
Dengan keadaan yang tidak bisa berbuat apa-apa, Lang Ming membuka sedikit matanya untuk memperhatikan keadaan sekitar.
Terlihat di ruangan besar itu di penuhi dengan penjara besi, di dalamnya terdapat banyak anak kecil dari laki-laki dan perempuan namun korban yang paling banyak adalah perempuan muda berusia 16 tahun ke atas.
Satu penjara di tempati oleh dua sampai tiga orang, mereka semua nampak tertekan dan memiliki tekanan mental di lihat dari pandangan putus asa dan kekosongan yang terpancar dari mata korban-korban tersebut.
"Ah, kenapa gelap sekali..."Fang Ling menutup dan kembali membuka matanya, ajaib tiba-tiba matanya yang berwarna silver berubah menjadi hijau terang yang sangat indah.
Ternyata sejak awal Lang Ming memang sengaja buta dan bisa mengembalikan kedua matanya sesuai keinginannya sama seperti Fang Ling.
Memang benar Lang Ming terlihat dengan keadaan buta namun tidak ada yang tidak mungkin bagi pendekar hebat, sudah sejak lama ia tidak melihat dan sekarang dia sedikit menyesal karena sudah kembali dapat melihat.
"Pemandangan ini begitu familiar, sangat mirip dengan saat itu...Ya, sejak saat itu aku memang sengaja bersumpah untuk tidak lagi melihat dunia kotor ini."Gumam Lang Ming di dalam hatinya, ia nampak masih saja melihat ke arah semua korban di dalam penjara dengan perasaan dendam dan juga kasihan.
Dua orang yang menyeret Lang Ming berhenti di depan sebuah penjara, penjara ini berada di bagian paling dalam tempat itu dan bersebelahan dengan dinding berlumut dari bangunan ini.
"Kau bukalah penjara ini, aku akan menopang orang ini."Kata seorang pria berbadan kekar dan besar dengan nada memerintah.
"Huuu...Kenapa kau berbicara seolah-olah kaulah yang memberikan ku uang ?? jangan berpikir aku takut denganmu."Satu orang pria lainnya nampak kesal karena di perintah, meskipun memiliki tubuh yang tidak terlalu besar ia nampak tidak takut sama sekali dengan pria besar sebelumnya.
Dengan rasa marah pria berbadan sedikit lebih kecil membuka pintu penjara di hadapannya dengan menggunakan kunci, setelah terbuka Lang Ming langsung di lempar ke dalam penjara.
"Perkerjaan kita sudah selesai, jangan lupa menutup pintu itu sebelum kau kembali ke pos...Jika tidak kau tau kan aku akan melakukan apa,"Pria berbadan besar nampak menatap temannya dengan pandangan mendominasi.
"Kau ini...aku sudah cukup sabar dengan tingkah mu namun sepertinya kau terlalu meremehkan ku. Kau ingatkan, aku jauh lebih di percaya pemimpin dari pengetahuan mu."Pria berbadan tidak terlalu besar nampak tidak gentar, malahan dia berbalik menatap temannya dengan pandangan tajam.
Chu
__ADS_1
Merasa sudah dirugikan pria berbadan besar meludahi wajah temanya, namun hal selanjutnya benar-benar sangat mengejutkan. Dengan mudah pria berbadan lebih kecil dapat melumpuhkan pria sebenarnya, ia juga tidak segan-segan membunuh pria itu dan menyeretnya keluar begitu dia sudah mati.
Di dalam sel Lang Ming tersenyum puas melihat pertengkaran tadi."Kita memang tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya, lihatlah dia di bunuh oleh yang lebih kecil bahkan tidak sampai lima menit."Batin Lang Ming, sambil tertawa pelan membuatnya terlihat menyeramkan.
_______________________________
Sementara itu si tampan sudah berada di kota perbatasan, dia langsung di sambut oleh pemandangan yang sangat melelahkan karena sepanjang jalan banyak anak kecil bermain.
"Anak kecil !!! apa tidak ada jalan lain di tempat ini ?"Gumam Fang Ling di dalam hatinya, ia masih takut dengan anak kecil namun tidak ada jalan lain untuk pergi ke dermaga karena itulah dia terpaksa tetap melanjutkan perjalanannya.
Dengan wajah pucat sekaligus di penuhi keringat, Fang Ling berjalan pelan-pelan melewati kerumunan anak kecil yang nampak sangat asik bermain.
Tiba-tiba dari belakang seorang anak kecil bertubuh loli dengan wajah bulat menarik syal Fang Ling."Tuan, apa kau punya permen ??"
Jantung Fang Ling seakan ingin berhenti, tiba-tiba doa teringat hampir berjumpa dengan Martin saat seorang anak kecil secara diam-diam menusuk jantungnya pada kehidupan pertama.
"Aku mencium aroma manis di sana, temanku mungkin juga menyukainya...Jika tuan tidak mau memberikan itu, maka aku akan tetap mengganggumu."Kata bocah perempuan tersebut sambil menarik-narik syal Fang Ling dan menghisap ujung telunjuknya.
Ternyata di depan ada seorang pria penjual manisan apel, mau tidak mau Fang Ling berbalik kebelakang dia tidak menyangka jika pembunuh berdarah dingin seperti dirinya takut dengan anak kecil yang tidak berdaya.
"Paman akan membelinya, namun kau harus berjanji untuk tidak mengganggu paman setelah ini,"Kata Fang Ling dengan leher tercekik karena syalnya masih saja di tarik bocah perempuan yang kini berdiri di hadapannya.
Anak kecil itu termenung untuk sesaat, kemudian Ia menunjuk wajah Fang Ling."Kau sangat tampan, sudah kuputuskan untuk menikahi paman, masalah peremen aku sudah tidak menginginkannya."
"Apa-apaan bocah ini, kenapa dia berbicara seenaknya saja."Batin Fang Ling, sambil tersenyum canggung.
"Aku tidak di jual, bagaimana aku memberikan dua permen apel kepadamu ?"
__ADS_1
Bocah perempuan itu nampak bersemangat,"Benarkah !!
Fang Ling mengangguk kecil sambil tersenyum.
kemudian diapun berjalan ke arah penjual permen apel yang tidak jauh didepan, dengan bocah perempuan yang masih mengikutinya dari belakang namun kali ini dengan beberapa temannya.
"Tuan berikan masing-masing anak ini satu manisan, dan bagi anak itu berikan dia dua."Kata Fang Ling seraya menunjuk satu persatu anak kecil yang nampak berdiri memandangi permen apel sambil meneteskan air liur.
Kedatangan Fang Ling benar-benar membuat penjual itu sangat senang, diapun menuruti perkataan Fang Ling dan memberikan satu persatu manisan apel kepada anak kecil itu dan memberikan dua manisan apel pada gadis kecil sebelumnya.
Semua anak kecil itu terlihat sangat senang, merekapun mengucapkan terimakasih kepada Fang Ling sebelum kembali ke pangkuan ibu mereka yang sudah datang menjemput karena mata hari sudah mulai tenggelam saat itu.
"Ibu-ibu, paman itu memberikan kami manisan ini. Dia sangat baik dan sangat-sangat tampan."
Bocah perempuan sebelumnya berkata kepada sang ibu yang terlihat berpenampilan Mil* begitu juga dengan ibu teman-temannya.
Semua ibu-ibu itu menatap ke arah Fang Ling, mereka sekilas dapat melihat wajah tampan Fang Ling yang sangat menyilaukan. Sementara Fang Ling nampak ketakutan, dia buru-buru mengeluarkan lima koin emas tanpa sepengetahuan orang.
Dengan keringat yang tidak berhenti menetes Fang Ling menatap penjual di depan, penjual itu adalah seorang pria paruh baya.
"Pa-paman berapa semuanya, aku akan bayar dengan lima koin emas ini."Fang Ling menjulurkan tangannya untuk menyerahkan lima koin emas kepada pedagang di hadapannya.
Wajah paman penjual itu berubah merah,"De-dengan uang sebanyak ini, tuan bisa membeli saya."Kata penjual itu dengan perkataan nyeleneh.
"Pa-paman ingat jati dirimu sendiri, ini ambil semuanya selamat tinggal."Fang Ling buru-buru memberikan lima koin emas kepada penjual itu dan langsung berlari menuju dermaga sebelum malam hari.
__ADS_1
Bersambung.....