
Karena merasa tidak enak hati dengan Shun Jing akhirnya Fang ling mengambil satu ikan bakar dan berjalan ke arah gadis tersebut yang nampak masih menundukkan kepalanya.
Fang ling menyodorkan ikan yang di bawanya seraya berkata,"makanlah aku memberikan ini sebagai hadiah karena sudah menolongku."
"lepaskan dulu pengikat nya, aku tidak bisa bergerak," kata Shun Jing nampak sangat kesal.
Melihat Shun Jing yang masih marah Fang'ling hanya menggelengkan kepalanya dan menjentikkan jari, seketika tali yang mengikat tubuh Shun Jing menghilang.
Belum sempat memberikan ikan yang ada di tangannya kepada Shun Jing, perempuan itu langsung mengambilnya dengan cepat seolah seperti seekor kucing kelaparan.
"makanlah pelan-pelan, jika tidak kau akan tersedak," Fang ling duduk di samping Shun Jing dan ikut Bersender di batu sambil sesekali melihat luka di dadanya.
Fang ling merasa jika luka retakan di dadanya masih belum sembuh dengan sempurna dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.
Agar rasa sakit itu tidak terlalu,Fang ling menekan luka retakan di dadanya dengan elemen es agar luka itu tidak merambat ke seluruh organ tubuhnya.
Retakan di dada Fang ling tergolong besar dan mengeluarkan cahaya kebiruan, cahaya itu merupakan sedikit dari banyaknya elemen es yang keluar dengan sendirinya.
Di bahu bagian kiri Fang ling terdapat tato naga Berwarna biru yang merupakan seekor kaisar naga dan menandakan jika kekuatan Fang ling akan tubuh dengan sendirinya.
Kekuatan Fang ling sangatlah kuat dan terbilang sangatlah hebat, namun akibat berinkarnasi semua kekuatan itu menghilang dan kembali muncul secara perlahan.
Walaupun merasa jika tubuhnya sudah mulai bermutasi, Fang ling merasa jika dirinya harus mengambil semua kekuatan nya dengan cepat.
alasannya adalah semua pendekar sudah mulai memeperkuat tubuh maupun kemampuannya, dengan menggunakan obat-obatan yang di larang kegunaannya.
Banyak jenis obat yang mampu membuat penggunanya menjadi kuat beberapa saat namun setelah efek pil itu habis, maka nyawa penggunanya yang akan menjadi bayaran.
Di kehidupan pertamanya, Fang ling sering menemukan pendekar yang menggunakan pil peningkat kekuatan. namun penggunaan dari pil itu tidak akan hidup lama dan perlahan-lahan akan mati dengan sendirinya.
"Seingat ku di tahun sekarang masih belum di temukan pil seperti itu, karena pil itu di temukan sekte aliran hitam beberapa tahun lagi," Batin Fang ling.
Saat akan menggigit ikan bakarnya, Fang ling terkejut karena yang di giginya adalah tulang ikan yang sudah tidak memiliki daging sedikitpun.
Seketika pandangan Fang ling tertuju pada gadis di samping kanannya,"Kau sangat rakus...apakah kau ingin mengikuti turnamen gunung tengkorak ?
__ADS_1
"Bagaimana kau tau ? kata Shun Jing dengan nada ketus sambil sesekali melirik wajah Fang ling.
Fang ling tersenyum lembut dan berkata,"Tentu saja aku tau karena kau sangat ceroboh."
"maksudmu ?! tanya Shun Jing.
Fang ling mengeluarkan sebuah plakat dari dalam pakaiannya dan membuat Shun Jing panik saat melihat plakat miliknya sudah berada di tangan seseorang yang baru di kenalnya.
Shun Jing mencoba meraih plakat itu karena jika sampai hilang, maka dirinya tidak akan bisa mengikuti turnamen yang akan di adakan beberapa tahun lagi.
"Hei kembalikan Pelakat ku," Shun Jing mencoba meraih plakat yang ada di tangan Fang ling.
Fang ling hanya tertawa kecil melihat Shun Jing seperti seekor kucing yang ingin mengambil sebuah mainan di tangannya.
Merasa sangat kesal Shun Jing mengepal tangannya dan memukul tepat di bagian dada Fang ling, hingga membuat retakan itu semakin besar.
Shun Jing yang tidak sengaja melihat cahaya yang keluar dari dada Fang ling terlihat sangat panik," ma-maaf aku tidak sengaja, apa yang harus kita lakukan,"
Fang ling berpura-pura meringis kesakitan dan segera berkata,"kau harus memeluk ku, karena jika tidak tubuh ku akan hancur,"
"me-memeluk ? apakah benar begitu atau aku salah dengar,"kata Shun Jing dengan wajah memerah.
"Baik ak-aku akan memeluk mu, bertahanlah sebentar lagi aku ingin menguatkan hatiku," Shun Jing mengatur nafasnya dan memeluk Fang ling dengan tubuh gemetaran.
"Kenapa tubuh bergetar ? tanya Fang ling.
"Bukan be-begitu ini karena aku baru pertamakali me-memeluk seseorang,"kata Shun Jing dengan nafas memburu.
"Shun Jing...
"ada apa ?
"Aku juga akan mengikuti Turnamen dan aku juga ingin meminta maaf kepada mu," kata Fang ling.
"Bukankah kita baru bertemu...kenapa kau meminta maaf," kata Shun Jing bingung.
__ADS_1
"apakah kau masih ingat dengan bocah yang kau tendangan ? tanya Fang ling.
"Eh bocah ? yang mana...apakah bocah kurus Beberapa Minggu lalu, tapi kenapa kau bisa tahu,"kata Shun Jing.
"tentu saja aku bisa tau, karena bocah itu adalah aku,"kata Fang ling terus terang.
Shun Jing melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah Fang ling,"Tidak mungkin itu kau, karena bocah itu sangat kecil dan jelek,"
Seolah di pukul dengan keras, Fang ling merasa sangatlah kesal dengan apa yang di katakan Shun Jing. dia menarik tangan Shun Jing dan memeluknya dengan erat.
"Yap sekarang bocah itu sudah menjadi pemuda tampan," kata Fang ling dengan ujung hidung seakan memanjang.
Shun Jing tidak dapat menyangkal karena Fang ling memang sangat tampan dan memiliki sifat yang sangat hangat, membuat orang-orang di sekitarnya merasa sangat nyaman.
"Shun Jing apakah kau berpergian sendirian ? tanya Fang ling sesekali memainkan rambut Shun Jing yang begitu panjang.
"Begitulah, ayah dan ibu beserta kakak sudah menunggu di sekte gunung tengkorak,"kata Shun Jing.
"apakah kau tau desa terdekat yang khususnya berada di jembatan gantung itu," Fang ling menunjuk ke arah jembatan gantung yang cukup jauh dari tempatnya dan Shun Jing.
"Setahuku hanya desa Wuhan yang berada di sekitar sini, tapi karena ini adalah jalan memutar mungkin kita membutuhkan waktu sampai matahari terbenam untuk Samapi di desa itu," Jelas Shun Jing.
Fang ling hanya mengangguk dan segera berkata,"baiklah bagiamana jika kita pergi bersama ?
"Kau tidak berbohongkan !" kata Shun Jing antusias.
"Tentu saja aku tidak berbohong, aku juga membutuhkan teman perjalanan. karena ada sesuatu yang akan aku berikan kepada mu jika matahari sudah mulai terbit,"kata Fang ling.
"kau ingin memberikan aku hadiah ? tanya Shun Jing.
"Tentu saja, tapi kau harus berjanji Kepada ku... jika benda yang akan aku berikan kepada mu harus selalu di jaga dengan nyawa mu apapun yang terjadi dan gunakan itu untuk membantu orang lain," kata Fang ling.
"aku berjanji,"kata Shun Jing.
"baiklah tidurlah kita akan melanjutkan perjalanan jika matahari sudah terbit," kata Fang ling.
__ADS_1
Bersambung.....