
Perjalan dari kota kabut ke sekte pedang bambu memakan waktu hampir 3jam lamanya, di ujung jalan Fang Ling mulai dapat melihat gerbang sekte pedang bambu yang sangat sederhana dan terbuat dari beberapa bambu kuning berukuran besar dan panjang.
Seperti biasa kawasan sekte selalu terasa sejuk dan damai, bukan hanya jauh dari keramaian. Tempat ini menjadi tempat paling menyenangkan, karena banyak pepohonan bambu yang membuat keadaan sekitar menjadi sejuk. bukan hanya itu, gesekan dari ranting dan pohon bambu menciptakan siulan yang sangat menenangkan.
Fang Ling berjalan mendekati gerbang sekte, terdapat dua orang pria muda yang menjaga gerbang itu dengan masing-masing dari mereka membawa tombak untuk di jadikan senjata jika saja ada sesuatu yang buruk.
Kedua penjaga itu sama sekali tidak mengenal Fang Ling, mereka sudah lupa dengan hujud Fang Ling yang sudah banyak berubah atau mungkin mereka memang tidak mengenal Fang Ling.
Saat berjarak satu meter dari mulut gerbang, kedua penjaga tadi segera bereaksi dengan menodongkan ujung tombak ke arah Fang Ling.
"Pria muda, dari mana asalmu.? lalu apa kepentinganmu datang ke sekte bambu ini..?"Salah seorang penjaga bertanya.
Fang Ling tersenyum lalu menunjuk plakat anggota sekte pedang bambu yang terukir namanya."Tujuan ku kembali adalah untuk beristirahat setelah satu tahun lebih menjalankan misi."
Saat melihat ukiran mama Fang Ling di bagian depan plakat,kedua penjaga tadi terlihat terkejut dan seketika meminta maaf kepada Fang Ling.
Kedua penjaga itu membungkuk satu kali di hadapan Fang Ling untuk memberi hormat, begitu Kembali berdiri tegak salah satu dari mereka berdua berkata.
"Maafkan kami berdua yang tidak mengenal senior, anda sudah berusaha keras selamat datang kembali."
"Kalian mengenalku..??"Fang Ling mengangkat sedikit alisnya.
"Tentu saja..! Berkat anda, nama sekte pedang bambu sekarang begitu di kenal luas oleh orang..Sehingga sekte kita menjadi sekte besar, dengan murid hampir mencapai lima ribu."Jelas salah seorang penjaga nampak sangat antusias, membuat Fang Ling tersenyum kecil mendengar ceritanya.
"Selamat untuk kalian juga, aku ikut merasa senang.. Sekarang apa aku sudah boleh masuk.?"Kata Fang Ling.
"Boleh, hanya saja semua orang masih belum tau akan kehadiran senior sehingga kami tidak bisa membuat pesta penyambutan yang pantas anda dapatkan."Kata lagi seorang penjaga.
"Tidak perlu, aku hanya ingin kembali ke kediaman guru Luo Tang.. Mengenai pesta penyambutan dan lain-lain tidaklah terlalu penting, sekarang biarkan aku masuk."Kata Fang Ling.
Kedua penjaga itupun mengikuti perintah Fang Ling dengan membukakan gerbang, setelah gerbang terbuka terlihat jejeran rapih rumah sederhana yang sudah sangat Fang'Ling rindukan.
"Haaaa.. Beginilah rasanya di rumah."Batin Fang Ling seraya menghirup udara segar dalam-dalam.
Ratusan penduduk yang tinggal di dalam kawasan sekte nampak terkejut dengan kedatangan Fang Ling, awalnya mereka terdiam karena tidak mengenal Fang'Ling, hingga dari kejauhan dua orang penjaga tadi berteriak mengatakan nama Fang'Ling serta guru Luo Tang.
"Dia murid guru Luo Tang..!!
"Fang Ling..!! Dia Fang Ling, sekarang sudah kembali..!!
"Fang Ling kembali..!!!
Suara teriakan warga di sekitar tempat itu menarik warga lain, mereka berbondong-bondong berlari menghampiri Fang Ling sambil meneriakkan nama Fang Ling si murid Luo Tang seakan sudah puluhan tahun lamanya tidak bertemu.
__ADS_1
Meski kedua kaki Fang Ling sudah bergetar dan ingin segera berlari kabur dari gerombolan warga di depan, Fang'Ling menahan diri karena tau apa yang orang-orang itu rasakan.
Semua orang itu mengerumuni Fang'Ling. Mereka nampak bertanya beberapa hal kepada Fang Ling berkaitan dengan perjalanan hebatnya yang menghabiskan waktu selama satu tahun lebih.
"Adik Fang, apa yang sudah kau lakukan selama satu tahun ini.. Lihatlah, sekte kita sudah menjadi sangat maju berkat sepak terjang Guru Luo Tang dan dirimu yang akan mengukur sejarah sekte."
Mendengar pertanyaan tersebut yang terlontar dari pria paruh baya, Fang Ling hanya tersenyum kecil dan juga menggaruk kepala."Ak-aku tidak melakukan apa-apa, mungkin nama guru Luo Tang lah yang membuat sekte ini menjadi maju."
"Lalu selama di perjalanan, apa kau sudah menemukan gadis untuk di nikahi..? Jika tidak, aku dan ibuku dengan senang hati mau menjadi pengantinmu."Salah seorang perempuan muda berkata.
Fang Ling tersenyum canggung mendengar pertanyaan itu lalu menjawab."Aku sudah memiliki empat pasangan, bagi ku mereka sudah lebih dari cukup."
Ketampanan Fang Ling benar-benar menjadi tontonan tersendiri bagi semua perempuan, hingga dari celah kumpulan orang, seorang anak kecil berjalan menghampiri Fang Ling lalu menarik pakaiannya.
"Kakak kakak, gigi ku sudah patah satu.. Apa nanti setelah besar aku akan menjadi sehebat dan setampan kakak..?"Tanya anak kecil itu polos.
Fang Ling berjongkok lalu mengusap ingus anak kecil itu dengan pakaiannya."Tentu saja bisa, selama kau mau berlatih dan selalu makan sayuran, kau akan menjadi seperti kakak."
"Tapi ibuku bilang jika aku ingin menjadi pendekar hebat, dia membutuhkan seorang suami yang hebat..Aku mau memilih kakak."Ucap lagi anak kecil itu, sambil menunjuk ke arah seorang perempuan yang malu-malu menatap Fang Ling.
"Permintaan yang sulit nak, ayah dan ibumu pasti bangga. Sekarang berjalan pelan-pelan, kembalilah ketempat ibumu."Kata Fang Ling.
Anak kecil itupun mengikuti perintah Fang Ling, hingga ayahnya menggendong adik itu dan menatap Fang Ling tajam seolah senang melihat selingkuh istrinya.
"Tuan, jangan salahkan aku..Istrimulah yang terlalu mudah tergoda."Batin Fang'Ling tersenyum canggung.
"Berhenti..! Harap untuk memberi jalan, guru Luo Ming datang dengan bersama Patriack Yen Chun untuk melihat murid tetua Luo Tang yaitu Fang Ling."
Suara tinggi dari murid sekte pedang bambu yang berumur lebih tua dari Fang'Ling membuat kerumunan itu lebih terkendali, satu persatu dari mereka memberi jalan untuk Patriack Yen Chun dan Luo Ming.
Setelah kerumunan jauh lebih terkendali, Fang Ling dapat kembali bernafas lega hingga tidak sadar jika pakaiannya sudah di penuhi lobang di mana-mana.
"Selamat datang kembali nak, lama sekali semenjak pertemuan kita."Yen Chun tersenyum kepada Fang Ling.
Pria berperawakan bijak itu masih terlihat sama seperti awal pertemuan, nampak seperti pria berumur tiga puluhan tahun karena efek dari tenaga dalam.
Sedangkan Luo Ming ayah Luo Tang nampak berbeda, pria ini sudah memiliki sedikit keriput di wajah dan beberapa rambut putih namun tatapan datar pria itu masih sama seperti dulu.
Fang Ling membungkuk."Hormat Patriack dan Tetua agung, terimakasi atas penyambutan ini."
Yen Chun membantu Fang Ling untuk berdiri tegak."Penyambutan..? aku malu mengakui sesuatu seperti ini adalah penyambutan."
"Tidak masalah Patriack, kurasa penyambutan tidak terlalu penting untuk di lakukan."Kata Fang Ling.
__ADS_1
"Ya..! kau benar, dari pada itu bagaimana kita pergi ke kediaman Luo Tang..? Gurumu sudah lama sekali menanti kedatanganmu, sekarang dia baru saja terbebas dari penyakit berbahaya berkata bantuan seseorang bernama Shin Hye."
Fang Ling seketika menjadi sangat senang."Benarkah..? Aku sangat ingin melihatnya, tapi sebagai bagian dari sekte aku harus mulai melakukan aktifitas kayaknya murid lain."
Yen Chun tertawa lantang."Hahahaha..Jangan mengkhawatirkan hal itu, di hadapan mu sakarang adalah Patriack Yen Chun, tidak ada yang bisa memarahi mu di sini."
Fang Ling hanya tersenyum lalu dia bersama Yen Chun dan Luo Ming berjalan pergi ke kediaman Luo Tang, selama di perjalanan banyak hal yang Yen Chun tanyakan berkaitan dengan perjalanannya.
Fang Ling hanya menjawab segala pertanyaan Yen Chun dengan sederhana, dia selalu merendah meski semua orang tau sepak terjangnya.
"Semenjak menyandang nama pendekar topeng besi, Luo Tang jarak keluar dan menjalankan misi karena namanya sudah begitu di kenal. Setiap hari di habiskannya dengan merawat anak, serta selalu mengajar murid lain."Kata Yen Chun.
Sangking asiknya bercerita tanpa terasa mereka sudah sampai di depan halaman rumah Luo Tang yang sudah di buat jauh lebih luas, bahkan pohon besar dulu masih ada di sana karena Luo Tang enggan menebang pohon itu sebab menurunnya Fang Ling suka dengan pohon besar tersebut.
"Kami pikir hanya akan mengantarmu sama di sini.."Kata Luo Ming, sambil berusaha untuk tersenyum hingga membuat kerutan di wajahnya seperti orang marah.
"Jangan salah paham nak, Luo Ming memang begitu jika tersenyum..Kau harus melati lagi senyuman mu, karena ada sesuatu yang harus kami berdua lakukan..Kami hanya akan mengantarmu sampai di sini."Kata Yen Chun.
Fang Ling hanya mengangguk sambil tersenyum canggung, diapun memperhatikan kedua pria yang sudah bersahabat lama itu sampai mereka berdua tidak kelihatan lagi.
"Ah..Apa aku harus menghampiri guru dulu..? Takutnya dia sedang sibuk."Batin Fang Ling serba salah, diapun akhirnya ngotot untuk menemui Luo Tang di rumahnya yang sederhana.
Setelah berada di depan pintu,
Fang'Ling segera mengetuk pintu beberapa kali hingga dari dalam rumah terdengar suara langkah kaki menuju ke arah pintu.
Pintupun di buka dan yang terlihat adalah Yume Liang, di bawah kaki gadis itu terlihat seorang anak kecil yang baru belajar berjalan menatap Fang Ling.
"Ah..Te-ternyata guru benar-benar menikahi mu."Fang Ling memang sedikit terkejut melihat Yume Liang, awalnya dia sama sekali tidak tau jika gadis yang di temui Luo Tang di dekat kediaman Su Yulan akan menjadi istrinya.
Yume Liang nampak terkejut."Kau adalah Fang Ling..?! Murid dari suamiku, maaf tidak mengenalmu Karena ini adalah pertemuan pertama kita."
Fang Ling tersenyum."Tidak apa-apa, lalu di mana guru nona Liang..?
"Jangan memanggilku seperti itu, kau adalah keluarga. Panggil saja ku dengan sebutan kak Lian atau apapun selain tadi, mengenai gurumu dia baru saja pergi ke pasar untuk membeli sesuatu."
Fang Ling menunduk lesuh dan sedikit kecewa."Ah begitu, baiklah aku akan menunggu di luar."
"Fang Ling..?
Tiba-tiba dari belakang Luo Tang datang dengan membawa beberapa barang di tangan, dia juga nampak ngos-ngosan karena berlari dari kota untuk menemui Fang Ling yang di katakan sudah kembali.
•Pendekar rajawali
__ADS_1
•Legenda sang dewa naga
Bersambung...