Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Undangan perperangan


__ADS_3

Pagi hari kemudian Fang Ling terbangun setelah semalam merenung dan tertidur di atas dahan, terlihat matahari sangat cerah dengan suara hiruk murid lain yang mengawali hari dengan bermain air.


"Hoooaammm... Waktunya mandi"


Fang Ling berdiri dan melakukan beberapa gerakan untuk meregangkan tubuhnya, setelah itu dia melompat bebas dari atas pohon dan tidak lupa memasang topeng ketika tubuhnya di udara.


Tidak membutuhkan waktu lama kini tubuh Fang Ling sudah menembus awan dan dapat melihat ratusan murid lain tengah mandi bersama.


Agar tidak mengulangi kejadian saat dirinya menimpa seseorang, Fang Ling mencari lokasi kosong untuk mendarat karena ia tidak berniat membuka sayap.


Buuurr


Tubuh Fang Ling yang terjun bebas dari ketinggian menimbulkan gelombang yang cukup besar, tidak berselang lama Fang Ling Kembali mengambang di atas permukaan air.


Seperti yang di pikirkan Fang Ling, kini semua perempuan memfokuskan perhatian mereka kepada dirinya hal itu cukup menggangu Fang Ling karena merasa sangat terganggu.


"Huuuu... Untung saja aku menggunakan topeng, jadi mereka tidak terlalu agresif dan tertarik,"Fang Ling menghela nafas panjang.


"Hei adik kecil !


Seorang pria muda berpenampilan setengah telanjang nampak memanggil Fang Ling dari kejauhan, juga terlihat jika pemuda itu sedang bersama dengan beberapa orang temannya.


Fang Ling berenang menghampiri kelompok pemuda itu, setelah dilihat cukup dekat Fang Ling tau jika sekelompok pemuda itu adalah murid senior dilihat dari penampilannya yang cukup mencolok.


Setelah cukup dekat Fang Ling memberi hormat kepada semua murid senior di hadapannya,"Maaf, ada apa senior memanggilku ?


Pemuda cukup tampan yang memanggil Fang Ling sebelumnya tersenyum kecil,"Adik tidak melakukan kesalahan jadi tidak perlu meminta maaf, aku membawakan mu surat dari tetua Mu,"


Pemuda itu menyerahkan sebuah surat kepada Fang Ling, surat itu terbuat dari bahan khusus sehingga tidak rusak saat terkena air.


Dengan perasaan cukup bingung Fang Ling menerima surat itu dan membukanya, di dalamnya terdapat perintah untuk dirinya agar berkumpul di altar tetua pada saat siang hari.


Melihat ekspresi Fang Ling yang sedikit bingung, pendekar yang lebih senior dari Fang Ling tertawa kecil.


"Kau pasti bingung, tidak hanya kau tapi seluruh murid di undang ke altar tetua untuk pemilihan,"Kata pemuda itu dengan nada sopan dan tidak ada niat merendahkan dari ucapannya.


"Pemilihan ? apakah ada acara penting yang akan di lakukan hingga melibatkan semua murid sekte,"Fang Ling melipat kertas itu dan berlari menatap pemuda tampan di hadapannya.

__ADS_1


"Adik sangat pintar, benar ! sekte kita akan melakukan perjalanan khusus ke kerajaan benua teratai perak esok harinya. Mereka yang terpilih akan mengikuti perjalanan itu, namun hanya dua dari kalian semua yang di perbolehkan ikut,"


Fang Ling tidak bisa tidak terkejut mendengar perkataan pemuda di hadapannya, karena ia tau pasti jika kini kerajaan teratai perak sedang berada di ambang peperangan dengan beberapa sekte aliran hitam besar di benua teratai perak.


Peperangan ini akan menghancurkan sekte teratai perak dalam sekejap karena kerajaan mereka hanya memiliki sedikit prajurit kuat, apalagi sekarang adalah era munculnya obat-obatan terlarang yang kegunaannya tidak di perbolehkan di dunia kultivasi.


Tidak tau pasti apa yang menjadi acuan bagi sekte aliran hitam itu menyerang kerajaan teratai perak, karena permasalahan ini terlalu terbuka seolah-olah ada dalang dan penyebab atas masalah semua ini.


Seperti hal nya dengan Fang Ling yang sangat tertutup dengan partai dan politik, semua benua lain tutup telinga seolah-olah tidak mengetahui masalah yang di hadapi benua teratai perak.


Tapi terdapat sebuah pertanyaan di benak Fang Ling, yaitu Kenapa sekte naga langit mau membantu benua teratai perak, apakah ini termasuk ke dalam rencana Mu Tong untuk membuat sektenya naik daun ? dengan cara membantu benua teratai perak dan menjadikannya batu pijakan.


"Ternyata si tua itu cukup licik, dia sangat ambisius untuk membuat sektenya di kenal semua orang... Tapi, peperangan ini pasti memunculkan pendekar hebat dari aliran hitam, kebetulan sekali aku ingin tau siapa di balik penyerang ini,"


"Peperangan ini akan mengundang pendekar hebat dari aliran hitam, dengan menangkap satu dari mereka bukan tidak mungkin aku bisa mengetahui dalangnya,"Batin Fang Ling, diapun tersenyum menyeringai.


"Adik apakah kau baik-baik saja ? sepertinya ada yang salah dengan senyuman mu itu,"Pemuda tampan di hadapan Fang Ling nampak sedikit waspada, karena sempat merasakan hawa mengerikan dari Fang Ling.


Fang Ling kembali tersenyum cerah,"Aku baik-baik saja, lalu apakah senior juga akan ikut dalam pemilihan ini ??


"Tidak, hanya kalianlah murid-murid baru yang di perbolehkan untuk ikut,"Kata pemuda itu.


Sontak mendengarkan pujian dari Fang Ling membuat sekelompok pemuda itu merasa sangat bersemangat, mereka terlihat membusungkan dada sambil berpose seolah yang paling hebat.


"Kau benar adik, kami memang sangat kuat dan tampan,"Pemuda itu memperlihatkan kedua otot lengannya yang tidak besar dengan hidung memanjang terlihat seperti hidung Pinokio saat berbohong.


Sontak Fang Ling terdiam, dia tidak menyangka jika kata-kata itu akan membuat sekelompok pendekar senior di hadapannya menjadi sombong dan sangat percaya diri.


"Sial ! aku menyesal telah mengatakan hal itu, bisakah kata-kata itu di tarik kembali,"Batin Fang Ling sambil memperhatikan tingkah beberapa pendekar muda di hadapannya.


"Karena kami menyukai perkataan mu yang tegas dan sangat mengidolakan kami, maka kami sepakat untuk mentraktir mu makan di kantin sekte, kakak senior mu ini sangat berharap jika kau mau menerima ajakan ini,"Beberapa pria nampak tersenyum puas, apalagi pemuda yang sedari tadi berbicara dengan Fang Ling nampak norak dengan otot tangannya.


Fang Ling yang kebetulan belum makan apa-apa semenjak bertarung kemarin mengiyakan ajakan tersebut, mereka semua pun tertawa lantang.


"Adik, nama ku Han Dong, katakan itu kepada siapa saja yang berani menyakiti mu, maka mereka akan lari terbirit-birit begitu mendengar nama Han Dong,"Han Dong lagi-lagi memperlihatkan kedua otot tangannya.


Fang Ling hanya tersenyum menanggapi perkataan Han Dong, dia kemudian bertanya siapa nama tiga orang pendekar senior yang berteman dengan Han Dong.

__ADS_1


"Nama ku Hian Ceng, tenang saja adik selagi ada aku tidak ada yang berani menyentuh mu,"Kata seorang pemuda bertumbuh lebih kekar dari semua temanya.


"Perkenalkan namaku Hian Thian, aku adik kembarnya Hian Ceng,"Kata seorang perempuan bertumbuh kurus dan sangat putih berwajah baik-baik, sehingga terlihat tidak mirip dengan Hian Ceng yang memiliki wajah gahar.


Melihat kemiripan kedua pemuda kembar itu membuat Fang Ling tersenyum canggung, dari pada di katakan kembar mereka lebih cocok menjadi pasangan karena Hian Thian memiliki paras anggun.


"Aku Tian Meng, jika soal perkelahian aku tidak tertarik, namun jika soal bidang politik adik bisa mengandalkan aku,"Seorang pendekar muda berkata dengan wajah datar namun juga manis, sehingga hanya dia dan Hian Thian yang bersikap netral, tidak seperti Hian Ceng dan Han Song yang norak ketika di puji.


Fang Ling membuka topeng yang menutupi setengah bagian wajahnya, sehingga kini teman-teman barunya dapat melihat sepasang mata odd dan wajah seindah galaksi penuh misteri.


"Nama junior Fang Ling, terimakasi sudah mau berteman dengan ku,"Fang Ling memberi hormat kepada semua teman barunya.


Han Dong tertawa lantang bersama dengan Hian Ceng, sedangkan Hian Thian dan Tian Meng nampak asik sendiri sambil berbicara berdua.


"Baiklah adik Ling, kami akan mengajak mu berkeliling sekte naga langit, karena yang kalian lakukan di sini sebenarnya adalah bagian luar sekte yang tidak termasuk tempat belajar,"


Mendengar perkataan Han Dong membuat Fang Ling terkejut karena dari awal mengira jika tempat ini adalah sekte naga langit yang di gunakan untuk belajar.


"Maksud senior ada tempat lain yang sebenernya di gunakan untuk belajar ??" Tanya Fang Ling


"Benar, terdapat beberapa bangunan dan kelas yang di gunakan untuk belajar dasar ilmu beladiri dan ilmu politik sesuai yang kalian minati,"Jelas Han Dong.


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung


__ADS_2