Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Duel regenerasi II


__ADS_3

Suasana panas dan menegakkan pun akhirnya terjadi, Fang Ling dan Lian Wutong saling bertatapan dengan wajah yang memancarkan hawa permusuhan.


Dengan gerakan hampir serempak Fang Ling dan Lian Wutong berlari ke arah satu sama lain dengan sangat cepat.


"Jarum perak"


Lian Wutong melempar ratusan jarum perak dari pergelangan tangannya ke arah Fang Ling. Namun sebelum sempat jarum-jarum itu mengenainya, Fang'Ling menciptakan sebilah pedang dan menangkis semua serangan itu tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Dia berhasil menahan serangan itu ? sungguh mengejutkan, tapi apakah kau bisa menahan yang ini," Dari sepuluh ujung jarinya, Lian Wutong mengeluarkan jarum emas dan langsung menyerang Fang Ling dengan beringas.


Merasa jarum emas lebih kuat dari jarum perak dan tidak mungkin bisa menahan serangan itu hanya dengan menggunakan pedang, Fang Ling menciptakan dua tombak dan memutar tombak itu ke arah depan untuk menahan jarum emas.


Di luar dugaan walaupun hampir semua jarum emas sudah berhasil di halau, nyatanya satu jarum emas berhasil lolos dan melukai bahu Fang Ling tanpa sepengetahuan Lian Wutong.


"Bahkan jarum emas ku berhasil di tahan, sepertinya kau bukanlah lawan yang sepeleh,"Lian Wutong menciptakan sebilah pedang perak dari udara kosong, diapun langsung beradu senjata begitu Fang Ling menembus pertahanannya.


Dengan gerakan akurat Fang Ling mampu menebas beberapakali jubah tempur Lian Wutong, tapi jubah milik pemuda itu lebih kuat dari yang di pikirkan karena mampu menahan serangan tombak Fang Ling.


"Pusar badai"


Fang Ling memutar tubuhnya untuk menciptakan sebuah badai dahsyat yang di mana api dari badai itu berhasil membakar seluruh bagian tubuh Lian'Wutong dan memaksanya untuk bergerak mundur.


Untuk mematikan api abadi milik Fang Ling dari tubuhnya, Lian Wutong menekan energi intimidasi berwarna perak dari dalam tubuhnya hingga keselurahan api itu menghilang.


Jubah tempur Lian Wutong mengeluarkan uap panas akibat terbakar, tidak sedikit juga luka bakar yang di alaminya sudah sembuh dalam hitungan detik.


"Apakah panas ? Fang Ling membiarkan Lian Wutong untuk mengambil nafas karena dirinya juga merasa ada yang aneh dengan gerakannya.


Merasa gerakannya tidak terlalu akurat Fang Ling memeriksa bahu kanannya,"Luka ? tapi sejak kapan ?? kenapa luka ini tidak bisa menutup, apakah...


Fang Ling mengingat saat jarum emas berhasil mengenai bahunya, tapi entah bagaimana luka yang di sebabkan benda tersebut tidak bisa di regenerasi walaupun sudah menggunakan darah kaisar naga.


Walaupun merasa kagum dengan racun yang di gunakan Lian Wutong karena mampu menahan luka agar tidak bisa di sembuhkan, Fang Ling tetap tidak bisa bermain-main jika lawannya memiliki kemampuan dan kecerdasan tinggi.


Di sisi lain Lian Wutong menahan sakit di kedua tangannya karena menahan serangan Fang Ling terlalu lama, walaupun memiliki kemampuan regenerasi di atas rata-rata tetap saja Lian Wutong bisa merasakan rasa sakit.


"Pantas saja ayah menyuruh ku untuk berhati-hati, serangannya saja bisa membuat ku merasa amat sakit ketika menahannya. Dia juga memiliki kemampuan regenerasi sama sepertiku, namun aku bisa mengentikan kemampuan itu menggunakan jarum emas, tapi aku hanya bisa menggunakan jarum itu sepuluh menit satu kali karena jarum itu membutuhkan waktu untuk membentuknya,"Batin Lian Wutong.

__ADS_1


Di sudut pertempuran anak buah dari Lian Wutong terlihat meneguk ludah beberapa-kali bahkan tidak jarang menahan nafas ketika melihat kemampuan kedua pendekar itu imbang ketika beradu pedang ataupun kemampuan elemen.


"Me-mereka imbang, aku tidak pernah melihat tuan Wutong turun tangan sampai-sampai harus menggunakan jarum emas,"


"Kau benar, lihatlah mereka saling mencari kelemahan dan juga tangan dari tuan Wutong bergetar hebat, tapi karena apa ?


"Apakah kau buta, tangan tuan terluka saat menahan serangan tombak api dari pemuda itu, sampai saat ini aku tidak tau dan tidak bisa menebak seberapa kuatnya lawan tuan Wutong kali ini,"


Semua orang terus berbincang tentang siapa yang lebih kuat, atau bahkan mereka juga membicarakan Fang Ling karena mampu mengimbangi anak dari salah satu tetua di sekte naga langit.


Tentunya Lian Wutong memiliki alasan kenapa selalu mengikuti kemanapun Fang Ling berada, sedangakan untuk pemuda bernama Chu Yun tidak mengetahui tujuannya karena dia orang luar.


Tujuan Lian Wutong adalah mengikuti dan mengukur kemampuan Fang Ling, karena itu adalah perintah ayahnya yang merupakan tetua dari sekte naga langit.


Walaupun itu adalah perintah, nyatanya Lian Wutong memang sangat tertarik dengan kemampuan Fang Ling dan melakukan perkerjaan itu karena kemauannya sendiri.


Tentunya Lian Wutong sudah mengira jika dirinya akan tertarik dengan kemampuan Fang Ling, apalagi saat baru melewati area lima dirinya di beri tau oleh Su Ming semua tentang Fang Ling.


Yang jelas untuk sekarang Fang Ling adalah berlian yang di perebutkan oleh semua pihak, semua orang begitu menginginkannya untuk menjadi murid sekte karena kemampuannya.


Tapi tujuan sekte naga langit sudah sangat jelas mereka hanya menginginkan Fang'Ling, karena sekte mereka hanya menerima monster yang tidak mengerti tentang rasa belas kasihan kepada musuhnya.


Jika sudah masuk ke dalam sekte itu para murid akan di berikan rumah dan akan melakukan perjalanan dari benua ke benua lain, tujuannya hanya untuk memenangkan turnamen.


Tapi satu yang sekte itu tidak ketahui, tempramen Fang Ling tidak ada yang bisa mengukur atau di tebak bahkan oleh orang terdekatnya, dia adalah alat pembunuh tanpa jiwa, sebelum dia mendapat jiwanya kembali dia tidak akan mampu menggunakan seratus persen kekuatannya.


Apalagi tidak ada yang bisa menebak apa yang di pikirkan Fang Ling, dia hanya memikirkan bagaimana cara agar semua yang terjadi berkahir dengan cepat.


Tapi Fang Ling memiliki sifat yang seperti topeng, topeng itu hanya kamuflase untuk mengelabuhi lawannya, mengambil keutungan, pembunuhan, bahkan pembantai, karena tidak ada yang tau sosok seperti apa di balik topeng itu.


Setelah puas mengambil nafas Fang Ling dan Lian Wutong lagi-lagi berlari ke arah satu sama lain sambil membawa senjata masing-masing.


Dengan tombaknya Fang Ling menyerang dan melakukan beberapa gerakan vertikal dengan cepat, namun Lian'Wutong tidak mau kalah karena ini adalah kesempatannya bertarung dengan monster.


"Jarum perak perusak raga"


Lian Wutong memutar tubuhnya, hingga dari seluruh sisi tubuhnya mengeluarkan jarum perak yang menyerang Fang Ling dengan kecepatan tinggi dan jumlah yang sangat banyak.

__ADS_1


Lagi-lagi untuk menahan serangan itu Fang Ling memutar tombaknya dengan cepat hingga ujung dari tombak itu mengeluarkan api, seluruh jarum Lian Wutong jatuh ke tanah sebelum sempat mengenai tubuh Fang Ling.


Setelah Lian Wutong berhenti karena kelelahan, Fang'Ling menggunakan kesempatan itu untuk menyerang sebelum lawannya Kembali mengumpulkan tenaga.


Fang Ling menciptakan sebilah pedang dan melakukan lompatan tinggi dengan kedua sayapnya yang kini berwarna merah, dia melakukan gerakan memutar dan menciptakan sebuah altar merah dengan sepuluh pedang di setiap sisinya.


"Ba-bahaya ! Merasa sangat panik begitu merasakan energi besar di atas kepalanya, Lian Wutong mengeluarkan semua jarum perak untuk membuat perisa yang mengitari tubuhnya.


"Alatar naga !!


Fang Ling menghentak altar itu dan menghempas tubuh Lian Wutong, perisai Lian Wutong tidak bertahan lama, perlahan perisai itu di penuhi retakan yang terus menjalar.


Kraaaak


"Mustahil !!



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2