
Setelah berada di dalam hutan, Fang'Ling menyusuri jalan hutan dan banyak melihat bahkan sampai berpapasan dengan hewan siluman, namun Fang Ling berencana untuk mencari seekor jawab siluman yang berbeda dari biasanya.
"Sepertinya benar di sini tempatnya, apakah dia berada di dalam goa itu ??"Di hadapan Fang Ling terlihat sebuah mulut goa yang sangat besar, diapun berjalan memasuki goa itu karena merasakan hawa kuat di dalamnya.
Sesaat akan melangkahkan kakinya ke mulut goa, ribuan kelelawar bertaburan keluar sambil mengeluarkan suaranya yang khas hal itu cukup membuat Fang Ling terkejut karena begitu tiba-tiba.
Setelah berada di dalam goa suasana lembab dan bau menyambut Fang Ling, diapun terus melangkah maju untuk menyusuri kedalaman goa itu.
Di ujung goa terdengar gema dari raungan hewan berjenis macan, gema itu semakin membuat Fang Ling penasaran karena di seluruh pulau hanya hawa di dalam goa itu yang memiliki kemampuan paling kuat di antara hewan alpha di area barat daya.
Setelah hampir mencapai ujung goa Fang Ling dapat melihat dari kejauhan tubuh besar seekor macan hitam yang sedang tertidur di atas tumpukan tengkorak.
"Wah kemampuan macan itu sudah berada di pembentukan Jiwa puncak, tidak heran kenapa hanya terdapat sedikit hewan di pulau ini, karena semuanya sudah di makan oleh sang alpha,"
Tanpa banyak bicara Fang Ling menciptakan rantai nebula dengan menggunakan campuran elemen api dan es, diapun langsung mengikat tubuh siluman macan itu yang setidaknya memiliki ukuran setinggi 20 kaki dengan taring yang sangat panjang.
Ghraaaaaa
Merasa istirahatnya sudah di ganggu siluman macan berwarna hitam itu membuka sepasang mata yang memancarkan cahaya merah, diapun berdiri hingga punggungnya menyentuh langit-langit goa dan menatap Fang Ling dengan tatapan buas.
Alih-alih ketakutan dengan santai Fang Ling menyeret siluman itu secara paksa, walaupun sudah mencoba untuk bertahan sekuat tenaga namun siluman itu malah tersungkur akibat tidak sanggup melawan tenaga Fang Ling.
"Hanya karena kau bertumbuh besar jangan mengira aku takut dengan mu,"Fang Ling menyeret siluman itu seolah tidak merasakan beban berat sama sekali, diapun berjalan keluar goa.
Taaak
"Huu~~~"Merasa rantai yang mengikat tubuh siluman macan di belakangnya menjadi sangat kencang, Fang Ling menoleh kebelakang dan melihat sepasang mata berwarna merah menyala tepat di depan wajahnya.
"Lihat apa kau bajing*n ?!" Fang Ling memukul wajah siluman macan hingga membuatnya mengaing, merasa kesal Fang Ling menghajar siluman itu dengan tangan kosong hingga membuat goa itu berguncang hebat.
Beberapa saat terdengar suara ledakan dan guncangan di dalam goa hingga saat suara itu hilang, Fang Ling berjalan keluar goa dengan menyeret potongan kepala siluman macan.
Di tangan kiri Fang Ling nampak terlihat bola kristal berwarna hitam memancarkan hawa kuat, diapun berjalan kembali ke ujung hutan itu berencana untuk mencari ikan di dalam lautan.
Hewan-hewan siluman yang bersembunyi karena takut menjadi mangsa dari siluman macan, kini terlihat keluar dengan perasaan senang begitu macan itu mati dan kepalanya di seret oleh seorang pria menuju ujung dari hutan itu.
__ADS_1
"Lapar~~~Sebainya aku harus cepat kembali sebelum malam,"Fang Ling menoleh ke arah langit yang mulai gelap, diapun bergegas menuju ujung jalan sebelum malam karena akan susah untuk mencari ikan di malam hari.
Setelah berada di pinggir lautan Fang Ling melepaskan semua pakaiannya, dia meletakkan penggalan kepala siluman macan di atas daratan sebelum menceburkan diri ke dalam air.
"Huaaa ! Segar sekali !!
Fang Ling berteriak puas begitu merasakan temperatur air menjadi sangat hangat karena dia mengeluarkan hawa dari kaisar naga api, diapun berenang ke sana kemari sambil melihat terumbu karang indah yang berada di dasar lautan yang tidak terlalu dalam itu.
Air di lautan itu sangatlah jernih hingga terlihat seperti kaca, sehingga walaupun terbang cukup tinggi seseorang akan dapat dengan jelas melihat terumbu karang indah di bawahnya.
Fang Ling menciptakan sebilah tombak, dia berenang ke dasar lautan untuk mencari ikan yang akan di masakannya malam ini, tidak membutuhkan waktu lama Fang Ling kembali muncul ke atas permukaan dengan membawa beberapa ekor ikan besar yang di dapatkan nya.
Fang Ling kembali mengenakan pakaiannya, setelah selesai dia terbang dengan tangan kanan menggegam rantai yang mengikat penggalan kepala siluman macan, sedangakan tangan kirinya menggegam ikan-ikan yang di dapatkan nya dari lautan.
Setelah beberapa menit terbang dan langit sudah gelap Fang Ling dapat melihat sekte naga langit sudah di terangi oleh obor yang memancarkan cahaya putih dari energi tenaga dalam.
Dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya Fang Ling mendarat di aula utama, terlihat aula itu sudah sangat sepi dan hanya terdapat beberapa orang yang masih berlatih di tempat itu.
Merasa bingung karena tidak tau harus melakukan apa selanjutnya, Fang Ling berjalan ke arah sebuah papan pengumuman di sampingnya terlihat di dalam papan itu tertulis nama-nama orang sekte dan jumlah poin pengalaman yang di miliki pendekar-pendekar lain.
Fang Ling melewati nama Mu Yang karena tidak mengenal pemilik nama itu, diapun terlihat mencari namanya dan malah ketemu nama Lang Ming yang memiliki jumlah 100 poin pengalaman.
"Licik sekali, dia bahkan tidak menunggu ku lagi,"Fang Ling menggelengkan kepalanya melihat nama Lang Ming, diapun menuruni urat nama-nama untuk mencari namanya.
Setelah bermenit-menit kemudian barulah Fang Ling menemuka namanya yang memiliki urutan paling bawah dari ratusan murid sekte, terlihat jumlah poin pengalaman yang di milikinya adalah 0.
"Seharusnya aku tidak terkejut melihat peringkat ku sendiri, karena jika mengenai soal materi akan adalah orang yang paling lemah,"
Setelah mengetahui peringkatnya di papan pengumuman, Fang Ling kembali kebingungan dengan penggalan kepala siluman macan karena tidak tau harus membawanya kemana.
"Adik seperguruan apakah kau ingin menyerahkan tugas mu ?" Seorang perempuan berjalan keluar dari balik bayangan, alangkah terkejutnya Fang'Ling begitu menyadari jika perempuan itu adalah orang yang sama yang di temui nya di kediamannya.
Sontak Mu Yang tidak kalah terkejutnya, diapun memainkan jari-jarinya begitu melihat pendekar yang akan menyerahkan misinya adalah Fang Ling.
"Nona kenapa kau berdiri di sana ? aku membutuhkan seseorang untuk menuntaskan misi ini agar aku tidak perlu malu dengan poin pengalaman ku yang sangat rendah,"
__ADS_1
Perkataan Fang Ling yang terlalu berterus terang semakin membuat Mu Yang gugup, diapun berjalan pelan menghampiri Fang Ling sambil memainkan jari-jarinya.
"Baiklah mari kita lihat apa misi mu hari ini,"Mu Yang mencoba menguasai dirinya, iapun mengeluarkan sebuah buku tebal yang selalu di bawanya dan mencari nama Fang Ling di daftar buku itu.
"Nama mu adalah Fang Ling, misi hari ini adalah membunuh seekor hewan siluman di area barat daya, bonus 100 poin pengalaman tergantung dari hewan siluman yang di bunuh, bonus sekantong pil tingkat rendah,"
"Anu, apakah ini benar data milik mu ?" tanya Mu Yang sembari sesekali menatap mata Fang Ling dengan wajah berubah merah seperti tomat.
Fang Ling mengangguk,"Benar, Senior apakah aku bisa mendapatkan pil di tingkat tinggi ?
"Bisa namun kau harus mendapatkan peringkat 10 ke atas di papan pengumuman, sedangakan untuk pil di tingkat menengah kau harus mencapai peringkat seratus ke atas,"Jelas Mu Yang.
"Baiklah, terimakasi atas penjelasannya,"Fang Ling menarik potongan kepala siluman macan, sontak hal itu membuat Mu Yang kaget karena tidak mengira jika yang di bunuh Fang Ling bukanlah hewan biasa karena hewan itu adalah alpha gila.
Alpha gila adalah pemimpin dari sekelompok hewan yang bersifat kanibal, dia memakan sesamanya untuk keuntungan pribadi dan menolak hukum yang mengatakan jika seorang alpha harus melindungi kelompoknya.
"Ini ! kau bisa mendapatkan 500 poin pengalaman dan pil di tingkat menengah,*
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1