
Ranzel tidak lagi dapat berpikir bagaimana cara melupakan kegembiraan di dalam hatinya, Ranzel berlari menghampiri perempuan paruh baya yang menggendong Luo Yi.
"Bibi apakah dia anak mu ? Ranzel menatap lekat bayi perempuan yang tertidur di gendongan perempuan paruh baya di depannya.
"Bukan tuan, dia adalah anak yang saya temukan di pinggir hutan saat mencari kayu bakar,"Ucap perempuan paruh baya itu sambil menimang bayi yang berada di gendongannya.
Mata Ranzel melebar,"Lalu apakah aku bisa merawatnya ? Tanya Ranzel sambil mengulurkan kedua tangannya berniat untuk mengambil Luo Yi dari gendongan perempuan tersebut.
Perempuan paruh baya itu hanya terdiam sambil tersenyum canggung dan menyerahkan bayi yang di temui nya kepada Ranzel,"Maaf tuan, apakah kau bisa mengasuh bayi itu ?? dia masih bergantung dengan air susu dari seorang perempuan,"
"Tenang saja, bukankah di desa ini ada beberapa orang yang baru saja melahirkan ? apakah kalian mau memberikan sedikit air susu kalian kepada bayi ini,"Ucap Ranzel sambil tersenyum lembut membuat gadis-gadis muda di sana terdiam melihatnya.
Seorang perempuan cantik dengan kedua buah dada sebesar kelapa maju dan berjalan ke arah Ranzel sambil membuka sedikit pakainya,"Tuan aku bersedia menyusui bayi itu, aku juga tidak keberatan jika kau menginginkan hal yang sama,"
Melihat dua buah kelapa segar di depannya membuat Ranzel tersenyum canggung,"Nona ka-kau baik sekali, tapi sepertinya hanya bayi ini yang membutuhkan air susu mu,"
Jawaban Ranzel membuat pria-pria muda yang berada di lokasi itu nampak kecewa karena sejauh ini hanya Ranzel dan gadis di sebelahnya yang terlihat sangat serasi, apalagi Ranzel masih belum menikah sampai sekarang.
Nama gadis itu adalah Yuen an, Yuen an sudah lama menyukai Ranzel dia adalah gadis cantik berambut hitam panjang dan sudah menikah beberapa minggu sebelum suaminya meninggal dengan alasan yang tidak jelas.
Walaupun tau jika Yuen an menyukainya Ranzel tetap bersikap baik kepada gadis itu sama seperti dia bersikap baik kepada orang-orang di desa agar tidak memunculkan cerita aneh dari orang-orang yang melihatnya.
Yuen an sebenarnya sudah memiliki seorang anak, anaknya itu meninggal saat masih berada di dalam kandungan sehingga air susu yang ada di gadis itu tersimpan sia-sia, untuk itu Ranzel tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan dengannya.
Orang-orang desa secara bertahap mulai kembali ke perkerjaan masing-masing dengan alasan membiarkan Ranzel dan Yuen an berduaan, alhasil melihat sikap penduduk desa membuat Ranzel tersenyum canggung.
"Ba-baiklah Yuen, jujur saja aku sedikit malu untuk mengatakan ini, tapi...Aku tidak ada pilihan lain karena sepertinya bayi ini mulai lapar,Tolong berikan sedikit air itu mu,"Ucap Ranzel dengan wajah memerah.
Yuen an tersenyum menggoda, dia membuka sedikit bajunya di bagian dada dan membungkukkan sedikit tubuhnya sehingga memperlihatkan dua buah dadanya,"Tuan sepertinya kau sangat terburu-buru,kau ingin aku melakukannya di mana ?
Melihat dua buah dada Yuen an di depannya Ranzel langsung memalingkan wajahnya,"Sepertinya di rumah ku saja,"
__ADS_1
Melihat keluguan Ranzel membuat Yuen an tertawa di dalam hatinya dan merasa akan sangat mudah untuk mendapatkan Ranzel hanya dengan menggodanya. Mereka berdua berjalan ke kediaman Ranzel sambil di sambut dengan tatapan bangga oleh penduduk desa.
"Akhirnya pria itu menemukan cinta sejatinya, kau sudah dewasa nak,"Kata seorang kakek tua sambil menangis terharu begitu melihat Ranzel berjalan bersama Yuen an.
Begitu sampai di kediaman Ranzel yang bertepatan di ujung desa dan tepat berada di bawah gunung, Ranzel langsung mempersilahkan Yuen an untuk duduk di kursi kayu yang berada di perkarangan rumah.
Mendengar Ranzel menyuruhnya untuk duduk di luar dan bukan di dalam rumah membuat Yuen an tersenyum canggung bercampur kesal,"Tuan, kenapa kita tidak duduk di dalam rumah mu saja ? aku tidak keberatan walaupun rumah mu sedikit reok dan kotor,"
Mendengar pujian atau hinaan dari Yuen an membuat Ranzel terpaksa tersenyum walaupun merasa sangat kesal,"Seperti di sini lebih baik karena cuaca seperti ini akan bagus untuk berjemur,"
Mendengar sindiran kecil dari Ranzel membuat Yuen an semakin kesal namun di tutupi nya dengan senyuman dangkal,"Si sialan ini apakah dia mau membuat ku menjadi ikan asin di,"Batin Yuen an dengan urutan wajah keluar.
"Baiklah Yuen, silakan menunggu. Kau jangan khawatir aku akan pergi cukup lama untuk memandikan anak ini,"Setelah berkata seperti itu Ranzel berjalan masuk ke rumahnya dan meninggalkan Yuen di luar dengan cuaca yang sangat panas.
Walaupun sangat kesal Yuen tidak mampu membatah perkataan seseorang yang sudah hidup ribuan tahun itu, dia terpaksa untuk duduk di kursi kayu yang berada di perkarangan rumah Ranzel dengan cuaca terik.
Selama satu jam Yuen duduk menunggu tapi Ranzel tetap tidak keluar dari rumahnya, hingga Yuen Kembali menunggu selama beberapa menit barulah Ranzel keluar dari rumahnya dengan membawa bayi kecil yang sudah memakai baju.
"Nona Yuen mari masuk ke rumah ku, maaf membuat mu menunggu lama karena aku juga harus membersihkan rumah ku agar kau merasa nyaman,"Ranzel memberikan bayi yang di gendongannya kepada Yuen dan seketika bayi itu terbangun dan langsung memukul wajah Yuen sambil menangis.
"Ah, nona maaf sepertinya dia terkejut,"
Alhasil akibat pukulan itu wajah Yuen an lebam di bagian hidungnya, tapi gadis itu tetap tersenyum untuk menjaga sifat aslinya dari Ranzel,"Tidak apa-apa Tuan, dia masih anak-anak aku memaafkan nya, jika begitu aku meminjam rumah mu untuk menyusui anak ini,"
"Silakan nona Yuen, jangan sungkan untuk menghancurkan apa yang ada di dalam jika kau merasa kesal,"Ledek Ranzel sambil tersenyum.
Urat-urat wajah Yuen an Kembali keluar tapi dia tetap menjaga senyumnya, diapun berjalan memasuki rumah Ranzel dan tidak lupa menutup pintu sebelum mulai menyusui bayi di gendongnya.
Selama bermenit-menit Ranzel menunggu Yuen an selesai menyusui Luo Yun yang kini berinkarnasi menjadi anak kecil berumur beberapa bulan, selama menunggu Ranzel bermain bersama anak-anak kecil yang kebetulan lewat.
"Tuan tuan, ibu ku bilang kau merawat seorang bayi, apakah kau sudah memberikan nama kepada bayi itu ? Tanya seorang anak laki-laki dengan wajah lugu dan terlihat gigi di bagian depannya copot.
__ADS_1
Ranzel berpikir beberapa saat membuat anak-anak yang menunggu jawabannya semakin penasaran,"Namanya adalah... Luo Yi yang berarti Yin dan Yang perbandingan antara kebaikan dan keburukan,"
Anak-anak kecil itu tertawa begitu mendengar perkataan Ranzel yang di iringi dengan candaan kecil, hingga mereka tidak sadar jika Yuen an berjalan mendekat ke arah mereka dengan membawa Luo Yi yang sudah berukuran anak lima tahun.
Baru sadar jika Yuan an menangis Ranzel langsung memperhatikan seluruh bagian tubuh Luo Yi yang kini sudah bisa berdiri dengan kedua kakinya,"Apakah kau tidak apa-apa ?
"Hei ! disini yang terluka aku, kenapa kau malah mengkhawatirkan anak itu ? kata Yuen an sambil menangis cukup kencang hingga membuat anak-anak kecil yang melihatnya tertawa.
Setelah puas memeriksa seluruh bagian tubuh Luo Yi dan tidak menemukan luka di mana-mana Ranzel beralih menatap Yuen an dan baru sadar jika kedua dada gadis itu mengecil dan terdapat sedikit bercak darah di pakaiannya.
"Apa yang terjadi dengan mu ? tanya Ranzel.
"Anak itu menghisap semua air susu yang ada dan juga menghisap darah ku, setelah itu tubuhnya perlahan membesar hingga sebesar yang kau lihat sekarang,"Jelas Yuen an sambil terus menangis hingga tersedu-seduh.
Untuk menutupi keanehan pada masa pertumbuhan Luo Yi, Ranzel mengeluarkan sepuluh kristal terbuat dari es murni dengan nilai yang tidak bisa di samakan dengan emas atau perak.
"Ambilah ini, kau bisa membeli apapun yang kau mau dengan menggunakan benda ini...Tapi kau harus merahasiakan kejadian ini atau tidak kau akan mati," Gertak Ranzel sambil memberikan sepuluh kristal es kepada Yuen an yang membeku akibat gertakannya.
Dengan wajah tidak percaya jika Ranzel sudah menggertak nya, Yuen an berjalan meninggalkan tempat itu dan berjanji dengan dirinya sendiri untuk tidak berurusan lagi dengan Ranzel.
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
Bersambung....
__ADS_1