
Untuk kedua kalinya Wing Muchien mati dengan keadaan mengenaskan, kini jiwanya kembali di bawa Martin ke dunia kematian meninggalkan Fang Ling dan Ibu Sin Yintian di tempat itu.
"Baiklah, aku akan membawamu kembali... Sekarang mungkin pasukan kerajaan masih bertarung,"
Raut wajah Ibu Sin Yintian berubah panik, dia memikirkan keadaan putri kecilnya yang masih tertidur di dalam kediamannya.
"Putriku, bagaimana dengan keadaannya ? Bukankah dia masih tertidur akibat penyakitnya,"
Fang Ling tersenyum kecil,"Kau salah, berkat seorang dewa obat bernama Shin Hye...Putri anda sekarang sudah sadar, dia yang memimpin perang ini,"
"Shin Hye sangat berjasa besar, obat-obatannya juga sangat manjur...Dia berkompeten besar di dalam perang ini,"
Seolah seperti aktor, Fang Ling menggelengkan kepalanya,"Aku tidak dapat membayangkan apa yang terjadi jika tidak ada dewa obat Shin Hye,"
Air mata menetes membasahi wajah cantik Ibu Sin Yintian, dia merasa sangat berterimakasih kepada Shin Hye seperti yang di katakan Fang Ling dan sangat ingin menemuinya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu menemui Sin Yintian,"
Fang Ling kembali menggunakan jubah tempur, dia membopong ibu Sin Yintian. Dia langsung terbang cepat meninggalkan benteng itu menuju ke medan perang.
__________________
Di tempat lain.
Berlokasi di medan perang, pasukan kerajaan dan pasukan aliran hitam masih saling bertarung. Berkat bantuan senjata rahasia Fang Ling, pertarungan itu menjadi imbang.
Tapi, tidak bagi Yukimura Sanada.
Dia di hajar habis-habisan oleh seorang pria besar di tingkat setengah abadi sampai-sampai Yukimura terpental beberapa kali.
"Sial, bahkan menghadapi satu orang saja aku kesulitan seperti ini... Baiklah, jika memang mau mati... mari kita mati berdua,"
Lawan Yukimura memiliki tubuh besar, berkulit gelap dengan kepala botak plontos. Dia nampak menertawai Yukimura, mengingat perkataan pemuda itu yang menurutnya sangat lucu.
"Jangan ngelawak kau bocah, Ha Ha Ha
Pria itu langsung melesat ke arah Yukimura dengan membawa sebuah pedang lebar bersamanya, dia langsung mengarahkan tebasan pedangnya ke leher Yukimura.
Sempat mengira jika dirinya sudah mati, Yukimura terduduk lemas. Pasalnya, kini di hadapannya terdapat sesosok tubuh Fang Ling yang tercipta dari sedikit energinya di tubuh Yukimura.
Sosok itu memukul mundur lawan Yukimura, kemudian dia berbalik dan menatap Yukimura dengan bagian tubuh mulai menghilang menjadi butiran salju.
"Jika kau tidak mau mengambil resiko mati...Kau tidak akan bisa menciptakan masa depan,"
Kemudian sosok buatan itu menghilang akibat kehabisan tenaga, namun Yukimura kembali bangkit Kini dia mendapatkan pelajaran berharga.
"Terbakar lah kekuatan ku, Teknik tombak Tingkat Suci...Naga api !!
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh Yukimura mengeluarkan radiasi yang sangat tinggi, perlahan tubuhnya di balut dengan api hingga radiasi itu berada di puncak hingga membakar apapun di sekitarnya.
"Gerakan terakhir, tombak mengguncang alam surgawi !!
Yukimura berlari dengan sangat cepat akibat dorongan dari radiasi di tubuhnya. Kemampuan ini sangat berbahaya, karena sekali saja di aktifkan. Maka ganjarannya pengguna kemampuan itu akan mati.
Braaaaak Boooooom
Saat ayunan tombak Yukimura di tahan oleh pedang lebar lawannya, pria botak itu terpental menabrak tanah.
Namun saat baru bangkit, Yukimura kembali menyerang.
Puluhan kali lawan Yukimura terpental akibat durasi serangan Yukimura yang tidak memiliki titik berhenti.
"Ke-kenapa dia tiba-tiba menjadi kuat seperti ini,"
Dalam keadaan kebingungan dan terdesak, lawan Yukimura nampak melindungi tubuhnya dengan energi alam berwarna putih.
Energi pelindung itu tidak bertahan lama-lama. Dari segala arah, Yukimura menyerang menghantam tombaknya ke perisai lawan hingga perisai itu di penuhi retakan dan hancur berkeping-keping.
Kraaak prank
"Apa ?! Tidak mungkin,"
Dari atas, Yukimura melompat dan mengayunkan tombaknya hendak menebas kepala lawannya. Namun, saat akan melakukan gerakan terakhir itu tiba-tiba dia terjatuh karena efek dari radiasi di tubuhnya.
Awalnya lawan Yukimura kebingungan. Tapi, saat melihat Yukimura terkapar tidak berdaya orang itu kemudian tertawa dan berjalan menghampirinya.
"Ada apa, nak. Kekuatannya sudah habis ? aku terkejut sekali dengan kemampuan mu tadi... Sangat di sayangkan kau terlahir di aliran putih,"
Pria itu berdiri di samping Yukimura, dia menusuk perut Yukimura dengan pedang lebarnya. Sedangkan Yukimura hanya dapat termenung menatap langit, seolah-olah menunggu kematian menjemputnya.
Di tengah-tengah alam sadarnya, Yukimura berdebat dengan dirinya sendiri. Dia mengenang masa lalunya yang sangat bahagia, bahkan sampai membuatnya menangis.
"Sial...Aku lemah sekali, apa mungkin aku akan pergi sekarang... Ketempat ayah dan ibu ?
Di saat semangat hidup Yukimura telah menurun, dia di hampir oleh dua sosok putih yang sangat di kenalnya. Kedua sosok itu adalah Ayah dan ibunya yang telah lama meninggal.
Ayah dan ibu Yukimura terlihat sedang tersenyum menatapnya. Senyuman itu seolah-olah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
"Nak, keluarga kita tidak pernah menyerah walaupun sudah berada di depan pintu kematian...Apa kau ingin mengecewakan kami ?? dengan membiarkan lawan mu tetap hidup,"
Perkataan Ayah Yukimura mendorong paksa Yukimura untuk kembali bangkit, semangat juangnya kembali. Kini tingkat radiasi di tubuhnya sangat panas hingga membuat pertempuran terhenti dan berpusat kepada dirinya.
Dengan keadaan perut tertancap pedang lebar, Yukimura kembali bangkit berdiri, membuat lawannya terkejut dan refleks melompat kebelakang.
"Kita mati berdua, aku tidak mau menghadapi neraka tanpa membawa lawan ku,"
__ADS_1
Yukimura mencabut pedang lebar yang menancap di perutnya, dan melempar pedang itu kepada lawannya.
Dengan keadaan terkejut dan tercengang, lawan Yukimura memungut kembali pedangnya. Baru kali ini dia melihat manusia bisa hidup dengan luka lebar menganga di bagian perutnya.
"Apa-apaan bocah ini, seharusnya dia sudah mati...Luka itu bahkan merusak organ vitalnya,"
Tubuh Yukimura di penuhi degan ratakan yang seperti lahar panas, dia menciptakan sebuah tombak dan bergerak maju menyerang lawannya.
Dengan sigap lawan Yukimura mampu menyambut serangan Yukimura. Alhasil, keduanya di libatkan dengan mengadu kemampuan.
Sepuluh, sampai seratus serangan sudah keduanya lancarkan namun tidak ada yang mau mundur. Yukimura merasa kehidupannya mulai menipis, langsung melakukan serangan cepat membuat lawannya berjalan mundur.
"Ku korbankan Jantungku pada senja yang tak mungkin akan kembali...Tombak naga api, meledak !
Boooooom
Tubuh Yukimura meledakkan sebuah gelombang energi yang sangat panas, gelombang itu bahkan mampu membunuh semua pasukan aliran hitam dan membuatnya menjadi abu.
Untungnya pasukan aliansi aliran putih tepat waktu melindungi diri mereka dengan perisai energi, sebelum gelombang energi di tubuh Yukimura meledak.
Asap tebal kemudian menutupi area pertempuran, Saat asap mulai hilang. Hanya Yukimura dan lawanya yang masih mampu berdiri, mereka berdua saling menusuk jantung dengan senjata masing-masing.
"Sialan kau bocah, kau musuh pertama yang selalu membuatku kagum,"
Bruuuk
Lawan Yukimura tergeletak tidak bernyawa, di susul dengan Yukimura yang juga ikut tergeletak. Namun dia masih berada di ambang kematian.
Kesadaran Yukimura perlahan menghilang, dia kembali di jemput ayah dan ibunya. Kini mereka berdua terlihat sangat senang dan bahagia, melihat pencapaian anak mereka.
"Kau hebat nak, sekarang ayo kita kembali bersama-sama seperti dulu,"
Yukimura tidak mampu berkata apa-apa, kini dia tersenyum penuh dengan kemenangan. Diapun berjalan menghampiri ayah dan ibunya, namun dari belakang Fang Ling memeluk tubuhnya.
Fang Ling tersenyum.
"Maaf ayah dan ibu Yukimura...Anak kalian tidak boleh mati sekarang, dia akan menjadi pahlawan di seluruh benua,"
Jangan lupa tiga hal :
Vote
komen
like
Mohon bantuannya 🐾🐾
__ADS_1