Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Masakan Fumi


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca ❤️


Meski tidak masuk akal dan sulit di bayangkan jika kapal yang di tumpangi Fang Ling benar-benar berlayar di atas pasir, tapi hal itulah yang terjadi saat ini..Di ujung kapal, Fang Ling dan Fixie dapat melihat hewan seperti lumba-lumba melompat dengan riang dai atas pasir lalu masuk lagi ke kedalam pasir.


Ombak pasir juga nampak lumayan besar tapi bukan masalah bagi kapal ini karena memiliki ukuran yang terbilang besar bagi kebanyakan kapal.


Fang Ling sempat berpikir apakah dia akan tenggelam layaknya seperti di lautan jika melompat dari kapal..Tentu saja hal bodoh seperti itu mungkin saja terjadi, tetapi tidak dapat langsung di simpulkan karena belum mencoba.


Tak berselang lama menunggu aroma sedap dari dalam dek kapal tercium sampai keluar, dek kapal sendiri di pergunakan untuk tempat memasak ataupun kamar tidur.


Lutfi,Nano dan Alrlon keluar dari dek kapal dengan membawakan masing-masing satu nampan yang berisikan banyak makanan dari beberapa jenis daging seperti ikan dan sapi..Di belakang tiga orang tersebut juga terlihat Haruda yang mengikuti, pria itu membawa beberapa botol besar arak di dalam pelukan-nya.


Saat orang-orang itu melewati pengawas laut pasir begitu saja dan terus berjalan hendak menghampiri Fang Ling.. Para pengawas laut pasir itu meneguk ludah sendiri karena ngiler melihat banyak makanan yang di bawa Lutfi bersama teman-teman-nya.


Tetapi mereka sadar hal tidak penting seperti itu hanya akan mempengaruhi daya tabuh mereka yang sudah terlatih..Meski begitu, mereka semua tidak dapat menyangkal jika aroma makanan itu benar-benar sedap.


Begitu mencium aroma makanan Fixie langsung berbalik kebelakang, iapun di buat ngiler dan semakin lapar dengan banyak makanan yang di bawa Lutfi dan teman-teman-nya.


"Kalian berdua, ayo ikut makan bersama kami.. Karena ini bukan restoran, mungkin kalian akan merasa aneh dengan cara makan bersama-sama seperti ini..Tetapi, aku yakin kalian akan ketagihan jika makan bersama."


Lutfi tersenyum lebar dan nampak sangat ramah, dia meletakkan satu nampan yang di atasnya terdapat sebuah daging berukuran sangat besar di atas lantai, tetapi Fang Ling menghentikan-nya.


"Jangan letakkan dulu,"Fang Ling mengangkat tangannya, menciptakan sebuah meja bundar lengkap dengan kursi dari elemen es sehingga semua benda itu berwarna biru keputihan.


"Bukan-nya ingin menyinggung, jika kita makan dengan duduk di lantai maka akan sakit perut sebab guncangan akan lebih terasa dengan posisi seperti itu."


"Ah, anda benar juga.. Baiklah ayo makan bersama-sama,"Lutfi meletakan makanan tadi ke atas meja, lalu di ikuti oleh teman-teman-nya.


"Lutfi, panggil saja aku dengan sebutan Lin agar terkesan hubungan kita jauh lebih dekat dari sebelum-nya."


Untuk pertama kali-nya di hadapan orang-orang asing, Fang Ling memperlihatkan senyuman yang sangat langkah bahkan membuat Fixie dan Nano membuka lebar mulut mereka.


Bahkan tidak jauh dari tempat itu, perempuan pemimpin dari kelompok pengawas laut pasir terdiam dengan mata sedikit melotot.


"Tampan..

__ADS_1


Kata itulah yang ada di dalam benak semua perempuan.


Lutfi membalas senyuman Fang'Ling,"Tentu saja saudara Lin, sekarang silakan duduk..Kita akan menunggu hidangan terkahir yang akan langsung di bawa oleh juru masak ku."


Semua orangpun duduk di kursi masing-masing, tentu-nya Fixie duduk di samping Fang Ling..Sementara Nano duduk di hadapan kedua-nya.


Nano dan Fixie terus menatap wajah Fang'Ling, sementara Alrlon menatap wajah Fixie, Lutfi saling menatap Fang'Ling sambil bercerita..Sementara Haruda menatap diri sendiri dari pantulan bayang di atas meja.


"Ku beri tahu kepada mu saudara Lin, makanan terkahir ini adalah makanan terlezat di seluruh dunia..Juga merupakan suatu karya terbaik koki kami."


Lutfi membayangkan makanan terkahir ini hingga tidak sadar air liur-nya keluar.. Sementara Fang Ling yang melihat hanya tersenyum canggung, seraya menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Melihat ekspresi mu, nampak-nya makanan ini memang sangat enak."


Lutfi langsung sadar dari lamunan-nya,"Tentu saja saudara Lin, kau harus mencoba makanan itu."


Kemudian dari arah dek kapal, Fumi berjalan keluar dengan menggunakan pakaian rapi dan membawa sebuah nampan berisi makanan berbahan dasar ayam dan parutan kecil dari berbagai rempah pilihan di atas-nya.


Aroma yang sangat kuat dan harum rempah membuat semua orang tercengang, bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak henti-henti-nya meneguk ludah..Dengan sangat elegan, Fumi membawa makanan spesial itu melewati pengawas laut pasir yang nampak sangat kelaparan.


Saat makanan itu semakin dekat, mata Lutfi seakan ingin melompat keluar dengan mulut terus mengeluarkan air liur.. Saat akan menerkam makanan itu, Fumi segera mengehentikan Lutfi dengan memukul kepala-nya.


"Ini untuk orang..! Dan lagi kau sudah sering memakan makan ini..!!"


"Tapi aku ingin memakan-nya lagi, aku harus mencicipi-nya..Dan lagi akulah kapten di kapal ini."


Lutfi tidak mau menyerah, dia kembali ingin menerkam makanan yang di bawa Fumi..Tetapi lagi-lagi Fumi memukul kepala Lutfi, hingga membuat dia tidak sengaja menggigit lidah sendiri.


Di saat Lutfi menjerit kesakitan, dengan elegan Fumi berjalan mendekati Fixie dan meletakan makanan spesial itu di depan elf tersebut.


"Nona, terimalah makan berbahan dasar cinta ini.. Anggap saja sebagai penghormatan bagi ku untuk mu."


Fumi meraih telapak tangan Fixie, saat hendak akan mencium punggung tangan Fixie..Fumi tidak sengaja melihat Fang Ling tengah menatap ke arah-nya, diapun seketika terkejut dan langsung menghentikan tindakan-nya.


"Uhuk Uhuk, Si-Silakan nikmati makanan-nya nona."

__ADS_1


Fixie hanya mengangguk karena ragu untuk mencoba makanan tersebut karena Lutfi menatap makanan itu dengan tatapan serigala lapar.


"Ku-Kurasa makanan ini sangat enak, tetapi aku sedang ingin makan-makan biasa karena sedang menjaga berat tubuhku."Fixie mendorong nampan di hadapan-nya, seketika nampan itu hilang di santap Lutfi dengan buas.


"Hu, tidak ku-sangka kau sadar untuk menjaga berat badan."Fang Ling tersenyum kecil, sambil menopang wajahnya dengan sebelah tangan seraya menatap ke arah kanan.. Sedangkan Fixie duduk di samping kiri.


"Hahaha iya, ya..Bisa tidak jangan bawa-bawa masalah berat badan..Hu.!"Fixie tersenyum kesal, kemudian dia mencubit pinggang Fang Ling dengan cukup kuat.


Sementara Nano nampak kesal dengan cara makan Lutfi yang seperti serigala kelaparan.


"Hei, makanlah pelan-pelan."Gertak Nano seraya menjewer telinga Lutfi, tetapi pria itu tetap saja makan dengan sangat buas..Bahkan tidak menghiraukan apapun di sekitar-nya.


Haruda nampak mencuil beberapa makanan dengan tangan kanan memegang sebotol besar arak, dengan isi tidak sampai setengah..Di bagian sudut kapal Fumi nampak sedang galau, dia merangkul lutut seraya begerak maju ke depan dan belakang.


Pria itu nampak bergumam mengatakan sesuatu yang tidak terlalu jelas, tetapi selalu di ulang.


"Makan ku membuat gemuk, makanan ku membuat gemuk, makanan ku membuat gemuk."


Dengan pemandangan agung yang sangat indah berkat hamparan pasir berwarna putih bersih di depan, Fang Ling dapat makan dengan sangat tenang..Bahkan dia hanya makan sedikit, itupun di siapin oleh Fixie karena pandangan-nya tetap tertuju pada lautan indah pasir putih di depan.


'Apa kedamaian seperti ini akan bertahan lama..?'Batin Fang Ling.


Di saat semua orang bahagia dengan menyantap makanan lezat bersama..Semua orang di bagian belakang yang merupakan pengawas laut pasir, nampak tertekan dan tersiksa karena juga ingin merasakan makanan enak tersebut.


Berbeda dengan bawahan-nya, perempuan dingin pemimpin dari kelompok pengawas tersebut nampak jengkel dengan kedekatan Fixie dengan Fang Ling.


Raut wajah awal yang mengatakan sebuah kebencian yang amat sangat, seketika berubah menjadi senyuman penuh kemenangan saat perempuan itu memikirkan cara licik untuk menyingkirkan Fixie.


"Mari kita lihat, sampai kapan kau akan terus dekat dengan pria itu."


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2