Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Teman bagaikan kepompong


__ADS_3

Kepanikan benar-benar membuat seseorang tidak memperdulikan apapun yang mereka injak, begitulah apa yang di rasakan Yu Yuan dan Ling Yung.


Ranting bambu dan semak belukar tidak akan mampu menghentikan langkah Yu'Yuan dan Lin Yung, mereka terus berlari sampai akhirnya di hadang oleh sesuatu berwarna hitam yang datang dengan sangat cepat.


"Tidak..Jangan lagi."Gumam Yu Yuan, diapun ketakutan setengah mati melihat sosok hitam di depan dan memutuskan untuk terus berlari melewati sosok tersebut bersama dengan Lin Yung yang menyusul dari belakang.


Ternyata sosok yang di anggap hantu oleh Yu Yuan dan Lin Yung lagi-lagi adalah Yen'Siulan. Sejak awal Yen Siulan sudah menduga jika kelompok Yu Yuan akan melakukan sesuatu yang menganggu, karena itulah Yen Siulan memutuskan untuk mengikuti mereka.


Beberapa menit tadi dia juga sempat berpapasan dengan teman-teman Lin Yung yang lain, mereka nampak sangat ketakutan seakan sudah melihat sesuatu yang sangat mengerikan sampai membuat wajah mereka pucat.


Keadaan kelompok Yu Yuan yang ketakutan setelah keluar dari kediaman Fang Ling membuat banyak pertanyaan di benak Yen Siulan."Apa yang sudah mereka lihat sampai ketakutan seperti itu..? Apakah Fang Ling..


Meski sudah berada di ambang pajar dan matahari akan segera terbit, Yen'Siulan memutuskan untuk tetap pergi ke kediaman Fang Ling untuk memastikan sesuatu.


Karena merasa sudah merindukan Fang'Ling meski baru empat jam berpisah, Yen Siulan terbang dengan cepat ke kediaman Fang Ling.


Tiba-tiba telinga Yen Siulan mendengar melodi indah dari seruling, suara seruling itu membawanya ke atas gerbang kediaman Fang Ling yang memiliki warna merah serta setinggi 15 meter.


Tidak aneh jika Fang Ling bisa melihat hampir semua hutan di belakang sekte dari atas gerbang kediaman barunya. Yen'Siulan terbang mendekati Fang Ling, pria itu terlalu mendalami permainan seruling-nya hingga tidak sadar akan kedatangan Yen Siulan.


Fang Ling duduk dengan sebelah kaki terjuntai, dia menutup mata sambil terus memainkan irama seruling. Sementara Yen Siulan hanya diam sambil tersenyum sendiri, diapun duduk di samping Fang'Ling dan menyenderkan kepalanya ke bahu Fang Ling.


"Gege, irama apa yang kau mainkan..? Baru kali ini aku mendengar irama seruling seindah ini."


Fang Ling menghentikan permainannya, diapun mengetuk pelan kepala Yen Siulan dengan menggunakan seruling membuat gadis cantik itu meringis.


"Siu'er, nada ini ku namakan 'Harmoni Kematian' karena tercipta dari penderitaan dan harapan."Fang Ling memperlihatkan seruling di tangan-nya, diapun memberikan seruling itu kepada Yen Siulan.


"Apa Siu'er bisa bermain seruling..? Jika iya, apakah Siu'er mau memainkannya untukku.??"Fang Ling tersenyum lembut sambil meletakan topeng rubah di samping wajah-nya.


"Ak-aku tidak terlalu hebat dalam memainkan alat musik, maaf sudah mengecewakan mu, Gege."


Fang Ling mengusap dagu nampak memikirkan sesuatu, diapun beranjak pindah dengan duduk di belakang Yen'Siulan."Tidak apa, aku akan membantumu menentukan irama."


Dengan posisi seperti ini entah mengapa membuat Yen Siulan menjadi sangat malu, bahkan membuat jantung-nya berdegup kencang.

__ADS_1


Karena sudah seperti ini Yen Siulan tidak ada pilihan lain selain mengangguk dan mengiyakan perkataan Fang Ling.. Dengan lembut Fang Ling menuntun jari-jari Yen Siulan untuk menutup beberapa lubang kunci di bagian atas seruling.


"Tiup dengan perlahan dan teratur."Kata Fang Ling mengkoordinasikan apa yang harus di lakukan oleh Yen Siulan, sementara dirinya sendiri fokus dengan lubang kunci seruling.


Yen Siulan mulai meniup seruling dengan lembut, sementara Fang Ling mengkoordinasikan jari-jarinya untuk menutup beberapa lubang kunci seruling. Awal percobaan memang terdengar aneh dan sumbang, tetapi lama-kelamaan permainan Yen Siulan semakin baik berkat ajaran dan tuntunan Fang Ling.


Setelah sudah lancar dan tau lirik apa saja yang harus di gunakan, Fang Ling tidak lagi membantu Yen Siulan dan hanya mendengarkan melodi yang keluar dari permainan seruling-nya.


Hampir sepuluh menit di habiskan Yen Siulan bermain seruling, hingga akhirnya dia lelah dan memutuskan untuk berhenti bermain dengan memberikan seruling di tangannya kepada Fang Ling.


"Siu'er memang sangat pintar, bahkan bisa bermain seruling dalam hitungan menit."Fang Ling mengusap kepala Yen Siulan lalu menatap bulan tepat di hadapan mereka.


"Jika bukan karena bantuan Gege, aku tidak akan pernah bisa bermain seruling sampai tua."Yen Siulan tersenyum riang, entah mengapa setelah bermain seruling ia merasa sangat tenang.


Meski terlihat santai sebenarnya jantung Yen Siulan berdegup dengan sangat cepat, saat bermain seruling sebenarnya ia sudah berciuman tak langsung dengan Fang Ling, sebab bagian belakang seruling ternyata sangat lekat dengan bibir Fang'Ling karena terlalu lama bermain.


'Tadi sangat memalukan, ta-tapi rasanya seperti daun mint.'Batin Yen Siulan dengan wajah merona.


"Siu'er, di dalam perjalanan ku, aku menemukan sebuah pedang bernama infinix..Aku ingin Siu'er memiliki-nya, karena kurasa hanya kau yang masih tidak memiliki pedang pusaka."


Fang Ling mengibaskan tangan, secara ajaib pedang infinix keluar dari udara kosong dan jatuh di genggaman tangannya.


"Pedang ini sangat kuat, kurasa pedang ini tidak pantas kumiliki.."Yen Siulan menghela nafas sambil menggeleng.


"Kenapa tidak..?"Kata Fang Ling.


"Kemampuan ku masih tidak terlalu bagus dalam bermain pedang, pedang itu hanya akan merasa terbebani jika berada di tanganku."Yen Siulan tersenyum pahit, membuat Fang Ling tersenyum dan tertawa melihat-nya.


"Kenapa Gege malah tertawa..!"Yen Siulan melipat kedua tangan di depan dada sambil mengembungkan pipi.


"Tidak, hanya saja Siu'er terlihat lucu ketika marah."Fang Ling mengarahkan pedang infinix ke depan."Bermain pedang sama saja dengan bermain seruling..Tidak ada yang instan di dunia ini kecuali Siu'er mau berusaha, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil."


Fang Ling menyerahkan pedang itu kepada Yen Siulan, meski sempat ragu akhirnya Yen Siulan mau menerima pedang itu dan merasakan beban yang sangat berat saat menggenggam-nya.


"Gunakan sedikit energi tenaga dalam untuk menetralisir berat pedang itu saat akan di gunakan.."Jelas Fang Ling.

__ADS_1


Yen Siulan berdiri dan mengikuti arahan Fang Ling, ia sedikit mengalirkan tenaga dalam ke ganggang tangan-nya. Seketika berat pedang yang tadinya sangat berat, menjadi lebih ringan dan mudah di gerakan.


"Wah.. Benar, pedang ini jauh lebih mudah saat di gunakan."Yen Siulan mengayunkan pedang infinix hingga tidak sengaja mengayunkan pedang tersebut terlalu kuat. Alhasil pedang itu langsung merespon dan mengeluarkan gelombang sabit ke arah sungai.


Fang Ling yabg melihat hal itu tentu tidak diam saja, jika gelombang itu mengenai sesuatu di area sekte maka akan bersifat sangat merusak. Untuk itulah Fang Ling langsung menciptakan sebuah portal di depan gelombang itu, alhasil gelombang sabit yang melesat cepat tadi masuk ke dalam portal Fang Ling.


"Maafkan aku.. Ta-tapi kemana gelombang tadi..?"Tanya Yen Siulan, ia juga terlihat menyesal karena sudah melakukan hal ceroboh.


Fang Ling mengibas tangannya, seketika di hadapannya terdapat sebuah bulatan portal yang terlihat seperti cermin, di dalam portal itu terlihat sebuah dataran hijau tidak berpenghuni hancur dengan sisa serangan berbentuk tebasan pedang di atas tanah.


"Pedang itu memiliki daya hancur yang sangat berbahaya, karena itulah di sebut infinixs..Memang roh di dalam pedang itu bukankah pohenix, melainkan seekor serigala orizon suci..Jadi gunakan pedang itu hanya jika berada dalam keadaan terdesak."Jelas Fang Ling.


Yen Siulan nampak masih ragu-ragu, tetapi ia tidak mau mengecewakan Fang'Ling yang sudah sangat percaya dengan diri-nya.


Yen Siulan menyimpan pedang infinixs ke dalam kantong penyimpan yang terikat di samping pinggang, iapun kembali teringat sesuatu yang ingin ia sampaikan sejak tadi kepada Fang Ling.


"Gege, apa kau tadi sudah menjahili sepuluh orang seumuran mu..?"


Fang Ling melirik ke arah Yen Siulan di sampingnya."Iya, tapi bagaimana Siu'er tau jika tadi aku sudah menjahili orang.? Bukankah kamu baru saja datang.??"


Yen Siulan mengangguk."Sebelum kemari aku sempat berpapasan dengan mereka, Gege pasti akan terkejut jika tau siapa yang sudah Gege jahili."


"Aku tidak tau, memangnya siapa mereka..?"Tanya Fang Ling sambil mengangkat kedua bahu.


Yen Siulan tersenyum."Dua dari mereka adalah Yu Yuan dan Lin Yung, mereka berdua adalah temanmu."


Seketika Fang Ling terkejut sekaligus tidak menyangka, ia seketika tidak enak hati mengingat kejadian tadi."Siu'er, bagiamana rupa Yu Yuan dan Lin Yung.??"


"Ada apa Gege, kenapa kau terlihat sangat panik.??"


Fang Ling berdiri ia menggaruk kepala."Ku-kurasa, aku terlalu berlebihan mengenai masalah tadi..Jadi, bagaimana rupa dari Yu Yuan dan Lin Yung.??"


"Ya, mereka adalah dua pemuda yang berlari paling belakang setelah keluar dari kediaman ini..Tidak perlu khawatir Gege, jahil antar teman bukanlah sesuatu yang jahat.. Memangnya, Gege menakuti mereka dengan apa.? Sampai membuat wajah mereka pucat seperti mayat. "Yen Siulan menyentuh dagu.


"Dengan macan."kata Fang Ling polos membuat Yen Siulan tersedak nafas sendiri mendengar-nya.

__ADS_1


"Ji-jika begitu sepertinya Gege memang sudah berlebihan, lalu bagaimana keadaan macan mu..?"


Fang Ling menoleh ke arah bawah tepatnya ke arah macan kumbang yang masih membeku di depan rumahnya, entah sihir jenis apa yang mampu membuat pergerakan bayangan terkunci dan tersegel.


__ADS_2