Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Hutan rindang


__ADS_3

Braaaaak


Kali ini ledakan terdengar amat dahsyat, sampai-sampai membuat area itu berguncang hebat seolah akan hancur berkeping-keping.


Ledakan tersebut membuat kehancuran bagi area tujuh, yang di mana sungai larva mulai terkuras akibat kalah panas dari api suci milik Fang Ling.


Bahkan ledakan ini membuat orang-orang di pulau gunung tengkorak tegang, begitu merasakan sekaligus mendengarkan dentuman dan getaran ledakan.


Sedangkan di dalam ruangan, tepatnya di dalam rumah inti sekte gunung tengkorak. Puluhan tetua sedang duduk sambil bercerita dan ikut terkejut begitu langit-langit ruangan berguncang.


"Apa yang terjadi ?! Su Ming berdiri dari tempatnya duduk, itupun juga di ikuti semua tetua yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Patriak Su, apakah sekte ini sedang di serangan,"Salah satu tetua berperawakan sepuh dengan rambut putih seluruhnya berpendapat.


"Salah ! Jika sekte ini di serang, tidak mungkin hawa keberadaan mereka tidak dapat kita rasakan,"


Pernyataan itupun langsung di bantah oleh seorang pria paru baya berumur kisaran 30Thn dengan tubuh tidak terlalu berotot, namun pancaran karismanya begitu kental.


Saat suara pria itu terdengar, semua tetua yang ada di dalam ruangan itu langsung tertunduk dengan keringat yang bercucuran.


Bahkan tetua sepuh yang awalnya bersikap sedikit terburu-buru hingga salah menyimpulkan sesuatu, juga ikut tertunduk.


Setelah beberapa saat keadaan hening, mereka yang ada di dalam ruangan kembali terkejut begitu udara yang ada di sekelilingnya memancarkan hawa berbahaya.


Hawa itu membuat pernafasan menjadi berat, bahkan jika tidak sanggup menahan hawa itu kemungkinan besar mereka akan berakibat pingsan.


"Apa-apaan ini, hawa ini sepertinya ada pendekar di tingkat mencari Da'o,"Tetua dari sekte naga langit kembali menyimpulkan.


Sontak semua orang terkejut karena di dalam ruangan itu hanya terdapat beberapa tetua yang sudah masuk di tingkat abadi, selebihnya berada di mencari Da'o.


"Tetua Su, apakah salah satu murid mu sudah ada yang menembus tingkat mencari Da'o ? Tanya tetua dari sekte naga langit.


Dengan sopan Su Ming menggeleng,"Tidak senior Mu Tong, bagaimana jika kita memeriksanya sendiri ?


Pria paruh baya bernama Mu Tong itu terlihat berpikir beberapa saat, dirinya sangat tertarik dengan hawa itu, tapi ia ingin memastikan jika memang benar-benar tidak ada murid dari tetua di dalam ruangan itu yang memiliki kemampuan di tingkat mencari Da'o.


"Aku tanya, apakah murid kalian ada yang sudah mencapai tingkat mencari Da'o ? Tanya Mu Tong dengan nada rendah, namun terdengar sangat mengintimidasi.


Sontak semua tetua yang berada di ruangan itu mengatakan tidak, karena merasa mustahil ada seorang pendekar muda berkemampuan di tingkat mencari Da'o di usia 15 sampai 30 Thn.

__ADS_1


Walaupun begitu kesal dengan sikap Mu Tong yang terlalu tegas, semua tetua di ruangan itu sadar jika kemampuan pria itu sudah sangat tinggi, sehingga tidak ada tetua lain yang berani mencari gara-gara dengan Mu Tong, kecuali Su Ming.


Setelah mendapat jawaban dari semua tetua, Mu Tong semakin di buat penasaran siapa pendekar muda yang bertingkat mencari Da'o itu.


Tanpa basa-basi dia dan Su Ming terbang ke arah ledakan yang terjadi, hingga saat sampai mereka terdiam seribu bahasa dengan posisi melayang di udara.


"Ha-Hancur ? ba-bagaima bisa ?? Mu Tong terlihat sangat terkejut, melihat sebuah jalur lurus yang terbentuk dari ledakan api di bawahnya.


Sama seperti Mu Tong, Su Ming terlihat sangat terkejut melihat hutan di bawahnya hancur, yang di mana hutan itu adalah area luar dari area tujuh.


Bahkan area tujuh yang sebenarnya berada di bawah tanah, kini terpampang jelas dan dapat di lihat dengan mata telanjang sekalipun.


Yang lebih mengejutkan bagi Su Ming adalah mengeringnya lautan larva di area itu, di mana lautan larva itu di kirim langsung dari gunung tengkorak melewati jalur bawah tanah.


Kedua pria paruh baya itu terbang turun ke area tujuh untuk melihat siapa yang menghancurkan tempat tersebut, namun begitu sampai mereka tidak menemukan apa-apa kecuali potongan tangan Golem yang memang sengaja di sisakan.


"Su Ming, aku benar-benar menginginkan orang ini untuk menjadi murid kehormatan bagi sekte naga langit,"Wajah Mu Tong terlihat antusias memperhatikan potongan tangan Golem.


Sedangkan Su Ming masih saja terdiam hingga dirinya tidak sengaja melihat pecahan liontin sekte pedang bambu di bawah reruntuhan perahu.


"Bocah sialan itu ternyata tidak serius bertarung dengan ku, awas saja jika tertangkap,"Batin Su Ming, begitu mendapati liontin pengenal milik Fang'Ling yang sebenarnya memang sengaja di tinggalkan pemiliknya.


Sedangkan Mu Tong terlihat begitu tergila-gila siapa yang menghancurkan tempat itu, bahkan dia masih saja memerhatikan sisa potongan tangan monster Golem.


Setelah serangan Hiken Fang Ling langsung ambruk tidak sadarkan diri, hingga saat ini dia harus di gendong Wang Yihan untuk kembali melanjutkan perjalanan.


Melepaskan pukulan Hiken benar-benar membutuhkan semua yang paling miliki, sehingga kali ini ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk bertarung dalam jangka yang tergolong lama.


Sehingga untuk kembali pulih seperti sedia kala, Fang Ling harus berkultivasi seperti biasanya untuk mengembalikan tenaga dan kemampuan pengendalian elemen seperti semula.


Tapi tidak berselang lama, Fang Ling nyatanya mampu kembali sadar walaupun sebenarnya masih mengalami luka patah tulang di kedua tangannya, tapi ia tetap tegar dan tidak perduli dengan luka itu.


Fang Ling menepuk pundak Wang Yihan beberapa kali,"Kak Wang, turunkan aku di sini...Aku sudah memiliki cukup tenaga untuk berjalan kembali,"


"Tidak, kau masih belum bisa. Kau bisa mengandalkan kakak Wang mu ini,"Wang Yihan terus berjalan tidak memperdulikan perkataan Fang Ling.


Walaupun begitu Fang Ling tau jika Wang Yihan tengah menahan diri karena tubuhnya kini memancarkan hawa panas, akibat mengeluarkan energi berlebihan.


"Kak Wang, percayalah aku sudah mampu berjalan sendiri, dan lagi Ah Bai membutuhkan ku agar dua bisa makan,"Fang Ling berkata sungguh-sungguh agar Wang Yihan mau menurutinya.

__ADS_1


Sedangkan Ah Bai, dia terlihat di jauhi Shun Jing dan Yen Siulan. Walaupun begitu, Ah Bai tetap bersikap tenang karena merasa tidak pernah menyimpan dendam kepada dua gadis itu.


Untuk itu Yue Liang bersama Xiao Bai dan Xiao Qing mencoba untuk membuat Ah Bai berbaikan dengan Shun Jing dan Yen Siulan agar tidak terus bertengkar.


Namun kedua gadis itu enggan berbaikan, walaupun Ah Bai sudah meminta maaf entah untuk kesalahan apa, sehingga kini Ah Bai berpikiran logis dan bersikap biasa saja karena dirinya sadar jika ia memang hanya siluman hina.


Tapi keadaan Ah Bai yang tenang berubah drastis begitu Fang Ling menghampirinya, dia terlihat malu-malu dan suka berbuat ceroboh walaupun sebenarnya Fang Ling tidak berbuat apa-apa.


"Ah Bai, sepertinya keadaan mu sudah kembali membaik, apakah sekarang kau masih mau menghisap energi ku ? Fang'Ling berjalan mundur dengan tatapan tertuju pada Ah Bai di bawahnya.


Tentunya Fang Ling tidak pernah membedakan semua pasangannya, karena dia merasa mereka semua akur dan saling menghargai satu sama lain.


Tapi kali ini walaupun tidak di katakan, Fang Ling tau betul jika Shun Jing dan Yen Siulan tidak menyukai Ah Bai karena sempat melihat bibir Ah Bai yang terluka.


Kali ini Fang Ling merasa sangat kecewa, dia sampai-sampai tidak berkata banyak dan hanya kembali berjalan menyusul Wang Yihan yang berjalan di depan.


Shun Jing dan Yen Siulan yang mengetahui Fang Ling sedang kecewa, merasa jika Ah Bai-lah yang membuat masalah di kelompok ini.


Lagi-lagi Ah Bai hanya diam dan terus berjalan dengan bantuan tongkat bambu, dia sekali-kali akan menatap punggung Fang Ling di depannya.


"Kau dekat tapi juga jauh"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2