Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Keputusan


__ADS_3

Di ruangan makan yang berposisi di tengah kediaman keluarga Su, nampak Su Ming sedang makan sendirian sambil sesekali menjerit akibat pukulan dari sang istri yang tepat mengenai dagunya.


"Ah.....Lidah ku,"


Walaupun terdengar jeritan beberapa kali Su Ming tetap makan dengan lahap karena paksaan dari istrinya, di saat itu pula Fang Ling masuk ke tempat makan tersebut dengan penampilan awalnya karena sudah kembali memiliki tiga elemen utuh.


Saat Fang Ling berjalan masuk tawaan Su Ming pecah begitu melihat wajah Fang Ling yang juga babak belur di pukul Su Yulan hingga bengkak.


"Hahahaha, ada apa dengan wajah mu nak ? apakah kau bertarung dengan sarang lebah ? Su Ming tertawa hingga membuatnya tersedak.


Walaupun merasa sangat kesal Fang'Ling tidak berdaya menghadapi Su Ming, diapun duduk berhadapan dengan pria itu hingga dia juga ikut tertawa begitu sadar wajah Su Ming tidak kalah parah dari miliknya.


"Hahaha, apakah tetua Su tidak sengaja menabrak dinding hingga membuat wajah mu di penuhi dengan luka lebam,"


"Sialan kau bocah... Sepertinya kita bernasib sama, makanlah masih banyak makanan yang tersisa,"Su Ming mengambilkan sebuah mangkuk keci yang di siapkan dan menyerahkan mangkuk itu kepada Fang Ling.


Fang Ling mengambil mangkuk itu di iringi ucapan terimakasih, diapun dan Su Ming makan bersama sambil tertawa jika saling melihat wajah mereka masing-masing.


Di saat sudah tidak sanggup menghabiskan makanannya yang masih banyak tersisa, Fang Ling dan Su Ming terlihat ketakutan jika ketahuan pasangan masing-masing karena tidak bisa menghabiskan semua makanan itu.


"Nak kau baru saja makan sedikit, sepertinya kau masih sanggup menghabiskan semua makanan ini sendirian,"Su Ming terlihat menyenderkan dagunya di atas meja sambil memainkan makanannya dengan sumpit.


"Tetua Su, aku sudah tidak sanggup, bahkan setengah makanan ini aku yang menghabiskannya, sedangkan kau hanya memainkan makanan mu dengan sumpit,"kata Fang ling nampak tidak lagi sanggup memasukan makanan yang masih tersisa banyak ke dalam mulutnya.


"Kau tau apa, saat kau baru datang...Aku sudah menghabiskan banyak makanan ini tanpa sepengetahuan mu,"


Di tengah-tengah keributan kedua orang itu, dari arah pintu yang bertepatan di belakang Su Ming, seorang pendekar senior berpakaian merah masuk sambil membungkukkan badanya.


"Tetua Su, tuan Fang, maaf jika kedatangan saya mengganggu, ada pesan dari tetua Mu untuk tetua Su,"Kata pendekar senior itu dengan nada sopan dan kembali meluruskan tubuhnya begitu di perintah Su Ming.


"Tetua Mu ? apa yang ingin di katakan oleh pria itu malam-malam begini," Su Ming terdiam sesaat nampak sedang berpikir,"Katakan apa pesannya,"


"Tetua Mu ingin bertemu dengan anda di perkarangan rumah, karena ingin membicarakan sesuatu,"


Su Ming tidak langsung menjawab perkataan pendekar senior itu karena ada janji dengan seorang tetua lain malam ini, merasa bingung kini Su Ming beralih menatap Fang Ling nampak meminta pendapat.


Fang Ling mendekati Su Ming dan membisikkan sesuatu padanya,"Tetua Su, bagaimana kita terima saja ? karena itu akan menjadi alasan kita untuk tidak menghabiskan semua makanan ini,"

__ADS_1


Su Ming langsung mengangguk karena setuju dengan pendapat Fang Ling, diapun beralih menatap pendekar senior yang masih berdiri di ambang pintu.


"Katakan padanya untuk menunggu sebentar, kami akan segera ke sana,"Kata Su Ming.


"Baik tetua,"Pendekar senior itu membungkuk memberi hormat sebelum berjalan keluar.


"Dengan begitu kita tidak perlu repot-repot menghabis semua makanan ini berdua,"Kata Fang Ling, diapun berdiri dengan di susul Su Ming.


"Pertama-tama kita harus melapor kepada istri ku, jika tidak, dia tidak akan percaya dan kita akan tidur berdua di ruangan perkakas,"Su Ming tersenyum kecut nampak masih takut dengan istrinya.


Fang Ling ikut tersenyum canggung karena juga takut dengan hal yang sama dengan Su Ming, namun saat mereka akan keluar untuk menemui pasangan masing-masing, pasangan anak dan ibu itu tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Apakah kalian sudah menghabiskan semua makanan itu ? Su Yun nampak tersenyum lembut dengan mata tertutup namun memancarkan hawa berbahaya.


"Ibu lihatlah makanan itu masih tersisa sangat banyak, apakah Fang Ling tidak mengikuti apa yang aku katakan,"Yen Siulan menatap Fang Ling dengan tatapan dingin sambil melipat kedua tangannya.


Walaupun sudah merencanakan sesuatu untuk menjadi alasan mengapa mereka tidak menghabiskan makanan itu, Fang'Ling dan Su Ming langsung saja bersujud karena ketakutan.


"Istri ku kami berdua memiliki sesuatu yang penting untuk di urus, karena itu kami tidak bisa menghabiskan semua makanan itu,"Kata Su Ming mencoba untuk berbicara tegas walaupun tubuhnya bergetar.


"Benar Lan'er, aku dan tetua Su akan mengadakan pertemuan dengan Tetua Mu segera,"Kata Fang Ling mencoba meyakinkan Su Yulan.


Sedangkan di luar ruangan terbuka, tepatnya berada di perkarangan rumah keluarga Su, Mu Tong dan Lang Ming terlihat sedang duduk di sebuah meja bundar yang terbuat dari batu giok hitam.


"Di mana mereka ? kenapa lama sekali,"Gerutu Mu Tong nampak sedang meneguk arak dari dalam cangkirnya.


Lang Ming hanya diam, dengan pendengarannya yang sangat tajam dia mampu merasakan hawa sekaligus langkah kaki Fang Ling dan Su Ming sedang berjalan mendekat.


"Tetua Mu sebentar lagi mereka akan sampai,"Ujar Lang Ming sambil meletakkan topi jeraminya ke atas meja.


"Huu... Benarkah ? di mana mereka ??


Tidak berselang lama Fang Ling dan Su'Ming terlihat berjalan ke tempat Mu Tong dan Lang Ming, namun bukanlah penghormatan yang mereka dapat melainkan tawaan begitu sampai di tempat itu.


"Hahahaha, ada apa dengan kalian ? apakah kalian baru saja di siksa oleh seseorang hingga membuat kalian babak belur seperti ini,"Mu Tong tertawa terpingkal-pingkal begitu melihat bengkak di wajah Fang Ling dan Su Ming semakin parah.


"Walaupun aku tidak bisa melihat, aku bisa menggambarkan bagaimana kondisi kalian sekarang,"Lang Ming ikut tertawa sambil memukul meja beberapa kali.

__ADS_1


Sedangkan yang menjadi bahan tertawaan nampak sangat kesal namun juga tidak bisa berbuat apa-apa, akhirnya Fang Ling dan Su Ming ikut duduk di tempat itu.


Begitu mencium bau arak mata Fang Ling melebar dia beberapa-kali ingin mengambil secangkir arak, namun dia tidak bisa melakukan itu karena umumnya di umurnya yang sekarang masih belum cukup untuk mengkonsumsi arak apalagi sedang ada Su Ming di sampingnya.


"Nahh tua mu, apa yang ingin kau katakan ? tidak seperti biasanya kau rela datang malam-malam begini,"Su Ming mengambil teko giok yang berisi arak dan menuangkannya ke sebuah gelas kecil.


"Mengenai Fang Ling dan Lang Ming, aku akan membawa mereka ke sekte naga langit besok harinya,"Kata Mu Tong nampak serius dengan perkataannya.


Mendengar perkataan Mu Tong, Su Ming terlihat biasa-biasa saja karena sudah mengetahui jika pria itu akan mengatakan hal tersebut, namun tidak bagi Fang'Ling, dia merasa sangat terkejut karena masih banyak yang harus di lakukannya di tempat ini.


"Lalu bagaimana dengan hubungan sekte ku dan sekte gunung tengkorak ?? bukankah aku gagal menyelesaikan tahap seleksi,"Terlihat Fang Ling tidak menerima hal itu, apalagi banyak hal yang ingin di tanyakan dan di selesaikan nya.


Su Ming diam beberapa saat sebelum menepuk pundak Fang Ling sambil tersenyum cerah,"Anak muda, kau tidak perlu khawatir mengenai hal itu karena kini sekte pedang bambu dan sekte ku adalah saudara bukan pertemanan seperti yang di janjikan,"


Sontak Fang Ling terdiam, di hatinya dia merasa sangat senang namun juga merasa bersalah karena lagi-lagi harus meninggalkan semua pasangannya, apalagi dia baru saja bertemu Su'Yulan beberapa jam yang lalu namun perjanjiannya dengan Su Ming lebih penting dari hal itu.


"Aku menerimanya......"


Tidak jauh dari tempat itu ternyata Su Yulan sudah mendengarkan pembicaraan semua orang itu sejak awal, merasa kecewa dia pun pergi ke kamarnya sambil menangis.



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....


__ADS_2