
Note : Budayakan like sebelum baca 🐾🐾🐾
Satu persatu mayat hidup bergerak ke depan dan menyerang Fang Ling, tetapi kemampuan Fang Ling bukanlah tandingan beberapa mayat hidup yang nekat maju ke arahnya.. Alhasil dalam waktu singkat, dua mayat hidup terletak di lantai kapal dengan beberapa bagian tubuh terpotong.
Begitu dua mayat hidup berhasil dikalahkan, mayat hidup lain kembali menyerang Fang Ling tetapi kali ini kemampuan mereka cukup membuat Fang Ling kewalahan hingga perlahan ia terpaksa berjalan mundur.
Saat ada mayat hidup terluka atau bahkan mati oleh tebasan pedang, maka mayat hidup yang lain segera menggantikan mereka dan menyerang Fang Ling dengan kekuatan penuh.
Fang Ling sedikit mengangkat alisnya."Serangan mereka sangat kompak, aku juga merasa jika serangan demi serangan yang datang semakin kuat..Sial, aku harus cepat keluar dari tempat aneh ini."Gumam Fang Ling, seraya menyambut setiap serangan yang datang.
Pergelangan tangan Fang Ling mulai terasa nyeri, ia yakin jika sudah banyak membunuh mayat hidup. Tetapi jumlah mereka seakan tidak berkurang, malahan tetap sama seperti sebelumnya.
Untuk memastikan sesuatu, Fang Ling melakukan gerakan tebasan dengan pedang..Lalu hasil dari gerakan itu menimbulkan sebuah energi sabit yang seketika memotong semua mayat hidup di depan menjadi dua bagian.
Barulah kejanggalan terkuak mengenai jumlah mayat hidup itu yang tidak berkurang sedikitpun, meski sudah di bunuh beberapa kali.
Nyatanya meski tubuh puluhan mayat hidup itu terpotong menjadi dua bagian, tubuh-tubuh yang terpotong secara ajaib dapat kembali melekat dengan sempurna.. Lalu puluhan mayat yang kini telah kembali normal, bergerak maju ke depan dan menyerang semakin beringas.
Serangan kali ini tidaklah main-main, karena pedang rusak mayat hidup tersebut mampu mematahkan pedang es milik Fang Ling..Raut wajah terkejut tidak dapat di sembunyikan Fang Ling, dia juga sempat berpikir jika mayat-mayat hidup itu akan semakin kuat jika di serang.
Nyaris saja Fang Ling terjatuh saat kakinya hampir terperosok di sebuah anjungan kapal..Fang Ling menoleh ke belakang, ia melihat lautan asam lambung bergejolak seperti larva panas.
Lalu terlintas dipikiran Fang Ling saat melihat beberapa mayat hidup masuk ke dalam asam lambung sebelumnya, dan benar-benar mati..Fang Ling kembali menoleh kedepan, puluhan mayat hidup nampak berjalan semakin dekat serta mengeluarkan suara erangan yang terdengar sangat mengerikan.
Fang Ling tidak habis pikir, ia menciptakan sebilah pedang lagi lalu melompat tinggi.. Saat berada di udara, Fang Ling melakukan gerakan menebas dengan pedang menciptakan gelombang sabit yang menghancurkan kapal di bawah bersama dengan puluhan mayat hidup di atasnya.
Seketika kapal rongsok itu hancur, sementara puluhan mayat hidup di atasnya tenggelam di lautan asam lambung..Mereka sudah benar-benar mati dengan tubuh meleleh, tetapi masalah tidak hanya sampa di sini saja..Fang Ling harus keluar dari tempat ini, tetapi ia harus mencari jalan terlebih dahulu.
__ADS_1
Fang Ling melayang di udara dengan keempat sayap, sementara otaknya terus berputar. Memikirkan cara keluar dari dalam perut hiu aneh tersebut, pada saat bersamaan sebuah guncangan hebat mengejutkan Fang Ling.
Suara-suara aneh terdengar dari luar, seakan ada yang bertempur..Fang Ling dapat merasakan dentuman hebat tadi adalah hasil dari serangan seseorang, serangan itu tepat mengenai perut hiu yang memakannya.
Akibat serangan sebelumnya, terdapat sebuah lobang yang lumayan besar dan dapat di jadikan jalan keluar..Tetapi karena hiu ini sudah memakan Fang Ling, ada harga yang harus di bayarnya.
"Kau Lapar kan..? Bagaimana makan makanan ini."Fang Ling mengeluarkan hawa intimidasi seratus persen kekuatannya..Seketika hiu itu keluar dari dalam pasir, ia merasakan rasa sakit yang amat sangat di bagian perutnya.
Tidak hanya hiu besar tersebut yang merasakan dampak hawa intimidasi Fang Ling, tetapi ratusan pendekar yang ternyata sedang ada pertarungan di luar juga ikut merasakan hawa menjadi pengap, serta udara menjadi kosong melompong..Seketika beberapa orang yang tidak sanggup bertahan mati dengan tubuh hancur, sementara sisanya hanya dapat tertunduk lemas dengan nafas terputus-putus.
Hiu yang memakan Fang Ling menggelepar di atas pasir, tubuhnya seakan ingin meledak..Hingga akhirnya hal itu benar-benar terjadi, tubuh hiu itu meledak, melemparkan potongan daging busuk yang berbau menyengat.
Semua pendekar yang sempat bertarung melawan sekelompok mayat hidup di atas kapal bajak laut sebelumnya, menodongkan padangan mereka ke arah potongan daging terbesar yang berupa perut hiu tadi..Dari dalamnya, Fang Ling berjalan keluar dengan santai.
"Siapa orang itu..? Apa yang di lakukannya di tempat berbahaya seperti ini."Seorang perempuan bercadar bertanya kepada pria sepuh di sampingnya.. Sementara pria sepuh itu terdiam dengan wajah memucat.
Sama seperti ratusan orang-orang itu, Fang Ling sempat terkejut dengan kehadiran mereka..Tetapi tidak lama kemudian, dia mengeluarkan topeng rubah dari cincin dimensi lalu menggunakannya.
"Maafkan aku sudah menganggu pertarungan kalian semua, tetapi karena ini menyangkut harga diri..Maka kau haru mati di tempat ini,"
Fang Ling menunjuk kapal bajak laut berukuran besar di arah pukul dua di depan, serta menatap ratusan mayat hidup di atasnya dengan tatapan tajam menusuk seperti pedang.
Jubah tempur Fang Ling sudah sejak tadi menghilang, iapun memasang kuda-kuda..Lalu mengepal kuat tangan kanannya..Serta tatapan mata lurus kedepan, menatap ratusan mayat hidup di atas kapal tersebut.
"Hikeeennn..!
Kedua tangan Fang Ling di selimuti oleh api murni merah darah, iapun melakukan pukulan beruntun.. Menciptakan bola api yang sangat banyak sesuai dengan tempo pukulannya, bola-bola api itu menerjang kapal bajak laut di depan hingga hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Ratusan mayat hidup di atas kapal tersebut mati terbakar menjadi abu, bersama dengan kapal mereka yang sudah tak nampak sisa puing-puingnya..Bahkan padang gurun di area itu ikut terkena imbas serangan tadi, hingga hancur seperti di hantam meteorit.
Ratusan pendekar yang sempat melawan mayat-mayat hidup tersebut nampak terpelongo..Mereka sudah berjam-jam bertarung, tetapi satu teknik Fang Ling sudah cukup menghancurkan mereka dalam hitungan detik.
Begitu urusannya sudah selesai, Fang'Ling pergi dari lokasi tersebut.. Dua ratus kaki di udara, Fang Ling terbang menuju ke arah utara, di dalam pikiran Fang Ling terbiasa wajah Fixie hingga kecepatannya bertambah drastis.
Fang Ling merasa khawatir dengan elf tersebut, jika dia mati maka kunci menuju alam kehidupan juga akan menghilang..Sebab itulah Fang Ling merasa sangat khawatir, sebab tidak mau kehilangan kunci tersebut.
Di atas langit siluet ungu terbang membelah awan. Siluet itu adalah Fang'Ling, ia meningkatkan kemampuannya dalam merasakan kehadiran mahkluk hidup kecuali hantu..Hingga saat merasa ada hawa kehidupan di depan, lantas Fang Ling semakin bergerak cepat.
Begitu cukup dekat dengan hawa tadi, Fang Ling terbang menurun karena dari atas ia tidak bisa melihat terlalu jelas karena banyak awan..Setelah mencari-cari, akhirnya Fang Ling menemukan Fixie..Fixie nampak sedang duduk di balik batu, menghangatkan dirinya dengan menggunakan api yang entah bagaimana cara ia membuatnya di Padang gurun ini.
Saat Fang Ling berjalan mendekat, Fixie tidak menghiraukan pria itu dan bersikap acuh lantaran gara-gara Fang Ling, ia tertimpa sial kali ini.
"Apa yang kau lakukan di sini Xie'Xie..Ayo bergegas, semakin malam udara akan semakin dingin dan berbahaya.."Ujar Fang Ling, tetapi Fixie tetap bersikap acuh.
Tiba-tiba Fixie mencium aroma tidak sedap dari tubuh Fang Ling, iapun bereaksi menutup hidung."Apa kau baru buang angin..? Dasar tidak ada sopan santun, jika ingin buang angin pergilah jauh-jauh..! Kau tidak harus melakukannya di dekatku."
Fang Ling terdiam, dia tidak buang angin saat ini..Tetapi harus ia akui jika aroma yang melekat di pakainya memang sangat bau, bahkan Fixie merasa mual karena hidung elf lebih tajam dari manusia..Sehingga bau yang di ciumnya berkali-kali lipat lebih pekat.
"Apa seburuk itu..? Sampai-sampai kau ingin muntah,"
Fang Ling berjalan mendekati Fixie, tetapi elf itu buru-buru berbalik karena tidak tahan dan sangat ingin muntah..Hingga akhirnya,semburan pelangi alami keluar dari mulut Fixie.
"Wah indah sekali, ternyata seperti ini elf muntah "Kata Fang Ling, dengan raut wajah tanpa dosa.
"Dasar aneh, gunakan ini untuk menghilangkan bau di tubuhmu."Fixie menyerahkan botol kaca berukuran kecil kepada Fang Ling, sembari masih menutup hidungnya dengan tangan kiri.
__ADS_1