
Di atas perahu Fang Ling dan Ah Bai tergolek lemas setelah mengalahkan dua siluman sekaligus, walaupun begitu mereka berhasil membuat perjalanan mereka menjadi lebih mudah.
Dengan matinya kedua siluman itu tidak ada lagi siluman yang mempunyai kemampuan bertarung yang sama, mungkin untuk kali ini keduanya aman, tapi di area rawa berbahaya segala sesuatu tidaklah menentu.
Tidak hanya Fang Ling yang melewati area itu, melainkan semua pendekar yang mengikuti tahap seleksi juga melewatinya, tapi karena area rawa yang begitu luas mereka berpencar dari seluruh penjuru arah dan tidak bertemu.
Walaupun begitu setiap-setiap pertarungan mereka yang sudah usai telah di perhatikan oleh senior dari sekte gunung tengkorak, sekaligus juga sudah di ketahui oleh pengurus turnamen itu.
Ada satu hal yang tidak di ketahui oleh semua kandidat yaitu, setiap mereka membunuh satu saja siluman yang berada di setiap tingkatan, akan mendapatkan poin pengalaman.
Poin tersebut akan menentukan siapa yang mempunyai kemampuan paling tinggi, semakin banyak poin pengalaman yang di dapat, mereka akan terus di perhatikan oleh tetua sekte gunung tengkorak untuk di beri tau langsung kepada patriak Su'Ming.
Dengan begitu patriak Su Ming sendirilah yang akan memilih siapa yang pantas mengikat sebuah kerja sama dengan sektenya, jika mereka gagal mendapatkan perhatian dari nya, mereka hanya dapat masuk ke sekte gunung tengkorak.
Terdapat tiga jenis murid yang akan mereka dapat yaitu, murid luar,murid dalam, murid inti, tergantung seberapa banyak poin pengalamannya.
Sedangkan Fang Ling yang sudah membunuh total tiga siluman di tingkat yang sangat sulit mendapatkan setidaknya seribu poin pengalaman, dan akan bertambah jika ia berhasil membunuh siluman lagi.
Sejauh ini hanya beberapa pendekar yang mampu mengimbangi poin pengalaman milik Fang Ling, merekalah yang nantinya akan membuat patriak Su Ming tertarik dan memutuskan siapa yang pantas.
Di sisi lain salah satu orang yang mampu mengimbangi poin pengalaman milik Fang Ling, mereka adalah Yen Siulan dan Shun Jing yang mempunyai kelompok yang sama.
kemampuan mereka yang sangat hebat dalam teknik tangan kosong dan ahli pedang membuatnya di takuti oleh perserta lainnya, tidak hanya itu penampilan mereka yang mencolok membuat tetua sekte gunung tengkorak harus menjaga jarak agar tidak ketahuan.
Sedangkan perserta yang lain selalu akan di berikut senjata tambah yang akan membantunya, tapi tidak bagi Fang Ling, ia di biarkan tinggal di alam bebeas murni karena kemampuannya.
Banyaknya kemampuan Fang Ling yang sangat berbahaya jika di kembangkan, membuat patriak Su Ming merasa semakin tertarik dengan Fang Ling yang dari awal sudah mengejutkannya.
__ADS_1
Tidak hanya itu kemampuan-kemampuan yang di gunakan Fang Ling adalah ilmu yang sangat kuat, di empat alam di di kenal dengan sebutan pencuri, karena mampu mencuri kemampuan seseorang hanya dengan beberapa detik melihatnya.
kemampuan itu sudah lama di kembangkan sendiri, atau bisa di bilang itu adalah kemampuan bawaan yang memungkinkan dirinya menjadi pendekar berbahaya karena kemampuannya itu.
Bukan hanya itu, Fang Ling memliki beberapa kemampuan untuk bergerak cepat di antara lain adalah seni langkah angin dan langkah petir.
Seni langkah angin membantunya untuk bergerak cepat hanya dengan mengandalkan kekuatan fisik, tidak memliki kemampuan cepat seolah bisa menghentikan waktu seperti langkah petir yang biasa di gunakannya.
Di antaranya banyak kandidat yang gagal dalam tahap seleksi akan di diskualifikasi sebelum di antar ke asalnya, di antaranya adalah pendekar-pendekar yang hampir mati dan gagal melewati suatu rintangan.
Walaupun banyak orang yang meragukan sekte gunung tengkorak dan menganggap jika sekte itu terlalu memberatkan para kandidat, sehingga membuat semua orang yang beranggapan seperti itu nyatanya hanya memandang sebelah mata
Di kehidupan semua pendekar ada yang di sebut dengan tantangan, yang tidak harus di lewati dengan menggunakan kemampuan elemen atau jubah tempur.
Dengan melakukan tahap seleksi, semua kandidat di perintahkan untuk melewati sepuluh rute yang di penuhi dengan mahkluk buas dan perangkap, hanya dengan mengandalkan kemampuannya dalam mencerna keadaan, sehingga tidak terlalu bergantung dengan penguasaan elemen atau jubah tempur.
Waktu terus berganti Fang Ling dan Ah Bai masih belum membuka matanya sama sekali karena tubuh mereka yang terluka, mengakibatkan mereka harus tertidur lama agar mampu meregenerasi luka dengan cepat.
Malampun berganti, ujung perahu yang di gunakan Fang Ling menabrak sesuatu yang keras, hingga membuatnya terbangun dengan tubuh yang sudah sehat seperti sediakala.
Total lima hari sudah di lewati Fang Ling bersama Ah Bai dengan tertidur di atas perahu tanpa perlindungan sedikitpun, mereka akhirnya berhenti di sebuah pulau terpencil di tengah rawa pada malam hari.
Setelah Ah Bai sudah berada di atas kepalanya, Fang Ling mengikat perahu yang di gunakannya di pohon sebuah kelapa, dengan menggunakan akar pohon yang di temui nya.
Karena keadaan yang gelap gulita Fang Ling mengeluarkan dua buah batu dari dalam cincin dimensi, ia mengambil tongkat kayu dan beberapa daun kering.
Daun kering itu di ikatan di ujung tongkat kayu, Fang Ling pun segera membakarnya dan berhasil membuat sebuah obor yang menerangi jalan dengan cukup jelas.
__ADS_1
Fang Ling perlahan berjalan memasuki pulau yang di penuhi dengan pohon kelapa yang tumbuh liar, ia masih belum sadar jika ada satu perahu yang terikat tidak jauh dari perahu miliknya.
Sedangkan Ah Bai yang berada di atas kepala Fang Ling hanya menatap sekelilingnya dengan waspada, walaupun tidak terlalu jelas nalurinya berkata jika ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka.
"Ah Bai apakah kau merasakannya ? aku juga, tapi tidak ada pilihan lain selain kita tetap melangkah karena saat ini sudah malam hari,"Kata Fang Ling
"Aung Aung," Jawab Ah Bai.
"Ayolah bukankah kau sudah bisa berubah menjadi besar dan mengalahkan dua siluman, tapi kenapa kau masih belum bisa berbicara,"Ejek Fang Ling sambil terus berjalan.
"Aung angggtrrr,"gertak Ah Bai.
"Apa yang kau katakan ? kenapa kau menderam kepada ku......
Sruuup Braaak Braaak
Tiga serangan bertubi-tubi dari arah samping hampir mengenai Fang Ling, dengan cepat Fang Ling memadamkan obor nya dan memperkuat indra pendengarannya.
Di dalam gelap gulita Fang Ling menyerang dua orang yang hampir membunuhnya, dengan pengelihatannya yang sudah terlatih akibat pernah tinggal di desa kabut dalam sekejap Fang Ling sudah memukul mundur dua lawannya.
Di dalam kegelapan Fang Ling terus mengubah tempatnya berdiri dan berlari memutari lawannya, ia dengan jelas dapat merasakan kehadiran mereka yang terpojok.
"Kemari-lah akan aku perlihatkan pergerakan iblis,"Kata Fang Ling sambil berlari secara acak seolah suaranya datang dari seluruh penjuru arah.
Ilustrasi : Yung Qian dan Gui fei
__ADS_1
Bersambung.....