu adalah salah satu dari aliran hitam melihat dari caranya membunuh sangatlah mengerikan.
Tapi melihat pemuda itu hanya membantai pasukan aliran hitam, hal ini menjadi udara segar bagi pasukan aliran putih. Jika saja Lang Ming berada di pihak lawan, mungkin mereka sudah lama kalah.
Tapi kedatangan Lang Ming hanya membantu sedikit di karenakan jumlah pasukan aliran hitam masih sangat banyak.
Seberapapun banyaknya Lang Ming membunuh orang, tetap saja itu hanya bagian kecil dari aliran hitam. Bahkan kini mereka terlihat masih memiliki banyak prajurit.
Secara perlahan-lahan pasukan aliran putih di tekan mundur, sedangakan kini karena kemampuannya Lang Ming di keroyok oleh sepuluh pendekar di tingkat setengah abadi hingga hampir mati jika tidak ada Yung Qian yang membantunya.
"Tuan kita harus mundur...Kau sudah sangat membantu kami, hampir setengah pasukan kau bantai semua,"
Yung Qian memapah Lang Ming yang terluka untuk mundur, Pasukan aliran putih hanya tersisa lima ribu pasukan saja. Kini mereka bergerak mundur karena sudah tidak lagi mampu melawan, namun pasukan aliran hitam terus mengejar.
__ADS_1
Melihat dari pasukan aliran hitam, mereka semua terlihat sangat haus akan darah. Bahkan mungkin mereka tidak ingin membiarkan lawannya hidup dengan terus mengejarnya.
Kini toko-toko ternama seperti Shin Hye, Yung Felix serta Yukimura dan termasuk Lang Ming, mereka semua sudah tumbang dan tidak mungkin bisa bertarung.
Walaupun tubuhnya sudah penuh dengan luka, Sin Yintian tetap memimpin aliran putih untuk bergerak mundur. Tapi di depan pasukan lawan terus saja mengejar, hingga di barisan paling depan Wing Muchien tiba-tiba muncul.
Senyum merendahkan nampak terukir di wajah Wing Mucuien melihat keadaan aliran putih yang benar-benar berantakan.
"Tuan putri, begini saja...Terima tunangan ku dan aku akan membiarkan kalian semua hidup,"
Sin Yintian yang kelelahan dan merasa sangat bersalah atas kematian semua prajurit membuat pikirannya kacau, entah kenapa dia merasa tertarik dengan perkataan Wing Muchien.
Karena sudah tidak lagi dapat berpikir, Sin Yintian berjalan maju nampak menerima tawaran Wing Muchien. Apa yang di lakukan gadis itu membuat semua orang terkejut, tapi Wing Muchien terlihat sangat senang.
"Bagus Kemari-lah, aku akan menepati janjiku,"
Dengan keadaan babak belur, Sin Yintian perlahan berjalan hingga dia tiba-tiba berhenti begitu merasakan hawa mengerikan berjalan mendekat.
"Maaf membuat kalian menunggu lama...Kali ini aku akan membuat kematian orang-orang di pihak kita tidak sia-sia, sebagai ganjarannya aku akan membunuh mereka semua,"
Dari barisan paling belakang, pemuda yang kehadirannya sangat di tunggu-tunggu akhirnya datang. Fang Ling terlihat menggegam rantai es di tangan kanan dan rantai api di tangan kirinya.
Ting Ting Ting
Suara dentingan ujung besi yang di seret membuat suara khas, suara itu bisa membuat aliran hitam merasa pusing dan mual-mual karena merasa hawa mengerikan dan nafsu membunuh yang sangat tinggi.
Dengan enam sayap yang berada di punggungnya, Fang Ling terlihat seperti dewa tempur dengan jubah perang kaisar naganya.
Fang Ling berjalan ke depan, hawa keemasan keluar dari tubuhnya saat berjalan di antara pasukan kerajaan. Hawa itu mampu menyembuhkan luka orang-orang dan membatu mereka melakukan regenerasi dengan cepat.
"Permainan ini akan di mulai..."
Jangan lupa tiga hal :
Vote
komen
__ADS_1
like
Mohon bantuannya 🐾🐾