
Yen Siulan terlihat kebingungan melihat macan yang di maksud Fang Ling tidak bergerak sama sekali."Apa yang terjadi kepada macan itu..? Gege, kenapa dia tidak bergerak.??"
Fang Ling menggeleng."Entahlah, aku juga tidak tau. Bagaimana kita ke-sana dan melihat keadaan-nya..?"
Yen Siulan mengangguk.
Kedua-nya pun terbang menurun ke depan kediaman Fang Ling untuk melihat sesuatu seperti apa yang sudah membuat macan itu terpaku.
Setelah berada di depan macan tersebut, Fang Ling mencari sesuatu di tubuh macan itu hingga pada akhirnya ia menemukan sebuah kertas di bagian pantat macan.
Karena kertas jimat yang sudah membekukan tubuh-nya sudah di lepas, sang macan bayangan itupun kembali dapat bergerak.
Setelah mendengkur saat Fang Ling mengusap kepala-nya, macan bayangan itupun menghilang.
Fang Ling berjalan menghampiri Yen Siulan dengan membawa kertas temuan-nya."Pantas saja macan ini tidak bisa bergerak, aku menemukan kertas ini di bagian belakang-nya."
Yen Siulan melihat kertas jimat di tangan Fang Ling."Gege, kertas apa ini..? Sepertinya menarik, sebab bisa membekukan sesuatu."
"Ini bukan kertas, Siu'er. Melainkan jimat aray jenis segel yang di gunakan untuk menyegel makhluk hidup ataupun hantu, biasa-nya kertas aray di gunakan oleh klan Thaosi. Tetapi tidak ku-sangka jika Yu Yuan mempunyai benda ini."
Yen Siulan memikirkan sesuatu."Benar..! Aku pernah dengar dari tetua lain jika keluarga Yu Yuan berteman dekat dengan seorang klan thaosi, kurasa Yu Yuan mengambil kertas itu diam-diam tanpa sepengetahuan ayah-nya."
"Sepertinya kertas ini sangat penting, akan berbahaya jika Yu Yuan ketahuan oleh ayah-nya. Begini saja, kita cari jimat aray lain dan mengembalikan jimat ini esok hari kepada ayah Yu Yuan."
"Tapi bagaimana kita tau jimat aray itu masih berada di sini..? siapa tau jatuh ketika Yu Yuan berlari."
Fang Ling terdiam beberapa saat untuk mengingat kejadian tadi, iapun kembali teringat jika dua jimat aray masih berada di sekitar halaman rumah-nya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Fang'Ling dan Yen Siulan mencari jimat aray yang di duga masih ada di sekitar halaman rumah. Benar saja, tidak membutuhkan waktu lama Yen Siulan menemukan sebuah kota hitam tergeletak di depan rumah Fang Ling, saat di buka di dalam-nya terdapat satu buah jimat aray.
"Gege..! aku menemukan kota dan satu jimat aray di dalam-nya, bagaimana denganmu.?!"
"Bagus sekali,Siu'er..!"
Di dekat sebuah pohon di halaman rumah, Fang Ling juga menemukan satu jimat aray yang tersisa. Ia segera memungut jimat tersebut, lalu berjalan menghampiri Yen Siulan.
Yen Siulan membuka kota hitam di tangan-nya. Fang Ling memasukan dua jimat aray yang ia temukan bersama Yen Siulan, tetapi Fang Ling tidak yakin jika jumlah jimat aray tersebut hanya berjumlah tiga.
"Jimat aray biasa-nya berjumlah sangat banyak, sebab benda ini salah satu senjata utama klan thaosi.. Bagaimana jika saudara Yu Yuan membawa lebih dari tiga jimat araya, sementara kita hanya menemukan sebanyak ini..?"Fang Ling memperhatikan tiga jimat di dalam kota di tangan Yen Siulan.
__ADS_1
Yen Siulan menutup kota hitam di genggaman tangan lalu menjinjit untuk mengusap kepala Fang'Ling."Jangan khawatir, Gege. Kita sudah mencari sebaik mungkin, jika tidak sesuai maka biarlah Yu Yuan yang menikmati hasil-nya."
Fang Ling mengagguk."Karena sebentar lagi matahari akan segera terbit, bagaimana kita tidur sebentar di bawah pohon itu."
Fang Ling menunjuk ke arah pohon Wilow tempat tadi ia beristirahat, Yen Siulan dengan senang hati mengiyakan ajakan Fang Ling karena ia memang merasa sedikit mengantuk.
Fang Ling dan Yen Siulan berjalan ke arah pohon Wilow berukuran lumayan besar dan tumbuh tepat di samping rumah Fang'Ling. Ternyata, kediaman Fang Ling di kelilingi oleh hamparan pohon bambu hingga terlihat seperti pagar alami.
Begitu sampai Yen Siulan dan Fang Ling duduk di bawah pohon Wiliow. Berada di bawah pohon itu terasa sangat nyaman, tidak heran jika suasana sunyi nan damai di tempat itu membuat orang mengantuk dan sangat ingin tidur.
Dengan posisi duduk bersila di samping Fang Ling, Yen'Siulan tidak lagi dapat menahan kantuk, Fang Ling yang sadar segera membuka mantel pakaian-nya lalu menyelimuti tubuh Yen Siulan dengan mantel tersebut.
"Tidurlah sebentar, beberapa jam lagi aku akan membangunkan mu."Kata Fang Ling.
Karena sudah sangat mengantuk Yen'Siulan hanya dapat mengangguk tidak jelas..Dengan lembut Fang Ling segera memeluk tubuh Yen Siulan dengan sebelah tangan dan menyenderkan kepala Yen Siulan ke bahu-nya agar ia merasa nyaman untuk tidur.
Meski tidak mengantuk Fang Ling juga ikutan tidur, mereka berdua pun tidur bersama dalam kehangatan satu sama lain, kehangatan yang sudah di berikan Fang Ling membuat Yen Siulan bahagia dan bermimpi indah.
_______________________________
Di bagian jalur menuju ke perdesaan sekte, Yu Yuan dan semua teman-nya masih menjerit ketakutan sambil terus berlari dan tidak memperdulikan apapun di depan.
Kelompok pemuda sekte itu mengambil nafas seperti seseorang yang baru kenal dengan yang naman-nya udara..Setelah di rasa lumayan bertenaga Yu Yuan baru teringat dengan kota hitam milik-nya.
"Habislah aku..!"Yu Yuan berteriak sambil menarik rambut-nya.
"Ada apa denganmu saudara..? Sesuatu seperti apa yang membuatmu terlihat sangat panik."Tanya Lin Yung.
Yu Yuan terlihat seperti orang bodoh dengan melakukan gerakan meremas sesuatu."Ko-kotak jimat ku tidak sengaja terjatuh di paviliun harimau putih."
Seketika semua teman Yu Yuan menjadi sangat panik, begitu juga dengan Lin Yung yang mendengar-nya."Apa..?! La-lalu bagaimana ini, tidak mungkin kita kembali ke sana hanya untuk mengambil kota jimat miliki mu."
Yu Yuan memegang tangan Lin Yung."Mau bagaimana lagi, kita terpaksa kembali ke sana untuk mengambil kembali kotak jimat ayah ku atau aku akan...
Perkataan Yu Yuan terhenti saat melihat semua temannya kembali ketakutan, tatapan semua teman Yu Yuan tertuju pada sesuatu di belakang dirinya.
"Ma-maafkan aku saudara..!! Kali ini kami tidak bisa membantumu."
Semua teman Yu Yuan termasuk Lin Yung berlari tergesa-gesa seakan melihat sesuatu yang lebih seram dari hantu di belakang dirinya.
__ADS_1
"Jadi kau keluar larut malam hanya untuk mencari hantu di paviliun harimau putih..? Parahnya lagi kau membawa kota jimat pemberian dari teman ayah dan menjatuhkannya di sana..?"
Seakan darah Yu Yuan berhenti begitu mendengar suara serak yang sangat ia kenal berada tepat di belakang, iapun mencoba untuk berlari untuk menyelamatkan diri..Tetapi naas, tetua Yu Lang segera menarik kerah baju-nya dan menyeret Yu Yuan kembali ke kediaman-nya.
"Tidak ayah, lepaskan aku..Akhhhh Tidakkk.!!!
___________________________
Matahari bersinar terang hari ini seakan menandakan sesuatu yang baik akan terjadi. Cahaya indah nan hangat dari mata-hari, menyentuh wajah Fang Ling dan membuat-nya terbangun dengan membuka mata pelan-pelan.
Fang Ling melirik wajah cantik Yen Siulan yang tertidur pulas dengan bersender di dada-nya."Mungkin menunggu Siu'er bangun bukanlah hal yang buruk."Fang'Ling memainkan seruling yang selalu ia pegang, topeng rubah juga selalu melekat di samping wajah-nya, juga syal hitam pemberian Yen Siulan selalu ia gunakan di leher-nya.
Fang Ling menggunakan semua barang pemberian semua pasangan-nya untuk menghormati mereka, juga hanya dengan melihat barang yang mereka berikan Fang'Ling dapat membayangkan wajah semua pasangan-nya.
Ketenangan dan ketentraman yang Fang Ling rasakan di sekte pedang bambu membuatnya tidak sadar jika di luar sana semua orang sedang membicarakan sesuatu yang sangat terkenal di kalangan orang-orang di seluruh benua.
Kematian ratusan penjabat korupsi serta pembantaian yang menghancurkan satu sekte aliran hitam besar, menjadi momok dan cerita yang di perbincangkan oleh semua orang setelah adanya kisah dari pendekar topeng besi.
Setelah kemunculan pendekar topeng besi yang tidak lain adalah Luo Tang, datang pula cerita baru namun kali ini cerita tersebut di kenal oleh semua orang khususnya aliran hitam.
Pembantaian serta pembunuhan yang menewaskan aliran hitam dan penjabat koruptor di benua pasir mati, di kaitkan dengan adanya seseorang pria bertopeng rubah yang selalu hadir sebelum kematian orang-orang tersebut.
Tidak jelas pihak mana yang menjadi patokan sang pria bertopeng rubah namun berkat dirinya, politik di benua pasir mati lebih terkontrol akibat matinya ratusan penjabat koruptor.
Runtuhnya sekte angin hitam di benua daun wangi membuat tindakan kriminal di benua tersebut sangat berkurang, lagi-lagi cerita ini selalu di kaitan dengan kedatangan pria bertopeng rubah sebelum hancurnya dua masalah tadi.
Tidak ada yang dengan jelas melihat sosok pria bertopeng rubah tersebut, tetapi sisa bandit yang ada di kota mikaze menceritakan jika pria topeng rubah di bantu oleh seorang pria buta saat meninggalkan kota mikaze.
Serta pria bertopeng rubah di kenal beringas membunuh siapa saja yang menghalanginya, tidak perduli mereka aliran putih, hitam ataupun netral.
Meski di kenal sangat beringas saat membunuh lawan-nya, tetap saja topeng rubah di kenal oleh semua orang sebagai pahlawan hebat dengan memberikan julukan IBLIS RUBAH.
Tentunya indentitas pria bertopeng rubah masih menjadi tanda tanya, sebab itulah semua orang membuat julukan tadi untuk mengenal IBLIS RUBAH.
Dengan cepat julukan IBLIS RUBAH di kenal oleh semua orang, khususnya aliran hitam yang di buat ketakutan ikut terkena imbas dari keganasan IBLIS RUBAH.
Ada yang menduga-duga jika di balik topeng rubah terdapat sebuah tengkorak mengerikan, ada juga yang berpendapat jika di balik topeng rubah terdapat sebuah keindahan.
Kembali ke bawah pohon Wilow, Fang Ling tidak tau dan tidak mau tau jika di semua benua namanya di kenal meski dengan sebutan iblis rubah.
__ADS_1
"Keindahan tidak menjamin kesempurnaan."