
Dari dalam air cahaya kemerahan keluar dari dua cakram di pergelangan tangan Fang Ling, dia menggunakan kemampuan pusaran badai untuk melepaskan diri dari cengkraman tentakel Kraken.
Tidak berhenti di situ Fang Ling merasa belum puas memotong satu tentakel Kraken itu karena sudah membuat Ah Bai tenggelam, dia memutar tubuhnya dan membuat sebuah pusaran air panas yang membakar beberapa tentakel kraken.
Grooooo
Walapun seluruh tubuh Kraken itu tidak nampak jelas, dapat di simpulkan jika ukurannya sangatlah besar dan tentakel yang di potong Fang Ling adalah bagian teramat kecil dari tubuh Kraken.
Akibat air yang menjadi panas di sekitar tubuhnya Kraken itu berenang menjauh memberikan waktu kepada Fang Ling untuk segera menyelamatkan Ah Bai yang sudah tidak sadarkan diri.
Terlihat tubuh Ah Bai kini mulai tenggelam ke dasar danau, dengan cepat Fang Ling berenang menyusulnya dan langsung meraih dan memeluk tubuh Ah Bai begitu berada dalam jarak jangkauannya.
Agar Ah Bai tidak kehabisan oksigen Fang Ling menyerahkan oksigennya kepada Ah Bai melewati mulut, setelah itu Fang Ling berenang cepat ke atas permukaan sebelum monster Kraken kembali.
Saat akan keluar dari air kaki Fang Ling kembali di tarik sesuatu, dengan sekuat tenaga Fang Ling mendorong tubuh Ah Bai naik ke atas hingga sesuatu membawanya pergi.
"Tidak Ah Bai !!
Dengan sekuat tenaga Fang Ling hendak meraih tangan Ah Bai sebelum tubuhnya di tarik oleh sesuatu seperti burung, namun kaki Fang Ling yang di tarik monster Kraken membuatnya kembali masuk ke dalam air.
"Graaaaaa !! Sialan kau !!
Dengan gerakan cepat seolah sedang berada di udara kosong, Fang Ling mencabit-cabit puluhan tentakel yang hendak mengikatnya dengan menggunakan dua cakram.
"Cakram api serangan bertubi-tubi !!
Fang Ling menciptakan ratusan cakram api dan melemparkan satu persatu cakram itu ke bagian tengah tubuh Kraken walaupun tidak terlihat, beberapa serangan Fang Ling berhasil mengenainya.
Amarah Fang Ling semakin memuncak kepada Kraken yang memisahkannya dengan Ah Bai, dia mengeluarkan hawa panas dari tubuhnya hingga membuat air danau itu mendidih.
Di atas daratan tepatnya di tepian danau ratusan orang terlihat panik di tambah kebingungan begitu melihat air danau itu menggelegak.
Terlihat Ah Bai di bawa seekor burung elang api yang menyelamatkannya dan membawa tubuh Ah Bai ke tempat seorang pria muda buta yang duduk di bawah pohon di tepi danau.
Elang api itu memekik keras dan mendarat tepat di hadapan pria buta, elang itupun meletakan tubuh Ah Bai di hadapan pemuda tersebut dengan keadaan pingsan.
Pemuda buta itu meraih tongkat kayunya dan menekan perut Ah Bai cukup kuat hingga membuatnya memutahkan air danau, secara spontan diapun langsung sadar dengan keadaan terbatuk-batuk.
"Uhk houek, Fang Ling !! Mata Ah Bai melebar dia langsung bangkit berdiri dan berlari ke pinggir danau hendak kembali menyusul Fang Ling.
Namun sebelum sempat Ah Bai melompat pemuda buta yang menolongnya tiba-tiba berada di belakangnya dan menghentikan Ah Bai dengan menarik tangannya.
__ADS_1
"Jangan gegabah, orang yang kau maksud sedang bertarung aku bahkan bisa merasakan uap mendidih di danau ini,"Pemuda buta itu celingak-celinguk terlihat sedang mendengarkan sesuatu hingga dia langsung menarik kerah baju Ah Bai dan melompat menjauhi sisi danau.
Setelah beberapa saat Ah Bai dan pemuda buta melompat menjauh, danau besar itu meledak-ledak tidak beraturan hingga sesuatu yang sangat besar keluar dari kedalaman danau dengan seorang pemuda berjubah tempur merah bersamanya.
Fang Ling mengikat seluruh bagian tubuh monster Kraken dengan meniru bentuk senjata Xiao Qing dan Xiao Bai, begitulah caranya ia menarik monster itu dari kedalaman danau.
"Rantai nebula ! pengikat jiwa, hisap !!
Fang Ling mengupgrade kemampuan senjata Xiao Qing dan Xiao Bai yang awalnya hanya berkemampuan mengikat, kini mampu menghisap energi dari sesuatu yang di ikatannya.
Tanpa belas kasihan sedikitpun Fang Ling menghisap energi Kraken itu, namun secara tidak terduga dari bawah danau satu lagi Kraken berukuran lebih besar mengikat tubuh Fang Ling dan berhasil menyelamatkan temannya dari kematian.
Seolah tidak ada yang mampu menghentikan langkahnya Fang Ling membalut tubuhnya dengan api suci berwarna hitam, alhasil tentakel-tentakel yang mengikat tubuhnya langsung hangus begitu terkena api suci.
Setelah karake yang baru muncul kembali masuk ke danau, Fang Ling dengan beringas tidak langsung menghisap energi kraken pertama hingga habis, ia lebih memilih untuk membunuhnya secara perlahan-lahan.
"Aku akan membuat mu merasakan neraka !!
Fang Ling menghilangkan rantai nebula namun monster Kraken itu terlihat tidak berdaya karena hampir semua energinya habis di hisap Fang Ling.
Dengan kemampuannya Fang Ling menciptakan belati kecil di setiap tinjunya, ia langsung terbang ke bawah dan melakukan gerakan langkah naga petir untuk membantunya bergerak dengan cepat.
Pertarungan Fang Ling dengan jelas dapat di lihat oleh ratusan pendekar yang ada di area itu, mereka terlihat ketakutan begitu melihat pemuda yang mereka anggap sampah kini mampu melawan siluman berusia hampir jutaan tahun dengan Holow berwarna biru seorang diri bahkan dua lawan sekaligus.
"Untung saja aku tidak pernah mencari masalah dengannya, huff...aku selamat,"
Banyak komentar dari pendekar-pendekar itu mengenai kemampuan Fang Ling bahkan mereka menyesal karena telah mencari gara-gara dengan Fang Ling.
Tapi lima orang pendekar yang kemampuannya sama dengan Fang Ling tidak terlalu meninggi-ninggikannya, bahkan mereka lebih terkesan meremehkan kemampuan Fang Ling karena merasa jika kemampuannya masih rendah ketimbang kelima orang tersebut.
Kelima orang tersebut adalah pendekar yang berada di bawa naungan kaisar dari berbagai benua yang berbeda, terdapat dua wanita di dalam kelompok pendekar itu yang nampak sedang memperhatikan pertarungan Fang Ling dari pinggir danau.
Sekarang perhatian orang-orang tertuju pada Fang Ling yang dengan mudah dapat membunuh monster Kraken pertama, juga terlihat jika kraken itu mati dengan tubuh hancur dan mengambang di atas permukaan air.
Dari dalam tubuh Kraken Fang Ling berjalan keluar dengan membawa sebuah kristal biru terang sebesar kepalan tangan bersamanya.
Fang Ling hendak menghisap energi kristal itu namun seekor burung bangau membawanya kabur dan memberikan kristal yang di dapatkan nya kepada salah seorang perempuan di kelompok lima pendekar terkuat.
Satu alis Fang ling terangkat naik,"Apa masalah mu ? Fang Ling menggunakan tenaga dalam dari energi yang di hisapnya untuk membuat suaranya dapat di dengar orang-orang itu.
Kelima pendekar itu nampak sangat merendahkan Fang Ling, perempuan yang merebut kristal Fang Ling nampak tertawa seolah tidak melakukan kesalahan.
__ADS_1
"Apa masalah ku ? bagaimana jika aku menginginkan kristal ini ? tidak masalah bukan ?! Perempuan itu berbalik memprovokasi Fang Ling dengan tatapan merendahkan.
Dengan sekuat tenaga Fang Ling mencoba untuk meredam amarahnya karena tau jika kelima pendekar itu memiliki kemampuan sama sepertinya.
"Kembalikan kristal itu kepada Fang Ling, apakah kau tidak bisa berburu sendiri sehingga harus merebut kristal milik orang lain,"Ah Bai berkata dengan nada tinggi dan marah karena merasa kesal terhadap perempuan yang mengambil kristal Fang Ling.
"Gadis kecil sepertinya kau salah orang untuk bersikap kurang ajar, aku akan mengajarkan mu apa arti tata Krama,"Perempuan berambut hijau itu terlihat menyembunyikan kristal rebutan-nya di dalam sebuah kantong di samping pinggangnya dan melesat cepat ke arah Ah Bai.
Bruuuukkk
Perempuan itu langsung memukul perut Ah Bai dengan kuat hingga membuatnya tersungkur ke tanah, setalah melihat Ah Bai timbang perempuan itu tertawa.
Melihat Ah Bai di lukai Fang Ling merasa amarahnya kini sudah mencapai puncak, dia langsung mengamuk dan dalam satu hembusan nafas dia berada di hadapan perempuan yang menyerang Ah Bai.
"Apa....
Braaaaak
Belum sempat gadis itu mengatakan sesuatu kepalanya sudah berada di dalam tanah, Fang Ling mengangkat kepala perempuan itu dan memukul perutnya dengan sangat kuat hingga membuatnya terpental kebelakang.
"Kalian telah salah memilih iblis untuk di ajak bermain-main, ingat api ini di sulut oleh sikap kalian,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1
Bersambung....