
Ketiga naga itu menatap Fang ling dengan mata tajam, namun nampak dengan jelas jika ketiga naga itu menyimpan kerinduan yang mendalam terhadap tuan mereka.
"Tuan maafkan kami karena sudah lalai dalam tugas terakhir kita," naga es Berwarna biru menundukkan kepalanya dengan di ikuti kedua temannya.
"Kita tidak gagal, karena bantuan kalian akhirnya aku hidup kembali di masa muda...dengan begitu kita akan mampu mengalahkan sepuluh jendral iblis yang bersembunyi di empat alam," Jelas Fang ling dengan perasaan lega karena ketiga pedangnya masih berada dengannya.
Ketiga naga itu nampak terkaget mendengar penjelasan dari Fang ling, dengan tatapan tidak percaya jika mereka benar-benar berhasil mengirimkan tuannya kembali ke masa lalu.
"Saudara kaisar api dan saudara kegelapan, Sepertinya kita berhasil,"kata naga kaisar es.
"Benar, awalnya aku sempat tidak yakin jika kita akan berhasil...Jika saja kita gagal menyatukan kekuatan kita,maka kita akan terombang-ambing di lorong waktu," Kata kaisar naga api dengan penuh semangat.
"Tidak hanya itu saudara, waktu bisa saja melenceng dan mengakibatkan kehancuran di masa lalu dan di masa depan jika kita gagal," kata naga hitam dengan anggukan kedua temannya.
Dengan tatapan datar Fang ling mendengarkan perkataan ketiga naga di hadapannya sambil sesekali menguap, karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bahas.
"ayo ceritakan kepada tuan, apa yang sedang kalian bicarakan," Fang ling duduk Bersender di pohon persik untuk menunggu penjelasan ketiga naga di hadapannya.
Dengan wajah penuh semangat kaisar naga api berkata,"Tuan, saat kita terdesak pada saat itu...kami bertiga sepakat untuk melakukan jurus segel terlarang untuk mengoyak waktu dan mengembalikan mu ke waktu lalu,"
Fang ling hanya mengangguk dan kembali berkata,"lalu apa yang terjadi dengan masa depan, jika kita sudah berada di masa lalu ?
"menurut ku masa depan akan tetap sama hanya jika kau berbuat hal yang sama di kehidupan pertama mu, sebaliknya jika kah melakukan hal yang berbeda maka masa depan akan berubah," Jelas kaisar naga es.
Fang ling mengangguk,"Baiklah Sepertinya aku juga harus berhati-hati,"
Kaisar naga kegelapan yang awalnya hanya diam mendengar pembicaraan teman-temannya dengan wajah datar, mulai ambil kesempatan untuk berbicara dengan Fang ling.
Dengan wajah datar, kaisar naga kegelapan beralih menatap Fang ling dan berkata," Tuan, sudah berapa lama kau kembali ke masa lalu ?
"Jarang-jarang kau berbicara, ternyata kau masih belum bisa mengubah ekspresi wajah mu yang datar," Fang ling mengusap dagunya nampak sedang berpikir dan kembali menatap kaisar naga kegelapan,"Jika tidak salah, mungkin satu minggu lebih,"
"Lalu apa yang akan tuan lakukan sekarang ? tanya kembali kaisar naga kegelapan dengan wajah datar.
Dengan sedikit tertawa menyeringai, Fang ling menatap ketiga naga yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Kita akan membunuh pengguna pedang 'ameno Haba kiri', penghisap jiwa dan dialah musuh utama kita saat ini,"kata Fang ling.
"Lalu apakah tuan sudah tau dimana keberadaannya ? tanya kaisar naga api dengan nada serius.
"Dia akan muncul dengan sendirinya, kita tidak perlu susah-susah mencari tikus di tumpukan jerami," Jawab Fang ling.
"Bukankah di kehidupan pertama mu, kita pernah bertemu dengannya, namu dia sudah berada di bawah kepemimpinan sepuluh jendral iblis,"Kata Kaisar naga es.
"Benar, kita harus membunuhnya jika kekuatan kita sudah kembali sempurna," Kata Fang ling dengan di balas anggukan kepala oleh ketiga kaisar naga di hadapannya.
Di alam kesadaran Shun Jing terbangun setelah tertidur satu jam dengan Fang ling yang masih di atas tubuhnya.
karena sudah mulai gelap dan nampak di luar sedang hujan di ikuti dengan petir yang menggelegar, Shun Jing mencoba membangunkan Fang ling dengan memanggil namanya beberapa kali.
Sedangkan di alam bawah sadar ketiga kaisar naga menatap fang ling dengan wajah datar dan terlihat bodoh, karena mendengar suara perempuan memanggil nama tuan mereka.
"Sepertinya tua Bangka sudah mempunyai istri yang begitu muda," Kata kaisar naga es.
"Seingat ku tuan kita mempunyai kelainan, sebab itulah dia tidak mau menikah,"kata kaisar naga api, sedangakan kaisar naga kegelapan hanya berwajah datar menatap Fang ling.
Fang ling Berdiri dan berjalan kebelakang hendak kembali ke alam kesadarannya,"aku akan kembali lagi nanti, sepertinya sudah saatnya makan malam,"
Ketiga naga itu hanya mengangguk dengan pandangan yang tertuju pada punggung Fang ling yang perlahan menghilang menjadi butiran salju.
Di alam kesadaran Fang ling terbangun dengan posisi kepala yang terhimpit di antara dua dada Shun Jing yang hampir sebesar kepalanya sendiri.
"Sudah berapa lama aku tidur ? tanya Fang ling dengan posisi kepala yang di himpit kedua dada Shun Jing.
"Sepertinya sudah satu jam, ayo bangun bukankah kau ingin makan," kata Shun Jing sambil mengusap kepala Fang ling dengan lembut.
"Tunggu sebentar aku masih ingin begini," Fang ling mengusap-usap kepalanya ke belahan dada Shun Jing membuat gadis itu sedikit mendesah.
"Jangan se-seperti itu....Fang ling hentikan ayo makan," kata Shun Jing dengan nada terputus-putus karena merasa geli.
Merasa sudah cukup menjahili Shun Jing, Fang ling Berdiri dan berjala ke arah jendela tidak jauh dari tempatnya," Se-sepertinya akan ada masalah malam ini, itu adalah badai yang sangat besar,"
__ADS_1
"Tenang saja, Sepertinya penginapan ini kuat untuk menahan badai itu... Bagaimana Jika kita makan dulu, sebelum tidur ?kata Shun Jing.
"Ide yang bagus, sepertinya makanan hangat akan sangat nikmat di hari yang dingin seperti ini," Jawab Fang ling.
Shun Jing duduk di samping tempat tidur dan memperbaiki pakainya yang sedikit terbuka, terutama di bagian dadanya dan kembali berdiri setelah beberapa saat.
"Baiklah aku sudah siap," kata Shun Jing dengan pakaian yang kembali rapih.
Keduanya berjalan berdampingan keluar kamar penginapan untuk mencari makanan di lantai dasar yang merupakan restoran yang cukup besar.
Setelah berada di lantai bawah terlihat banyak orang yang sedang menikmati makanan masing-masing, hingga fang ling menarik tangan Shun Jing dengan lembut menuju meja kosong di samping jendela.
Seorang pelayan perempuan yang melihat kehadiran Fang ling langsung memanggil pemilik penginapan, karena beliau sendiri yang akan melayani pemuda tersebut.
Tanpa menanyakan apa yang akan di pesan Fang ling, pemilik penginapan langsung membawa lima orang pelayan yang masing-masing membawa makanan terbaik mereka.
Kelima pelayan tersebut menata piring-piring yang berisikan makanan di atas meja Fang ling dengan rapi tanpa melakukan masalah sedikitpun.
Fang ling merasa bingung dengan kelima pelayan tersebut, karena dirinya merasa belum memesan apapun hingga dirinya memutuskan untuk bertanya kepada salah satu pelayan.
"Pelayan tunggu, aku belum memesan makanan apakah kalian salah mengantar ? tanya Fang ling bingung.
"Tidak tuan, pemilik penginapan yang menyuruh kami mengantarkan semua makanan kepada anda," Jawab pelayan tersebut dengan sopan.
Fang ling Tersenyum kecil dan berkata," Baiklah, katakan terimakasi kepada pemilik penginapan,"
Kelima pelayan tersebut memberi hormat kepada Fang ling dan kembali melanjutkan perkerjaan mereka masing-masing.
"Shun Jing ayo makan, aku sudah sangat lapar," kata Fang ling dengan mata yang tertuju pada semua makanan di hadapannya.
keduanya makan malam bersama sambil sesekali tertawa dan berbicara dengan topik ringan dengan di iringi suara hujan yang begitu menenangkan.
Bersambung......
__ADS_1