Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Lebih sulit dari mengayun pedang


__ADS_3

Sontak setelah mendengar suara Luo'Tang yang memanggil namanya. Fang Ling menoleh kebelakang dan melihat guru yang sudah lama tidak dia lihat tengah menatapnya sambil menenteng beberapa barang belanjaan.


Fang Ling tertawa dan berjalan menghampiri Luo Tang."Hahahaha, apa kata orang-orang jika mereka tau sang pendekar topeng besi adalah seorang pria baik yang menurut dengan istri."


"Jangan mengolok gurumu seperti itu, kau tidak tau bagaimana pelatihan yang kudapatkan setelah membantah beberapa perintah dari Lin'er."


Fang Ling memperhatikan wajah Luo'Tang, terlihat terdapat beberapa luka lebam di sebabkan oleh pukulan yang menghiasi wajah tampan pria berusia 25 Tahun tersebut.


"Ah.. Ak-aku mengerti, tempramen wanita memang sangat aneh bahkan bisa membuat luka di wajah pendekar hebat seperti guru."Kata Fang Ling.


Fang Ling juga sudah mengerti jika luka lebam yang menghiasi wajah Luo Tang adalah hasil dari pukulan dari Istrinya sendiri Yume Liang.


"Jangan mengasihani guru, Ling'er memiliki empat pasangan yang semuanya memiliki tempramen sekaligus kemampuan tinggi. Guru tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Ling'er, jika suatu saat nanti terdapat masalah di tengah-tengah kalian."


Perkataan Luo Tang seketika membuat Fang Ling membeku, terlintas di benak Fang Ling sebuah bayangan di mana dia babak-belur di hajar oleh keempat wanita perkasa tersebut.


Seketika Fang Ling terbayang sosok keempat pasangannya, diapun di buat ketakutan membayangkan sesuatu yang mengerikan seperti itu.


"Sudahlah jangan terlalu memikirkan hal seperti itu, Ling'er. Bagaiman kita duduk di ruang teras rumah, sambil bercerita tentang perjalanan mu."


Fang Ling mengiyakan ajakan Luo Tang, keduanya berjalan bersama menuju ke rumah Luo Tang yang di mana tadi mereka berdiri di halaman rumah tersebut.


Sesampainya di tempat itu Yume Liang sudah lebih dulu berdiri menghadang Luo'Tang, juga terlihat sosok ibu muda itu sedang menggendong putra pertama mereka yang nampak rewel.


"Darimana saja kau sampai harus pulang terlambat hanya untuk membeli makanan untuk Luo An..? Jika tidak bisa melakukan apapun dengan cepat, lebih baik kau tidur di luar dari pada di dalam."


Seketika raut wajah Luo Tang menjadi panik."Istriku, kumohon jangan di sini..Aku sedang ingin bertemu dengan satu-satunya muridku."


"Huu..?! kau sedang memarahi ku. Bukankah kau bisa merawat anak sambil berbincang, aku harus ke dalam karena harus memasak."


Yume Liang melototi Luo Tang, sementara Fang Ling hanya tersenyum canggung sekaligus tidak tau harus berbuat apa di keadaan seperti ini.


Sadar kali ini bukanlah waktu yang bagus untuk bercengkrama dengan Luo Tang, Fang Ling berinisiatif untuk mengajukan diri merawat anak pertama gurunya itu yang memiliki naman Luo An.


Kedua pasangan baru itu secara sepontan menatap Fang Ling, hingga Luo Tang memutuskan untuk berbicara.


"Ling'er, apa kau yakin bisa menggendong seorang anak kecil..? setelah terbiasa menggenggam pedang.??


"Meski tidak terlalu baik dalam menjaga, mungkin aku masih bisa di andalkan dalam mengasuh anak kecil yang sedang menangis."


Fang Ling membuktikan perkataannya dengan membuat sebuah pedang kecil dari elemen es, pedang kecil itu tumpul dan tidak berbahaya.

__ADS_1


Fang Ling memberikan pedang kecil itu kepada Luo An, dimana dingin es dari pedang itu membuat anak kecil tersebut terdiam dan nampak asik bermain.


"Jadilah seperti ayah mu, setelah kau tumbuh besar aku akan mengajarkan ilmu beladiri tiada tanding."Kata Fang Ling seraya menggelitik perut Luo An.


"Dia perempuan."Kata Yume Liang singkat, sedangkan Luo Tang tidak dapat menahan tawa sampai kebablasan.


Fang Ling terdiam membeku lalu berkata."Dia perempuan..?


Sontak Luo Tang tertawa lepas, baru kali ini pria pendiam itu tertawa lantang."Katanya kau bisa di andalkan dalam menjaga anak kecil, lalu apa ini..? Bahkan Ling'er tidak tau membedakan mana yang laki-laki dan mana yang perempuan."


Fang Ling tersenyum ciut, baru kali ini dia merasa malu karena salah anggap..Sementara Luo Tang mendapat cubitan di telinga dari Yume Liang, sebelum itu Yume Liang menyerahkan Luo An kepada Fang Ling.


"Jangan terlalu sering tertawa, jika saja ada lalat dan masuk ke mulut mu bagaimana..? Terlalu cepat bagiku untuk menjanda. Sekarang pergi dan siapkan rumah untuk Fang Ling, apa kau tidak memikirkan keadaan murid mu jika terpaksa tinggal bersama kita."


Apa yang di katakan Yume Liang memang benar, akan aneh bagi Fang'Ling untuk tinggal bersama dengan gurunya yang baru saja menikah dan masih membutuhkan ruang hening untuk bersama-sama.


Sambil meringis Luo Tang berkata."Baik-baik akan ku kerjakan, jika di tarik lebih kuat dari ini maka aku hanya akan memiliki satu telinga."


Yume Liang melepaskan jeweranya, lalu dengan ketus beranjak pergi masuk ke dalam rumah karena berencana untuk memasak makan malam sebab pada saat ini matahari sudah tidak lama lagi akan segera tenggelam.


"Maaf membuat repot guru karena datang di waktu yang tidak tepat."Kata Fang Ling sambil menggendong Luo An.


"Jangan seperti itu Ling'er, aku ini gurumu mengenai sikap Lin'er tadi dia memang suka marah-marah tetapi tidak akan berdaya jika sudah di atas kasur."Kata Luo Tang penuh dengan percaya diri.


Satu tahun lebih semenjak pertemuan terkahir Luo Tang dan Fang Ling setelah peperangan kerajaan benua teratai perak selesai. Pria muda berambut setengah hitam dan putih itu nampak banyak berubah, dia menjadi lebih sering berbicara dari sebelumnya.


"Ling'er, rumah seperti apa yang kau inginkan..? Mungkin guru akan mencarikan rumah sesuai dengan minat mu."Sambil berjalan beriringan bersama Fang Ling, Luo Tang bertanya tentang rumah yang akan di tempati Fang Ling nantinya.


"Mengenai hal itu aku tidak terlalu mempermasalahkannya, meminta sesuatu kepada guru membuatku tidak enak. Jadi, mungkin guru tidak usah mencari rumah yang terlalu bagus untuk ku asal bisa di tempati, bagiku sudah cukup."


Setelah berbincang sebentar tibalah Fang'Ling dan Luo Tang di jalan setapak di depan perkarangan rumah.


"Baiklah guru mengerti, maaf merepotkan mu yang baru datang dengan mengasuh Luo An..Dia sedikit nakal, mungkin akan merepotkan mu."


Fang Ling tersenyum kecil."Tenang saja guru, mengurus anak tidak sesusah seperti yang di lihat, guru tidak perlu merasa khawatir."


Luo Tang menatap anaknya, diapun menghela nafas lalu kembali menatap Fang Ling."Jika begitu guru akan pergi untuk mencari rumah mu, kalian berdua berhati-hatilah."


Luo Tang berjalan pergi untuk mencari kediaman atau rumah untuk di tempati Fang Ling selama dia berada di sekte pedang bambu. Setelah pria muda itu sudah tidak terlihat, barulah Fang Ling berjalan pergi ke arah kota berencana membeli beberapa pakaian.


Jalan setapak di depan lurus tanpa belikan, sehingga tidak sedikit orang yang berpapasan dengan Fang Ling dan akan langsung terkejut melihat ketampanannya.

__ADS_1


Di gendongan Fang Ling, Luo An nampak lebih tenang dan asik melihat orang-orang yang berjalan berpapasan dengan mereka.


"Apa kau senang An Kecil..? Jika saja kau anak laki-laki, mungkin akan menjadi sehebat ayahmu..


"Tapi anak perempuan juga tidak terlalu buruk, kau sangat imut seperti anak panda yang gemuk."


Setelah melewati jalan kecil di depan hampir selama lima belas menit, akhirnya Fang Ling sampai di pasar. yang di mana lokasi pasar masih berada di dalam sekte, sehingga tidak heran banyak murid sekte pedang bambu di sana.


Fang Ling segera berjalan di antara bangunan pasar, sesekali Luo An menjadi rewel kembali dengan menunjuk ke arah yang tidak jelas.


"Haduh, ada apa lagi ini, Luo an jangan menangis. Apa kau mau permen..? Baik akan paman belikan."


Fang Ling menjadi kebingungan melihat Luo An menjadi semakin rewel, meski sudah di belikan banyak barang seperti boneka, permen dan es krim. Tetap saja Luo An masih menangis.


Tangisan Luo An menarik perhatian banyak orang di pasar, sehingga Fang Ling berusaha keras untuk membuat anak kecil berusia dua tahun itu berhenti menangis dengan segala cara.


"Luo Kecil, apa yang kau inginkan akan paman beli, tapi jangan menangis lagi."Fang Ling menimang Luo An, supaya anak kecil itu mau berhenti menangis namun hasilnya nihil, tangisan Luo An malah semakin tinggi.


Pendekar hebat yang menghabiskan banyak waktu dengan melakukan pembunuh dan pembantaian seperti Fang Ling di buat kebingungan begitu di hadapankan oleh anak kecil.


Fang Ling sudah mencoba segala cara untuk menenangkan Luo An, hingga datang seorang perempuan dari belakang dan menepuk pundak Fang Ling.


"Permisi, aku tidak sengaja melihat mu kebingungan dengan anak kecil..


Gadis cantik itu tidak lain adalah Yen'Siulan, seketika perkataannya terhenti saat pria di depan berbalik dan ternyata dia adalah Fang Ling. Pria itu nampak banyak berubah setelah satu tahun, wajahnya menjadi semakin dingin tetapi juga terlihat lembut.


Fang Ling sama terkejutnya melihat perubahan pada Yen Siulan, gadis itu terlihat jauh lebih cantik dengan tubuh menggoda.


"Fang Ling..! Kapan kau kembali, lalu kenapa tidak memberitahuku jika kau akan kembali..??"


Rentetan pertanyaan Yen Siulan tidak mampu Fang Ling jawab semuanya, diapun berkata."Aku berjanji akan menceritakan semuanya nanti, tapi apa sekarang kau bisa membantu ku..?"


Tatapan mata Yen Siulan jatuh kepada anak kecil yang menangis di gendongan Fang Ling."Bukankah dia adalah anak guru Luo Tang, kenapa dia ada bersamamu..?"


Yen Siulan mengambil Luo An lalu menimang anak kecil itu, sementara Fang'Ling terlihat ngos-ngosan setelah berlari ke sana kemari membeli banyak barang yang Luo An tunjuk.


"Guru sedang pergi mencari kediaman untuk ku, sedangkan kak Yume Liang sedang memasak sehingga aku harus mengasuh Luo An. Tidak ku sangka, jika mengurus anak jauh lebih susah dari mengayun pedang."Jelas Fang Ling.


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2