Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pengobatan


__ADS_3

Kematian satu ketua bersamaan dengan anaknya tidak membuat sekte naga langit berduka atau berkabung atas mereka berdua.


Kehilangan satu tetua sombong tidak membuat sekte besar itu menjadi lemah, apalagi sejak awal pertarungan yang di lakukan adalah petarung murni.


Terdapat beberapa hal yang tidak di ketahui oleh orang-orang tentang pertarungan murni.


Pertarungan ini tidak hanya menggunakan kekuatan fisik, juga terdapat hal lain yaitu 'membunuh' ! membunuh di perbolehkan di dalam pertarungan ini.


Biasanya siapa saja yang membunuh seorang tetua, seseorang itu akan langsung di eksekusi namun kali ini berbeda karena menggunakan pertarungan murni sebagian alasan membunuh, hal itulah yang di pikirkan Fang Ling sejak awal agar dirinya selamat dari peraturan itu.


Setelah pertarungan itu selesai Fang Ling di bawa ke kediaman Mu yang berada di atas gunung berdekatan dengan aula utama di karenakan lukanya yang parah.


Di dalam kamar yang di sediakan oleh keluarga Mu, terlihat Fang Ling di letakan di atas kasur oleh Lang Ming yang membawanya dari arena.


Tidak berselang lama dari arah pintu Mu Tong dan Shin Hye berjalan masuk ke kamar, mereka segera menghampiri Fang Ling dengan raut wajah serius.


"Bagaimana dengan keadaannya ? apakah di mengalami penurunan kesadaran ??"


Lang Ming menghadap ke belakang,"Tetua Shin ada telah datang, mengenai hal ini aku juga tidak mengerti. Namun, walaupun aku bukan seorang tabib, sepertinya tidak mungkin manusia bisa berubah menjadi ungu,"


"Ungu ?!"Shin Hye terkejut, dia langsung memperhatikan tubuh Fang Ling yang kini berubah menjadi warna ungu dan di penuhi bintik hitam.


"Kakek, gejala ini sepertinya dia terkena racun ular weling yang dapat menghancurkan organ dalamnya jika tidak segera di selamatkan,"


Mendengar perkataan Mu Tong, Shin Hye hanya mengangguk sambil memperhatikan kondisi tubuh Fang Ling yang sudah parah.


"Benar ini adalah racun ular weling ! ambilkan aku ginseng Darah dan rumput kehidupan,"Perintah Shin Hye.


Mu Tong langsung berlari keluar kamar untuk mengambil bahan obat yang di katakan Shin Hye, Sedangkan pria sepuh itu melepaskan satu persatu pakaian Fang Ling di bagian atas.


Setelah tubuh Fang Ling setengah telanjang, terlihat bagian dadanya di penuhi luka lebam dan bengkak akibat pukulan.


Agar jantung Fang Ling tidak berhenti, Shin Hye melakukan gerakan akupuntur menggunakan jarum perak dan menancapkan jarum itu di bagian persendian.


Shin Hye memperhatikan kondisi Fang Ling sambil mengusap janggutnya.


"Huuuu...Dengan jarum ini dia akan bertahan hidup, tapi tidak akan bertahan lama karena racun ini sudah terlalu masuk ke dalam organ tubuhnya, sebentar lagi akan...


Melihat Shin Hye yang tersentak dan tidak melanjutkan perkataannya, membuat Lang Ming menjadi khawatir dengan kondisi Fang Ling.


"Akan apa tetua ? Apakah dia akan mati muda,"Lang Ming menjadi khawatir.

__ADS_1


"Jangan bercanda !" Shin Hye memukul kepala Lang Ming di sampingnya,"Racun ini sangat kuat, dan akan segera merambat ke area jantung. Jika sampai itu terjadi...Dia akan mati,"


Mata Lang Ming melebar dia menatap Fang Ling seolah-olah tidak percaya dengan perkataan Shin Hye.


Dari awal Lang Ming bersikap santai karena mengira jika keadaan Fang Ling biasa-biasa saja karena ini bukan pertama kalinya dia hampir mati.


"Separah itukah ?! Tetua, apakah kau tidak ada cara untuk menyelamatkannya,"Lang Ming menjadi sangat panik.


"Nak, apakah kau buta ? sekarang kau sedang berhadapan dengan dewa obat Shin Hye, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan ! jadi kau jangan khawatir,"


Lang Ming menatap Shin Hye dengan wajah datar,"Hei, aku ini memang buta,"


Wajah Shin Hye berubah panik,"Ah mengenai itu aku lupa, tapi mengenai Fang Ling dia akan kehilangan indra pengelihatannya untuk sementara karena racun itu sudah merusak pengelihatannya terlebih dahulu,"


"Jadi dia bakalan buta ? apakah ini mimpi,"Lang Ming terlihat sangat senang, dia memikirkan sepak terjangnya bersama Fang Ling yang akan di kenal dengan sebuah si buta pengelana.


Dari arah pintu Mu Tong masuk dengan tergesa-gesa membawa beberapa jenis obat di tangannya, kali ini dia tidak sendiri karena Mu Yang juga ikut masuk ke dalam kamar.


"Kakek ini bahan-bahan yang kau pinta, kumohon kau selamatkan dia jika tidak mau sekte ini hancur,"


Di tengah-tengah kepanikan orang-orang, hanya Mu Tong yang terlihat lebih panik karena takut kehilangan kartun As nya.


"Bicara apa kau ini, cepat bantu aku menggiling bahan-bahan ini hingga menjadi air ramuan,"Perintah Shin Hye.


Di tengah-tengah kesibukan orang-orang yang mempertahankan nyawa Fang Ling, Mu Yang terlihat cukup takut melihat tubuh Fang Ling yang babak-belur.


Setelah air ramuan sudah jadi dan di masukan ke dalam botol giok, Mu Tong segera menyerahkannya kepada Shin Hye.


Segera Shin Hye menuangkan cairan obat berwarna kehijauan itu ke dalam mulut Fang Ling. Setelah semua cairan itu habis, dia lansung meletakan kedua tangannya di dada Fang Ling untuk membantunya mencerna ramuan itu.


Dari tangannya Shin Hye menyalurkan tenaga dalam untuk mempercepat penyembuhan, hal itu membuat satu-persatu jarum akupuntur yang menancap di tubuh Fang Ling terlepas dengan sendirinya.


Luka-luka di tubuh Fang Ling mulai di regenerasi, namun kali ini jauh lebih cepat akibat dorongan dari Shin Hye yang terus menyalurkan tenaga dalam.


Uhuk uhuk uhuk


Fang Ling langsung mengambil posisi bersila dan melakukan pernafasan naga, hal itu di lakukan berulang kali hingga racun berwarna hitam di tubuhnya keluar hingga mengotori tubuhnya.


Merasa mual dengan cairan hitam di tubuh Fang Ling, Mu Yang langsung berjalan keluar sambil menutupi hidungnya.


Di atas kasur Fang Ling perlahan-lahan membuka matanya namun tidak bisa melihat apa-apa, dia tidak terkejut walaupun telah kehilangan indra pengelihatannya karena ini hanya bersifat sementara.

__ADS_1


"Selamat datang kembali saudara ! bagaimana ? apakah kau senang karena sudah menjadi buta,"Lang Ming memukul punggung Fang Ling.


"Aku bingung, darimana letak kesenangannya,"Fang Ling menoleh ke arah samping, tepatnya ke arah Shin Hye namun kurang akurat.


"Terimakasih tetua sudah mau menolong junior, jika tidak ada anda, mungkin saja saya akan mati,"Fang Ling memberi hormat kepada pria sepuh itu.


Melihat reaksi Fang Ling yang biasa-biasa saja setelah kehilangan pengelihatannya, cukup membuat Shin Hye keheranan dengannya.


"Kau baru saja kehilangan pengelihatan mu, apakah kau tidak merasa panik atau mengutuk nasib mu ??"Tanya Shin Hye.


"Panik ? kenapa aku harus panik, melihat dunia ini hanya akan menimbulkan rasa muak dan jijik,"Fang Ling bangkit berdiri, seolah dia dapat melihat.


"Ah...Jika itu menurut mu baiklah, mata mu akan kembali normal setelah beberapa bulan karena butuh waktu bagi syaraf mu untuk kembali normal,"Ujar Shin Hye.


Fang Ling hanya mengangguk. Dia mengambil pakaiannya di atas meja dan berjalan keluar kamar seperti biasa.


Wajah Shin Hye dan Mu Tong menegang melihat pemandangan langkah itu, paling tidak Fang Ling membutuhkan waktu satu tahun untuk beradaptasi dengan indranya yang lain.


Tapi hal itu sepertinya tidak berlaku bagi Fang Ling, dia bisa mengandalkan semua indranya untuk menentukan arah, letak benda dan sebagainya.


Menyadari keterkejutan kedua pria itu membuat Lang Ming yang masih berada di tempat itu tersenyum kecil.


"Jangan terkejut, dia itu temanku yang sangat misterius, aku juga tidak menyangka jika dia memiliki pendengaran tajam seperti milik ku,"


Begitu sudah mengucapkan terimakasih kepada Shin Hye dan Mu Tong, Lang Ming berjalan menyusul Fang Ling dengan memegangi tongkatnya.


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung


__ADS_2