
Dengan perlahan Fang Ling mengayuh perahunya hingga ujung dari perahu tersebut tandas di tepian area ketiga dengan di ikuti Xiao Bai dan Xiao Qing. Mereka perlahan berjalan ke area hutan tidak jauh dari tepian rawa untuk melihat keadaan pendekar yang masih selamat.
Ketika sampai di tempat yang menjadi lokasi area tiga, terlihat ratusan lebih pendekar-pendekar yang keras kepala memasuki hutan itu berkahir kematian dengan tubuh meleleh.
keadaan mereka yang mati di hutan itu benar-benar sangat mengiris hati, bagian tubuh terutama di bagian kulit meleleh seolah di siram dengan air yang sangat panas di sekujur tubuh mereka.
Pendekar-pendekar yang awalnya mempunyai total lebih dari seribu orang kini hanya menyisakan beberapa ratus, bahkan dengan jumlah yang terus berukurang di setiap area, tidak menutup kemungkinan jika hanya beberapa pendekar yang mampu berhasil sampai ke area terkahir.
Melihat kehancuran mental semua pendekar yang selamat dari area jebakan hutan racun, membuat Fang Ling yang sudah melarang mereka untuk memasuki hutan itu menggelengkan kepalanya.
"Xiao Qing, Xiao Bai waktunya kita melanjutkan perjalanan,"Kata Fang'Ling, membuat kedua gadis itu hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang sambil melirik ke kanan dan kiri.
Setelah mengamati peta itu cukup lama Fang Ling menemukan sebuah keanehan pada gambar pola yang ada di dalam peta, pola tersebut tidak beraturan namun jika di lihat dari sisi yang benar akan membentuk sebuah pohon besar.
Besar kemungkinan jika pohon tersebutlah jalan rahasia menuju ke area tersembunyi di bawah tanah, namun di sekeliling Fang Ling di penuhi dengan pohon yang berbentuk sama.
Sedangkan di dalam peta Fang Ling hanya menemukan sebuah gambar pohon dan tidak menemukan petunjuk lainnya, sehingga ia terpaksa memeriksa satu persatu pohon yang masih berada di luar hutan kabut racun.
"Tuan Fang Ling, terdapat banyak pohon dan mempunyai bentuk yang sama di sini...Pohon seperti apa yang tuan cari ? Tanya Xiao Bai nampak kelelahan setelah beberapa jam terus mencari pohon yang di maksud di dalam peta.
Walaupun mencoba bersikap tenang, Fang Ling yang sedikit putus asa menendang sebuah batu karena merasa sangat kesal. Karena semua pendekar yang berjumlah ratusan itu hanya menatapnya sinis dari kejahuan, terlihat tidak mau membantu.
"Aung Aung,"Ah Bai yang sedari tadi tidur di atas kepala Fang Ling mulai menggerakkan ekornya, tubuhnya mulai memancarkan hawa berbahaya karena mengkonsumsi energi Fang Ling terus menerus.
Merasa lelah Fang Ling duduk di atas tanah dan mengeluarkan peta yang ada di balik pakaiannya, dengan cermat ia melihat pola berbetuk pohon di dalam peta untuk mencari sebuah petunjuk.
__ADS_1
"Eh, kenapa ada sobekan di peta ku,"Kata Fang Ling saat baru sadar terdapat sobekan di peta, yang tepat berada di tengah-tengah pola pohon.
Mata Fang Ling melebar ia langsung memanggil Xiao Bai dan Xiao Qing dan langsung saja kedua gadis itu menghampirinya, dengan wajah di penuhi keringat Fang Ling meminta peta milik Xiao Qing dan Xiao Bai.
Walaupun merasa kebingungan Xiao Qing dan Xiao Bai menuruti perkataan Fang Ling dan memberikan peta miliknya, dengan cepat Fang Ling menyatukan peta miliknya dan milik Xiao Qing hingga sejajar dengan cahaya matahari.
Alangkah terkejutnya dia saat melihat sobekan yang sama di atas peta milik Xiao Qing membentuk sebuah tanda X saat di satukan dengan peta miliknya, tanda tersebut tepat berada di tengah-tengah pola pohon yang menjadi pintu masuk.
"Cari sebuah pohon dengan tanda X di bagian tengahnya,"perintah Fang Ling.
Dengan cekatan mereka mencari pohon dengan tanda X di tengahnya, hingga sampai malam hari mereka tidak berhenti dan terus melanjutkan pencarian walaupun terus di hina oleh pendekar-pendekar yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Di gelapnya malam Fang Ling hanya dapat mengandalkan obornya untuk mencari pohon dengan tanda tersebut, hingga ia menemukan pohon yang di maksud tepat di depan area hutan kabut beracun.
Dengan nafas terputus-putus Xiao Qing dan Xiao Bai menghampiri Fang Ling, keduanya berteriak keras saat berhasil menemukan pohon yang di maksud.
"Tuan Fang Ling, bagiamana cara kita memasukinya ? tanya Xiao Bai, membuat Fang Ling Kembali terdiam karena juga tidak tau bagaimana caranya.
Tiba-tiba Ah Bai melompat dari atas kepala Fang Ling dan berjalan mengitari pohon yang bertanda khusus tersebut, hingga dia tidak sengaja menginjak sesuatu yang mengakibatkan tanah bergetar hebat.
Merasa berbahaya jika terus berdiri di situ Fang Ling berjalan mundur dengan di ikuti Xiao Qing dan Xiao Bai, karena gemuruh tanah yang semakin kuat hingga menciptakan getaran yang cukup kuat.
Setelah beberapa saat gempa kecil itu berhenti, mereka tidak mengedipkan mata melihat tanah di area pohon yang ada di dalam peta mulai terbuka dan membentuk sebuah mulut goa.
Terlihat dari luar mulut goa itu terdapat sebuah lorong yang sudah di terangi oleh obor di setiap pinggiran lorong, sehingga mereka tidak perlu susah untuk berjalan di lorong itu.
__ADS_1
Dari kejauhan seorang pendekar yang melihat Fang Ling sudah berhasil menemukan jalan rahasia tersebut, langsung saja berlari ke arah pendekar yang lain dan menceritakan semua yang di lihatnya dengan seksama.
Seketika semua pendekar yang mendengar cerita orang itu langsung saja terkejut, mereka semua berlari ke tempat Fang Ling yang menemukan jalan rahasia.
Tanpa ijin sedikitpun kepada Fang Ling mereka langsung berebutan untuk masuk ke dalam goa tersebut, hingga salah satu dari mereka hampir menginjak Ah Bai yang berdiri di depan mulut goa.
"Ah Bai !
Dari samping Fang Ling melompat dan memeluk Ah Bai untuk menyelematkan nya dari injakan pendekar-pendekar yang ada, sehingga lengan tangan kanan Fang Ling patah akibat membentur pohon saat menyelamatkan Ah Bai.
Dengan perasaan yang sangat khawatir Xiao Qing dan Xiao Bai menghampiri Fang'Ling, saat kerumunan pendekar-pendekar yang memasuki goa itu mulai sepi dan hanya menyisakan beberapa orang.
"Tuan Fang Ling apakah kau tidak apa-apa ? Tanya Xiao Bai yang berjongkok di samping Fang Ling.
"Tuan, aku mendengar suara tulang mu yang patah, apakah kau ingin aku obati ? Tanya Xiao Qing.
Dengan luka yang sudah sembuh, Fang Ling bangkit berdiri dan menatap Ah'Bai yang ada di gendongannya untuk memastikan jika dia baik-baik saja.
"Ayo masuk, aku masih ingat siapa yang hampir menginjak Ah Bai,"Kata Fang Ling dengan tatapan ganas.
Ilusntrasi : Hati-hati di empat alam, Fang Ling di kenal dengan sebutan pembunuh berdarah dingin.
Bersambung.....
__ADS_1