
Akhirnya setelah beberapa lama bertarung semua kelompok penyusup itu mati termasuk penyusup di pihak Fang Ling.
Untuk menghormatinya Fang Ling menguburkan mayat penyusup di pihaknya dengan sangat layak di tempat itu menggunakan batu besar sebagai nisan dan meletakkan liontin peninggalan pemuda itu di atas batu nisannya.
Sedangkan mayat penyusup yang lain, Fang Ling tetap menguburkannya dengan layak dan hanya meninggalkan pemimpin dari kelompok itu, karena sudah tidak memiliki apa-apa untuk di kubur.
Sedangkan untuk teman-teman yang lain, mereka mengumpulkan semua korban pingsan dan membariskan mereka agar terlihat rapih.
Yen Siulan dan Shun Jing berjalan menghampiri Fang Ling yang sedang duduk menghadap makam penyusup di pihaknya.
"Fang Ling, sepertinya kita harus bergegas pergi dari sini, karena akan susah menjelaskan apa yang terjadi kepada ratusan korban itu jika mereka semua sudah sadar,"Kata Yen Siulan khawatir.
Fang Ling hanya mengangguk menanggapi perkataan Yen Siulan, diapun berdiri sambil menghela nafas panjang sebelum berjalan ke tempat Wang Yihan yang masih pingsan.
Setelah sampai di tempat itu terlihat Yue Liang tengah menggoncang tubuh Wang Yihan berharap dapat membuatnya kembali sadar.
"Kak Yue, jika kau menggoncang tubuh Wang Yihan seperti itu, maka pingsan yang di alaminya semakin parah,"Fang Ling menggaruk kepalanya dan duduk di samping Yue Liang.
Dengan menggunakan api suci dari kaisar naga api, Fang Ling dapat membuat sebuah obat penyembuh bernama obat merah darah, karena memiliki warna yang sangat mencolok seperti darah.
Segera saja Fang Ling membuka mulut Wang Yihan dan memasukan obat itu ke dalam mulutnya, kini dirinya hanya menunggu efek dari obat itu berkerja sepenuhnya.
"Adik Fang,kenapa obat yang kau berikan seperti tidak memiliki efek, apakah obat buatan mu tidak manjur,"Yue Liang nampak lelah karena sudah menunggu efek dari obat Fang Ling selama beberapa menit namun tidak kunjung berkerja.
"Se-sepertinya kita harus menunggu beberapa saat lagi,"Fang Ling tertawa canggung karena baru saja menunggu obat itu selama lima menit.
Setelah beberapa saat obat Fang Ling perlahan berkerja, terlihat jari telunjuk dan kelopak mata Wang Yihan bergerak pelan sebelum dia benar-benar membuka matanya dengan lebar.
"Apa yang terjadi dengan ku ?? Wang Yihan berkata dengan nada lemas sambil memperhatikan langit-langit ruangan.
"Seharusnya kami yang bertanya, kenapa kau bisa di ikat di dalam ruangan ini ?! Yue Liang berkata dengan nada sedikit tinggi, walaupun dirinya merasa sangatlah senang melihat Wang Yihan Kembali sadar tanpa luka sedikitpun.
Dahi Wang Yihan sedikit berkerut, kedai alisnya saling menyentuh nampak sedang mengingat sesuatu,"Entahlah aku juga tidak tau apa yang terjadi saat itu, namun aku merasa kejadian itu sangat cepat hingga aku ambruk ketika sebuah kunai menusuk perut ku,"
Fang Ling langsung mengecek perut Wang Yihan dan tidak menemukan bekas luka di sana, kemungkinan besar luka yang di katakan Wang Yihan menghilang begitu obat merah darah berkerja.
__ADS_1
"Bagaimana kak, apakah obat yang aku buat memiliki kemampuan tinggi ?? Fang Ling melipat kedua tangannya.
"Hu... Sepertinya obat buatan mu lumayan bagus,"Yue Liang berkata dengan nada datar, sambil membantu Wang Yihan untuk duduk.
Wang Yihan duduk bersila sambil memperhatikan sekelilingnya yang di penuhi oleh sisa-sisa ledakan,"Sepertinya aku telah melewatkan sesuatu yang sangat penting,"
"Haha....Jangan khawatir kak, semua masalah sudah beres. Sebaiknya kita kembali melanjutkan perjalanan, karena area enam akan berkahir cepat karena kita sedang berada di jalur pintas,"
"Jalur pintas ? Wang Yihan terlihat bingung.
Fang Ling mengagguk beberapa kali,"Benar, kita sedang berada di ruangan bawah tanah, tepatnya berada di suatu jalan pintas menuju ujung area enam,"
"Lalu apakah kau tau di mana jalan keluar dari ruangan ini ? Wang Yihan berdiri dan di ikuti oleh Fang Ling dan Yue Liang yang juga ikut berdiri.
Fang Ling mengeluarkan sebuah gulungan kertas yang dirinya dapat di dalam pakaian penyusup di pihaknya, ia memperlihatkan isi gulungan itu kepada Wang Yihan.
"Ini kan semua jalur yang ada di area enam, dengan menggunakan ini kita akan keluar dari area enam jauh lebih cepat dari perkiraan,"Wang Yihan berkata sambil memperhatikan isi gulungan di hadapannya, di mana gulungan kertas itu berisikan semua jalur masuk dan keluar di area enam.
"Lalu apa yang kita sedang tunggu ? apakah kau berencana menunggu ratusan orang itu sadar dan melanjutkan perjalanan bersama-sama,"
Setelah berkata seperti itu Fang Ling berjalan ke arah kolam yang kini berisikan banyak bunga lotus darah, langsung saja Fang Ling membakar semua lotus itu hingga membuat air yang ada di dalamnya juga ikut mengering.
"Akhirnya selesai, dengan begini satu masalah sudah selesai,"Fang Ling membersihkan keringat di dahinya dan kembali berjalan ke arah semua temannya yang sedang menunggu dirinya.
Dengan mengandalkan bantuan peta dari almarhum penyusup di pihaknya, Fang'Ling dan teman-temannya memasuki sebuah lorong yang menghadap ke arah selatan.
Setelah masuk ke dalam lorong itu kini di hadapan kelompok Fang Ling terdapat sebuah pintu kayu dan sedikit penanjakan yang menuju ke pintu tersebut.
Merasa itu adalah jalan keluar, Fang Ling menciptakan sebuah tombak dan membuka pintu itu dengan mengunakan tombaknya untuk berjaga-jaga jika terdapat jebakan.
Setelah pintu itu terbuka lebar tidak ada sesuatu yang terjadi, untuk memastikan semuanya aman, Wang Yihan memberanikan diri untuk duluan keluar melewati pintu itu.
Setelah berada di luar dan tetap tidak terjadi apa-apa, barulah satu persatu kelompok Fang Ling berjalan keluar melewati pintu itu.
Ternyata pintu itu kembali membawa Fang Ling ke atas tepatnya berada di jalur satu arah, namun kini dia dan kelompoknya tidak membutuhkan waktu lama untuk segera menyelesaikan area enam yang terbilang panjang.
__ADS_1
Karena sudah melewati terowongan sebelumnya, Fang Ling telah dapat menghemat waktu dua hari untuk sampai di tempatnya sekarang berada.
Karena merasa lelah sedangakan hari sudah tengah malam, kelompok Fang Ling memutuskan berjalan sebentar sambil mencari tempat beristirahat.
Di ujung jalan terlihat sebuah batu besar yang terlihat sangat nyaman, karena tempat itu sangat bersih seolah-olah sudah ada yang menempati tempat itu sebelum kelompok Fang Ling.
Karena lelah dan tidak memiliki pilihan lain, kelompok Fang Ling mau tidak mau harus beristirahat di tempat itu walaupun memiliki resiko tinggi.
Terlihat juga di tempat yang di maksud sebuah api unggun yang baru padam, karena asap putih dari api unggun itu masih keluar.
Walaupun merasa khawatir dengan teman-temannya yang sudah sangat kelelahan, Fang Ling hanya dapat membuat pelindung menggunakan sepuluh pedang, dengan begitu mereka dapat beristirahat dengan tenang.
"Sepertinya ada lebih banyak tikus di sini, tapi untungnya kelompok itu sudah meninggalkan tempat ini beberapa yang jam lalu,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
Bersambung....
__ADS_1