
Satu persatu pendekar mulai kembali berpencar memasuki hutan bersama rekannya, begitu juga dengan Wang Yihan dan Yue liang. Mereka berpamitan dengan Fang Ling sebelum berjalan ke area yang di pilihnya.
"Wang Yihan ! berusaha untuk berhasil agar kita bisa bertarung di dalam arena kelak,"Fang Ling berteriak keras begitu melihat Wang Yihan dan Yue liang perlahan menghilang di kejauhan. Terlihat pemuda itu melambaikan tangannya sebelum benar-benar menghilang.
Dari belakang Yen Siulan dan Shun Jing menghampiri Fang Ling yang masih menatap ke arah Wang Yihan menghilang. Dengan lembut Yen Siulan menyentuh punggung Fang Ling, hingga membuat pemuda itu berbalik dan menatapnya.
"Fang Ling, kami juga harus pergi. Berusahalah agar kau juga bisa berhasil,"Kata Yen Siulan sambil mengeluarkan senyum lembutnya.
Fang Ling tidak menjawab perkataan Yen Siulan cukup lama, ia merunduk kan kepalanya,"Pergilah, aku juga akan pergi, jagalah diri kalian baik-baik aku yakin kalian mampu,"
"Fang Ling, kau menangis ? Tanya Shun'Jing yang tidak sengaja melihat air mata Fang Ling menetes dari dagunya.
"Tidak, aku tidak menangis, berangkatlah hari sudah mulai malam. Kalian akan kesulitan jika tidak bergegas,"Kata Fang Ling dengan posisi yang masih menunduk.
Walaupun tau jika Fang Ling ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya, Shun Jing dan Yen Siulan hanya dapat memeluknya sebelum berjalan meninggalkan pemuda itu bersama dua temannya.
Dari kejauhan Fang Ling hanya bisa menangis melihat Yen Siulan dan Shun Jing mulai hilang dari pandangan, menuju ke arah matahari terbenam.
"Bagaimana bisa aku mengatakan baik-baik saja, begitu melihat orang yang aku cintai pergi,"
Fang Ling membuang nafas panjang sebelum menyeka air matanya, dia berjalan ke arah Xiao Qing dan Xiao Bai yang sedari awal hanya melihatnya dari kejauhan. Walaupun begitu ingin menenangkan Fang Ling, kedua gadis itu tau jika posisi mereka bukanlah orang yang sangat dekat dengannya.
"Xiao Qing,Xiao Bai, waktunya berangkat,"Kata Fang Ling sembari tersenyum cerah kepada kedua gadis itu, untuk menutupi kesedihannya yang mendalam.
__ADS_1
"Baik tuan, tapi kita akan memilih jalan yang mana. Di depan terdapat lima jalur yang menuju hutan lebat, menurut peta jika kita berhasil melewati hutan itu maka kita akan kembali di sambut oleh sungai yang merupakan area ke empat,"Jelas Xiao Qing dengan cermat tanpa terpeleset.
Mendengar penjelasan Xiao Qing yang sangat jelas, Fang Ling melihat ke depan yang di mana terdapat lima jalur yang akan menuntun dirinya masuk ke dalam hutan yang sangat lebat. Bahkan terlihat pohon-pohon yang ada di hutan itu berukuran sangat besar.
Tentunya Fang Ling tidak asal memilih jalur, dia menatap satu persatu jalur yang ada di hadapannya untuk merasakan hawa atau keberadaan hewan buas yang ada di setiap jalur itu. Pilihan Fang Ling jatuh pada jalur paling kanan, karena jalur itu nyaris tidak memiliki hewan buas di dalamnya.
"Kita akan memilih jalur paling kanan,"Kata Fang Ling setelah beberapa saat merasakan kehadiran hewan buas yang sangat sedikit di jalur itu.
Xiao Qing dan Xiao Bai hanya mengangguk pelan dan berjalan mengikuti Fang Ling dari belakang, sambil sesekali mengganggu Ah Bai yang tertidur. Setelah berada di dalam hutan, terlihat cahaya matahari tidak mampu menembus hutan lebat itu.
Dengan mata melebar, Fang Ling melihat pepohonan yang ada di sekitarnya memiliki ukuran raksasa hingga membuatnya terlihat seperti kurcaci. Bahkan, terlihat hewan-hewan seperti ayam hutan juga memiliki ukuran yang sangat besar dan sangat berbeda dari ayam pada umumnya.
"Aneh sekali, aku kita hutan seperti ini hanya terdapat di empat alam,"Batin Fang ling, sambil terus memperhatikan sekelilingnya yang terlihat seperti malam hari, walaupun sebenarnya matahari masih belum terbenam.
Dengan lembut Fang Ling menurunkan Ah Bai dari kepalanya, membuat hewan kecil itu terlihat marah sambil melipat kedua tangannya. Fang Ling mengambil satu pedangnya yang tersisa dan menghujam jantungnya sendiri.
"Tuan Kenapa kau melakukan itu ? kau bisa mati jika melakukannya lagi,"Kata Xiao Bai tegas.
"Sepertinya yang aku katakan, Ah Bai adalah hewan suci. Dia hanya memakan energi kehidupan bukan energi alam, seperti kebanyakan hewan roh,"Jelas Fang Ling, sambil memperhatikan Ah Bai yang menyerap energi kehijauan yang mengitari tubuhnya.
Terlihat di wajah Xiao Bai dan Xiao Qing terkejut melihat lingkaran Holow miliki Ah Bai keluar dengan mempunyai warna hitam, bahkan keadaan fisiknya juga ikut berubah menjadi lebih gemuk.
"Hari ini kita tidak akan berjalan, karena Ah Bai sudah memiliki cukup kekuatan untuk berlari dalam skala cukup lama dalam bentuk perubahannya... Ah Bai berubah menjadi bentuk suci mu,"perintah Fang Ling.
__ADS_1
Tubuh Ah Bai perlahan membesar dengan warna kulit yang mulai berubah menjadi putih hitam dan memancarkan hawa dingin, akibat menghisap energi kehidupan Fang Ling yang memiliki elemen es langka.
Terlihat ukuran Ah Bai semakin membesar dan baru berhenti di saat tubuhnya sudah setinggi lima kaki. tubuh Ah Bai di penuhi dengan energi yang mampu membuat hewan-hewan di sekitarnya lari ketakutan begitu merasakan energi seorang alpha dari tubuh Ah Bai.
"Aung Aung,"Walaupun memiliki ukuran yang sangat besar, suara Ah Bai tetap seperti anak harimau saat sedang berbicara.
Ah Bai menurunkan tubuhnya agar Fang Ling dapat menaikinya dengan mudah, begitu tuannya sudah naik. Fang Ling menyuruh Xiao Qing dan Xiao Bai untuk ikut naik, karena akan segera malam dan harus mencari tempat aman untuk berisitirahat.
Terlihat kedua gadis itu berebutan untuk duduk di belakang Fang Ling, hingga membuat pemuda itu tersenyum kecil dan berkata,"Bagaimana Jika aku duduk di tengah-tengah, kalian bisa duduk di depan dan belakang,"
Langsung saja kedua gadis itu tersenyum agresif, dengan cepat Xiao Qing naik ke atas Ah Bai dan duduk di depan Fang Ling. Sedangkan Xiao Bai yang lupa cara berlari cepat hanya mendengus kesal sebelum berjalan dan duduk di belakang Fang Ling.
Setelah semuanya sudah siap, Fang Ling memerintahkan Ah Bai untuk mulai bergerak. Sehingga Ah Bai berlari dengan cepat menembus hutan, menciptakan suara hentakan kuat begitu kakinya melangkah.
Hewan-hewan yang memiliki kekuatan di bawah Ah Bai berlari tunggang langgang begitu mendengar derap langkahnya, yang begitu kuat. Sehingga sejauh mata memandang, Fang Ling melihat pepohonan yang memiliki ukuran besar dapat di lalui Ah Bai dengan mudah.
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang terkuat
Bersambung....