Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Matahari terbenam


__ADS_3

Bruuuk


Punggung Fang ling terjatuh membentur dahan pohon hingga mengeluarkan suara Retakan tulang, akibat menahan tubuh Su Yulan yang lumayan berat di bagian dadanya.


"apakah kau tidak apa-apa nona ? Wajah Fang ling di himpit kedua dada Su Yulan, membuatnya tidak dapat berbicara dengan benar. Sedangkan Su Yulan yang Barus menyadari Wajah Fang ling di himpit dadanya memukul wajah Fang ling dengan kuat.


"apa yang Sedang kau lakukan ! kau melecehkan ku. aku akan mengadukan ini kepada ayah," Su Yulan memukul wajah Fang ling hingga membuat suara Retakan pada dahan pohon yang menopang tubuh mereka berdua.


"Jangan banyak bergerak nona atau kita akan jatuh..." Tidak lama mengatakan itu, dahan yang menopang mereka patah. hingga membuat keduanya terjatuh bebas dari pinggiran tebing.


"aaaaaa ! kita jatuh," Su Yulan menjerit keras sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, karena takut melihat ke bawah..


Fang ling mencoba untuk tenang dengan memeluk kuat pinggang Su Yulan agar tidak terjatuh terlalu cepat. Tanpa mengaktifkan Jubah tempur nya. Fang ling menumbuhkan keempat sayap nya dan terbang kembali ke atas, namun tidak ke altar naga.


"nona jangan takut, bukalah mata mu," kata Fang ling dengan pandangan fokus ke arah depan, karena sedang mengendalikan kecepatannya agar tidak terlalu cepat agar Su Yulan tidak ketakutan.


Dengan ragu-ragu, Su Yulan membuka kedua matanya dan menyadari jika dirinya sedang terbang bebas bersama Fang ling. Dengan tatapan senang, Su Yulan memperhatikan burung-burung yang terbang cukup dekat dengan mereka.


"apakah kau senang nona ? fang ling terbang lebih tinggi hingga terbang di antara awan, dengan kecepatan pelan agar bisa menikmati itu untuk waktu yang lama.


"Aku sangat senang," Su Yulan mencoba menyentuh awan-awan yang ada di sekitarnya yang terasa sangatlah lembut. Mata Su Yulan berkaca-kaca melihat pemandangan indah di antara awan bersama Fang ling.


"kau sangat aneh... bukankah nona berumur lima belas tahun, tapi kenapa terlihat baru pertama kali terbang di antara awan ? kata Fang ling sedikit bingung melihat Su Yulan yang begitu senang hanya dengan terbang di antara awan. di mana hal itu sudah sering di lakukannya.


"ak-aku takut ketinggian dan tidak bisa bergerak leluasa dengan kedua sayap ku," kata Su Yulan dengan terbata-bata karena malu untuk mengakui hak itu kepada Fang ling.

__ADS_1


"Aku akan melatih mu...Sekarang coba kau buka sayap mu lebar-lebar," Fang ling sedikit melonggarkan pelukannya, agar sayap Su Yulan tidak terlipat di antara tubuhnya.


Su Yulan nampak kesulitan saat mencoba untuk membuka kedua sayapnya, hingga beberapa saat di butuhkan nya. hanya untuk merentang kedua sayapnya yang mempunyai warna Hitam dan Merah, mewakili kedua elemennya yang berupa kegelapan dan api mutasi.


Fang ling melepaskan pelukannya, membuat Su Yulan yang belum siap untuk ha itu menjerit dengan tubuh Terjatuh dengan cepat. Fang ling mencoba untuk sedekat mungkin dengan Su Yulan, hingga wajahnya dan wajah Su Yulan berada sangat dekat.


"Tatap mata ku, kau hanya perlu mengepakkan kedua sayap mu," kata Fang ling dengan wajah yang sangat dekat dengan Su Yulan, hingga hidung keduanya bersentuhan.


Jarak yang terlalu dekat, membuat Su Yulan menjadi semakin panik karena ledakan rasa malu yang begitu besar. hingga pandangannya Menjadi buram, seolah matanya berputar. karena Fang ling yng begitu dekat dengannya.


Buuuk


Su Yulan tidak sengaja memukul wajah Fang ling karena merasa sangat malu, hingga membuatnya hampir tidak sadarkan diri dengan hidung yang mengeluarkan darah.


"maaf, aku tidak terbiasa terlalu dekat dengan orang yang aku sukai," Su Yulan menutup mulutnya, karena secara tidak langsung dirinya sudah mengatakan perasaannya kepada Fang ling.


Fang ling yang mendengar dengan jelas apa yang di katakan Su Yulan hanya tersenyum cerah, dengan terbang kembali ke dekat Su Yulan yang terus terjatuh dengan posisi terbalik.


"Gerakan kedua sayap mu secara perlahan," kata Fang ling mencoba memberikan instruksi kepada Su Yulan yang nampak sudah cukup tenang.


Mencoba mengikuti apa yang di katakan Fang ling, Su Yulan menggerakkan kedua sayapnya perlahan hingga dirinya berhasil menggerakkan kedua sayapnya dengan leluasa.


"Sekarang coba kau putar tubuh mu dan kepak kuat kedua sayap mu," kata Fang ling yang masih terbang di samping Su Yulan.


Su Yulan memutar tubuhnya dan mengepak kuat kedua sayapnya, hingga membuatnya terbang kembali ke atas dengan kecepatan tinggi. Dari belakang, Fang ling menyusul Su Yulan yang mulai mengerti dengan cara kerja kedua sayap nya.

__ADS_1


"Jika Ingin berbelok dan menukik ataupun naik...kau hanya perlu mengontrolnya dengan gerakan tubuh dan kamu hanya perlu mengepak kuat sayap mu jika ingin terbang lebih cepat," Jelas Fang ling.


Su Yulan mencoba semua yang di katakan Fang ling dan berhasil menguasai ketakutannya dengan mahir mengendalikan kedua sayapnya. Su Yulan dan Fang ling terbang bersama di atas awan hingga mereka tertawa senang mengingat kejadian yang menimpa mereka.


"nona apakah kau ingin melihat matahari terbenam ? fang ling menatap Su Yulan di sampingnya sambil tersenyum lembut ke arah gadis itu.


"Apakah tempat nya jauh ? bukankah kita harus segera kembali... karena seharusnya hari ini kita melakukan perjalanan," Su Yulan nampak sedikit ragu walaupun sebenarnya dia sangat ingin menerima ajakan Fang ling.


"Bukankah masih bisa di lakukan besok, kau harus banyak melihat pemandangan di Sekte pedang bambu... karena kau baru saja datang Sahari yang lalu," Kata Fang ling membuat Su Yulan yang awalnya sedikit ragu, menerima ajakan Fang ling.


Fang ling berencana mengajak, Su Yulan untuk melihat matahari terbenam di sekitar sungai dan terletak di bagian barat. Sehingga akan sangat Bagus, jika melihat dari tempat yang merupakan Padang rumput tersebut.


Seingat nya, Fang ling sangat sering pergi ketempat itu pada kehidupan pertamanya. hanya sekedar untuk melepaskan kesedihannya dari semua masalah ataupun bolos dari pelatihan.


Setelah terbang beberapa saat, mereka berdua sampai di tempat yang di maksud. dimana tempat itu merupakan Padang rumput ilalang dan di hadapkan dengan sungai yang terlihat seperti emas karena pantulan dari cahaya matahari.


Fang ling dan Su Yulan Turun di tepian sungai untuk menikmati matahari yang nampak mulai terbenam, seolah sedang tenggelam ke dalam sungai di hadapan mereka.


Dengan tatapan kagum, Su Yulan tidak mengedipkan matanya melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Sedangkan Fang ling yang berada di sampingnya, juga ikut melihat dengan wajah terpukau seolah sedang mengingat sesuatu yang hilang di dalam dirinya.


"Terimakasih sudah membawa ku kesini," Su Yulan menggegam tangan Fang ling, membuat Fang ling yang sedikit terkejut Tersenyum lembut dengan ikut menggegam tangan Su Yulan.



Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2