Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Berani ?


__ADS_3

Lin Yung tidak habis pikir mengapa Fang'Ling begitu agresif jika menyangkut seruling putih di tangannya.


Tetapi menilai dari perkataan dan sikap Fang Ling, Lin Yung dapat menyimpulkan jika seruling tersebut sangat berharga bagi Fang Ling.


"Sepertinya seruling itu sangat berharga, mungkin karena itu juga adik Ling selalu menggenggamnya."


Fang Ling hanya diam menatap seruling pemberian Shun Jing dan tidak menjawab perkataan Lin Yung.


"Haaa.. Kamu ini."Yu Yuan menepuk pundak Fang Ling."Saudara Ling, hanya karena seruling kamu menjadi aneh seperti sekarang. Lebih baik, kita segera bergegas."


Fang Ling tersadar dari lamunannya dan jadi ling-lung."Huu ? Ya, baiklah."


Keadaan mulai ramai di jalur menuju sungai, kebanyakan orang adalah perempuan karena mereka suka bermain air lebih lama dari laki-laki.


Mereka nampak terkejut sekaligus tersipu melihat wajah Fang Ling, meski begitu hawa dingin yang agresif terpancar dari tubuh Fang Ling meski ia tidak tau apa-apa mengenai hal itu.


Hawa agresif itu membuat perempuan yang tertarik dengan wajah Fang Ling takut untuk mendekat karena hawa agresif yang samar-samar melindungi tubuh Fang Ling.


Saat melihat banyak perempuan cantik menatap ke arah Fang Ling. Yu Yuan menganggap jika semua perempuan tersebut sedang menatap ke arahnya,seraya berbisik mengenai betapa tampan dirinya.


Yu Yuan mengangkat bahu."Kurasa sekarang aku sudah semakin populer di kalangan gadis."Yu Yuan melirik Fang Ling di samping." Bagaimana denganmu saudara ? Berapa pasangan mu."


"Empat, aku hanya memiliki empat pasangan."Kata Fang Ling santai.


Mulut Yu Yuan terbuka lebar mendengar perkataan Fang Ling."Ka-kamu memiliki empat pasangan dan bilang hanya !..Saudara Ling, kamu harus tau untuk mendapat satu pasangan saja sangat sulit bagiku."


Yu Yuan menatap Fang Ling dengan penuh harapan."Bisakah kamu memberi tahuku cara menarik banyak gadis ?"


Permintaan Yu Yuan membuat Fang Ling tersenyum."Kamu harus tampan, karena kemampuan saja tidak cukup."


Seketika Yu Yuan terdiam tidak bersuara, sementara Lin Yung menahan tawa mendengar perkataan Fang Ling yang secara tidak langsung sudah menyinggung fisik Yu Yuan.


"Saudara Yuan, kamu memang tampan untuk pemuda seumuran kita. Tetapi adik Ling jauh lebih tampan dari kita semua."Lin Yung berkata sambil menahan tawa.


Meski sulit menerima kenyataan, tetapi harus Yu Yuan akui jika Fang Ling memang sangat tampan.


Yu Yuan memperhatikan wajah Fang Ling sebentar lalu menghela nafas."Saudara Ling memang sangat tampan, akan lebih baik jika kamu masih seperti dulu."


"Aku tidak bisa kembali ke hujud ku yang dulu. Maafkan aku."


Yu Yuan menepuk pelan pundak Fang'Ling."Kamu kenapa meminta maaf ? ketampanan adalah anugrah, jadi kamu harus bangga."


Fang Ling mengagguk pelan sebagai jawaban perkataan Yu Yuan.


Karena asik bercerita sepanjang jalan, tanpa terasa jalur tiga di depan mulai terlihat.


Fang Ling, Yu Yuan dan Lin Yung kaget saat melihat bagian jalur menuju kediaman Fang Ling sudah bersih dari rumput tinggi.


Tidak hanya itu saja. Jalan nampak sedikit lebih lebar, serta pada pinggiran jalan terdapat beberapa tiang obor sederhana yang memiliki tinggi sampai 3,5 meter.

__ADS_1


Fang Ling langsung berpikir jika yang melakukan hal tersebut adalah tetua sekte, sehingga tidak terlalu terkejut seperti halnya Yu Yuan dan Lin Yung.


Kedua pemuda tersebut nampak terkejut tapi juga senang, karena jika tempat itu sudah ada penerangan maka jalan tersebut tidak akan terasa menakutkan di malam hari.


Tanpa berlama-lama Fang Ling berserta dua temannya berjalan menyusuri jalan di depan yang akan menuju langsung ke kediamannya.


"Jalan ini terasa sangat rapih dan enak di pandang."Kata Lin Yung seraya menghirup udara segar dari hutan bambu di samping kiri dan kanannya.


"Ayo kita lihat kediaman ku, mungkin tetua sekte juga melakukan hal serupa kepada rumahku."Ujar Fang Ling.


"Tetua sekte ? Memangnya apa yang akan mereka lakukan ??"Tanya Yu Yuan bingung.


"Jika bukan tetua sekte yang memperbaiki jalan ini, maka siapa lagi ? Kuharap mereka tidak macam-macam dengan pohon willow ku."


"Bahkan saudara malah mengkhawatirkan sebuah pohon, bukanya rumah mu."Yu Yuan tertawa kecil.


Sesampainya di depan gerbang tinggi kediaman Fang Ling, ternyata nama gerbang yang awalnya bernama paviliun harimau putih kini di ubah menjadi paviliun rubah putih.


"Paviliun rubah putih ?"Gumam Lin Yung, menatap nama kediaman Fang Ling yang di tulis pada bagian kaki gerbang.


Lin Yung tidak sengaja melirik ke arah Fang Ling. Fang Ling nampak bengong sambil memperhatikan nama kediamannya.


"Ada apa saudara ? Apakah kamu tidak menyukai nama baru kediaman mu ??"Tanya Lin Yung.


Fang Ling menggeleng sambil tersenyum kecut."Tidak. Hanya saja aku merasa ironis dengan nama kediaman ini."


Yu Yuan tertawa seraya menepuk pelan pundak Fang Ling."Mungkin hanya perasaan saudara saja, menurut ku nama ini cocok dengan mu."


Ketiga pemuda itu berjalan memasuki kediaman Fang Ling, di halaman terlihat sepi karena selain mereka bertiga tidak ada orang lain lagi.


Fang Ling bernafas lega saat melihat pohon wiloow asap miliknya masih terlihat sama seperti sebelumnya.


Setelah puas melihat halaman rumah yang sangat luas, Fang Ling dan kedua temannya masuk ke dalam rumah yang dirinya sendiri baru kali kedua masuk ke rumah tersebut.


Saat pertama kali masuk ke rumah, Fang Ling hanya berjalan singkat untuk menyalakan obor sebelum kembali ke luar dan tidur di bawah pohon.


Fang Ling sendiri tidak terlalu bisa tidur di malam hari, karena itu ia lebih suka bermalam di bawah pohon sambil mengasikkan diri sendiri.


Meski memiliki kamar luas serta kasur bagus, Fang Ling berpikir percuma saja jika tidak bisa tidur meski sudah berada di atas kasur, sehingga dia lebih merasa nyaman berada di bawah pohon ketimbang di atas kasur.


Bukan hanya merasa bebas dan damai, tidur di bawah pohon juga bisa membantu memperbaiki kualitas tulang dan kekuatan fisik karena di malam hari udara akan sangat dingin.


Bagian ruang pertama adalah ruang tamu. Ruangan tersebut awalnya kosong, namun sekarang kursi dan meja sudah tersusun dengan rapi.


Fang Ling tersenyum canggung karena sudah mendapatkan perhatian lebih dari tetua sekte, sampai-sampai mereka merombak rumah orang tanpa ijin dari pemiliknya.


Bagian ruang tengah tidak ada apa-apa, kecuali sebuah pohon persik kerdil yang tumbuh di tengah-tengah ruangan tersebut.


Hingga beberapa waktu kemudian tibalah saatnya untuk melihat kamar Fang Ling, rumah ini memiliki empat kamar sehingga mempermudah jika sewaktu-waktu ada yang ingin menginap.

__ADS_1


Saat membuka pintu kamar milik Fang'Ling, Yu Yuan dan Lin Yung membuka mulutnya lebar-lebar dengan mata melotot, tak terkecuali Fang Ling.


Pasalnya tetua sekte sudah berbaik hati memperbaiki kasur Fang Ling dengan mengubah spray-nya menjadi warna pink, serta menempel banyak Poto gadis Wangiy-Wangiy di dinding kamar.


Jiwa Fang Ling seakan retak melihat keadaan kamarnya, sementara Yu Yuan dan Lin Yung tak tahan untuk tidak tertawa.


Gigi Fang Ling bergeretak karena marah, lalu berkata di dalam hati."Mereka sangat baik, jika saja ada yang datang aku bersumpah akan membakar mereka hidup-hidup."


Karena merasa tidak cocok dengan kondisi kamar, Fang Ling mengambil spray serta semua gambar di dinding dan melempar semua barang itu keluar jendela lalu membakarnya.


Keadaan tersebut semakin membuat Yu Yuan dan Lin Yung tertawa semakin jadi. Mereka merasa jika keadaan kamar tadi cocok untuk Fang Ling.


"Jika kalian masih tertawa aku juga akan membakar kalian sampai hangus seperti benda ini."Kata Fang Ling dengan tangan di selimuti api.


Seketika tawaan Yu Yuan dan Lin Yung tersangkut di tenggorokan, membuat keduanya batuk.


"Kurasa sudah cukup melihat rumah mu, bagaimana sekarang kita pergi ke sungai karena hari sudah semakin sore ?


"Ya..Aku setuju."Ujar Yu Yuan membenarkan perkataan Lin Yung.


Fang Ling mengiyakan ajakan kedua temannya lalu pergi meninggalkan kediamannya dan segera menuju ke sungai yang letaknya masih lumayan jauh.


Kali ini jalan menuju sungai nampak sangat ramai oleh murid laki-laki dan perempuan.


Anak-anak yang lebih senior dari Yu Yuan, Lin Yung ataupun Fang Ling nampak mendominasi jalan di depan sambil menggoda banyak gadis.


Di antara banyak kelompok senior di depan, hanya pria berbadan tinggi besar berambut cokelat yang menarik perhatian Yu Yuan dan Lin Yung.


Pria yang di maksud nampak tengah menggoda sekelompok gadis dengan beberapa temannya, terlihat kelompok gadis itu merasa terganggu dengan kehadiran pria tersebut.


Tetapi karena nampaknya pria itu begitu di takuti, semua senior yang lain memilih untuk tidak ikut campur meski salah seorang gadis di dalam kelompok tadi sudah meminta tolong.


Saat gadis itu merasa tidak nyaman, pria yang di maksud Yu Yuan dan Lin Yung semakin menjadi-jadi menggoda gadis itu bahkan berani menyentuh tubuhnya meski tidak di bagian keramat.


Gadis itu bersama dengan kelompoknya meminta tolong kepada senior lain, namun tidak ada tanggapan dari mereka.


Karena kejadian itu Fang Ling merasa terusik sebab jalanya di hadang. Iapun mengambil sebuah krikil di tanah dan melempar krikil itu tepat mengenai kepala pria bertubuh tinggi besar yang di maksud kedua temannya.


Seketika semua orang terkejut melihat tindakan Fang Ling, sementara pria yang kepalanya di lempar nampak sangat murka dengan wajah memerah.


Pria itu tidak tau siapa yang sudah berani melemparnya, sehingga dia mencekik seorang senior random berniat untuk mendominasi orang-orang sehingga mereka merasa takut kepada dirinya.


Fang Ling mengambil segenggam krikil berukuran sebesar kelereng, iapun terang-terangan melempar batu krikil tersebut ke kepala pria di depan.


"Aku yang melakukannya..


"Aku yang melakukannya..


"Aku yang melakukannya..

__ADS_1


Fang Ling mengatakan kalimat itu berulang kali sambil terus melempar kerikil di tangannya, tanpa memperdulikan pria yang dia lempar sudah nampak sangat murka.



__ADS_2