
Suasana menjadi hening tatkala Fang Ling mengatakan jika Murad sudah di diskualifikasi dari pertarungan, menandakan jika Murad telah gagal dan akan segera pulang ke benua asalnya.
Tapi Murad tidak mau menyerah dia tetap teguh pada pendiriannya jika dirinya adalah pemenang, Sementara di sampingnya Fang Ling hanya tersenyum kecil melihat Murad yang terlihat sedang menutupi sesuatu.
"Kau dari benua ketiga kan ? Kau katakan apa maksud tujuan mu ke sini dengan membawa banyak pengikut,"
Murad berdecak kesal terlihat dari raut wajahnya yang menyimpan kemarahan, sementara tubuhnya kaku dalam posisi berdiri dan tak dapat di gerakan.
"Apa maksudmu, Ha ? Cepat lepaskan aku sialan !!
"Masih mau melawan rupanya, nak kau salah mengajak orang seperti ku main-main saat sedang bicara,"
Fang Ling menciptakan sebilah pedang dan langsung menebas tangan kanan Murad hingga jatuh ke lantai. Murad terlihat sangat kesakitan, dari kursi penonton puluhan orang berbadan kekar tiba-tiba melompat ke atas arena.
"Akhirnya kalian semua keluar juga, apa kalian tidak tau jika tidak boleh membawa banyak pengikut adalah salah satu peraturan saat melakukan pendaftaran di suatu sekte,"
Seorang pira berbadan tinggi membawa kapak berdiri paling depan,"Diam kau ! Apa yang kau lakukan pada tuan muda kami, Ha !!
Keributan itu memancing ratusan tetua naik ke atas arena, begitu juga dengan Patriack Mu Tong dan Lang Ming keduanya berdiri di samping Fang Ling.
Mu Tong menatap tajam puluhan orang berkulit hitam dengan badan kekar di depan,"Apa yang sebenarnya terjadi di sini, Ling'er ??
"Bukan apa-apa Patriack, kita hanya menemukan orang yang melanggar peraturan di sini,"Ucap Fang Ling santai sambil masih menatap Murad yang sudah kembali bisa bergerak.
Berjarak beberapa meter di depan Murad terlihat sangat kesal, dahinya mengerut sambil terus memegangi tangan kanannya yang kini telah buntung.
"Sialan kau ! apa kau tau apa yang terjadi jika kau berani melukai seorang tuan muda dari keluarga cabang kerajaan ?!
Fang Ling tersenyum licik sambil melipat kedua tangannya di depan dada,"Apa kau tau apa yang akan terjadi pada semua keluarga mu karena kau telah berani mencoba membunuh sang putri ??
"Bajing4n ini..."
Murad tidak mampu berkata-kata dia sudah jelas tertangkap basah karena hampir membunuh Yu Niang di depan semua orang.
"Bagaimana tuan muda ? apa masih mau menyangkal jika kedatangan mu kali ini tidak lain untuk menyelesaikan sebuah misi ?"Kata Fang Ling dengan nada mengejek.
Seketika raut wajah Murad berubah pucat dan di basahi keringat,"Ap-apa yang kau katakan orang gila, buktikan kepada semua orang jika apa yang kau katakan memang benar !!
__ADS_1
Fang Ling mengangkat tiga jari,"Kau melanggar dua peraturan dan satu tindakan kriminal,"
"Pertama, kau bertarung dengan membawa dua pedang yang di ciptakan oleh seseorang sebelumnya, seharusnya kau harus menggunakan senjata hasil dari buatan mu sendiri,"
"Kedua, kau membawa banyak bawahan, kalian pasti tau jika tidak di perbolehkan membawa puluhan bawahan seperti yang kau lakukan. Jika keadaannya seperti sekarang, tidak mungkin kau tidak sedang merencanakan sesuatu karena sudah membawa banyak bawahan,"
Saat akan menutup jari ketiga Fang Ling tersenyum menyeringai kehadapan orang-orang di depan,"Terakhir, mencoba membunuh sang putri dari kerajaan benua salju abadi,"
Semua penonton nampak mencemooh perbuatan Murad dengan berbisik bersama teman, tidak sedikit juga yang terlanjur menjadi emosi dan berkata dengan terang-terangan.
"Licik sekali, pasti dia tengah merencanakan sesuatu !! Dia akan di hukum sangat berat karena mencoba membunuh putri Yu Niang,"
"Benar ! Hukum dia !!
"Hukum bajing4n licik itu !!
Melihat semua orang mulai terbawa emosi membuat Murad kebingungan untuk menyangkal perbuatannya, apalagi percobaan pembunuhan sebelumnya telah di saksikan oleh semua orang.
"Ji-jika bisa berbicara begitu, ma-mana buktinya ?!
Sudut bibi Fang Ling sedikit terangkat,"Kau ingin bukti ? Baiklah akan ku penuhi permintaan mu, tuan muda,"
Dengan santai Fang Ling berjalan ke depan dan mengambil kedua pedang Murad yang tergeletak di lantai.
"Pedang ini setidaknya berada di tingkat emas bintang lima, tidak mungkin pendekar di tingkat pembentukan inti sepertimu mampu membuat pedang di tingkat seperti ini,"
Murad menaikan sebelah alisnya, kini dia terlihat sangat yakin karena berpikir jika Fang Ling tidak akan bisa menjelaskan jika pedang itu memang berada di tingkat emas.
"Lalu ?"Murad tersenyum mengejek.
Fang Ling mengibas tangannya ke atas, dari depan Fang Muncul muncul sebuah tembok es berwarna biru muda.
"Tembok ini mampu menahan serangan yang di lancarkan oleh senjata tingkat perak ke bawah. Sedangkan untuk menghancurkannya harus menggunakan senjata di tingkat emas ke atas,"
Untuk membuktikan kebenarannya, Fang'Ling mampu menghancurkan tembok es di depan hanya dengan satu ayunan dari pedang Murad.
Saat tembok itu hancur semua orang menjadi semakin emosi, tatapan mereka kembali tertuju pada Murad yang nampak sedang tersudut.
__ADS_1
"Senjata itu memang hasil buatan ku,"
Mendengar perkataan putus asa dari Murad semakin membuat Fang Ling tertantang untuk menghancurkannya,"Buatan mu ? Kau bercanda, baiklah kau buat pedang yang sama dari elemen mu, biarkan semua orang di sini yang menilai,"
Murad terlihat ragu kemudian dia mulai membuat sebilah pedang dari elemen tanah, pedang itu sekilas terlihat sangat mirip dengan pedang yang kini ada bersama Fang Ling.
Fang Ling berjalan menghampiri Murad, saat akan semakin dekat seorang pira bawahan Murad langsung menghadangnya.
"Orang rendahan sepertimu tidak di perbolehkan mendekati tuan muda lebih dekat dari ini,"
Braaaaak
Tanpa basa-basi Fang Ling menarik kepala pria yang menghadangnya dan membenturkan kepala orang itu ke lantai hingga tembus ke bawah arena.
"Apa di sana sudah cukup rendah bagi mu, Tuan ?"Kata Fang Ling mengejek mayat bawahan Murad yang ia bunuh hanya dalam hitungan detik.
Perbuatan Fang Ling terlihat sangat mengerikan namun semua penonton di tempat itu malah terlihat puas, bahkan mereka bersorak gembira dengan wajah ketakutan saat melihat Fang Ling membunuh seseorang hanya dalam hitungan detik.
Fang Ling kembali berjalan menghampiri Murad, kali ini tidak ada satupun yang berani menghadangnya setelah pemimpin dari bawahan Murad mati.
Dengan sigap Fang Ling merampas pedang yang di buat Murad, iapun juga memperhatikan pedang itu dengan teliti untuk beberapa saat.
"Pedang ini memang terlihat sangat mirip namun...
Fang Ling kembali menciptakan sebuah tembok es, kemudian dia mencoba menghancurkan tembok itu dengan menggunakan pedang buatan Murad.
Sudah berkali-kali Fang Ling mencoba menghancurkan tembok itu sampai senjata buatan Murad hancur namun tembok es miliknya masih terlihat sempurna tanpa goresan sedikitpun.
"Nah, bagaimana tuan muda ? apa masih mau menyangkal jika pedang ini adalah buatan orang lain,"Fang Ling menatap tajam Murad.
Satu bukti itu sudah cukup membuat orang-orang percaya, mereka kini semakin emosi dan sangat ingin membunuh Murad.
Tapi sebelum melakukan itu mereka semua harus berpikir dua kali karena masih ada Fang Ling di tempat itu. Melihat kemampuan Fang Ling dalam membunuh, membuatnya sangat di takuti orang-orang sehingga membuat penonton yang emosi tetap harus hati-hati jangan sampai menyinggung pendekar itu.
"Nah, Tuan muda. Sudah siap menerima hukuman ?
Bersambung....
__ADS_1