Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pelarian yang dramatis


__ADS_3

私は世界を変えたい !


I want to change the world !


剣のように刺す!


Stab like a sword !


何も恐れない 今は勇気を持っています と笑顔の一部 !


Now I hold onto my courage with those smile fragments !


気が変わった!


Change my mind !


激動の未来にたどり着いたら私たちの情熱を失うことなく輝けるようになり!


If we can reach into a turbulent future without losing our passion, we will be able to shine !


...ファンタジーの世界...


...Fantasy world !!...


________________________________


Keadaan mencengkam seketika memenuhi kamar milik Quin Tariy.. Tatkala tatapan Fang Ling semakin tajam seolah-olah ingin mencincang tubuhnya.


"Ku tanya sekali lagi..Apa yang sudah kau lakukan..?!"Fang Ling menciptakan sebilah pedang es..Kemudian ia meletakkan pinggiran pedang itu ke leher Quin Tariy.


Seketika tubuh Quin Tariy bergetar di penuhi keringat dingin..Bahkan untuk menelan ludah sangat susah baginya karena pedang Fang Ling begitu menempel dengan lehernya.


"Tidak mau menjawab..?"Fang Ling mengiris sedikit leher Quin Tariy..Hingga meneteskan sedikit darah."Ku beritahu..Aku sama sekali tidak keberatan membunuh wanita..Aliran hitam atau putih sama saja."


"Dimana kau menemukanku..? Lalu kota apa ini.. ??"


"Ak-aku membelimu dari tiga orang aneh..Kota ini adalah kota muxan..Kota utama benua pasir mati."Kata Quin Tariy..Ia tidak lagi berani bergerak, karena jika bergerak sedikit saja maka ia akan kehilangan kepalanya.


Fang Ling terdiam sejenak."Kota muxan..? Orang aneh..? Apa yang sebenarnya terjadi selama aku pingsan."Batinnya.


Fang Ling kembali menatap Quin Tariy..Lalu diapun menghilangkan pedangnya, membuat Quin Tariy dapat bernafas lega..Tetapi tidak lama kemudian Fang Ling merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Tubuhku panas sekali..Apa ini..??"Fang Ling menemukan gelas kaca yang kebetulan berada di atas kasur..Diapun mengambil gelas itu dan mencium aromanya."Arak ini kuat sekali.."


Wajah Fang Ling memerah.. Nafasnya tiba-tiba semakin berat bersamaan dengan pikirannya yang sangat ingin melakukan hubungan itu..


Kemudian Fang Ling berdiri..Dia baru sadar jika sekarang dirinya tengah telanjang bulat..Fang Ling pun nampak kesal lalu kembali menatap Quin Tariy yang masih terduduk di kasur.

__ADS_1


Braaaaak


Tanpa belas kasihan sedikitpun..Fang Ling menendang Quin Tariy hingga membuat gadis itu melesat menabrak dinding namun masih sadar.


"Seharusnya kau lebih menghormati dirimu sendiri..Ambilah ini sebagai pengganti uang mu."Fang Ling melempar sebatang kristal es kepada Quin Tatiy.. Karena tidak sempat mengeluarkan koin emas dalam jumlah banyak.


Setelah itu Fang Ling langsung berlari keluar.. Karena sangat mabuk diapun hanya menggunakan selimut putih tipis untuk menutupi tubuhnya.. Sementara itu Quin Tariy berusaha untuk berdiri menyusul Fang Ling.


Setelah berada di ambang pintu..Quin Tariy menoleh ke kanan dan kiri tetapi ia tidak menemukan Fang Ling.. Karena putus asa Quin Tariy berteriak memanggil penjaga dan memerintahkan mereka untuk mencari Fang Ling.


"Jangan biarkan dia lolos..! Tutup semua pintu keluar..Dia harus ditemukan apapun ganjarannya..!!"Kata Quin Tariy.


Ratusan prajurit langsung berkeliling mencari Fang Ling..Tidak hanya itu, mereka juga sudah menutup semua pintu keluar dari kediaman keluarga Quin.


"Cepat temukan pria itu..!! Jika tidak kalian akan di siksa oleh putri Quin Tariy."


"Siap !


"Tentu saja, oghye !


Di saat semua prajurit dan pelayan mencari Fang Ling..Pria yang di cari tengah bersembunyi di balik sebuah taman bunga..Fang Ling tidak lagi dapat berdiri karena tubuhnya benar-benar sangat ingin melakukan sesuatu untuk menekan gairahny*.


"Pa-panas..Si-Sial apa yang harus aku lakukan."Rinti Fang Ling..Seraya menahan hasratnya yang semakin mengebul-ngebul.


Tidak di sangka ternyata ibu Quin Tariy juga berada di tempat itu..Diapun tidak sengaja melihat kaki seseorang dan berjalan mendekatinya.


"Ka-kau..Apa yang kau lakukan di sini..? Bukanya kau sedang di cari oleh Quin Tariy ??"Kata perempuan itu..Yang tidak lain adalah ibu Quin Tariy.


Keadaan semakin menegangkan tatkala lima oranh penjaga menghampiri ibu Quin Tariy.. Sebelumnya mereka mendengar suara aneh dari balik semak di belakang ibu Quin Tariy..Sehingga merekapun memutuskan untuk mendekatinya.


Saat melihat jika di tempat itu ada ibu Quin Tariy..Semua prajurit itu langsung saja terkejut.


"Nona besar..Apa sebelumnya anda melihat seseorang melintas di tempat ini..? Dia adalah seorang pemuda yang lari dari kamar nona muda Quin Tariy."Ujar prajurit yang memimpin kelompok itu.


Dengan sedikit gugup dan terkejut..Ibu Quin Tariy pun berkata."Aku tidak melihat siapa-siapa di tepat ini.."


"Jika begitu.. Baiklah..Eh..."Saat akan berbalik.. Pemimpin kelompok itu tidak sengaja melihat kaki seseorang yang berada di belakang ibu Quin Tariy.


Sadar jika prajurit itu menemukan sesuatu..Ibu Quin Tariy segera melakukan sesuatu untuk menghentikannya.


"Bukankah sudah ku katakan jika tidak ada siapapun di tempat ini..? Sekarang kalian pergi dan cari di tempat lain."


"Maaf nona besar..Tugas kami adalah melindungi kalian, jadi jangan hentikan kami dalam menjalankan tugas itu..Kalian berdua cepat cek tempat itu."Perintah pemimpin kelompok itu kepada dua orang pria di belakangnya.


"Baik..Paman."


"Baik..Bos."

__ADS_1


Dua orang prajurit itupun mengikuti perintah pemimpin mereka.. Keduanya berjalan melewati ibu Quin Tariy untuk memastikan sesuatu yang bersembunyi di belakangnya.


"Bagaimana..Apa kalian menemukan sesuatu di sana..??"Tanya pemimpin kelompok sebelumnya.


Kedua prajurit sebelumnya kembali dengan membawa seekor kucing..Wajah mereka juga di penuhi dengan bekas cakaran dari kucing oren tersebut.


"Tidak ada apa-apa, paman..Kami hanya menemukan seekor kucing ini di balik semak itu."Ujar salah seorang penjaga dengan membawa seekor kucing oren yang gemuk..Serta wajah kedua pria itu di penuhi dengan bekas cakaran.


Sempat tidak percaya karena tadi ia memang melihat kaki manusia dan bukannya kucing.. Pemimpin kelompok itupun akhirnya menyerah karena tidak mungkin bagi manusia dapat menghilang dengan cepat.


"Ah.. Baiklah sepertinya memang tidak ada siapa-siapa di sini..Maaf sudah mengganggu nona besar."Semua prajurit itupun membungkuk ke arah ibu Quin Tariy.. Setelahnya merekapun berjalan meninggalkan tempat itu.


Setelah lima prajurit itu sudah berjalan cukup jauh.. Terdengar suara berisik yang tidak lain suara kucing sebelumnya menyerang kelima prajurit tersebut.


Bruuuukkk


Meong !!


"Aaaa..! Jauhkan kucing itu padaku !!


"Ja-jangan lukai wajah tampan ku..Ku mohon tuan, aku akan memberikan ikan sebanyak apapun yang kau mau."


Sementara itu..Ibu Quin Tariy yang merasa keadaan sudah aman langsung mengecek ke tempat persembunyian Fang Ling sebelumnya..Tetapi pemuda itu tidak lagi berada di tempat itu.. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menarik tubuh ibu Quin Tariy dan menodongkan pedang ke lehernya.


Fang Ling hendak mengiris leher ibu Quin Tariy..Tetapi perempuan itu cepat-cepat menghentikannya.


"Tunggu..Aku tidak akan menyakitimu..Aku adalah Quin Meriy..."Cegah Quin Meriy dengan posisi di rangkul Fang Ling dari belakang.


Pergerakan Fang Ling terhenti."Lalu apa yang akan kau lakukan Kepadaku..?


"Aku akan membantumu."


"Membantuku.."Fang Ling mendekati telinga Quin Meriy.. Membuat perempuan itu sedikit terkejut mendengar deru nafas Fang Ling yang sangat jelas.


Aroma maskulin yang keluar dari tubuh Fang Ling benar-benar membuat Quin Meriy terangsa.. Tubuhnya ikut-ikutan memanas, hingga nafasnya menjadi semakin berat.


"Be-benar..Kau tidak akan bisa keluar malam ini..Jadi ikuti aku."Quin Tariy membantu Fang Ling berdiri.. Keduanya sama-sama dalam efek membutuhkan pemuas sehingga mereka berjalan cepat menuju ke sebuah tempat.


Keadaan masih di ramai oleh banyak penjaga yang mondar mandir.. Untungnya Quin Meriy tau betul seluk beluk kediaman itu sehingga dengan mudah ia dapat kembali ke kamar pribadinya.


"Di sini kau akan aman..Tidak mungkin prajurit-prajurit itu berani ke tempat ini.."Ujar Quin Tariy sambil mengunci rapat pintu kediamannya.


Tiba-tiba dari belakang Fang Ling langsung memeluk tubuh Quin Meriy..Sementara Quin Meriy hanya terdiam malu menyikapinya..Setelah aman Fang Ling langsung memuaskan hasratnya kepada Quin Meriy.


Sedangkan perempuan itu hanya menikmati setiap-setiap permainan Fang Ling..iapun merasa sangat kenikmatan begitu sesuatu yang besar nan perkasa berkali-kali menabrak tubuhnya dari dalam.


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2