
Pertarungan antara dua hewan Alpha itu membuat pepohonan besar di sekitarnya di penuhi oleh cakaran, delapan ekor serigala yang merupakan bawahan dari lawan Ah Bai mencoba membantu. Namun, dari belakang Fang Ling sudah bersiap dengan pedang dewa kematian.
"Aku lah lawan kalian, aku tidak yakin bisa keluar hidup-hidup setelah melawan kalian tanpa menggunakan jubah tempur. Tapi, paling tidak aku sudah mencoba dan kita lihat hasilnya nanti,"
Tubuh Fang Ling di selimuti energi kehitaman yang berasal dari pedang kematian, dengan kecepatan tinggi Fang Ling melesat dan sudah berada di hadapan delapan serigala malam.
Ke delapan serigala itu serempak menerkam tubuh Fang Ling, namun dia kembali menghilang dari tempatnya berdiri. Membuat serangan-serangan itu tidak sengaja mengenai salah satu rekannya, hingga membuatnya hampir mati dengan luka parah di bagian wajah.
Fang Ling melompat tinggi hingga tubuhnya sejajar dengan kepala salah satu serigala malam, dengan cepat ia melakukan gerakan memutar. Menciptakan pusaran angin tajam di ujung pedang yang melesat ke arah serigala di hadapannya.
Pluuk
Angin yang tercipta dari tebasan Fang Ling memotong setengah wajah serigala di hadapannya, hingga membuat serigala itu tumbang tidak bernyawa. Dari belakang, seekor serigala dengan beringas mencakar tubuh Fang Ling hingga terpental menabrak pohon.
Seluruh tulang yang ada di tubuh Fang Ling serasa hancur, saat menghantam pohon di tambah lagi punggungnya terluka parah akibat cakaran serigala yang menyerangnya.
Dari dalam pohon Fang Ling berjalan keluar dengan pakaian compang camping, namun luka di seluruh tubuhnya nampak sudah kembali menutup. Fang Ling menghilang dari tempatnya berdiri menjadi siluet hitam, dalam satu tarikan nafas dia sudah berada di atas tujuh serigala yang tersisa.
"Penghancur alam bawah ! Petir neraka !!
Langit menggelar menciptakan sebuah badai dahsyat yang seketika melesat cepat ke arah tujuh serigala, menghantamnya beberapa kali hingga petir itu kembali menghilang.
Seketika asap putih tebal langsung mengebul dan menghilang di tiup angin, menampakkan tubuh tujuh serigala itu terkapar dengan tubuh mengeluarkan asap putih. Namun, ketujuh serigala itu lebih tangguh dari yang Fang Ling kira, mereka kembali bangkit dengan mata memutih.
Tubuh Fang Ling yang melayang di udara hanya menatap serigala di hadapannya dengan wajah datar, tidak gentar sedikitpun begitu melihat ketujuh serigala itu hendak menyerangnya.
Dengan cepat cakaran demi cakaran melesat ke arah Fang Ling, dengan cekatan Fang Ling menahan semua serangan itu dengan pedang kematian. Namun, dari belakang tubuhnya kembali di serang hingga menghantam tanah dengan kuat.
__ADS_1
Ledakan energi hitam dengan membawa petir kemerahan masuk ke dalam kawah tanah yang tercipta dari benturan kuat. Dari dalamnya, Fang Ling melangkah keluar dengan tubuh di kelilingi petir merah yang mampu menghancurkan apapun yang di lalui nya.
"Langkah kilat !
Seolah tau dengan semua kombinasi gerakan dari kitab Kematian, Fang Ling dengan mantap mengikuti arahan yang terngiang-ngiang di kepalanya. Suara itu membantu dirinya melakukan gerakan-gerakan yang di gunakan pemegang kitab Kematian.
Melihat gerakan Fang Ling yang berbahaya dan dapat memotong apa saja mengenai pedangan kematian, membuat tujuh serigala itu membentuk pormasi melingkar dan berjarak cukup jauh dari tempat Fang Ling.
Melihat kepintaran serigala-serigala itu membuat Fang Ling tersenyum kecil, dari segala arah semua serigala itu hendak menerkam tubuh Fang Ling secara bersamaan. Sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat, dia melakukan gerakan memutar menciptakan sebuah badai petir yang melindunginya.
Alih-alih dapat memakan Fang Ling sebagai kudapan ringan, ketujuh serigala itu terpental dengan tubuh hangus begitu bagian kepala mereka membentuk petir yang melindungi tubuh Fang Ling di dalamnya.
Akibat serangan itu dua dari tujuh serigala malam mati dengan tubuh hangus terbakar, hingga yang selamat juga mendapat luka bakar di sekujur tubuhnya. Tidak menyerah dengan keadaan, serigala-serigala yang tersisa menyerang Fang Ling dengan brutal.
Di sisi lain, tepatnya berada cukup jauh dari tempat pertempuran Fang Ling yang berada di sebuah hutan berkabut tebal terlihat Ah Bai mencabit-cabit serigala malam dengan kedua tangannya.
Merasa tersudut dengan tubuh yang berada di bawah tubuh Ah Bai, serigala malam mencakar wajahnya hingga membuat Ha Bai terpaksa mundur dengan wajah terluka cukup parah. Merasa sangat marah, Ah Bai bergerak cepat dengan keempat kakinya menuju ke arah serigala malam yang baru saja berdiri.
Dengan kuat Ah Bai mengigit leher serigala malam dan menghantamnya ke tanah, namun serigala itu tidak menyerah. Dengan keadaan tubuh yang di himpit tubuh Ah Bai, serigala itu mengigit leher Ah Bai dengan sekuat tenaga.
Kedua hewan Alpha itu saling mengigit leher dan menghantam tubuh satu sama lain ke tanah, hewan-hewan yang merasakan pertempuran kedua alpha itu berlari tunggang langgang menjauh dari area tersebut.
Dengan giginya yang sangat panjang, Ah Bai mengigit leher serigala malam hingga menembus ke sisi yang lain. serigala itu sontak melepaskan gigitannya dan mengaing ke sakitan.
Dengan beringas dan tanpa kasihan sedikitpun, Ah Bai menghantam tubuh serigala malam ke tanah dengan taring yang masih menancap di lehernya. Dengan beringas,Ah Bai melakukan itu berapa kali, hingga dia melempar tubuh serigala itu ke tanah.
Tubuh serigala malam tergeletak lemah di atas tanah dengan seluruh bagian tubuh terluka parah dan mengeluarkan darah segar dari luka-luka itu.
__ADS_1
Melihat lawannya sudah tidak berdaya, Ah Bai tidak berhenti dia melompat ke arah lawanya tergeletak lemah. Dengan beringas, Ah Bai mencakar habisa-habisan wajah lawannya nampak tidak akan berhenti walaupun serigala itu sudah hampir mati.
Di sebuah hutan yang lebat dan nampak sudah hancur akibat petir yang menyambar dan bekas cakaran serigala di mana-mana, Fang Ling terlihat sedang terduduk lemas sambil memegangi tangan kanannya yang putus.
Di hadapannya tersisa dua ekor serigala yang masih mempunyai tubuh yang utuh, walaupun mempunyai luka bakar di tubuhnya. Kedua serigala itu mengerang senang, melihat mangsanya sudah tidak berdaya dan nampak tidak bisa berdiri.
Walaupun sangat berat karena tubuhnya terluka sangat parah, Fang Ling kembali bangkit berdiri dengan pedang kematian di tangan kirinya.
Dengan gerakan yang tidak terlalu cepat karena kedua tulang kakinya hancur, Fang Ling melesat dan muncul di belakang salah satu serigala. Dia melakukan gerakan menebas tidak sempurna karena luka di tubuhnya.
Karena gerakan yang tidak sempurna itu, Fang Ling kembali di serang oleh salah satu serigala hingga membuatnya terpental menabrak pohon.
Melihat kedua serigala itu mulai mendekat, Fang Ling hanya bisa duduk bersender di sebuah pohon raksasa dengan tubuh terluka parah.
Secara samar-samar karena matanya mulai buram, Fang Ling melihat Ah Bai datang dan membunuh serigala yang tersisa dengan beringas sebelum dirinya tidak sadarkan diri karena luka parah yang di alaminya.
Ilunstrasi : imut-imut psikopat
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
__ADS_1
Bersambung.....