Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Merah darah


__ADS_3

Dengan kemampuan Fang Ling dalam mengendalikan api abadi yang masih belum stabil dan terganggunya konsentrasi, membuat api abadi membakar habis tangan obat di dalam tungku tidak menyisakan apapun di dalamnya.


"Ga-gagal, tapi bagaimana bisa ! aku sudah mengatur api abadi pada derajat 129 Celcius, seharusnya dengan tingkat api sebesar itu mampu untuk membuat satu pil hanya dalam satu menit,"


Wajah Fang Ling mengerut nampak masih menyimpan amarah mengingat kejadian yang baru di alaminya, hingga membuat dirinya bersikap emosional.


Dari kejauhan Shin Hye memperhatikan Fang Ling sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak langsung menghampiri Fang Ling melainkan menunggu sampai yang lain juga gagal.


Tidak berselang lama setelah kegagalan Fang Ling suara ledakan terjadi pada semua tungku obat dari semua murid, asap putih langsung keluar dari dalam tungku membawa aroma herbal yang sangat pekat bersamanya.


Semua murid nampak kelelahan karena membutuhkan konsentrasi dan banyak tenaga dalam untuk mengontrol panas api, sehingga kini mereka terduduk lemas di atas lantai memandangi tungku obat berharap obat buatan mereka berhasil.


Semua tetua langsung berjalan menghampiri satu persatu murid kecuali Shin Hye yang masih berdiri di tempatnya sambil memandangi Fang Ling tanpa sepengetahuan pemuda itu.


Satu persatu tungku obat di buka dan di ambil pil di dalamnya, terlihat ada beberapa yang gosong namun juga banyak yang berhasil walaupun berada di tingkat sangat rendah. Namun di balik kegagalan semua murid, hanya Mu Yang yang mampu membuat pil di tingkat menengah.


Dari awal Mu Yang sudah berada di tempat itu namun karena ia berada di barisan paling pojok, kehadiran gadis cantik itu tidak di ketahui bahkan oleh Fang Ling sekalipun namun beberapa dengan pemuda itu, dari tadi Mu Yang terus memperhatikan Fang Ling untuk itulah dia membuat pil bagus beharap pemuda itu melihatnya.


Seorang tetua berperawakan ramah dan berambut hitam yang sedikit di dominasi warna putih berjalan menghampiri Mu'Yang, dia membuka penutup tungku dan mengambil pil berwarna merah di dalamnya.


"Sungguh hebat ! nona Mu sangat berbakat, di usianya yang sekarang dia sudah mampu membuat pil peningkat di tingkat menengah,"Tetua itu nampak mengagungkan pil buatan Mu Yang hingga membuat gadis itu menjadi tontonan, semua murid khususnya laki-laki nampak senang dan antusias melihat keberhasilan gadis itu.


Di tengah-tengah itu Mu Yang memperhatikan Fang Ling secara diam-diam,"Apakah dia melihatku,"Sempat berharap Fang Ling melihatnya, pemuda itu nampak sibuk di marahi oleh seorang tetua.


Mu Yang menghela nafas panjang, dia nampak sedih sekaligus kecewa karena tidak tau bagaimana harus menarik perhatian Fang Ling.


Di tempatnya Fang Ling terlihat sedang di marahi oleh seorang tetua akibat pil buatannya gosong menjadi abu, diapun hanya dapat menundukkan kepala begitu tetua itu mengomel di hadapannya.


"Bagaimana kau ini ! Sudah di katakan untuk mengontrol api dan mengatur panasnya menggunakan tenaga dalam, sekarang kita akan ulang lagi, kali ini aku tidak mau melihat kejadian yang sama ! ini peringatan untuk mu,"


"Baik tetua, aku akan berusaha,"Fang'Ling menundukkan kepalanya, ia tau jika mengontrol panas api membutuhkan konsentrasi tinggi namun entah kenapa kali ini dirinya selalu saja memikirkan Yian Luo hingga membuat ia gagal fokus.


Setelah semua obat buatan murid-murid sudah di kumpulkan dan di perlihatkan kepada Shin Hye, dia merasa sedikit senang melihat kandidat kali ini memiliki bakat dalam pembuatan obat karena mereka sudah mampu membuat obat di tingkat rendah.


Shin Hye menyimpan obat-obatan yang bisa di gunakan ke dalam sebuah botol giok, sedangkan untuk obat atau pil yang gagal akan langsung di lenyap kan hingga menjadi abu.

__ADS_1


"Baiklah, satu percobaan kali ini membuat ku sedikit senang, siapapun yang berhasil membuat obat di tingkat rendah boleh segera pulang,"Ucap Shin Hye sambil tersenyum ramah.


Semua murid yang berhasil menapak sangat senang begitu di perbolehkan pulang lebih awal, mereka yang berhasil langsung memberi hormat kepada tetua dan Shin Hye sebelum kembali ke kediaman masing-masing.


Karena sebagian murid sudah pulang ke kediamannya, kini hanya tersisa sepuluh orang yang masih belum berhasil dan di tuntun untuk membuat obat hingga berhasil walaupun sampai pagi.


Setelah di perbolehkan untuk pulang lebih awal Mu Yang malah duduk di sebuah kursi kayu di bawah pohon persik cukup dekat dengan Fang Ling.


Tatapan Mu Yang terus tertuju pada Fang'Ling hingga rasa untuk memiliki pemuda itu semakin kuat dan semakin kuat setiap kali melihat Fang Ling walaupun hanya punggungnya.


Shin Hye melaju beberapa langkah lebih dekat dengan murid-murid yang tersisa, kali ini raut wajah ramahnya sudah menghilang dan di gantikan dengan raut kekesalan.


"Apakah kalian pikir membuat pil sama dengan memasak sayur ? Jika kalian memasukan semua bahan secara bersamaan akan membuat pil kalian hancur berantakan, tapi ! jika kalian memasukan satu persatu bahan maka hasilnya akan lebih bagus,"


"Api yang di gunakan dalam pembuatan pil tidak boleh lebih dan kurang dari 129 Celsius, jika panas api kurang atau lebih maka pil yang akan kalian buat tidak akan sempurna,"


Shin Hye kembali berjalan mundur beberapa langkah setelah mengajarkan cara dasar pembuatan pil,"Silakan di mulai ! ingat, jangan terlalu cepat, lebih baik lama daripada harus menanggung kekecewaan,"


Teling Fang Ling seketika bergetar begitu merasa arti dari kata-kata yang di ucapkan Shin Hye iyalah untuk membuat pil tidak boleh terburu-buru selama menjalani prosesnya, iapun dengan semangat menciptakan api suci bersuhu 129 Celcius dan memasukannya ke dalam tungku.


Satu persatu bahan Fang Ling masukan secara beraturan, di saat satu persatu pendekar lain sudah berhasil dan segera pulang ke kediaman masing-masing, Fang Ling terlihat masih tetap mempertahankan konsentrasinya.


Dari kursinya Mu Yang nampak khawatir melihat Fang Ling karena kini hanya dia satu-satunya yang masih tersisa, walaupun begitu Fang Ling tetap tidak berhenti, dia terus berusaha walaupun sudah berjam-jam di lewatinya untuk membuat pil.


Di saat semua tetua lain mulai mengantuk karena hari sudah menjelang pajar, hanya Shin Hye yang nampak masih memperhatikan Fang Ling dengan raut wajah serius.


"Ku harap dia mengerti dengan apa yang aku katakan sebelumnya,"Batin Shin Hye, dia terus menatap pemuda itu hingga suara ledakan besar dari tungku Fang Ling mengejutkan semua orang di tempat itu.


Seorang tetua berjalan menghampiri Fang Ling, dia membuka penutup tungku dan sangat berharap jika pil buatan Fang Ling berada di tingkat tinggi dilihat dari ledakan besar sebelumnya.


Setelah penutup tungku di buka segera asap hitam keluar, di dalamnya tetua itu tidak melihat apa-apa kecuali serbuk hitam yang terlihat seperti abu.


"Pil ini gagal dan berubah menjadi abu,"Kata tetua itu begitu melihat hanya terdapat abu hitam di dalamnya.


Seketika harapan semua orang tanda begitu juga dengan Fang Ling, dia terlihat sangat terpukul begitu berjam-jam di habiskan hanya untuk sebuah kegagalan.

__ADS_1


"Jangan berkecil hati nak, setelah menerima jadwal lagi kau pasti akan lebih baik dari ini, jadi sekarang kau boleh pulang karena matahari akan segera terbit sebentar lagi,"Ujar tetua itu mencoba untuk menghibur Fang Ling yang terlihat sangat sedih.


Di kursi Mu Yang terlihat sangat ingin menghampiri Fang Ling untuk menghiburnya, namun ia segera mengurungkan niat itu dan pergi kembali ke kediamannya tanpa sepengetahuan orang-orang.


Fang Ling mengucapakan terimakasi kepada semua tetua dan Shin Hye, setelah itu dia terbang kembali ke kediamannya dengan membawa rasa kekecewaan.


"Akhirnya selesai juga, aku sudah sangat mengantuk. Tetua Shin aku ijin pamit undur diri,"


Shin Hye hanya mengangguk, setelah beberapa saat hanya dirinya yang masih berada di atas altar naga begitu semua tetua kembali ke kediamannya masing-masing.


Merasa penasaran apa yang di lakukan Fang Ling hingga membuat pil miliknya selalu gagal, Shin Hye berjalan menghampiri tungku yang awalnya di gunakan Fang Ling.


"Ini !"Secara tidak sengaja Shin Hye melihat sebuah cahaya merah remang dari dalam tungku karena sebagiannya tertutup oleh abu hitam, diapun meraih sesuatu di dalam tungku dan menemukan sebuah pil merah darah di dalamnya.


Mata Shin Hye hampir keluar begitu memperhatikan pil merah darah di tangannya yang di temukan di dalam tungku milik Fang Ling.


"Pi-Pil tingkat sempurna tanpa efek samping !! an-anak itu tidak gagal,"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2