
Rombongan Fang ling terus berjalan menembus hutan yang begitu lebat, namun anehnya tidak ada satupun hewan buas yang lewat, bahkan hawa kedatangannya tidak dapat di rasakan semua orang.
"Kenapa hutan ini sedikit aneh," Fang ling menoleh ke kanan dan kirinya untuk mencari ataupun merasakan kehadiran hewan di sekelilingnya. Namun seekor semut saja tidak dapat di rasakan.
Su Yulan yang menyadari Fang ling sedang kebingungan hanya tertawa kecil,"Fang ling, apakah kau tidak tahu ini hutan apa ?
Fang ling menggeleng,"Tidak, apakah kau tau kenapa tidak ada satupun hewan yang lewat."
"Tentu saja, hutan ini di namakan hutan hydra... legenda mengatakan, ada seekor ular berkepala lima yang tinggal di hutan ini. namun itu hanyalah sebuah kabar burung yang didapat dari mulut ke mulut... Sehingga tidak ada kebenaran Tetang hal itu," Jelas Su Yulan seolah sedang membacakan kisah dongeng kepada anak kecil.
Fang ling hanya mengangguk," Lalu apakah kau tidak melihat sesuatu saat kau melewati hutan ini dan hendak datang ke sekte pedang bambu ?
"Sepertinya tidak ada... namun saat itu banyak hewan buas yang melintas di jalan ini dan sangat berbeda dengan yang sekarang," kata Su Yulan
"Itulah anehnya, tidak mungkin hutan seluas ini tidak memiliki hewan sedikitpun," Fang ling kembali merasakan hawa kehidupan di sekitarnya, namun hasilnya tetap sama. Dirinya tidak dapat merasakan mahkluk lain selain mereka.
Walaupun merasa sangat janggal, Fang ling tetap melanjutkan perjalanannya, hingga dirinya tidak sadar jika ada sesuatu yang sedang memperhatikan mereka sejak memasuki area hutan hydra.
Selama perjalanan tidak ada satupun hambatan yang berarti bagi semua orang, kecuali sebuah pohon besar tumbang di hadapan mereka.
Karena hanya itu jalan satu-satunya bagi mereka dan tidak ada pilihan lain selain memotong pohon tersebut. Hingga Semua pendekar bawahan Su Yulan , memutuskan untuk memotong pohon tersebut dengan senjata masing-masing.
Walaupun mempunyai Ribuan orang pendekar, Mereka nampak kesulitan saat memotong pohon yang mempunyai ukuran terbilang sangatlah besar.
Semua pendekar itu menghantam pohon yang menutupi jalan mereka dengan pedang yang sudah di lapisi elemen masing-masing.
Namun saat Pedang itu bersentuhan dengan kulit pohon itu, terdengar suara keras seperti dua potong besi yang saling berbenturan. Tidak mau menyerah dengan keadaan, semua pendekar itu terus menghantam kulit pohon tersebut.
Cukup lama mencoba, semua pendekar itu berhenti dengan nafas terputus-putus dan pedang yang sudah hancur. namun tidak sedikitpun kulit pohon itu lecet ataupun terbelah.
__ADS_1
Luo tang yang melihat semua pendekar itu kesulitan, memutuskan untuk turun dari kereta kudanya dan berjalan mendekati pohon besar di hadapannya.
Merasa sangat penasaran dengan pohon di hadapannya, luo tang menyentuh pohon tersebut dengan telapak tangannya. setelah beberapa saat memeriksa umur pohon itu, mata luo tang melebar dengan keringat bercucuran.
"ini bukan pohon biasa... melainkan sebuah pohon roh berusia jutaan tahun. hanya seorang pendekar di tingkat setengah abadi yang mampu memotong pohon ini," kata luo tang membuat semua orang yang mendengarnya merasa kebingungan.
"lalu bagaimana kita melanjutkan perjalanan tetua luo ? Tanya seorang pendekar.
Luo tang menggelengkan kepalanya, nampak bingung harus mengambil keputusan," apakah ada jalan lain, selain ini ?
Semua pendekar saling bertatapan, hingga salah satu dari mereka mengangkat tangan,"Ada tetua, namun itu adalah jalan memutar dan sangat berbahaya...Jika melewati jalan itu kita membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke desa terdekat."
Luo tang berpikir beberapa saat. Karena baginya perjalanan ini tidak mungkin di hentikan, karena menyangkut keselamatan sekte pedang bambu.
Setelah beberapa saat berpikir luo tang kembali menatap semua pendekar di hadapannya."Kita akan melewati jalan itu, karena tidak ada pilihan lain lagi."
"Tetua luo, aku keberatan dengan usul mu... Kenapa kita tidak terbang saja ? ucap salah satu pendekar. membuat semua orang yang mendengar pertanyaan bodoh pendekar itu nampak sangat kesal.
Luo tang mengusap wajahnya, karena merasa tidak tau harus menjawab apa Tetang pertanyaan pendekar yang nampaknya masih pemula di dunia kultivasi.
"Kau lahir dari mana ? kau kira semua orang terlahir dengan jubah tempur bersayap... di tambah kita membawa banyak barang yang sangat berharga." Kata seorang pendekar yang nampak lebih senior dari yang lain.
"Sudahlah jangan bertengkar, karena matahari sudah mulai terbenam... Sebaiknya kita kembali melanjutkan perjalanan," Luo tang kembali menaiki keretanya, untuk mengikuti arah pendekar yang tau letak jalan memutar, yang di katakan sangatlah berbahaya.
Kuda semua orang nampak memutar arah dan memasuki sebuah semak belukar yang sama-sekali tidak nampak seperti jalan pada umumnya, karena di penuhi ilalang yang tumbuh liar.
Jalan yang kini di lalui semua kelompok Fang ling terlihat sangatlah gelap. di sebabkan pepohonan yang terlalu rindang, hingga cahaya matahari tidak mampu menerangi hutan tersebut.
Su Yulan dan Yen Siulan nampak mendekat ke arah Fang ling karena merasa sedikit takut dengan keadaan yang terbilang cukup gelap.
__ADS_1
"Bukankah ini jalan memutar ? kenapa kita melewati jalan ini," Kata Su Yulan.
"Kau tau dengan jalan ini ? tanya Kembali Fang ling dengan wajah yang terlihat sangat ingin tahu. karena di kehidupan pertamanya, ia sama sekali tidak tahu jika ada area seperti ini.
"Tentu saja...di pertengahan jalan, kita akan melewati sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua ngarai tinggi. Di jembatan itulah orang-orang banyak menemui ajalnya," Jelas Su Yulan.
Wajah Fang ling berubah serius,"ngarai...apakah kau tau apa yang mengakibatkan orang-orang banyak mati di sana ?
"Menurut cerita yang beredar, orang-orang itu mati karena tergelincir saat mencoba melewati jembatan tersebut... namun tidak ada yang berani mencari mayat orang-orang itu, karena takut dengan serangan hewan buas," Jelas Su Yulan.
Wajah Fang ling di penuhi dengan keringat dingin yang mengucur deras,"Semuanya berlindung sekarang ! gunakan jubah tempur kalian !" Fang ling berteriak keras, membuat semua orang yang mendengarnya menghentikan kudanya.
Sebuah makhluk berukuran sangat besar berwarna putih tiba-tiba muncul di bagian belakang dan menyerang semua pendekar yang ada hingga membuat setengah pasukan mati tanpa perlawanan.
Saat tubuh hewan itu sedikit terkena cahaya matahari, wajah semua orang berubah pucat dengan tubuh bergetar hebat," Ti-tidak mungkin it-itu adalah Hydra !
Luo tang yang sempat mendengar teriakkan Fang ling langsung memutuskan tali kekang pada kudanya untuk melepaskan kudanya dari kereta yang mempunyai beban yang berat.
"Kalian semua jangan melihat kebelakang ! cepat bergerak maju," Fang ling bergerak cepat menyusul Su Yulan dan Yen Siulan yang sudah lebih dulu bergerak bersama luo tang saat mendengar teriakannya.
Dari awal Fang ling sudah merasa sangat janggal, hingga dirinya semakin terkejut melihat pohon tumbang yang menutupi jalan mereka. terdapat sebuah bekas gigitan pada pangkal pohon tersebut.
"Jika di ukur, kekuatan hydra itu setara dengan seorang pendekar Tingkat abadi...dengan kata lain aku dan luo tang tidak akan mampu menghadapinya,"
Ilunstrasi :anak emas author
Bersambung....
__ADS_1