
Di sebuah kota di benua pasir mati, tepatnya di sebuah rumah bordil yang mempunyai nama Vapiliun anggrek. Vapiliun ini mempunyai dua tingkat ruangan dan setiap ruangan itu di gunakan untuk hal-hal yang berbeda.
Kota ini adalah kota pertama yang jaraknya terbilang sangat dekat dengan dermaga, orang-orang yang menyelamatkan Fang Ling lah yang membawanya ke rumah bordil ini saat malam hari.
Tetapi kelompok ini baru saja tiba saat matahari berada di puncak singgah sananya, saat datang mereka menjadi tontonan semua orang karena salah satu unta yang dimiliki Sun Qin menyeret seorang pemuda tampan tanpa belas kasihan sedikitpun.
Saat ini Fang Ling masih tidak sadar, tubuhnya terlihat seperti remah-remah kristal yang sangat indah. Meskipun sudah di seret semalaman, tubuhnya sama sekali tidak terluka.
Wanita-wanita bordil langsung keluar dari vapiliun anggrek untuk melihat keadaan, sebab saat itu banyak warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan sesuatu tepat di depan vapiliun tersebut.
"Lihatlah...Dia sangat indah, bahkan kulitnya yang begitu cerah tidak mungkin di miliki oleh manusia biasa...
"Aku perempuan...Tetapi di hadapan pria itu sepertinya aku bukanlah apa-apa, mungkinkah dia adalah dewa ??
"Mungkin saja, mengingat tidak ada satupun manusia yang memiliki paras sesempurna ini...Ini pertama kalinya aku melihat kehebatan seperti ini."
Wajah sempurna Fang Ling dengan cepat menarik perhatian orang-orang, tidak hanya itu bahkan hampir seluruh warga di desa itu rela meninggalkan perkerjaan mereka hanya untuk menyempatkan diri melihat Fang Ling.
Kalangan wanita dari Vapilun atupun desa terlihat sangat menggila, mereka mengeluarkan air liur hingga hasrat mereka mengebul-ngebul begitu memperhatikan Fang Ling.
Keributan itu tidak sengaja mengundang perhatian seorang perempuan gendut yang kebetulan sedang lewat dengan di kawal oleh beberapa pelayan dan penjaga berseragam lengkap dengan membawa sebuah tombak.
"Ada apa di sana ? kenapa ramai sekali ?"Tanya perempuan gendut tersebut kepada salah satu pelayan nya.
"Nona, kudengar mereka semua sedang berkumpul untuk melihat sesosok pemuda yang sangat tampan...Pemuda itu datang dengan di seret oleh beberapa orang yang menaiki unta."
Perempuan gemuk itu terdiam sejenak,"Pemuda tampan...Ayo kita lihat, apa dia memang tampan hingga menarik perhatian seperti ini."
Kelompok perempuan gemuk itu berjalan mendekati keramaian di Vapiliun anggrek, begitu perempuan gemuk itu berjalan mendekat semua orang langsung memberikan jalan untuk di lewatinya.
Melihat sikap orang-orang saat melihat perempuan buncit itu, dapat di simpulkan jika perempuan tersebut bukanlah dari kalangan biasa melainkan mungkin saja berasal dari kalangan atas seperti bangsawan ataupun orang kaya.
__ADS_1
Tentu saja kehadiran orang kaya di sebuah kota besar adalah sesuatu hal yang biasa, namun tidak sedikit dari orang-orang begitu segan dengan wanita berperut buncit dan riasan tebal di wajahnya itu.
"Beri jalan...Nona Quin Tariy dari keluarga besar Quin ingin lewat."Dua orang penjaga yang mengawal wanita berperut buncit sebelumnya berteriak cukup keras, semua orang yang mendengarnya langsung memberikan jalan.
Sementara Quin Tariy hanya tersenyum penuh kesombongan begitu orang-orang nampak sangat menghormati dirinya, iapun bersama beberapa pelayanan berjalan mendekati Fang Ling.
Seketika jantung Quin Tariy seakan putus melihat keindahan wajah Fang Ling, dia tidak henti-hentinya menelan air ludah karena begitu terpesona.
Wajah sempurna yang di miliki Fang Ling membuat semua wanita rela berkeliling kota dengan terlanjang bulat asalkan bisa mendapatkan hatinya, begitu pula yang di rasakan Quin Tariy.
"Aku ingin mendapatkannya...Dia tidak boleh di rebut oleh orang lain, pertemuan kami adalah takdir."Batin Quin Tariy sambil memperhatikan wajah Fang Ling yang terlihat seperti remang-remang kristal akibat terpancar cahaya matahari.
Di hadapan Quin Tariy teryata ketiga orang yang menyelamatkan Fang Ling masih berada di tempat itu. Mereka seolah tidak tau ada keramaian di belakang karena sedang asik minum arak bersama.
"Kalian bertiga, apa kalian yang membawa pemuda ini ?"Tanya Quin Tary.
Ruo Xin dan Sun Qin langsung berdiri, keduanya berjalan menghampiri Quin Tariy dengan raut wajah yang terlihat tidak senang.
"Nona, dimana sopan santun mu ? kami sedang minum di sini, apa tidak ada orang lain yang bisa anda ajak bicara ??"
"Apa pemuda itu di jual ?"Tanya Quin Tariy, dia mengeluarkan kipas yang terbuat dari emas murni dari balik pakaiannya.
Sun Qin mengajukan wajahnya,"Nona apa kau sedang bermain-main ? kami tidak ada waktu untuk melakukan itu, sekarang pergilah...Anda beruntung paman kami sedang dalam mod yang baik."
"Benar, jika paman tidak sedang dalam mod yang baik mungkin nona sudah menjadi babi bakar."Kata Ruo Xin membenarkan.
Quin Tary terlihat sangat marah hingga wajahnya memerah, namun dia tetap berusaha tenang mengingat ada banyak orang di tempat itu.
"Kalian orang-orang aneh, apa kalian bisa menolak ini,"Quin Tariy melempar sebuah kantong kulit kepada Ruo Xin.
Segera Ruo Xin membuka kantong tersebut, ternyata di dalamnya terdapat banyak koin emas hingga membuat mata Sun Qin melotot melihatnya.
__ADS_1
"Saudara, uang ini sangat banyak... Bagaimana kita berikan saja pemuda itu kepada perempuan ini, ingatlah tangan mu yang puntung."Bisik Sun Qin seperti seorang yang di butakan oleh emas.
Sementara Ruo Xin yang pintar tetapi muda terhasut hanya mengangguk-angguk seperti orang bodoh,"Kau benar saudara, tetapi uang sebanyak ini masih belum cukup...Tunggu sebentar aku akan melipatgandakannya."
Ruo Xin pura-pura batuk seolah tidak tertarik dengan sekantong uang di tangannya,"Nona pemuda ini memiliki kulit yang sangat bagus, kau... Uang !!!
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Quin Tariy kembali melempar satu kantong emas kepada Sun Qin hingga membuatnya hampir pingsan mengingat dengan uang itu ia dapat bersenang-senang dengan ratusan wanita di Vapilun anggrek.
Ruo Xin kembali berpura-pura batuk,"Nona cantik...."
Sama seperti sebelumnya Quin Tary kembali melempar dua kantong emas kepada Ruo Xin. Kemudian tanpa aba-aba Quin Tary langsung memerintahkan beberapa penjaganya untuk membawa Fang Ling.
"Kalian berdua, bawa pemuda ini kembali ke kediaman ku...Dia akan segera kunikahi,"Ujar Quin Tary, diapun berjalan meninggalkan tempat itu dengan beberapa penjaganya membawa Fang Ling dengan cara di seret.
Sementara itu Ruo Xin dan Sun Qin terlihat mabuk harta, tiba-tiba pemimpin kelompok itu muncul dan menatap mereka dengan penuh amarah.
"Dimana pemuda yang datang bersama kita ??"Tanya pria itu dengan nada penuh dominasi.
"Paman... Di-dia sudah kami jual, hehehe..."Kata Sun Qin polos sambil menggaruk kepala.
"Kalian menjualnya..."Pria sepuh itu langsung menampar Sun Qin,"Siapa yang menyuruhmu melakukan itu ? Jika uangnya banyak bisa kita bicarakan baik-baik."
Ruo Xin memamerkan empat kantong emas yang di dapatkannya dari Quin Tary."Paman jangan terlalu berharap, uang ini kami dapatkan dari jerih payah kami berdua."
"Ah...Kalian tidak mau berbagi rupanya, siapa di sini yang memimpin ? lalu siapa yang menyelamatkan pemuda itu ??"Kata pemimpin kelompok itu tidak mau kalah dengan kedua muridnya.
"Satu untuk semua !
Pemimpin kelompok tersebut menarik kantong emas yang di bawa Ruo Xin, sementara Sun Qin yang melihatnya nampak bingung ingin membantu siapa.
"Satu untuk satu !
__ADS_1
Keributan itu membuat warga lain malas, apalagi Fang Ling sudah tidak ada sehingga satu persatu dari mereka beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung....