
Hal buruk yang di pikirkan Fang Ling terjadi, badai pasir yang menerjang mereka hanya berlangsung sebentar namun dari dalam pasir keluar sebuah ekor hitam seperti pengail dengan ukuran yang sangat besar.
Ekor lainpun bermunculan dan di susul dengan kemunculan tiga ekor siluman kalajengking dari dalam pasir, terlihat ketiga siluman itu mengelilingi rombongan Fang Ling dengan ukuran yang setara dengan bentuk suci Ah Bai.
Menyadari hal itu Fang Ling berdecak kesal ia memberikan isyarat kepada Xiao Bai dan Xiao Qing agar tidak melakukan gerakan mencolok, Fang'Ling menyentuh kaki Ah Bai untuk memberinya perintah bersiap untuk berlari sekencang-kencangnya.
"Ah Bai sekarang !!!
Dengan cepat Ah Bai berlari sekencang-kencang nya hingga tidak sengaja meninggalkan Fang Ling, Xiao Qing dan Xiao Bai yang belum sempat menaiki tubuhnya yang setinggi sepuluh kaki, melihat Ah Bai terus berlari seperti tidak sadar sudah meninggalkan teman-temannya Fang Ling hanya menatapnya datar.
"Si sialan itu memang tidak bisa di harap, dia malah lari dan meninggalkan kami di tempat seperti ini...."Belum sempat melanjutkan perkataannya Fang Ling terpental akibat di hantam ekor dari kalajengking yang berada di belakangnya, alhasil Fang Ling tersungkur menabrak pasir dengan kepala yang mendarat terlebih dahulu.
"Tuan apakah kau tidak apa-apa, apakah kau membutuhkan bantuan,"Walaupun perempuan Xiao Qing dan Xiao Bai terlihat tidak takut untuk menghadapi ketiga kalajengking yang mengelilinginya.
Sedangkan Fang Ling yang terbaring di atas pasir hanya mengacuhkan jempolnya dengan wajah di penuhi pasir, dia kembali bangkit dengan mata memerah karena emosi yang meluap-luap.
"Langkah angin, bentuk kesempurnaan tapak penghancur langit Holow langit penghancur !!!
Secara tiba-tiba Fang Ling menghilang dari tempatnya berbaring, kini dia berada di depan Xiao Qing dan Xiao Bai dengan tubuh mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat, Fang Ling melakukan gerakan melompat terlihat telapak tangan kanannya mengumpulkan energi kemerahan dan saat sudah terkumpul Fang Ling menghempas energi itu ke satu kalajengking di depannya.
Energi yang di keluarkan Fang Ling berbentuk tapak tangan dan menghantam tubuh seekor kalajengking dan menciptakan sebuah ledakan hebat begitu gelombang tapak mengenai sasaran, kalajengking itu tersungkur tidak sadarkan diri di area pasir berbentuk telapak tangan.
Melihat satu temannya tumbang, dua kalajengking yang lain menyerang Fang Ling bersamaan dengan ekor yang mempunyai racun di ujungnya, karena Fang Ling berada di udara dia tidak dapat menghindari semua serangan yang datang alhasil satu serangan mengenai dadanya hingga membuatnya terpental menghantam pasir.
"Kenapa aku selalu di keroyok, apakah aku sebegitu kuatnya hingga selalu melawan lawan yang selalu mempunyai jumlah lebih banyak dari ku,"Gerutu Fang Ling yang masih terbaring dengan keadaan dada terbelah ke samping, hingga mengeluarkan darah kehitaman dari racun kalajengking.
"Tuan, se-sepertinya ini bukan saatnya untuk mengeluh sebaiknya kau lihat, kalajengking yang kau serang kembali terbangun,"Ucap Xiao Qing dengan mata melebar begitu melihat kalajengking yang di serang Fang Ling dengan seni tapak mulai kembali bangkit.
__ADS_1
Tidak mau diam saja melihat Fang Ling bertarung sendirian dan terus berakhir dengan tubuh babak-belur, Xiao Qing dan Xiao Bai ikut bertarung dengan mengeluarkan senjata khas dari sekte mereka yang berbentuk sabit berukuran sedang dengan di ikat rantai panjang.
"Rantai nebula !!
Xiao Qing dan Xiao Bai mengambil satu lawan yang berbeda sehingga mereka dapat mengalahkan ketiga kalajengking itu dengan cepat, dengan cepat Xiao Qing mengayunkan senjatanya ke kepala kalajengking di hadapannya namun di luar dugaan, saat sabit tajam di ujung rantai mengenai kepala kalajengking itu sabit tersebut malam terpantul.
Walaupun begitu sebenarnya senjata milik Xiao Qing dan Xiao Bai sangatlah berbahaya, jika saja dia masih memiliki elemen api maka dia akan menggabungkan elemen itu dengan senjatanya, alhasil hampir semua yang ada dapat mereka hancurkan.
Tidak mau menyerahkan dengan ke adaan Xiao Qing melompat tinggi dan mengayunkan senjata rantainya hingga membelit bagian kepala kalajengking, dengan sekuat tenaga Xiao Qing mencoba menarik senjatanya untuk memenggal kepala siluman itu.
Namun karena kekuatan kalajengking yang lebih besar dari Xiao Qing dengan mudah ia berbalik menarik tubuh Xiao Qing hingga terpental ke udara dan menghantam tanah, hal yang sama terjadi pada Xiao Bai terlihat dia kesulitan saat mencoba menyerang kalajengking di depannya, walaupun senjatanya sempat mengenai tubuh siluman itu tetap saja serangan itu tidak melukainya.
Dari belakang dengan licik satu siluman kalajengking mencoba menyerang Xiao Bai dari belakang, namun tidak berlangsung lama siluman itu terpental begitu menerima pukulan dari Fang Ling, setelah jumlah imbang Fang Ling dan ketiga temannya berusaha untuk membunuh masing-masing siluman yang menjadi lawan mereka.
"Rantai pengikat !!
Terlihat dengan mengandalkan seni tapak Fang Ling menghadapai lawanya dengan gerakan yang sangat gesit dia menyerang dan memukul tubuh kalajengking jika memiliki kesempatan, begitu mendapat celah besar di bagian kepala kalajengking, Fang Ling mengumpulkan energi kemerahan dan memukul kepala kalajengking itu hingga tersungkur.
Tidak berhenti di situ Fang Ling memukul dan menendang seluruh bagian tubuh kalajengking, dia baru berhenti setelah tubuhnya mulai kaku dan susah di gerakan akibat racun kalajengking yang ada di dalam tubuhnya.
Dengan sigap Fang Ling melompat mundur dengan nafas terputus-putus, dia memperhatikan keadaan Xiao Qing dan Xiao Bai yang tidak menguntungkan terlihat keduanya berkali-kali menghantam pasir begitu mencoba menyerang lawannya.
"Tubuh sekeras itu tidak mungkin bagi senjata di tingkat normal untuk menembus kulit kalajengking yang sangat keras, aku membutuhkan senjata yang cukup kuat minimal bisa menghancurkan kulit keras siluman itu,"
Di tengah-tengah berpikir keras Fang Ling tidak sengaja melihat hewan berjenis siluman harimau bertaring panjang tergeletak mati dan hanya menyisakan tulang-tulangnya saja, sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat dia dengan sigap melompat ke tempat itu dan mengambil dua taring siluman yang mati untuk di jadikan senjata.
Dengan mengandalkan keberuntungan Fang Ling melompat dan menghunuskan dua taring di tangannya ke kepala kalajengking yang masih tersungkur akibat pukulan penghancur, akibatnya taring itu mampu menghancurkan kulit keras milik siluman kalajengking.
__ADS_1
Terlihat setelah kulit keras yang menutupi bagian kepalanya hancur terdapat daging berwarna kemerahan, seketika air liur Fang Ling menetes begitu melihatnya dia dengan cepat menghunus kepala siluman itu dengan kedua senjatanya, alhasil setelah kulit kerasnya hancur dengan mudah siluman itu mati.
Setelah siluman itu mati Fang Ling membalik tubuhnya dan segera mengoyak bagian perut dari siluman itu menggunakan kedua senjatanya, Setelah terbuka lebar Fang ling memasukkan tangannya dan mengeluarkan sebuah kristal hitam dari dalam perut siluman kalajengking yang di bunuh nya.
Dengan sigap karena ingin segera membantu Xiao Qing dan Xiao Bai, Fang Ling menelan kristal itu dan langsung menyerap energinya hingga habis tidak tersisa, terlihat luka besar di bagian dadanya mulai menutup dengan racun yang hilang keseluruhannya.
"Menu makanan malam ini adalah rebus kalajengking, aku sudah tidak sabar untuk memakannya,"kata Fang Ling lantang sambil tersenyum ala-ala psikopat.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
__ADS_1
Bersambung.....