
Just info dari karakter Fang Lingi, jujur aja sampai sekarang pasti kalian di buat bingung si MC jahat atau baik ? sebenarnya dia itu buka jenis orang yang mudah di tebak, setau author Fang Ling rela melakukan apapun hanya untuk menyelesaikan misinya.
___________________________________
Fang Ling berpikir keras jika memang benar yang mengejar Ah Bai dan keluarganya adalah pedagang dari benua ketiga, maka dirinya hanya memiliki waktu singkat untuk menyelidiki masalah itu setelah beberapa hari lagi berhasil menyelesaikan tahap seleksi.
Tapi mengenai bisa masuknya pedagang itu ke sekte gunung tengkorak pastinya di ketahui oleh Su Ming, mereka pasti sering melakukan transaksi berupa bahan obat-obatan atau sejenisnya.
Dan lagi pastinya Su Ming sangat mengenal pedagang itu lebih dari siapapun, namun dia tidak tau jika pedagang itu memiliki niat busuk terhadap hewan spiritual langkah yang hanya bisa di temui di sekte gunung tengkorak.
Fang Ling mengusap wajahnya sambil berpikir keras, namun dia masih membutuhkan banyak informasi mengenai ayah dan ibu Ah Bai, karena tidak mungkin jika hewan suci seperti mereka memilih tinggal di sepuluh benua ketimbang dunia Surgawi atau empat alam misteri tanpa alasan.
"Pasti ada sesuatu yang terjadi di empat alam dan dunia Surgawi, sampai-sampai hewan suci seperti kaum Ah Bai pindah ke sepuluh benua,"Batin Fang Ling terus berpikir alasan tentang tragedi di empat alam dan dunia Surgawi.
Fang Ling memijat kepalanya yang terasa pusing,"Lalu apa yang terjadi setelah kau dan ibu mu di kerjar oleh orang-orang itu ??
"Ayah mencoba menghentikan mereka dan menyuruh kami untuk pergi sejauh-jauhnya, Tapi saat itu aku melihat dengan jelas jika ayah tidak bisa bertahan lama karena terperangkap jaring dan di masukkan ke sebuah kota besi,"
"Setelah itu kami kembali di kejar oleh orang-orang yang sama, tapi saat itu kami di kepung dari berbagai arah, mata-mata orang itu memancarkan hawa mengerikan yang tidak akan pernah ku lupakan,"
Merasakan tubuh Ah Bai yang menggigil ketakutan, Fang Ling memeluknya lembut sambil mengusap kepalanya dan menyuruh Ah Bai untuk kembali melanjutkan ceritanya.
"Untuk menyelamatkan ku ibu menyerang salah satu orang, namun semua orang yang ada langsung menyerangnya bersama-sama, di sela itu ibu menyuruh ku untuk kabur,"
"Dengan berat hati aku-pun berlari ketakutan, entah kemana aku berlari hingga saat itu aku tidak sengaja menginjak sesuatu yang membuat ku hampir mati. Tapi, saat akan pingsan aku melihat sesosok pemuda yang mau menyelamatkan hewan seperti ku,"
Fang Ling menggaruk hidungnya sambil tersenyum canggung,,"Sepertinya pemuda itu aku... Lalu apakah ceritanya sudah selesai ?? Fang Ling mencium kepala Ah Bai kembali.
"Sejak itu aku tau jika hidup adalah aset yang sangat berharga, dan aku memutuskan untuk memberikan hidup ku kepada seseorang,"Ucap Ah Bai.
"Pasti orang itu adalah aku !! Fang Ling berkata spontan dan terlihat sangat percaya diri.
"Jika bukan kau, siapa lagi ? Tuan kau adalah pahlawanku,"Ah Bai mengecup pipi Fang Ling dan setelah itu kembali menatap bintang.
"Apakah hanya di pipi ? aku ingin lebih,"Fang Ling berkata sambil mengharapkan sesuatu.
"Sepertinya hanya itu yang dapat aku berikan sekarang, dan lagi bukankah kecupan di pipi sudah cukup ?? Ah Bai berkata santai sambil menyenderkan tubuhnya ke dada Fang Ling.
Fang Ling hanya tersenyum kecil, diapun dan Ah Bai terus memperhatikan bintang, Ah Bai yang merasa mulai mengantuk mengubah posisinya, namun hendak akan beranjak dia tidak sengaja melihat luka sayatan di jantung Fang Ling.
__ADS_1
"Tuan, kenapa luka yang ini tidak menutup seperti kebanyakan luka di tubuh mu ?? Ah Bai menyentuh luka sayatan itu dan memperhatikannya secara mendetail,"Eh, bukankah ini sisa luka saat aku menghisap energi kehidupan mu ?Tapi kenapa tuan tidak menyembuhkan lukanya,"
"Ini terlalu berharga untuk di hapus, luka ini akan mengingat aku kepada mu,"Fang Ling berkata berterus-terang, sambil memainkan rambut Ah Bai yang panjang.
Wajah Ah Bai memerah dia tidak mampu berkata-kata, akhirnya ia memutuskan untuk segera tidur di pangkuan Fang Ling.
Sedangkan Fang Ling ia terlihat menatap Ah Bai dengan mata berkaca-kaca,"Semuanya hanya dadu, hanya kau bidak kesayangan ku,"
Note : udah tau kan sifat Fang Ling ?
[\=\=\=\=]>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Setelah pagi tiba, sinar matahari yang hangat membangunkan Ah Bai yang tertidur sambil memeluk wajah Fang Ling yang bersender di dadanya.
Sesekali Ah Bai mengusap wajah Fang Ling, pandangannya pun kini tertuju pada tempat awal teman-temannya beristirahat, terlihat tempat itu kosong dan hanya meninggalkan dirinya dan Fang Ling berdua di tempat itu.
Merasa sangat panik Ah Bai menepuk pelan wajah Fang Ling,"Tuan, Tuan, bangunlah... Teman-teman yang lain sudah tidak ada,"
mendengar teriakan Ah Bai, Fang Ling pun terbangun dan mengusap wajahnya,"Ada apa ? kenapa pagi-pagi sekali kau sudah bangun, ayo kembali tidur,"Fang Ling memeluk Ah Bai dan kembali rebahan.
"Tuan dengarkan aku, teman-teman yang lain sudah tidak ada di sini,"Ah Bai memencet hidung Fang Ling agar dia tidak bisa bernafas.
Fang Ling yang sudah mengetahui hal itu karena sempat melihat teman-temannya pergi saat pagi-pagi sekali, terlihat santai tidak menjerit seperti wanita.
Melihat Fang Ling yang tidak panik Ah Bai berpikir jika pemuda itu sudah mengetahui masalah ini lebih dulu daripada dirinya sendiri.
"Lalu sampai kapan tuan ingin tidur, jika terus seperti ini kita akan memakan waktu lama untuk pergi ke area delapan,"Ah'Bai mengembungkan pipinya sambil mencubit wajah Fang Ling.
"Baiklah-baiklah aku akan bangun, kebetulan sekali aku sudah lelah melakukan hal bodoh seperti ini," Fang'Ling berdiri dan membuka lebar-lebar dua sayapnya,"Naiklah kita akan segera menyelesaikan tahap seleksi,"
Ah Bai juga ikut berdiri,"Mau naik di mana ? tidak mungkin di punggung kan ??
Fang Ling tersenyum diapun menggendong Ah Bai dan membawanya terbang tidak terlalu tinggi, mereka terbang melewati hutan di bawahnya.
Dari atas Fang Ling dan Ah Bai dapat dengan jelas melihat pendekar-pendekar lain sedang bertarung melawan hewan siluman di bawah.
Ah Bai merentangkan kedua tangannya dan merasa begitu bebas saat udara dingin menyentuh kulitnya yang lembut, matanya terbuka lebar melihat hamparan pepohonan di bawahnya.
"Apakah kau menyukainya ?? Fang Ling terbang sedikit pelan agar Ah Bai bisa menikmati pemandangan di bawah dan di hadapannya.
__ADS_1
Mata Ah Bai terbuka lebar,"Aku sangat menyukainya... terimakasi,"
"Baguslah jika kamu menyukainya aku juga menjadi lega, sebentar lagi kita akan masuk ke area delapan yang merupakan danau pemisah antaran dataran ini dan gunung tengkorak,"
Kini di hadapan Fang Ling dan Ah Ba mereka dapat melihat ke hebat gunung tengkorak yang kini berada tepat di hadapannya, terlihat gunung itu berada di tengah-tengah danau besar.
Fang Ling mengepak sayapnya dan hendak terbang melewati area delapan untuk langsung ke gunung tengkorak, namun dari bawah sebuah tentakel merah mengikat kakinya.
"Ah jangan katakan di tempat ini ada kraken... berarti dalam danau ini tidaklah main-main....
Belum sempat melanjutkan perkataannya Fang Ling langsung di tarik ke bawah, diapun melepaskan pegangannya pada Ah Bai agar dia tidak ikut terbawa.
Namun Ah Bai tidak mau melepaskan Fang Ling dari genggamannya, ia tetap mengikuti Fang Ling walaupun terjun bebas dari ketinggian udara.
Buuurr
Fang Ling langsung di bawa ke dasar danau yang sangat dalam dan gelap, sedangakan Ah Bai yang mencoba untuk meraih tangannya malah tenggelam karena tidak bisa berenang dalam hujud manusia.
"Cakram api, putaran badai !!
Ada lagu opening buat Ah Bai sama Fang Ling judulnya : way you lie but baby lirik indo
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung....