
Dari dalam telaga atau danau di tempat oasis tersebut, Fixie segera berenang ke tepian untuk segera membantu Fang Ling yang pingsan dengan tubuh setengah terbakar.
Fang Ling tergeletak di bawah pohon kelapa tidak jauh dari telaga, sehingga Fixie tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.
Fixie berlutut di samping Fang Ling, dia hendak menyembuhkan semua luka Fang'Ling dengan cara menyentuh dada atau apapun di bagian tubuhnya.
Hal itu memang harus di lakukan karena lebih efisien, sehingga luka dalam yang di derita Fang Ling juga bisa di atasi sekaligus.
Tetapi saat tangan Fixie hendak menyentuh dada Fang Ling, kobaran api segera membakar tangannya.
"Aw !!
Spontan Fixie menarik tangannya seraya menjerit, diapun menatap tubuh Fang'Ling, dimana setengah bagian tubuhnya terbakar oleh api.
Sempat bingung bagaimana cara dirinya mendekati tubuh Fang Ling, sesuatu yang mengejutkan terjadi saat Lumiyan datang dan segera menyiram tubuh Fang Ling dengan air dari telaga yang di bawanya dengan daun lebar.
Tetapi nihil, api yang membakar tubuh Fang Ling tidak bisa padam meski sudah di siram dengan banyak air.
Karena kelelahan sudah mondar-mandir untuk mengambil air, Lumiyan duduk di samping Fixie dengan tatapan kedua-nya tertuju pada Fang Ling.
Nampak jika api besar yang menyelimuti Fang Ling sama sekali tidak melukai tubuhnya, seakan api itu sedang melindungi sang tuan.
Hal mengejutkan terjadi saat perlahan tangan kiri Fang Ling mulai mampu meregenerasi, dengan bantuan dari api yang membakar tubuhnya.
Fixie dan Lumiyan di buat kagum dengan keadaan tubuh Fang Ling yang seketika sembuh dari semua luka parah hanya dalam hitungan menit.
Setelah semua luka di tubuh Fang Ling tertutup tanpa meninggalkan bekas.. Api yang menyelimuti tubuh pria itu perlahan menghilang dan akhirnya lenyap.
Tidak lama setelahnya Fang Ling terbangun kembali, dia menatap langit malam untuk beberapa saat sebelum menatap Fixie.
"Bagaimana dengan keadaan Lutfi dan teman-nya..? apa mereka baik-baik saja..??"Kata Fang Ling dengan nada terdengar lemah.
Fixie membantu Fang Ling untuk duduk dan bersender di pohon kelapa tepat berada di belakang Fang Ling.
"Mungkin mereka baik-baik, kau tidak seharusnya memikirkan orang lain..Apa kau sudah lupa, jika tadi kau hampir saja mati..?
"Jika tidak memiliki tubuh spesial, mungkin sekarang kau hanya seonggok daging tanpa nyawa."
Sesekali Fixie menyentuh dahi Fang Ling dengan punggung telapak tangan, hal itu ia lakukan untuk merasakan luka di seluruh tubuh Fang Ling.. Karena semua orang juga tau, jika kepala adalah bagian pusat syaraf.
Fixie sedikit mengangguk seraya memejamkan mata, diapun membuka mata lalu berkata dengan nada lembut."Kau sudah tidak apa-apa, seluruh luka di tubuh sembuh dengan sangat mengejutkan."
Fang Ling memegangi kepala bagian belakang seraya sedikit meringis kesakitan,"Tapi kenapa bagian ini terasa sakit..??
Sempat terkejut begitu sadar saat berada pada normal mode Fang Ling lebih banyak berbicara, Fixie hanya tersenyum lembut dan mengusap kepala bagian belakang Fang Ling.
"Pergilah rasa sakit, pergilah."
Diam-diam Fixie mengusap bagian benjol di kepala belakang Fang Ling dengan kemampuan penyembuh, hingga benjolan itu menghilang bersamaan dengan rasa sakit yang sempat Fang Ling rasakan.
__ADS_1
"Rasa sakitnya sekarang sudah hilang, apa yang kau katakan tadi, Fixie..Kenapa lukaku bisa langsung sembuh..?"
Fang Ling nampak terkejut, dia tidak habis pikir Fixie dapat menyembuhkan luka hanya dengan merapalkan mantra aneh seraya mengusap kepalanya.
Fixie hanya tersenyum dan tertawa kecil dari balik cadar."Rahasia.."
Fang Ling hanya diam, lalu perhatiannya teralihkan pada Lumyian yang duduk beberapa meter di depan.
Perempuan itu sejak awal hanya memperhatikan Fang Ling dan Fixie dengan raut wajah cemberut, meski begitu dia juga merasa bersalah.
Jika saja saat itu dia tidak terlalu keras kepala dan melakukan apa yang dirinya mau tanpa berpikir, Fang Ling pasti tidak akan terluka parah.
Sebenarnya Fang Ling sudah memaklumi perbuatan perempuan itu, tetapi sepertinya Fixie merasa tidak senang dengan lumiyan.
Dari awal Fixie menganggap jika di tempat itu hanya ada dirinya dan Fang Ling, tanpa harus menghiraukan kehadiran Lumiyan di antara mereka.
Fang Ling menoleh ke arah dimana bulan bersinar, dirinya dapat memperhitungkan jika pagi akan segera tiba.
Fang Ling berdiri, dia menoleh ke arah timur sebelum menetapkan Fixie yang masih duduk di belakang.
"Tunggulah di sini.. Aku akan kembali di siang hari dengan membawa teman elf mu,"Kata Fang Ling, sedangkan fixie nampak terkejut.
"Kenapa kau ingin pergi sendiri..? Bukankah sebelumnya kita sudah sepakat untuk berkerja sama untuk masuk ke lelang..??"
Mendengar perkataan Fixie untuk sesaat Fang Ling terdiam, dia mengeluarkan topeng rubah dari cincin dimensi lalu menggunakannya.
Fang Ling membuka keempat sayapnya tanpa menggunakan jubah tempur, dia sedikit menoleh kebelakang,"Jangan pergi ke area kota mikaze, ini peringatan."
Sontak Fixie dan Lumiyan terkejut, mereka tidak habis pikir apa yang akan di lakukan Fang Ling.
"Tu-tunggu...
Sesaat Fixie akan bertanya, Fang Ling sudah lebih dulu terbang ke arah timur dimana kota mikaze berdiri.
Fang Ling terbang dengan sangat cepat, bulan malam yang sangat terang menyinari sesosok pria bertopeng rubah menuju ke area kota mikaze.
Dari kejauhan Fang Ling mulai dapat melihat kota mikaze yang sangat terpencil, ukuran kota itu adalah gabungan dari dua kota.
Cukup besar dari kota kebanyakan tetapi menjadi tempat yang di salah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Fang Ling terbang memasuki kawasan kota yang di penuhi dengan bangun besar estetik yang sangat bersejarah.
Bangun-bangun itu nampak berjejer rapih, di bawah Fang Ling dapat melihat puluhan orang bertubuh kekar sedang mondar-mandir.
Di satu sisi jalan tepat di bawah Fang'Ling, terdapat sekelompok orang yang tangan dan kakinya di rantai dan berjalan rapih dengan beberapa pria memegang cambuk sesekali memukul saat mereka berhenti berjalan.
Fang Ling berhenti terbang dan berdiri di atas sebuah atap rumah dekat dengan kelompok sebelumnya, dari tempat itu dia memperhatikan puluhan orang-orang yang di ratai lebih jauh.
Terlihat jika orang-orang itu di dominasi oleh anak laki-laki dan perempuan berumur kisaran 10 sampai 12 tahun.
__ADS_1
Sedangkan di bagian belakang di dominasi oleh remaja laki-laki dan perempuan berumur 15 sampai 18 tahun, umur yang masih sangat muda.
Semua budak itu di kenakan rantai di kaki dan tangannya dan digiring ke suatu tempat, mereka semua hanya menggunakan baju berwarna putih tipis sama sekali tidak sepenuhnya menutupi tubuh mereka.
Fang Ling berpikir keras, meski di dalam kelompok itu tidak ada Lang Ming..Dia tau jika budak-budak itu adalah barang yang akan di jual.
"Kurasa mereka adalah barang yang akan di jual, aku datang terlalu cepat..Lelang itu masih belum di selenggarakan."Gumam Fang Ling di dalam hatinya.
Kaki Fang Ling tidak sengaja tergelincir dan menarik perhatian beberapa pria berbadan kekar yang menuntut sekelompok budak tersebut.
"Siapa di sana..!!
Salah seorang penjaga menoleh ke tempat di mana sebelumnya Fang Ling berdiri, tetapi mereka tidak melihat apapun di sana kecuali seekor kucing oren.
Fang Ling beruntung sempat bergerak cepat melompat ke atap rumah yang berbeda, lalu dia duduk di atas atap rumah tersebut dengan pandangan tertuju pada sekelompok budak yang masih terus di tuntun untuk berjalan beberapa meter di depan.
"Akan susah menerobos masuk ke dalam lelang jika sudah di mulai, meski memiliki plakat untuk masuk ke dalam lelang. aku hanya bisa menyelamatkan Lang Ming dan teman Fixie, belum termasuk semua budak tersebut...
Fang Ling mempertimbangkan pemikirannya dari berbagai aspek, lalu diapun menghela nafas panjang kerena merasa dirinya terlalu baik.
"Ha..! Merepotkan sekali."
Fang Ling melompat dari atap rumah ke atap lain hingga dirinya hanya berjarak satu rumah dengan sekelompok budak tadi.
Untuk sesaat Fang Ling mencari waktu tepat untuk bertindak.. Karena kelompok itu di jaga oleh lima orang di bagian depan dan belakang, akan susah baginya untuk ikut menjadi budak.
Fang Ling meraih pecahan genteng dan melempar pecahan genteng sebesar genggaman tangan ke arah sebuah rumah, hingga menimbulkan suara ribut.
Penjaga budak itu berjumlah sepuluh, sembilan dari mereka memutuskan untuk memeriksa suara keras apa tadi yang menarik perhatian mereka.
Setelah sembilan orang itu masuk ke sebuah lorong tidak jauh dari lokasi budak, Fang Ling segera melesat cepat ke arah budak yang tertinggal
Lalu Fang Ling menciptakan sebilah pedang dan melakukan gerakan menebas ke depan.
Hanya dalam satu tarikan nafas, penjaga yang tertinggal itu meregang nyawa dengan kepala terpenggal.
Budak-budak itu terkejut dengan kedatangan Fang Ling, tetapi Fang Ling segera mengumbar senyuman yang mengatakan jika mereka akan baik-baik saja.
Fang Ling melepaskan semua pakaian penjaga yang dia bunuh, lalu segera menggunakannya.
Tiba-tiba salah seorang penjaga berjalan kembali, dia menatap Fang Ling lebih dalam.
"Kau.. Kemari, kenapa wajahmu sedikit asing..??
•Pendekar rajawali
•Legenda sang dewa naga
Bersambung...
__ADS_1