
Sontak semua orang yang berada di area itu bergidik ngeri sambil menundukkan kepal, bahkan tidak sedikit dari mereka pingsan akibat tidak mampu menahan tekanan intimidasi dari pria sepuh yang baru saja datang dengan keempat temannya.
Pria sepuh dan keempat temannya terlihat tidak membawa apa-apa kecuali beberapa penjaga bersamanya, terlihat pria sepuh itu berjalan menghampiri murid sekaligus anaknya yang terbujur kaku di atas tanah dengan keadaan mengerikan.
Sedangkan Fang Ling masih terbaring di atas tanah karena tidak menduga jika tingkatan pria sepuh itu sudah mencapai tahap tertinggi yaitu setengah abadi.
Dengan kedua kaki bergetar Fang Ling kembali bangkit berdiri sambil memegangi dadanya,"Sialan, kakek tua itu sudah mencapai tingkat setengah abadi,"Gumam Fang Ling, kini tatapannya tertuju pada empat orang lain yang datang bersama pria sepuh.
"Mereka berempat juga sudah berada di tingkat mencari Da'o puncak dan sedikit lagi akan mencapai tingkat setengah abadi,"Batin Fang Ling setelah beberapa saat merasakan hawa dan tingkatan dari orang-orang tersebut.
Dia pun berjalan ke arah Ah Bai yang sedari tadi nampak sangat khawatir kepada dirinya, namun saat hanya berjarak beberapa jengkal dari Ah Bai pria sepuh yang awalnya melihat jasad anaknya, kini berbalik menarik rambut Fang Ling dan menyentaknya ke belakang.
"Fang Ling ! apa yang kau lakukan kepadanya !! Ah Bai hendak berlari ke arah Fang Ling yang kini terbaring di atas tanah dengan keadaan kelelahan.
Bruakk
Namun lagi-lagi saat akan membantu Fang Ling sesuatu memukul punggung Ah Bai hingga membuatnya langsung terpental menabrak Fang Ling dengan keadaan pingsan.
Mata Fang Ling melebar jantungnya berdebar kencang begitu melihat Ah Bai tersungkur tidak sadarkan di dan jatuh di dadanya, ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi, Fang Ling memeluk tubuh Ah Bai dan memanggil namanya berulang kali namun sia-sia, kini Ah Bai tengah sekarat dan membutuhkan pertolongan pertama.
Air mata Fang Ling bercucur deras ia tak kuasa menahan tangisnya begitu merasakan hawa kehidupan Ah Bai mulai memudar, di tengah-tengah itu Ah Bai perlahan membuka matanya dan mengangkat tangannya untuk meraih pipi Fang Ling, namun belum sempat untuk mengusap pipi Fang Ling tangannya kembali terjatuh tidak bertenaga.
Mata Fang Ling melebar mulutnya terbuka tertutup seolah ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa,"Ah Bai... Apakah hanya sampai di sini ? bertahanlah, kita akan mati bersama, tapi sebelum itu aku akan membunuh kakek tua itu,"
Fang Ling meletakan tubuh Ah Bai yang sangat tidak berdaya di tanah dengan sangat lembut, iapun kembali bangkit berdiri dan tidak lagi memikirkan apapun kecuali membunuh pria sepuh yang melukai Ah Bai.
Kemudian sesuatu terjadi pada tubuh Fang Ling, sebuah Holow merah, biru, dan hitam tiba-tiba muncul di atas kepala Fang Ling padahal kedua elemennya masih berada di dalam batu penyimpan milik Su Ming.
Entah apa yang terjadi hingga membuat dua Holow lainnya kembali bangkit, Fang'Ling tidak ambil pusing mengenai hal itu dan langsung memerintahkan ketiga Holow itu untuk menghempas tubuhnya.
Sebuah ledakan besar terjadi hingga menciptakan gelombang dahsyat, membuat pendekar-pendekar yang memiliki ketahanan rendah langsung pingsan di tempatnya berdiri.
Dari balik debu Fang Ling melangkah keluar dengan tubuh kini di balut dengan jubah tiga kaisar naga, kini ia bisa mengeluarkan ketiga elemennya tanpa takut kehabisan tenaga.
"Membunuh mu tidak akan cukup, aku akan membantai semua keluarga mu karena sudah menyakiti Ah Bai,"Fang Ling menciptakan tiga pedang dari ketiga elemennya dan berjalan pelan ke arah lima orang yang merupakan keluarga dari lima pendekar yang menjadi lawan Fang Ling dan Lang Ming.
Juga terlihat Lang Ming hanya dapat terdiam di tepi danau karena sudah berhasil membuat lawannya terkapar tidak berdaya, terlihat pemuda yang menjadi lawan Lang Ming tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh sayatan.
__ADS_1
"Tempat ini akan hancur, tidak ada yang selamat termasuk aku, tapi untungnya aku juga sudah muak melihat keadaan yang gila di dunia ini,"Lang Ming duduk di tempatnya berdiri, iapun juga menghilangkan jubah tempurnya karena sudah merasa hawa mengerikan dari kekuatan Fang Ling yang sesungguhnya dan pasrah mati di tempat itu juga.
Terlihat semua pendekar muda yang kebetulan ada di tempat itu berlari menyelamatkan diri, bahkan mereka nampak bersusah payah untuk menolong pendekar yang pingsan untuk menjauhi tempat itu dan tidak lagi memikirkan tahap seleksi sama sekali.
Terlihat dahi kelima pria yang semuanya berpakaian putih itu berkerut nampak tidak percaya melihat seorang pemuda yang tingkat kekuatannya tidak dapat di ukur tengah berjalan ke arahnya.
Walaupun begitu mereka percaya diri dengan kemampuan masing-masing, dan juga mereka merasa bisa mengalahkan Fang Ling dengan mudah jika berkerja sama dengan baik.
Tapi justru pilihan dari kelima orang itu salah besar untuk tidak segera lari dari tempat itu karena kini Fang Ling akan mengeluarkan seratus persen kekuatannya.
"Hiken, pukulan naga api,"
"Lobang hitam, Black hole,"
"Neraka ice, Freeze,"
Dari atas langit tiga buah Holow raksasa berlambang masing-masing kaisar naga jatuh dan menghempas tubuh Fang Ling, Ketiga Holow itu menjadi kecil dan langsung mengeluarkan kemampuan masing-masing.
Mata Fang Ling bersinar terang dia membekukan area itu sampai titik paling dingin, bahkan burung yang kebetulan terbang di area itu langsung terjatuh dan hancur menjadi pecahan kaca.
Terlihatlah area itu membeku hampir tidak ada kehidupan yang tidak menjadi kaca es, namun kelima pria di hadapan Fang Ling masih sanggup bertahan karena sudah berada di tingkat setengah abadi.
Walaupun dapat bertahan kelima orang itu tidak mampu bergerak karena kini tanah yang mereka injak sudah menjadi es, sekali lagi mereka di kejutkan dengan kedatangan sebuah Holow hitam di hadapan mereka.
"Hisap,"
Fang Ling memerintahkan Holow kegelapan untuk menghisap semua energi kelima orang itu hingga habis, terlihat kini kelima orang itu ketakutan setengah mati ketika kekuatan mereka di hisap dengan cepat oleh Holow kegelapan di hadapannya.
Merasa tidak puas hanya dengan menghisap energi kelima orang itu tanpa menyakitinya, Fang Ling menghilangkan Holow kegelapan dan mundur beberapa langkah untuk mengumpulkan energi.
Fang Ling mengumpulkan energi dalam jumlah yang tidak terhitung jumlahnya, bahkan kelima pendekar di hadapannya nampak sangat ketakutan bahkan menangis dan mengompol.
Setelah energi besar yang ada di tangan Fang Ling berada di puncaknya, ia langsung melepaskan pukulan kaisar naga api dan menciptakan sebuah pancaran api merah yang langsung menerjang ke lima pendekar di hadapannya.
Namun entah dari mana datangnya, dua orang pira muda yaitu Su Ming dan Mu tong, dengan muda mereka berdua menciptakan sebuah gelombang sabit dari tebasan pedang yang mampu menghentikan pukulan naga api milik Fang Ling.
Dengan gerakan cepat Su Ming kini berada di belakang Fang Ling dan memukul punggung lehernya hingga membuat pemuda itu pingsan, sontak apa yang di lakukan Su Ming membuat Mu Tong kesal.
__ADS_1
"Tua Su jangan kau lukai dia !! awas saja jika terjadi apa-apa dengannya,"Mu Tong berjalan ke arah Lang Ming dan berdecak kagum ketika merasakan kekuatan pemuda itu sudah sangat tinggi di usianya yang masih muda.
"Hahahaha, sungguh tidak menyesal aku kesini... Lihatlah aku menemukan dua monster sekaligus, dengan ini sekte terkuat nomor dua di seluruh dataran akan dapat aku kalahkan,"Mu Tong tertawa terbahak-bahak, iapun menyentuh es yang menyelimuti tubuh Lang Ming dengan telunjuk jarinya hingga pecah berkeping-keping.
"Uhk uhk uhk,"Lang Ming terbatuk-batuk begitu hidungnya kembali dapat mengambil nafas setelah beberapa saat beku di selimuti es.
"Beristirahatlah anak muda, aku akan kembali lagi setelah menyelamatkan gadis itu,"Ujar Mu Tong, iapun menghentakan kakinya dan mampu membuat es yang menyelimuti area itu pecah berkeping-keping.
Mu Tong berjalan ke arah Ah Bai yang kini basah kuyup karena sempat terbalut es, dengan perasaan sangat terkejut Mu Tong hampir tidak bisa merasakan hawa kehidupan dari gadis kecil itu.
"Tua Su lihatlah ini, kau akan terkejut begitu merasakan hawa gadis ini yang mulai pudar,"Ucap Mu Tong
Merasa ada yang janggal Su Ming meletakkan Fang Ling yang sudah pingsan ke atas tanah, ia berjala ke tempat Mu Tong dan begitu terkejut melihat Ah Bai hingga membuatnya termangap-mangap.
"He-hewan Suci !! Ke-kenapa bisa ada di sini,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
Bersambung....
__ADS_1