Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pedagang benua ke tiga IV


__ADS_3

Hanya dalam beberapa menit ruangan itu kembali sunyi. Bercak-bercak darah, bahkan potongan tubuh terlihat di lantai dan di dinding ruangan itu.


"Jangan takut, nanti aku jamin kau akan lebih parah dari ini,"


Fang Ling tersenyum lembut dengan sekujur tubuh meneteskan darah korbannya, iapun berjalan pelan ke arah pria buncit pemimpin kelompok itu.


"Kemari-lah datang kepada sang iblis, aku tidak akan melukaimu,"Fang Ling mengulurkan sebelah tangannya untuk membantu pemilik penginapan itu berdiri.


Namun sayang, seolah sudah terkena mental pemimpin dari kelompok pedagang itu hanya dapat menatap ke arah pertarungan Fang Ling dengan tatapan kosong tanpa ekspresi dan wajah pucat.


Kini tatapan Fang Ling tertuju pada ayah dan ibu Ah Bai yang terlihat ketakutan di dalamnya, melihat hal itu tentu membuat Fang Ling sedikit bersalah karena terlalu bersemangat.


"Jangan takut anak kalian adalah hewan kontrak ku, kini dia sudah menjadi gadis kecil yang sangat cantik,"


Sontak setelah mendengar perkataan Fang Ling, kedua hewan suci itu nampak tidak percaya namun saat Fang'Ling memperlihatkan luka sayatan di jantungnya, kedua hewan Suci itu langsung percaya.


"Terimakasih anak muda kau sudah menjaga anak kami, aku sangat berhutang Budi kepada mu,"Kata ayah Ah Bai yang terlihat sangat perkasa dan di penuhi dengan kekuatan spiritual teramat kuat dari dalam tubuhnya.


Mendengar sepatah kata yang keluar dari mulut ayah Ah Bai, membuat Fang Ling merasa kebingungan kenapa dia bisa tertangkap padahal memiliki kekuatan yang sangat besar.


"Bertahanlah aku akan mengeluarkan kalian terlebih dahulu,"Fang Ling menyentuh besi di hadapannya dengan ujung telunjuk, seketika besi itu keropos menjadi es dan akhirnya hancur.


Setelah kandang itu hancur seketika tubuh kedua orang tua Ah Bai perlahan membesar dan berubah menjadi hujud manusia yang sangat berkarisma, bahkan Fang Ling merasa silau di buatnya.


Padangan Fang Ling menjadi serius, diapun menatap ayah Ah Bai,"Tuan, kenapa hewan suci seperti mu bisa ada di sepuluh benua ? dan lagi, kenapa kau tidak bisa melawan mereka saat kalian di tangkap ? Kata Fang Ling nampak menyimpan banyak pertanyaan.


Ayah Ah Bai tertawa melihat kepintaran Fang Ling, awalnya dia sudah tau jika kemampuan pemuda di hadapannya tidak lagi bisa di ukur, sebab itulah dia tidak terlalu terkejut.


"Aku akan menjawab satu pertanyaan dulu mengenai kenapa kami bisa ada di sini. Mengenai itu, ceritanya akan sedikit panjang, awalnya kami tinggal di salah satu alam yang bernama alam kehidupan, di mana alam itu sangat indah dan terlihat seperti negri dongeng yang berpenduduk bangsa Elf Mon.


"Di alam itu pula tidak ada yang namanya pertikaian atau peperangan, semua elf dan hewan suci hidup dalam naungan persaudaraan. Namun semua hal baik itu seketika hilang saat dia sari sepuluh jendral iblis datang untuk menghisap energi kehidupan besar di alam itu, sehingga kami harus berperang mati-matian untuk menghadapinya.


"Tapi, saat itu istriku sedang mengandung dan akan segera melahirkan, aku yang sebagai seorang ayah pastinya tidak mau melihat anak kami hidup di dalam kekacauan, maka kedatangan kami di sini adalah cara lain untuk selamat namun ratu Elf tidak memperbolehkan kami untuk menyakiti manusia,"


Ayah Ah Bai terlihat sedih memikirkan kampung halamannya yang sudah di jajah oleh bangsa iblis yang di pimpin oleh dua jenderal iblis.


Berbeda dengan ayah Ah Bai, Fang Ling terlihat pusing memikirkan kenapa kejadian itu terlalu cepat terjadi bahkan dirinya masih ingat jelas jika kejadian itu akan terjadi di umurnya yang ke 20 Thn.

__ADS_1


"Jangan-jangan ! apa yang aku lakukan di sini juga mempengaruhi masa depan ? tapi setidaknya aku masih bisa santai karena seratus tahun di sepuluh benua sama dengan satu hari di empat alam,"Batin Fang Ling terlihat gusar memikirkan masalah yang timbul terus menerus setiap harinya.


"Ada apa nak ? kau terlihat kurang sehat, apakah kau terluka ?? Ucap ibu Ah Bai terlihat khawatir.


Fang Ling menggeleng,"Tidak apa-apa ibu Ah Bai, aku baik-baik saja...Ayo kita harus menyelamatkan binatang buas yang lain,"Ujar Fang Ling.


Sebelum bertindak Fang Ling mengikat pria buncit yang terkena mental itu dengan menggunakan tali tenaga dalam, setelahnya barulah ia menghancurkan satu persatu kurungan untuk menyelamatkan binatang buas yang berada di dalamnya.


Setelah semuanya selesai Fang Ling menyuruh semua binatang buas itu berbaris sedemikian rupa kecuali ayah dsn ibu Ah Bai.


"Baiklah ikuti tuan dan nona ini, aku akan membersihkan jalan untuk kalian lewati, kita akan bersama-sama menyelamatkan teman-teman kalian yang lain,"Kata Fang'Ling bersemangat.


Semua hewan buas itu mengeluarkan suara khas masing-masing nampak semangat, karena kini pemuda di hadapan mereka adalah seorang alpha yaitu pemimpin kelompok ini.


Sebelum bergerak Fang Ling mengikat kaki pira buncit dengan ujung tali tenaga dalam, setalah selesai ujung tali yang lain di ikatannya di belakang pinggang.


"Pedang es


Fang Ling menciptakan dua bilah pedang dan langsung berlari menjadi siluet kehijauan dengan menyeret tubuh pria buncit di belakangnya, gerakan Fang Ling yang sangat cepat tidak mempersulit ayah Ah Bai untuk mengikutinya karena memiliki penciuman yang sangat tajam, dengan begitu dia memimpin semua hewan buas di belakangnya untuk mengikuti langkah Fang Ling.


Di depan Fang Ling menghabisi satu persatu orang yang menghalanginya, bahkan dia tidak menyisakan satu orangpun dari pandangannya kecuali mereka harus mati.


Sedangkan di belakang ayah Ah Bai semakin kagum dengan kemampuan Fang Ling, bahkan sedari tadi dia melihat banyak mayat tergeletak di pinggir jalan dengan luka potongan yang sangat rapih.


"Anak ini sangat hebat, suatu keberuntungan bagi Ah Bai sudah menemukannya,"Batin ayah Ah Bai sambil terus mengikuti jalan yang di lalui Fang Ling dengan menggunakan penciumannya.


Sedangkan di dalam ruangan yang di pilihnya, berhenti sejenak untuk memperhatikan ruangan besar di hadapannya.


Di dalam sebuah penjara yang di susu rapih 20 orang perempuan sekte terlihat terpenjara dengan mental terjaga, berarti dapat di simpulkan jika mereka semua tidak di sentuh sama sekali.


Di dalam tempat itu pula Fang Ling melihat ratusan penjaga yang mondar mandir menjaga ruangan itu, Tanpa basa-basi Fang Ling langsung bergerak cepat masuk ke ruangan itu.


Arghhhh


ahhhhh


Untuk beberapa menit ruangan itu di penuhi dengan suara jeritan, setelahnya barulah ruangan itu menjadi sangat sunyi.

__ADS_1


Sontak 20 orang di dalam penjara tercengang dan terdiam begitu melihat seorang pemuda dengan beringas membunuh, bahkan kini dia berdiri di atas tumpukan mayat tanpa kepala.


Pemandangan itu terlalu mengerikan untuk di saksikan, namun untungnya ruangan itu hanya di terangi oleh lampu obor sehingga apa yang barusan terjadi tidak bisa di lihat dengan jelas.


"Tidak apa-apa tidak perlu takut, aku adalah bawahan dari tetua Su Untuk menyelamatkan kalian semua, jadi tetap tenang aku akan melaksanakan kalian satu persatu,"Kata Fang Ling mencoba untuk terlihat baik di hadapan semua perempuan cantik itu.


Wajah Fang Ling yang bersimbah darah membuat semua gadis itu ketakutan, apalagi melihat cara pemuda itu menyeret pria buncit di kakinya juga sangat mengerikan.


Menyadari hal itu Fang Ling membersihkan darah yang menutupi wajahnya, seketika semua perempuan yang ada di tempat itu terdiam melihat wajah Fang Ling yang biasanya hanya di miliki seorang dewa, apalagi posturnya yang tinggi dan rupawan adalah dambaan setiap wanita.


Satu persatu penjara yang mengurung wanita muda dari sekte Fang Ling hancurkan dengan satu telunjuknya, setelah semuanya selesai 20 gadis itu langsung menempel dengan Fang Ling sambil berterimakasih.


"Tuan terimakasi sudah menyelamatkan kami, aku sangat bahagia hingga hampir pingsan bisakah kau menggendong ku ke kamar mu,"


Fang Ling hanya tersenyum canggung, diapun langsung di kejutkan dengan kedatangan Su Ming dan beberapa tetua bersamanya masuk ke dalam ruangan itu dengan perasaan yang sangat marah.


"Siapa orangnya ?! di mana rumahnya ?! siapa namanya ?!



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2