
Setelah puas beristirahat Fang Ling kembali terbangun dan menoleh ke kanan dan kiri, akibat dirinya berada di dalam lorong yang tidak mempunyai celah sekecil apapun ia sama sekali tidak tau pergerakan matahari.
Entah pagi atau malam Fang Ling memilih untuk kembali melakukan perjalanan dan membangunkan Xiao Bai dengan Xiao Qing yang masih tertidur pulas.
Setelah kedua gadis itu terbangun dan nampak Kembali bersemangat, Fang Ling kembali bergerak melajukan perjalanan dengan Xiao Bai dan Xiao Qing yang mengikutinya dari belakang.
Selama di dalam lorong Fang Ling dan kedua temannya tidak menemukan bahaya apapun, hingga tidak lama setelah itu, lantai bergetar hebat dan mengguncang goa tersebut.
Merasa ada yang aneh karena berjalan pada area yang landai dan sedikit menurun, Fang Ling menoleh kebelakang dengan mata terbuka lebar.
Alangkah terkejutnya dari arah belakang sebuah batu besar berbentuk bundar menggelinding ke arah kelompok Fang'Ling, dengan kecepatan tinggi nampak tidak akan berhenti sedikitpun.
"Kalian cepat berlari jangan diam saja ! Dengan tergesa-gesa Fang Ling menyuruh Xiao Bai dan Xiao Qing untuk berlari terlebih dahulu, sedangkan dia menyusul dari belakang.
Semakin ujung terowongan itu semakin landai jalannya, membuat batu besar yang menggelinding di belakangnya bergerak semakin cepat dan hampir menyambar tubuh Fang Ling.
Di depannya Fang Ling melihat sebuah jebakan berupa palu raksasa, ia mengeluarkan batu dari udara kosong dan melempar dinding tertentu setelah Xiao Bai dan Xiao Qing melewati jebakan tersebut.
Alhasil batu yang di lempar Fang Ling tepat mengenai sebuah balok dan memicu jebakan palu raksasa itu, yang perlahan berayun dan hendak menghantam tubuh Fang Ling.
Saat kedua jebakan itu hampir mengenai tubuhnya, Fang Ling merosot dan meyilangkan kedua tangannya di dada, membuat kedua jebakan itu saling membentur dan menghancurkan.
Tubuh Fang Ling terus merosot karena jalan yang sempit itu menjadi sangat terjal, hingga di ujung jalan secara samar-samar ia melihat cahaya matahari yang semakin jelas dan terang.
Belum sempat tubuhnya sampai di pintu keluar yang kini berada tepat di hadapannya, Fang Ling kembali di kejutkan dengan sebuah besi hitam yang menggelinding dengan kecepatan tinggi.
Di saat besi bundar itu hampir mengenai tubuhnya Fang Ling bangkit berdiri dan merosot dengan kedua kakinya, ia berbalik dan melancarkan serangan tapak kepada besi itu hingga keduanya sama-sama terpental.
Tubuh Fang Ling melayang di udara saat keluar dari terowongan tersebut dan menemukan jika akhir dari lorong tersebut adalah dua tebing yang bertemu, sehingga membentuk sebuah retakan dan di situlah kini dia berada.
__ADS_1
Di bawahnya terdapat lima jaring besi raksasa yang berbentuk seperti jaring laba-laba, dengan semua pendekar yang tersisa berada di jaring itu.
Fang Ling mengeluarkan dua pengait yang sempat di ambilnya dari udara kosong, tubuhnya mulai terjatuh dari ketinggian dan secara tiba-tiba besi yang sempat terpental akibat pukulannya juga ikut melesat ke arah'nya.
Dengan cekatan Fang Ling menghilangkan kedua pengait itu masuk ke udara kosong, ia mengepal tangan kanannya di samping pinggang untuk menghancurkan benda tersebut dalam satu kali pukulan.
"Tapak penghancur !
Braaaaak
Di atas udara pukulan Fang Ling menghancurkan besi bunda itu hingga menjadi pasir halus, dirinya kembali mengeluarkan kedua pengaitnya dan melesat ke salah satu jaring besi laba-laba dengan kecepatan tinggi.
Dengan cekatan Fang Ling mengait salah satu besi, membuat tubuhnya bergelantungan di saat tubuhnya hampir terjatuh ke dalam ngarai yang tidak terlihat ujungnya.
Xiao Qing dan Xiao Bai yang kebetulan berada di jaring besi yang sama dengan Fang Ling, langsung saja membantunya untuk naik ke atas jaring.
"Tuan apakah kau tidak apa-apa ?? sepertinya kita terjebak di sini, karena tidak ada cara atau jalan untuk naik ke atas,"Kata Xiao Qing.
Jari besi berbentuk laba-laba itu terbentang di tengah-tengah ngarai tinggi, sehingga tidak ada jalan untuk naik ke atas kecuali mereka memiliki pedang atau senjata yang bisa di gunakan untuk memanjat tebing.
Tapi kebanyakan pendekar-pendekar yang ada sama sekali tidak membawa senjata apapun di tangannya, kemungkinan senjata itu terjatuh atau hancur saat mereka berada di dalam terowongan.
Setelah beberapa saat hanya dua duduk di jaring besi semua orang di kejutkan dengan kemunculan dua perempuan, yang melayang di udara sebelum jatuh ke jaring tempat Fang Ling berada.
Kedua perempuan itu adalah Yen Siulan dan Shun Jing yang berhasil selamat berkat petunjuk yang Fang Ling tinggalkan, sehingga mereka bisa sampai dalam waktu singkat.
Ketika kehadiran Shun Jing dan Yen Siulan semua pendekar laki-laki yang melihatnya langsung terpesona dengan kecantikan kedua gadis itu, akibat cadar yang menutupi wajahnya menghilang.
Walaupun begitu ingin melihat kedua gadis itu lebih dekat, mereka langsung mengurungkan niatnya saat melihat mata Shun Jing yang memancarkan hawa membunuh.
__ADS_1
Kedua gadis itu langsung terdiam melihat Fang Ling yang sedang duduk di tepian jaring besi dengan wajah terpapar sinar matahari, membuat keduanya langsung berjalan menghampiri pemuda itu.
"Fang Ling bagaimana dengan keadaan mu ? tanya Shun Jing.
"Benar, kau sangat rapuh jika tidak memiliki elemen... Tapi kau sangat hebat masih bisa bertahan,"ejek Yen Siulan walaupun dirinya sangat merindukan Fang Ling.
Fang Ling tersenyum mengejek,"Lalu apakah jika bukan karena petunjuk yang aku berikan, kau masih bisa bertahan dengan tubuh utuh ?
"Dasar, aku kan cuman bercanda,"Kata Yen Siulan sambil mengembungkan pipi, yang membuatnya terlihat menggemaskan.
Langsung saja kedua gadis itu memeluk Fang Ling membuat orang-orang yang melihatnya berdecak kesal, dengan cacian dan hinaan yang tertuju pada Fang Ling.
Xiao Bai dan Xiao Qing yang melihat Fang Ling dari tempat yang cukup jauh hanya tersenyum pahit, melihat kenyataan bahwa Fang Ling sudah memiliki dua pasangan yang sangat cantik.
Tapi kedua gadis itu tidak berkecil hati, mereka berdua bertekad untuk menjadi lebih kuat dan membawa sekte mereka menjadi terkenal.
Tidak seperti Xiao Qing dan Xiao Bai yang tidak berkecil hati melihat Fang Ling memiliki dua pasangan yang cantik, semua pendekar yang berada di atas jaring yang sama menatap Fang Ling dengan tatapan membunuh.
"Lihatlah dia, bagaimana sampah seperti dia bisa memiliki kedua gadis cantik itu,"Kata seseorang dengan tatapan yang tertuju pada Fang Ling.
"Aku juga tidak tau, tapi harus aku akuin dia memang tampan, tapi aku juga tidak terlalu buruk,"Kata lagi seorang pendekar.
Mengetahui jika semua orang sedang memperhatikan dirinya dengan tatapan membunuh, Fang Ling hanya sekedar tersenyum kecil dan meremas dada Yen Siulan yang kebetulan ada di pangkuannya.
"Makanya ganteng woy !
Ketika Fang Ling gagal fokus
__ADS_1
Bersambung....