Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Rozan haku Shou Ryu ha


__ADS_3

"Langkah naga petir tingkat puncak !


Tubuh Fang ling Berubah menjadi siluet ungu yang terus berlari kencang hingga semua orang hanya bisa melihat sebuah petir Berwarna ungu karena kecepatan fang ling yang begitu cepat. Hingga Tangga-tangga yang di lalui Fang ling terbelah menjadi dua bagian.


Semua orang yang melihat kecepatan fang ling hanya berdecak kagum,dengan ilmu peringan tubuh pemuda itu yang sudah berada di level puncak, atau bisa di bilang di atas kesempurnaan. Dengan lihai, Fang ling menghindari dari rintangan yang mulai menampakkan hujud nya sejak di anak tangga ke seribu.


Ribuan pohon bambu berukuran besar menghadang di hadapan Fang ling yang masih berlari dengan cepat tidak pernah berhenti sedikitpun. Empat sayap muncul di punggung Fang ling, dengan kuat Fang ling mengepak kedua sayapnya. hingga dia terbang di antara bambu yang menghadangnya.


"Sepertinya aku tidak bisa terbang lebih tinggi...." Fang ling menghindari semua pohon bambu yang menghadangnya dengan lihai dan kecepatan yang tidak pernah menurun. Hingga sesuatu berbentuk tangan merai satu Sayapnya hingga salah satu tangan kembali muncul dan mencengkram Tubuhnya.


Fang ling mengeluarkan hawa mengerikan dari tubuhnya, hingga membuat kedua tangan raksasa itu terbakar dan membeku hilang tidak berbekas. Dengan cepat Fang ling kembali terbang di antara pohon bambu yang nampak belum memperlihatkan ujungnya.


Fang ling terus terbang semakin cepat, hingga empat sayapnya berubah menjadi kristal berwarna sama dengan jubah nya.


Keempat sayap yang sudah menjadi kristal itu, mampu memotong semua bambu hingga terjatuh dan menghilang menjadi energi hijau yang di serap Fang ling.


"hahahah, kekuatan ku akhirnya perlahan-lahan kembali. walaupun baru satu persen," Fang ling terus terbang hingga cahaya matahari mulai nampak di ujung jalan bambu yang kemungkinan besar, di depan adalah tangga ke dua ribu bagi Fang ling.


Mata Fang ling melebar saat melihat Ribuan makhluk hewan buas tengah menghadangnya di depan jalan. semua hewan buas itu berdiri dengan menghadap Fang ling dengan hawa mengerikan keluar dari tubuh masing hewan buas itu.


Tiga pedang dan satu tombak tiba-tiba muncul di hadapan Fang ling, nampak jelas jika senjata itu sudah di letakan oleh pendekar yang membuat tangga. guna untuk membunuh hewan-hewan buas yang menghadang perjalanan seorang pendekar yang sudah berhasil menembus anak tangga ke dua ribu.


Di atas awan semua tetua dengan wajah tegang memperhatikan langkah yang akan di pilih oleh Fang ling. karena sejauh ini, tidak ada anak seusianya yang mampu menembus anak tangga ke dua ribu, kecuali Yen Siulan anak patriak Yen Chun.


"Sungguh hebat...Senjata apa yang akan di pilih anak itu," Yen Chun dan luo Ming sangat menantikan senjata apa yang akan di pilih Fang ling untuk menghadapi ribuan mahkluk buas di hadapannya.

__ADS_1


Di tangga ke dua ribu, Fang ling hanya tersenyum cerah melihat keempat senjata di hadapannya yang memancarkan hawa kuat. sehingga, dapat di pastikan jika patriak Yen Chun lah yang membuat semua senjata itu dengan menggunakan tenaga dalam.


Fang ling mencabut tombak di hadapannya dan meletakkan tombak itu di punggungnya, dia kembali mencabut satu pedang dan di letakan di dalam mulutnya. Fang ling melangkah maju mengambil dua pedang yang tersisa dan nampak menyiapkan serangan yang bersifat menghancurkan.


"Dia mengambil semuanya ! patriak apakah itu di perbolehkan ? semua orang terkejut saat melihat Fang ling mengambil semua senjata yang ada dan Patriak Yen Chun dan luo Ming hanya tersenyum penuh makna karena pemuda itu mengambil semua senjata yang ada sesuai dengan harapan keduanya.


Fang ling memejamkan matanya, dan kembali membuka matanya yang sudah memancarkan cahaya kehijauan," Mata kaisar naga !


Dengan cepat Fang ling melompat memasuki kerumunan mahluk buas di hadapannya dan dengan cepat dia mampu melakukan gerakan menyerang dan bertahan secara bersamaan.


Dengan mata kaisar naga, Fang ling mampu melihat pergerakan lawan hingga dirinya mampu menghindar sebelum serangan itu mengenainya.


Suara deriatan pedang membelah tubuh hewan buas terdengar jelas, hingga hujud mahluk tersebut. hilang menjadi butiran cahaya yang di serap tubuh Fang ling dan mengubahnya menjadi energi alam yang mampu meregenerasi luka-luka akibat himpitan energi dari setiap tangga.


Dengan cepat puluhan sampai ratusan hewan buas menghilang hanya dengan beberapa gerakan tiga pedang dari Fang ling. Tidak mau membuang waktu lebih lama, Fang ling berlari cepat hingga membelah semua hewan buas yang tersisa menjadi butiranenergi.


Fang ling memejamkan matanya, merasakan energi yang ada di sekitarnya dengan membedakan energi dari mahkluk buas terkahir dengan energi dari anak tangga.


Dia kembali membuka matanya,karena makhluk itu sudah berada di hadapannya. dengan ukuran besar seekor taurus berkepala banteng berhadapan di depan fang ling dengan membawa satu buah palu berukuran raksasa.


Taurus itu setinggi lima belas meter dengan ukuran palu yang dua kali lebih besar dari tubuhnya sendiri. Semua tetua yang melihat seekor taurus yang akan menjadi lawan Fang ling membuat mereka sedikit khawatir.


Seorang tetua bersujud di hadapan patriak Yen Chun."Patriak...apakah ini tidak terlalu Berlebihan seekor taurus melawan bocah berumur lima tahun. takutnya Taurus itu tidak segan-segan dalam membunuh."


Semua tetua menatap patriak Yen Chun dengan perasaan khawatir terhadap Fang ling. Namun patriak Yen Chun dan luo Ming hanya tersenyum penuh makna, karena mereka tahu apa yang sedang mereka lakukan.

__ADS_1


"Dia tidak akan bertarung sendirian," kata patriak Yen Chun membuat semua tetua merasa kebingungan.


"lalu dengan siapa dia akan bertarung ? tanya luo Ming yang juga baru tau dengan rencana Yen Chun.


"Lihat saja sendiri...." kata patriak Yen Chun Tersenyum penuh makna yang membuat semua orang beralih menatap Fang ling yang masih belum melakukan sebuah serangan.


Sebuah siluet hijau menembus awan dan mendarat di samping Fang ling yang masih kebingungan dengan situasi yang di hadapinya. Perlahan cahaya hijau yang membalut sesosok perempuan itu menghilang, menampakan penampilan Yen Siulan yang sudah seperti seorang perempuan dewasa berumur lima belas tahun dengan kedua gunung kembarnya yang sudah sebesar buah kelapa berukuran sedang.


"Kenapa kau kesini ? tanya Fang ling dengan kedua mata yang terus menatap gunung kembar Yen Siulan yang sedikit keluar dari jubah tempur nya yang berwarna hijau.


"Ayah menyuruh ku untuk membantu mu," kata Yen Siulan membuat Fang ling yang mencoba menjauhi nya dengan segala cara membuat dinding kaca dari elemen es untuk mengurung Yen Siulan di dalamnya.


"Kau pulanglah...aku sama sekali tidak membutuhkan mu," kata Fang ling dengan wajah datar yang sebenarnya dia menutupi wajah yang sangat sedih hingga membuatnya hampir menangis.


Yen Siulan yang mendapatkan perlakuan dingin dari Fang ling hanya tertunduk dengan hawa dingin yang membuat Retakan pada dinding kaca yang di ciptakan Fang ling. Dengan kuat, Yen Siulan memukul dinding yang mengurung dirinya hingga hancur berkeping-keping.


Dengan perasaan sedih sekaligus kecewa, Yen Siulan terbang meninggalkan Fang ling yang tidak menatap nya sama sekali walaupun sesaat. Alasan Fang ling tidak melihat Yen Siulan meninggalkan nya adalah karena kedua matanya sudah di basahi oleh air mata yang terus keluar.


"Demi kehidupan mu yang bahagia...aku akan melepaskan kalian semua dari kegilaan dan keserakahan semua orang. walaupun aku yang menanggung semua rasa sakit dan kesedihan yang mendalam," Fang ling mengusap air matanya dengan lengan pakaiannya dan kembali menatap Taurus di hadapannya.


Blaararrr


Hawa mengerikan keluar dari tubuh Fang ling hingga membuat sekte pedang bambu bergetar hebat beberapa saat. Dengan hawa yang memuncak,Fang ling mengangkat kedua Pedangnya hendak melakukan gerakan dalam tempo cepat.


"Rozan haku Shou Ryu ha !

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2