Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Hutan rindang II


__ADS_3

Walaupun merasa sangat kecewa, Fang'Ling tetap berpikir positif karena sekarang dia harus fokus pada jalan yang di lalui kelompoknya.


Tapi saat akan melangkah lebih jauh masuk ke dalam hutan, Fang Ling tidak sengaja mendengar suara langkah kaki dari balik semak di sekelilingnya.


Merasa tidak sanggup untuk bertarung lagi Fang Ling duduk bersender di sebuah pohon, membuat teman-temannya yang tidak tau ada sesuatu sedang mengintai mereka kini merasa bingung.


Wang Yihan berdiri melenggang sambil melipat kedua tangannya,"Adik Fang apakah kau lelah ? jika iya, kita akan beristirahat di sini,"


Fang Ling menggeleng pelan sambil menunjuk satu persatu sisi semak belukar yang di gunakan sekelompok serigala untuk bersembunyi.


"Hati-hati, setidaknya ada 50 ekor serigala tipe normal berusia seratus tahun berkemampuan setingkat di bawah tingkatan kalian,"


Sontak saja lagi-lagi teman Fang Ling merasa itu hanya lelucon, karena tidak merasakan apapun di sekeliling mereka seperti yang di katakan Fang Ling.


Tentunya hal itu sedikit membuat Ah Bai kesal, tapi belum sempat dia bertindak lebih jauh sekelompok demi sekelompok serigala berbulu hitam keluar dari balik semak yang awalnya di tunjuk Fang Ling.


"Aku sudah tidak mampu bertarung, kedua tangan ku patah dan membutuhkan waktu lama untuk kembali sembuh... Sepertinya kali ini aku akan menilai kemampuan kalian,"Fang Ling memejamkan matanya sebentar dan kembali membuka matanya begitu semua serigala sudah berkumpul.


Merasa ini semua adalah tantangan yang sangat mudah, tanpa aba-aba Wang Yihan menciptakan sebilah pedang dan langsung melompat menyerang satu ekor serigala.


"Sepertinya kak Wang tidak tau jika serigala adalah jenis hewan yang pintar karena selalu bersama, bahkan sekalipun dalam pertarungan,"Fang Ling menilai dengan memperhatikan sekilas dan akan kembali menutup matanya sebentar.


Benar saja walaupun sempat melukai satu ekor serigala, Wang Yihan langsung di terkam secara tiba-tiba dari belakang dan di susul dari samping.


Melihat Wang Yihan sedang kesulitan dari belakang Yue Liang melompat dan menciptakan sebuah kapak dari elemen besi, diapun menghantam tanah dengan menggunakan senjata itu hingga menciptakan efek riak yang menakuti sekelompok serigala.


Nyatanya sekelompok serigala itu hanya ketakutan sebentar sebelum kembali menyerang bersamaan, hingga mampu membuat Yue Liang dan Wang Yihan kewalahan melawan dua puluh ekor serigala di hadapannya.


Di sisi lain Shun Jing dan Yen Siulan sibuk membunuh kelompok serigala yang menjadi lawan keduanya, dengan kemampuan yang sudah tinggi kedua gadis itu dengan beringas mencincang habis serigala yang menyerang.


Memperhatikan perbuatan kedua gadis itu dalam membunuh hewan hidup, sebenarnya terlalu berlebihan karena populasi serigala yang sebenarnya sudah di ambang kepunahan.


Walaupun terlihat santai sebenarnya Fang Ling merasa sangat sedih melihat kepribadian Shun Jing dan Yen Siulan yang mulai berubah, mereka awalnya sangat lembut dan baik hati, namun entah kenapa kini mereka sedikit berbeda.


"Apa kesalahan yang ku perbuat ? kenapa mereka menjadi seperti ini, apakah Shun Jing mulai di kendalikan pedang hydra,"Fang Ling terus memperhatikan gerak gerik Shun Jing dan Yen Siulan dalam membunuh.


Walaupun sepuluh pedang suci memiliki kekuatan dahsyat, juga terdapat anggaran dalam menggunakan pedang itu.

__ADS_1


Di antaranya penggunaan pedang suci harus memiliki tingkat kesadaran tinggi, hati yang suci,lebih suka menggunakan senjata itu dalam keadaan terdesak dan memiliki kemauan melindungi.


Di antara sarat-sarat itu terdapat satu syarat yang sangat besar dan di perlukan untuk pengguna pedang suci, yaitu tidak pernah berpikir dirinyalah yang paling kuat, karena pastinya di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi.


Jika syarat terakhir tidak bisa atau tidak ada, maka otomatis pedang itulah yang akan membuat penggunanya menjadi budak pembunuh.


Contoh nya adalah Yun kang penggunaan pedang kaizer, atau kini bisa di katakan Yun Kang si budak pedang kaizer.


"Si sialan Yun Kang, sebaiknya Su Ming telah merencanakan sesuatu untuk mengalahkannya,"Batin Fang Ling berdecak kesal mengingat satu masalah besar yang akan di alaminya.


Tapi mengenai kasus Shun Jing, dia sebenarnya tidak terlalu terbawa emosi membunuh yang selalu di keluarkan pedang Hydra.


Dengan demikian Shun Jing masih bisa di katakan berhak mendapatkan pedang Hydra walaupun harus di latih di bawah pelatihan Fang Ling.


Di tengah-tengah pertempuran Ah Bai terlihat masih berdiri tegak dengan menggunakan tongkat bambu, dia sebenarnya ingin membantu namun mengingat Shun Jing dan Yen Siulan tidak menyukainya, dia mengurungkan niat itu karena takut akan menyebabkan masalah.


Walaupun terkesan sombong dan merendahkan, sebenarnya Fang Ling from naga api masih memiliki perasaan, bahkan dia tau apa yang menjadi masalah panjang lebar Ah Bai saat ini.


"Ah Bai Kemari-lah, kenapa kau berdiri di situ ? apakah tidak takut di makan serigala,"Fang Ling tersenyum lembut.


Melihat Ah Bai yang masih bergantung dengan perintah dan masih menganggap jika dirinya adalah hewan spiritual, Fang Ling merasa sangat bersalah karena lupa jika Ah Bai adalah hewan Suci.


Hewan Suci atau lebih di sebut Holy soul, sama seperti hewan suci seperti tiga kaisar naga, mereka dapat berubah menjadi manusia sama seperti tiga kaisar naga, tidak hanya itu, mereka juga memiliki hati dan perasaan yang sama seperti manusia.


Untuk menghilangkan hal itu Fang Ling memiliki cara ampuh, dia menarik tangan Ah Bai dan merangkulnya dalam pelukan, hingga Ah Bai dapat dengan jelas mendengar detak jantung Fang Ling.


"Mulai sekarang kau bukan lagi hewan spiritual, melainkan manusia pada umumnya, tidak terikat lagi dengan perintah ku dan kau bebas melakukan apapun yang kamu mau,"Kata Fang Ling.


Jantung Ah Bai seolah berhenti beberapa saat, hal yang paling di takuti dirinya adalah di lepas dari kontrak majikan dan hewan spiritual bersama Fang Ling.


"Tu-Tuan maksud mu kau ingin memutuskan kontrak kita ? Ah Bai menatap lekat kedua mata Fang Ling dengan perasaan hampir menangis.


Fang Ling mengusap bercak darah yang tersisa dari luka di bibir Ah Bai,"Tidak bukan memutuskan kontrak, melainkan memutuskan bahwa kau sudah tidak lagi terikat perintah oleh ku,"


"Tidak bisa, bukankah aku adalah hewan spiritual milik mu,"Ah Bai berkata dengan nada sendu.


"Sekarang kau bukan hewan spiritual, melainkan manusia biasa yang tidak terikat oleh apapun,"

__ADS_1


"Bukankah itu melanggar, hewan spiritual tidak bisa bersanding dengan majikannya tanpa kontrak majikan,"


"Siapa bilang aku bisa memutuskan kontrak, kau masih kontrak dengan ku, tapi kali ini berbeda, kau tidak mengikuti perintah siapapun lagi dan hidup seperti apa yang hati mu mau,"


"Apakah ini perintah terakhir mu ? Ah Bai menangis bahagia begitu tau jika Fang Ling hendak membiarkannya hidup bebas tanpa memutuskan kontrak.


"Benar ini adalah perintah terkahir dari ku, bukankah kau akan mengikuti perintah itu ? Fang ling tersenyum lembut begitu berhasil membuat Ah Bai hidup bebas tanpa mengikuti perintah lagi.


"Aku akan mengikuti perintah tuan,"Ah Bai mendekap wajahnya ke dada Fang Ling yang sangat bidang.


Setelah beberapa saat bertarung melawan sekelompok serigala, terlihat semua teman yang lain berhasil membunuh semua serigala tanpa meninggalkan satupun, namun tubuh mereka tetap saja di hiasi luka ringan.


Karena merasa lelah mereka memutuskan untuk beristirahat di tempat itu, walaupun aroma amis tercium dari udara akibat potongan daging serigala yang masih berceceran di tanah.


"Shun Jing ke-marikan pedang hydra,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2