
Hanya dalam waktu singkat dua pendekar di tingkat setengah abadi tewas mengenaskan.
Bahkan Shin Hye tidak mengeluarkan Lima persen kemampuannya untuk melawan kedua pendekar itu.
Kematian kedua lawannya itu juga menjadi pukulan keras bagi pasukan aliran hitam.
Terlihat raut wajah kekesalan terukir jelas di wajah Wing Muchien.
Tidak pernah dia sangka jika akan kehilangan tiga pendekar setengah abadi dengan mudah.
Apalagi soal kemampuan Shin Hye, dia juga tidak menduga akan hal itu.
Di lihat sekilas, pria sepuh itu nampak biasa-biasa saja dengan pancaran kekuatan yang tidak terlalu kuat.
Namun melihat cara dia dalam bertarung dan membunuh, dapat di pastikan jika Shin Hye sangat berbahaya.
Di tempatnya duduk Wing Muchien hanya bisa mengutuk keras perbuatan Shin Hye di dalam hatinya.
Kekalahan ini juga membuat mental Wing Muchien sedikit turun, dia buru-buru memanggil seorang prajurit.
Di saat prajurit itu datang menghampirinya, Wing Muchien menatapnya tajam.
"Bunyikan genderang perang !
Langsung saja prajurit itu berlari ke arah belakang untuk mengatakan apa yang di katakan Wing Muchien pada pengguna genderang perang.
Di barisan belakang pasukan aliran hitam, berjejer rapi sepuluh genderang perang berwarna hitam.
Kemudian genderang itu di pukul dengan sangat keras hingga dapat di dengar oleh semua orang.
Druummmm
Druummmm
Di tempatnya berdiri yang masih di posisi tengah-tengah area pertarungan, Shin Hye terkejut mendengar suara genderang perang.
"Akhirnya di mulai,"
Dengan cepat Shin Hye melesat kebelakang, kembali ke posisinya untuk mengatur strategi.
Sesampainya di tempatnya semula terlihat semua pasukan aliansi aliran putih berada dalam posisi siaga.
Terlihat Si Yintian berdiri di tandunya, ia memperhatikan pasukan bagian depan lawan yang mulai maju.
Pasukan itu adalah pasukan penyerang, dimana mereka semua menggunakan ribuan hewan alpha sebagai tunggangan untuk menyerang.
Tatapan Sin Yintian terlihat sangat serius, dia mengangkat tinggi tangan kanannya.
"Bersiap !
Semua pasukan pengguna busur es terlihat bersiap dan menunggu perintah Sin Yintian selanjutnya.
Di saat pasukan penyerang musuh mulai berjarak jauh dengan pasukan inti, Sin Yintian menurunkan tangan kanannya.
"Serangan !
Srungggg
Srungggg
Lima ribu pasukan aliansi aliran putih pengguna panah langsung melepaskan serangan kuat.
Ribuan anak panah berwarna putih melesat dari langit menuju ke arah ratusan pasukan penyerang musuh
__ADS_1
"Arghhhh !!
"Akhhkkkkkkk !!!
Jeritan menyedihkan terdengar menggema saat ribuan anak panah aliansi aliran putih menembus dan membunuh pasukan penyerang musuh.
Mereka yang terkena serangan itu langsung tumbang tidak bernyawa dengan tubuh membeku.
Sedangkan yang selamat, mereka mengidap luka yang sangat parah bersama dengan siluman mereka.
Di saat semua pasukan aliran hitam hanya tinggal ratusan, kini hanya hewan alpha yang hanya berkurang sedikit.
Hewan alpha yang masih memiliki jumlah ribuan itu langsung berlari menuju pasukan penyerang aliran putih.
Namun tanpa penunggang, hewan-hewan itu hanya menyerang dengan menabrak tidak mengeluarkan kekuatan.
Dengan mudah serangan ribuan hewan buas itu dapat di halang pasukan aliran putih, bahkan mereka membunuh semua hewan itu tanpa menyisakan apapun dari mereka.
Bahkan ratusan pasukan penyerang aliran hitam yang tersisa ikut meregang nyawa saat menyerang pasukan aliran putih.
Hanya dalam waktu beberapa jam pasukan aliansi aliran hitam sudah banyak kehilangan orang.
Tapi karena jumlah mereka yang jauh banyak, pasukan aliran hitam merasa enteng karena masih unggul dalam jumlah pasukan.
Tetap saja kematian ribuan pasukan penyerang dari aliansi aliran hitam, memberikan pukulan kuat pada Wing Muchien.
Pria itu terlihat sangat amat kesal, bahkan dia sangat ingin turun tangan.
Karena sudah tidak bisa menampung amarahnya, Wing Muchien berjalan turun dari tandu dan langsung di sambut oleh seorang pria sepuh.
"Apa ada yang tuan butuhkan ? Budak ini akan memenuhi semua yang anda inginkan,"
Pria sepuh itu membungkuk ke arah Wing Muchien, dia nampak sangat menghormati pria yang berumur lebih mudah dari dirinya itu.
"Baik tuan"
Pria sepuh itu langsung berjalan kebelakang barisan guna untuk menyiapkan semua permintaan Wing Muchien.
Sedangkan di bagian pasukan aliansi aliran putih, mereka tidak kehilangan satupun anggota.
Bahkan tidak ada satupun dari mereka yang terluka saat penyerang dari aliansi aliran hitam maju.
Beberapa jam kemudian berlalu.
Saat pasukan aliansi aliran hitam sudah beberapa jam tidak menyerang, pasukan aliran putih tetap bersiaga.
Sin Yintin nampak kebingungan karena sudah menunggu lama, namun pasukan musuh tidak kunjung menyerang.
"Tuan putri, nampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu...Sudah beberapa jam ini mereka tidak mengirim penyerang lagi seperti di dalam rencana,"
Seorang tetua yang berada di samping kanan tandu milik Sin Yintian berkata sambil memperhatikan posisi lawan.
"Kurasa begitu, tapi entahlah"Kata Sin Yintian ragu.
Lalu seorang pria sepuh kembali berkata.
"Bagaimana jika mereka semua menyerang secara bersamaan ? sedangkan pemuda yang kau sebut-sebut itu tidak juga datang,"
Mendengar pertanyaan itu membuat Sin Yintian terdiam sesaat, dia juga tidak tau harus melakukan apa jika hal itu benar-benar terjadi.
"Jika mereka menyerang secara bersamaan, kita tetap harus bertahan hingga dia datang,"
Walaupun tidak puas dengan perkataan Sin Yintian, kedua tetua yang bertanya sebelumnya memilih untuk diam.
__ADS_1
Shin Hye dan Yung Felix nampak hanya diam, walaupun begitu mereka terus memperhatikan gerak-gerik lawan.
Dengan pandangan tertuju pada pasukan musuh Shin Hye berkata.
"Tetua Felix, bagaimana ? apa yang kau lihat di sana,"
Dari awal Yung Felix sudah mengintai musuh dengan menggunakan kemampuan mata elangnya.
"Mereka semua tengah bersiap-siap untuk menyerang bersama-sama,"
Shin Hye mengeluarkan nafas panjang, ia menatap Sin Yintian kemudian kembali menatap Yung Felix di sampingnya.
"Jika begitu kita harus mengeluarkan kekuatan penuh, mungkin tidak akan bisa menahan lama...Tapi, kuharap itu bisa menahan agar Fang Ling atau senjata rahasianya datang,"
"Kau benar tetua Shin Hye, senang sudah mengenal mu,"
"Apa ? apa kau sudah mengucapkan kata perpisahan ??
Yung Felix menggeleng kemudian tersenyum.
"Tentu saja tidak, kita tidak tau apa yang terjadi kedepannya... untuk itulah aku mengucapkannya sebelum terlambat,"
Shin Hye menggeleng, dia menatap ke depan sambil menghela nafas panjang.
"Aku benci mengatakan ini, tapi...Aku juga sangat senang bisa mengenal tetua Yung Felix,"
Setelah saling mengungkapkan perasaan, kedua pia itu di kejutkan dengan suara gemuruh langkah kaki.
Dari depan pasukan aliansi aliran hitam menyerang secara bersamaan.
Untuk terkahir kalinya pasukan aliansi aliran putih melepaskan ribuan anak panah es.
Namun kali ini serangan itu tidak berkutik, nyatanya pasukan aliansi aliran hitam masih memiliki pasukan bertahan.
Perisai-peria besar melindungi semua pasukan aliran hitam, alhasil serangan anak panah terbuang sia-sia.
"Tidak gentar ! Jangan gentar !!
Sin Yintian mengacu tombaknya ke arah musuh, tatapan matanya menjadi sangat ganas.
"Maju !!!
Dengan gagah berani semua pasukan aliran putih berlari menuju pasukan aliansi aliran hitam yang memiliki jumlah lebih banyak.
Braaaaak
Boooooom
Ledakan besar terjadi saat 49 Tetua meledakan pasukan bagian depan aliran hitam.
Kini Masing-masing orang bertarung dengan lawannya, pertarungan sengit keduanya terjadi.
lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Bersambung....
__ADS_1