Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Keterkejutan di pagi hari


__ADS_3

"Kau anak siapa !!!


Pagi itu suasana nampak sangat aneh sekaligus berisik, karena Fang Ling menemukan seorang anak manusia yang masih belum di ketahui jenis kelaminnya tengah tertidur di dadanya.


"Adik Fang ada apa ? kenapa kau menjerit,"Dengan perasaan kesal Wang Yihan bangkit dan berjalan ke tempat Fang Ling, namun saat melihat seorang bocah tidak berpakaian tertidur di dada Fang Ling dia juga ikut menjerit.


Alhasil jeritan kedua laki-laki itu membuat semua orang terbangun saat matahari baru saja muncul di ufuk timur, mereka langsung ikut terkejut begitu melihat anak kecil yang di maksud.


"Adik Fang, apakah kau melakukan sesuatu kepada Yen Siulan tadi malam ? Yue Liang berkata sambil menutupi setengah mulutnya dengan tangan.


"Apa ? tentu saja tidak !! Jika iya, tidak mungkin aku bisa mempunyai anak secepat ini,"Fang Ling berkata dengan posisi yang masih berbaring karena sedikit takut dengan anak kecil.


Merasa penasaran karena Ah Bai menghilang, Xiao Qing berjalan mendekati Fang Ling dan menggendong anak kecil itu untuk melihat jenis kelaminnya.


"Eh dia perempuan atau laki-laki, tapi kenapa ada ekor harimau di bagian atas pantatnya,"Xiao Qing membalik tubuh bocah itu untuk memperhatikan ekor pendek yang di milikinya.


Sontak saja Fang Ling terkejut dan langsung memanggil Ah Bai, namun saat nama itu di panggil yang terbangun adalah anak kecil di gendongan Xiao Qing bukannya Ah Bai.


"Tuan !! Anak kecil itu langsung menggerakkan tangan dan kakinya untuk meraih Fang Ling, namun hal itu malah membuat dia terlihat lucu.


"Ka-kau Ah Bai, apa... Apa yang terjadi dengan ekor mu !! lalu kenapa kau tidak memiliki kelamin,"Kata Fang Ling begitu tau jika anak kecil itu bukan perempuan juga bukan laki-laki.


"Tentu saja tidak punya, aku bisa menjadi laki-laki atau perempuan sesuai dengan kemauan ku. Tapi, jika sudah berumur sepuluh tahun aku hanya akan memiliki satu alat kelamin random,"Kata Ah Bai.


"Lalu apakah kau bisa berubah menjadi harimau kembali ? tanya Fang Ling, diapun berdiri dan memperhatikan seluruh bagian tubuh Ah Bai saat ini.


"Sepertinya bisa,tapi aku membutuhkan waktu untuk menghisap banyak energi, kebetulan sekali aku sangat lapar,"Ah Bai hendak melompat ke kepala Fang'Ling, namun tidak bisa karena Xiao Qing menggendongnya.


"Sialan aku lupa jika Ah Bai adalah hewan suci yang akan menjelma menjadi manusia, tapi aku sedikit takut dengan anak kecil,"Batin Fang Ling sambil memerhatikan tubuh Ah Bai yang sebesar anak berusia enam tahun berambut hitam panjang, dengan mata berwarna abu-abu.


Shun Jing dan Yen Siulan yang mendengar keributan segera bangun dan begitu terkejut ketika melihat Fang Ling sedang memperhatikan seorang anak kecil di gendongan Xiao Qing.


"Fang Gege, siapa anak itu ? Shun Jing berkata dengan nada datar dan tatapan membunuh yang tertuju pada Xiao Qing, dia sedikit mengeluarkan pedang hydra yang tersarung di pinggangnya.


"Jing'er !! Tenang dia adalah Ah Bai hewan spiritual miliki ku,"Kata Fang Ling terlihat begitu panik.

__ADS_1


"Ha, dia Ah Bai,"Yen Siulan mengambil Ah Bai dari gendongan Xiao Qing dan memperhatikan wajahnya yang terbilang sangat lucu,"Jarang sekali ada hewan spiritual sejenis ini, jika ada sekalipun jumlah mereka sangatlah sedikit,"


"Kau benar Lan'er, tapi aku sedikit takut menggerus nya untuk alasan kecil,"Kata Fang Ling, hingga kata-katanya membuat mata Ah Bai berkaca-kaca dan terlihat ingin menangis.


"Cup Cup jangan menangis bocah, atau kami akan meninggalkan mu sendirian di sini,"Shun'Jing mengambil rumput di bawah kakinya dan memainkannya di hadapan Ah Bai seperti mengajak seekor kucing bermain.


"Walaupun aku takut dengan anak kecil, tapi sepertinya bukan seperti itu cara mengasuhnya,"Fang Ling menggaruk pipinya melihat Ah Bai menangis kencang setelah di gertak Shun Jing.


"Dasar es batu, seperti ini caranya merawat anak,"Yen Siulan memukul pantat Ah Bai dengan kuat,"Jangan menangis ibu di sini, tidurlah,"


Alih-alih Ah Bai berhenti menangis, dia malah menangis semakin kencang sambil ikut memukuli wajah Yen Siulan karena pantatnya terasa sakit.


"Dasar anak kecil, lihatlah bagaimana orang dewasa merawat anak,"Yue Liang menggelengkan kepalanya melihat cara Yen Siulan dan Shun Jing merawat anak, diapun berjalan ke arah Yen Siulan dan mengambil Ah Bai dari gendongnya.


Dengan telaten seolah sudah memiliki pengalaman, Yue Liang mengelus punggung Ah Bai dan membuatnya merasa nyaman hingga berhenti menangis.


"Gapapa cuman punya satu pasangan, yang penting bisa melakukan apapun,"Batin Wang Yihan tersenyum puas melihat Yue Liang mampu membuat Ah Bai berhenti menangis.


Dengan perasaan takut-takut Fang Ling mencolek perut Ah Bai yang ramping dan sangat putih, diapun langsung menggosoknya begitu merasakan kulit bocah itu sangatlah halus dan lembut.


"Tidak-tidak, aku mempunyai ingatan di mana aku di gigit oleh seorang anak kecil yang terlihat seperti pereman,"Jawab Fang Ling sambil mengingat kejadian di kehidupan pertamanya.


"Tenang saja, kurasa Ah Bai tidak mungkin melukai ku, apalagi dia adalah hewan spiritual yang sudah menjalani kontrak dengan mu,"Ucap Yue Liang mencoba untuk meyakinkan Fang Ling.


Walaupun apa yang di katakan Yue Liang memang benar, Fang Ling tetap tidak mau karena merasa trauma dengan kejadian komplotan preman anak kecil yang mengeroyoknya.


"Mungkin nanti saja setelah rasa takutku dengan anak kecil menghilang, untuk saat ini apakah kalian memiliki pakaian anak kecil ? Tanya Fang Ling setelah melihat Ah Bai tidak memakai pakaian.


Dari belakang Xiao Bai terlihat membawa pakaian kecil di tangannya dengan malu-malu, pakaian itu terlihat sederhana tapi entah kenapa aromanya sangat lekat dengan tubuh Xiao Bai.


"Jangan tanya kenapa aku membawa ini,"Kata Xiao Bai sambil meneriakkan pakaian itu kepada Yue Liang.


"Eh bukannya ini sejenis pakaian dalam ? tapi lebih berbentuk seperti pakaian anak kecil,"Ucap Yue Liang begitu menyadari apa pakaian itu.


Semua orang menatap ke arah Xiao Bai dengan tatapan datar, sedangakan Xiao Bai terlihat menutupi wajahnya karena sangat malu.

__ADS_1


"Tidak ku sangka ternyata kau suka yang seperti ini,"Kata Fang Ling sambil menggelengkan kepalanya.


"Diam !! aku membawanya karena merasa nyaman di gunakan saat tidur,"Jawab Xiao Bai dengan wajah memerah dan kedua paha bergesekan.


Seketika Shun Jing menutup mata Fang Ling agar tidak melihat wajah Xiao Bai yang sangat mesum dan bergairah.


Di tengah-tengah temanya yang sedang membicarakan sesuatu yang memalukan, Yue Liang memakaikan Ah Bai pakaian yang di berikan Xiao Bai.


"Kau sangat lucu dan menggemaskan, tapi ada yang kurang,"Yue Liang mengambil sebuah penjepit rambut yang terbuat dari giok hitam dan langsung memasangnya ke rambut Ah Bai yang sangat panjang.


Setelah selesai terlihat pakaian itu sangat pas di tubuh Ah Bai, Yue Liang melepaskan pegangannya pada bocah itu dan tidak sengaja membuatnya terjatuh karena masih belum terbiasa berjalan menggunakan dua kaki.


Melihat hal itu Fang Ling menghampiri sebuah rumpun bambu yang tidak terlalu banyak dan terdapat di luar pembatas, setelah di dapatkan Fang Ling memberikan potongan bambu itu kepada Ah Bai yang terduduk di atas tanah.


"Gunakan ini untuk berjalan,"Kata Fang Ling acuh tak acuh seolah tidak tertarik dengan wajah Ah Bai yang lucu.


"Terimakasih tuan,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


__ADS_2