Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Tiga pedang legendaris


__ADS_3

Setelah memasuki kamar penginapan Shun Jing berusaha untuk tetap tenang walaupun dengan nafas memburu, karena ledakan malu yang begitu besar.


"Kau mau membawa ku kemana ?! lepaskan aku sekarang,"kata Shun Jing sambil berusaha untuk lepas dari gendongan Fang ling.


Seolah tidak mendengar apa yang di katakan Shun Jing, Fang ling terus melangkah memasuki salah satu ruangan.


Ruangan yang di masuki Fang ling merupakan kamar satu-satunya di dalam penginapan itu dan terlihat begitu mewah dengan kasur terbuat dari sutra Berwarna putih, dengan diameter cukup lebar.


Semenjak memasuki kamar, Shun Jing terlihat tambah panik sambil sesekali mengigit bahu Fang ling dengan cukup kuat, namun tidak membuatnya sampai terluka.


"Ja-jangan aku belum siap, tunggu aaaa ! Shun Jing berteriak cukup keras saat Fang ling menurunkan tubuhnya di atas kasur.


Melihat Shun Jing yang malu-malu membuat Fang ling begitu terkejut, namun dirinya tidak berniat melakukan hal itu dan hanya ingin menggodanya sebelum makan malam bersama.


"Eh kenapa kau menutup wajah mu ?! fang ling tidak dapat menyembunyikan kebingungannya, saat melihat Shun Jing sedang menutupi wajahnya dengan telapak tangan dengan posisi tubuh terlentang.


"Tolong lakukan dengan pelan,"kata Shun Jing membuat Fang ling bertambah bingung dengan situasi yang di alami keduanya yang terasa sangat canggung.


Di saat Shun Jing merasa sangatlah canggung, Fang ling hanya tersenyum kecil karena sudah mengerti apa yang sedang di pikirkan gadis di hadapannya.


Dengan lembut Fang ling menimpa tubuh Shun Jing dari atas dan memeluknya dengan lembut sambil sesekali mencium pipinya karena merasa sangat gemas.


"Dasar bodoh, apa yang sedang kau pikirkan...aku hanya ingin memelukmu karena merasa hawa begitu dingin,"Kata Fang ling dengan kepada Bersender di dada Shun Jing, hingga dirinya bisa merasakan detak jantung Shun Jing yang begitu cepat.


Mendengar apa yang di katakan Fang ling, sebuah asap putih keluar dari kedua telinga Shun Jing karena sudah salah sangka dengan sikap Fang ling yang begitu manja.


Dengan wajah memerah karena sudah berpikiran yang tidak-tidak, Shun Jing menatap keluar jendela dan melihat langit begitu mendung yang menandakan akan kedatangan badai cukup besar.


"Sepertinya,badai besar akan datang malam ini...eh, Kenapa tubuh mu begitu dingin," Shun Jing merasa terkejut dengan suhu tubuh Fang ling yang tiba-tiba berubah drastis dan begitu dingin.

__ADS_1


Fang ling yang terlihat sangat lemas hanya memutar kepadanya di belahan dada Shun Jing dan dapat mencium aroma yang begitu wangi di sana.


"Aku memiliki elemen es tingkat Suci atau bisa di katakan kesempurnaan... akibatnya, tubuh ku akan mengeluarkan hawa dingin dengan sendirinya, karena berkontak langsung dengan cuaca," Jelas Fang ling dengan nada sedikit lemas.


Shun Jing yang melihat Fang ling begitu manja dengannya, hanya merasa sangat senang dan membiarkan Fang ling berbuat semaunya dengan tubuhnya.


"apakah kau merasa sangat dingin ? tanya Shun Jing sambil mengusap kepala Fang ling dengan lembut.


Dengan lemas Fang ling mengangkat tangan kirinya yang mengeluarkan hawa dingin yang begitu kuat, hingga membuat ruangan itu hampir membeku.


"Jika kau menanyakan dingin atau tidak, aku akan menjawab sangat dingin bukanlah kata yang cocok untuk menjelaskan apa yang aku rasakan... karena dingin yang kalian rasakan sangat berbeda dengan dingin yang aku rasakan," Jelas Fang ling.


Dengan tatapan sedih Shun Jing dapat merasakan sebuah kesedihan yang mendalam di perkataan Fang ling, walaupun dirinya sendiri tidak tau apa yang di rasakan Fang ling.


Melihat Fang ling yang begitu lemas membuat Shun Jing merasa sangat terluka, dirinya berharap jika kesedihan Fang ling bisa di bagi berdua dengannya.


"Tidurlah sebentar jika sudah waktunya makan malam, aku akan membangunkan mu," Shun Jing mengusap kepala Fang ling sambil menyanyikan sebuah lagu yang di hapal nya saat masih kecil.


Alam bawah sadar Fang ling adalah sebuah Padang rumput pendek yang sangat hijau dengan sebuah pohon persik berukuran besar.


Pohon persik tersebut adalah satu-satunya pohon yang berada di dalam alam bawah sadar miliknya, hanya pohon tersebut yang menjadi sebuah oasis yang begitu indah di tengah Padang rumput.


Dengan tatapan mata yang tertuju pada dataran di hadapannya, Fang ling merasakan energi yang begitu besar di sekitarnya.


Setelah beberapa saat mencari, dirinya menemukan ketiga pedang miliknya sedang tersegel di dalam sebuah kristal.


Fang ling Berlari dan berhenti tepat di depan ketiga Pedang legendaris miliknya dan segera berkata,"Naga es apakah kau mendengar ku ?! naga api ?! naga kegelapan ?! bangunlah aku tuan mu,"


"Kalian bertiga apakah kalian bisa mendengar ku ?! Jika bisa, berikan sebuah balasan dengan apapun caranya," Fang ling memukul kristal yang menyegel ketiga pedangnya dengan tangan kosong, hingga membuat tangannya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Dara yang menetes dari tangan Fang ling tidak sengaja mengenai kristal yang menyegel ketiga pedangnya, hingga beberapa kali mengeluarkan ledakan cahaya putih.


"Kalian bertiga bangunlah ! ini perintah, kalian harus kembali bangkit bersama ku,"


Walaupun sempat terpental menghempas tanah karena ledakan cahaya putih yang keluar dari kristal di hadapannya, Fang ling kembali bangkit berdiri dan memukuli kristal tersebut untuk mengeluarkan ketiga pedangnya.


Untuk kedua kalinya Fang ling terpental semakin jauh hingga membuat kedua pergelangan tangannya patah, namun dengan cepat kembali seperti semula.


Dengan kuat Fang ling kembali memukul kristal tersebut hingga dirinya kembali terpental Semakin jauh dengan tulang punggung patah dan remuk.


Luka yang di alami Fang ling tidak akan membuat tubuh aslinya juga ikut Terluka, sehingga separah apapun dirinya terluka di alam bawah sadarnya, tubuh aslinya tidak akan terkena efek apapun.


Dengan gigih dan keras kepala, Fang ling kembali bangkit puluhan dan ratusan kali, hingga dirinya kembali bangkit dengan kedua tangan hancur.


Dengan gerakan lembut Fang ling melakukan gerakan legendaris miliknya, hingga seekor naga putih keluar dari tato di tangan kirinya.


Naga putih itu bergerak mengikuti tangan Fang ling dengan ukuran yang semakin membesar dan hawa yang semakin mengerikan.


Setelah naga putih tersebut sudah berukuran sebesar gunung, Fang ling menatap Kristal di hadapannya dengan tatapan tajam.


"Rozan Shou Ryu ha !!!


Dengan kuat Fang ling melepaskan pukulannya, membuat naga putih itu melesat cepat ke arah kristal di hadapannya dan berhasil mengenai kristal tersebut dengan telak.


Gelombang dahsyat tercipta dari benturan energi Fang ling dan kristal tersebut beberapa saat, hingga kristal itu hancur berkeping.


Tiga cahaya berwarna biru, merah dan hitam perlahan-lahan membesar, hingga di hadapan Fang ling berdiri tiga ekor naga berukuran lebih besar dari langit.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2