Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Dunia paralel


__ADS_3

Satu hari sejak peperangan besar yang terjadi di benua teratai perak nampak semua orang di seluruh benua mengagumi nama Shin Hye.


Semenjak peperangan lalu dan bantuannya dalam menyembuhkan sakit parah sang putri, nama Shin Hye begitu dikenal semua orang bahkan sekte naga langit dalam sekejap mata telah mencapai urutan ketiga sekte terkuat dari lima pilar.


Apa yang dilakukan Shin Hye benar-benar membuat orang terkagum-kagum, terutama kehebatan obatnya yang tidak bisa di ragukan lagi khasiatnya.


Di saat Shin Hye tengah bercibaku dengan ketenaran dan keterkenalannya. Juga ada pihak yang menerima pukulan kuat akibat kekalahan pasukan Wing Muchien, pihak itu adalah sepuluh pilar aliran hitam.


Di sebuah tempat yang sangat tersembunyi di salah satu benua, terdapat sebuah tempat terpencil. Tempat ini memiliki jalan masuk berupa sumur tua di tengah hutan.


Jika masuk ke dalam semur itu maka seseorang akan terlempar ke dunia asing. Dunia ini di sebut dengan dunia paralel, dibuat dengan menggunakan tenaga dalam yang sangat besar hingga mampu membentuk sebuah dunia tersembunyi.


Tempat itu sangat luas, seperti dunia antah berantah yang sangat indah karena di penuhi dengan pepohonan dan lautan luas di sampingnya.


Tapi keindahan tidak selamanya memiliki daya tarik, ada yang terlihat indah namun justru sangat berbahaya. Begitulah khiasanya, karena bertempat di dunia paralel ini ada sebuah kehidupan yang sangat besar dan kuat.


Bukankah sesuatu yang baik tinggal di dunia buatan ini. Orang-orang itu adalah aliran hitam, yang jumlahnya tidak dapat di hitung lagi.


Di dalam dunia paralel ini, sembilan pilar berserta jutaan pendekar aliran hitam menunggu giliran untuk menghancurkan satu benua.


Sayangnya serangan lalu yang di pimpin oleh Wing Muchien dikalahkan dengan sangat cepat, bahkan tidak ada satupun prajuritnya yang dapat kembali.


Di tempat itu terdapat sebuah kerajaan berwarna hitam. Kerajaan itu terlihat sangat mengerikan, di dalam sebuah ruangan khusus nampak sembilan pilar aliran hitam tengah berkumpul untuk membicarakan sesuatu.


Kekalahan ini menjadi sebuah pukulan kuat bagi sembilan pilar. Bahkan kini mereka tengah pusing memikirkan sesuatu mengenai kekalahan Wing Muchien yang lalu.


"Si bodoh itu bahkan tidak mampu menghancurkan satu benua, apalagi benua itu sudah kehilangan raja dan di pimpin oleh putrinya,"

__ADS_1


Seorang pria tinggi berambut putih, dengan bagian wajah terdapat bekas sayatan pedang berkata sambil beberapa kali meneguk arak di gelasnya.


pria itu duduk di sebuah tempat, sama persis seperti ruangan rapat kerajaan karena juga terdapat sebuah tahta megah di tempat itu, namun tahta itu terlihat sedang kosong.


"Dari awal aku sudah katakan, jika Wing Muchien hanya bermulut besar...Bahkan untuk mengalahkan satu benua yang sudah kehilangan raja, tidak bisa di lakukannya,"


Timbal seorang perempuan bertubuh lumayan kekar, tapi memliki wajah yang lumayan cantik tapi terlihat gahar dengan luka di bagian mata kanannya.


"Dasar pembuat malu, bahkan satupun prajuritnya tidak ada yang selamat dari perang tersebut...Orang tidak berguna itu memang pantas mati,"


Kata seorang pria sepuh yang memiliki umur berkisar 100 sampai 200 thn, namun faktanya pria itu lebih tua dari yang orang ketahui. Pria itu nampak tengah kesal memikirkan kekalahan Wing Muchien.


Di tengah-tengah itu pula sembilan pilar atau bisa di bilang jagoan aliran hitam, di kejutkan dengan kedatangan seseorang. Orang itu adalah jendral iblis itu sendiri, sekarang dia datang bersama dengan seorang pria tua misterius.


Pria yang bersama dengan jendral iblis itu terlihat sedang membawa sebuah pedang lebar di punggungnya. Pedang itu sangat mengerikan, karena memiliki gigi di bagian mata pedang, bahkan juga bisa bergerak seperti benda hidup.


Saat kedua orang itu masuk, udara di dalam ruangan itu seketika menjadi pengap dan juga ada hawa menekan yang tak dapat di jelaskan.


Sembilan pilar langsung saja bersujud memberi hormat kepada jenderal iblis yang bernama Ling Tian. Nampan Ling Tian berjalan menuju tahta dan duduk di tempat duduk tahta itu dengan pria misterius sebelumnya yang nampak berdiri di samping Ling Tian dengan senyuman yang terus terukir di wajahnya.


Ling Tian terlihat kesal, dia terlihat sedang menahan untuk tidak marah. Sebab sebelum ini, Ling Tian telah mendengar kabar kekalahan Wing Muchien.


Bahkan perasaan marah Ling Tian dapat di rasakan sembilan pilar aliran hitam, membuat mereka semua menggigil dan tidak berani untuk mengubah sujud mereka atau bergerak sedikitpun. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang nafasnya tertahan, karena tidak ingin mencari masalah dengan Ling Tian.


Dengan nada sedikit tinggi dan raut wajah yang nampak kesal, Ling Tian berkata,"Kalian semua berhenti bersudut, katakan kepadaku bagaimana bisa Wing Muchien kalah,"


Gertakan kecil itu spontan membuat sembilan pilar aliran hitam kembali ke posisi semula. Mereka terlihat takut untuk berbicara, hingga seorang pria tua berpakaian mewah berinisiatif untuk berbicara.

__ADS_1


"Tuan, kekalahan Wing Muchien di sebabkan oleh beberapa faktor...Pertama dia terlalu menganggap remeh lawan, kedua di kalahkan oleh seseorang yang tidak di ketahui identitasnya,"


"Informasi mengenai kelelahan Wing Muchien juga tidak terlalu jelas, karena tidak ada satupun saksi mata atau prajurit kita yang selamat pada saat itu,"


Mendengar hal itu alih-alih bisa membuat Ling Tian menjadi sedikit tenang, malahan membuat iblis berhujud manusia namun memiliki tubuh lebih besar dan lebih tinggi dari manusia pada umumnya, juga dua tanduk merah di kepalanya semakin marah.


"Si bodoh itu !!!


Sangking emosinya Ling Tian terlihat sangat kesal, hingga tidak sengaja mengeluarkan energi hitam dari tubuhnya membuat semua orang di dalam ruangan itu bersujud sambil menjerit kesakitan akibat energi besar itu.


Di saat semua orang tidak kuasa menahan energi dahsyat di tubuh Ling Tian walaupun sudah berada di tingkat abadi. Hanya pria misterius di samping Ling Tian yang terlihat baik-baik saja, bahkan dia masih menjaga senyumannya.


"Tuan ampunilah mereka semua untuk kali ini...Jangan khawatir, misi selanjutnya tidak akan gagal, karena kali ini peperangan selanjutnya akan di pimpin sendiri oleh adik ipar ku,"


Sejenak Ling Tian menoleh ke arah pria di sampingnya, kemudian dia kembali menatap ke depan dengan raut wajah kesal yang tidak terlalu terlihat jelas seperti sebelumnya.


"Huuuu !!"Ling Tian mendengus kasar,"Sebaiknya kau menjamin jika Yun Kang bisa membuat benua Lotus salju masuk ke genggaman aliran hitam, jika gagal kau tau sendiri apa yang akan aku lakukan kepada klan nya,"


Setelah kejenuhannya semakin menjadi-jadi. Ling Tian beranjak dari kursi tahta, di saat sosok gahar itu keluar barulah semua orang Kembali dapat bernafas normal dengan beban di tubuh telah menghilang.


Sosok pria misterius yang sebelumnya datang bersama Ling Tian terlihat memendam rasa marah kepada Ling Tian. Pria itu sendiri di kenal dengan sebutan, Dewa Roh.


Sebutan itu bukanlah semata-mata hanya panggilan. Melainkan memang benar adanya, pria itu adalah penggunaan pedang ameno haba kirin.


Pedang suci ameno hana kirin sendiri adalah pedang terkutuk dengan hujud asli berupa iblis. Pedang ini mampu menghisap jiwa orang dengan sangat mudah dan dapat mengubah penggunanya menjadi sosok iblis penghisap jiwa.


Kemampuan ini berbeda dengan perubahan bentuk seorang pengguna pedang suci menjadi hewan Suci atau sosok lainnya. Kemampuan ini di kenal dengan sebutan Soul spirit, yang merupakan hujud from yang di dapat dari pedang suci.

__ADS_1


Seperti Fang Ling yang mampu mengubah from normalnya menjadi manusia hujud naga es,api atau kegelapan. Semua kemampuan itu di dapatkan dari pedang suci, begitu juga dengan pengguna pedang suci lainnya termasuk pedang ameno haba kinir yang memiliki hujud Soul spirit yang amat sangat berbahaya.


Bersambung....


__ADS_2