Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pulau terpencil II


__ADS_3

Dengan adanya suara gerakan dari dua lawannya, Fang Ling dapat menyerang mereka sekaligus menahan serangan yang datang, membuat kedua orang itu kewalahan.


Tidak mau kalah dari Fang Ling, seorang pendekar bergerak cepat berlari ke arah Fang Ling dengan mengandalkan tebakan dan suara hentakan kaki yang cukup kuat.


Pendekar itu mampu menabrak tubuh Fang Ling namun ia sendiri juga menabrak sebuah pohon kelapa, akibat benturan yang cukup keras dia terhuyung dan ambruk ke tahan.


Fang Ling yang tersungkur kembali bangkit berdiri, namun dari belakang seseorang kembali menyerang dengan memukul punggung Fang Ling hingga membuatnya kembali terjatuh.


Suara hentakan kaki Kembali terdengar namun sedikit lebih pakan dan menuju ke arah Fang Ling, dengan tubuh yang terbaring di tanah Fang Ling tidak membiarkan orang itu menyerangnya terlebih dahulu.


Dengan cepat Fang Ling menyandung kaki orang yang berlari ke arahnya hingga terjatuh, ia dengan cepat berdiri dan hendak menyerang orang yang terjauh akibat serangannya.


Namun pendekar yang tersungkur akibat menabrak pohon kembali berdiri walaupun sedikit terhuyung, ia berlari dan menghempas tubuh Fang Ling ke tanah untuk menghentikan serangannya.


Kekuatan pendekar yang sedang membelit tubuhnya tidak dapat di remehkan, Fang Ling mengalami kesulitan saat mencoba lepas dari kuncian pendekar itu hingga ia menyerang pinggang pendekar tersebut menggunakan sikut nya.


Alhasil Fang Ling berhasil keluar dari kuncian pendekar itu, dirinya dengan cepat berlari dan menghilangkan jejaknya untuk memperhatikan keadaan.


Di hadapannya kini terdapat dua orang pendekar yang masih belum di ketahui jenis kelaminnya, kedua pendekar tersebut terlihat sedang memapah satu sama lain walaupun kesulitan untuk melihat karena sangat gelap.


Dengan gerakan cepat Fang Ling bergerak memutar dan memukul punggung kedua pendekar itu dengan seni tampak, membuat kedua pendekar itu menghantam pohon kelapa.


Kedua pendekar tersebut hanya dapat terduduk lemas sambil memegangi perutnya, Fang Ling berjalan perlahan ke arah mereka mencoba untuk bernegosiasi.


Namun belum sempat membantu keduanya berdiri, wajah Fang Ling terbentur oleh sesuatu yang sangat keras hingga membuatnya terjatuh dan ambruk ke tanah dengan hidung berdarah.


Kedua pendekar itu langsung mengambil sebuah kelapa yang jatuh menimpah Fang Ling, dan kembali menghantam wajahnya dengan menggunakan kelapa yang di dapat hingga membuatnya pingsan.


Perlahan Fang Ling membuka matanya, baru menyadari jika kedua tangannya di ikat dan di gantung di sebuah dahan pohon. Tidak jauh dari tempatnya di gantung, Ah Bai juga mengalami nasib yang sama.

__ADS_1


"Ah Bai sadarlah,"Fang Ling memanggil Ah Bai beberapa kali untuk menyadarkannya dari ketidak sadaran, karena dia juga ikut pingsan akibat ikut tertimpa buah kelapa.


Di hadapan Fang Ling terdapat sebuah api unggun yang sangat besar, hingga saat dua bayangan berjalan mendekat Fang Ling langsung saja kembali menutup matanya dan berpura-pura pingsan.


"Adik bagaimana keadaannya ? kata seorang pendekar perempuan berambut hitam sebahu dengan menggunakan pakaian berwarna hijau.


"Kak Qing, sepertinya dia masih pingsan, apakah kita harus membangunkannya ?"Kata seorang perempuan yang sedikit lebih muda dan juga tidak kalah cantik dengan kakak seperguruannya, yang sama-sama menggunakan pakaian hijau terlihat dari sekte yang sama.


"Sebaiknya jangan, dia sangat berbahaya. Jika bukan karena dia tertimpa kelapa, mungkin kita yang akan mati,"Kata pendekar perempuan itu kepada adik seperguruannya.


Adik dari pendekar tersebut hanya mengangguk dan berjalan perlahan ke arah Fang Ling, ia mengusap wajah Fang Ling yang sedikit kotor dengan menggunakan pakaiannya.


"kak Qing, lihatlah dia begitu tampan apakah dia juga seorang perserta,"Kata perempuan itu nampak antusias.


Kakak seperguruannya itu hanya mengangguk sambil duduk di sekitar api unggun, sambil melempar ranting pohon yang di potong kecil-kecil terlihat merasa sangat bosan.


"Sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengannya, walaupun dia sangat tampan. Bukan berarti dia adalah orang baik-baik,"Tegas kakak perempuan yang di panggil dengan sebutan Qing.


"Hahahah, apa kabar ? ucap Fang Ling polos.


"Kakak dia bangun ! apa yang harus kita lakukan, aaaa !


"Adik cepat pukul dia kembali,"


Dengan perasaan terkejut perempuan yang lebih muda mengambil sebuah kelapa, yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri untuk memukul Fang'Ling hingga kembali pingsan.


Fang Ling yang melihat hal itu menjadi panik dan berusaha memberontak,"Tunggu-tunggu jangan pukul lagi atau hidung ku akan patah,"


Merasa sangat panik perempuan itu langsung memukul Fang Ling menggunakan kelapa hingga membuatnya pingsan, kedua perempuan itu memperhatikan Fang Ling cukup lama nampak memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Untuk kedua kalinya Fang Ling kembali terbangun dengan posisi terbalik, kedua kakinya di ikat di sebuah dahan pohon dan di hadapan berdiri dua orang perempuan cantik.


"Sepertinya kau sudah bangun, apa kau merasa tidur mu sangat nyenyak ? karena kami akan memotong hewan peliharaan mu,"Kata Qian mencoba menakut-nakuti Fang Ling.


Mendengar hal itu Fang Ling sangat terkejut hanya Ah Bai yang setia menemaninya, ia menoleh ke kanan dan kiri namun tidak menemukan Ah Bai dimana pun.


"Kemana Ah Bai, apa yang kalian lakukan kepadanya ? Kata Fang Ling panik.


Qian tersenyum sinis sambil menjilati jarinya,"Jadi nama hewan itu Ah Bai, sayang sekali dia memang lucu namun juga sangat enak,"


Mata Fang Ling memerah pandangannya mengganas,"Apa yang kau lakukan Ah Bai, akan aku lakukan kau sama seperti yang kau lakukan kepadanya,"


Merasa hawa berbahaya terpancar dari kedua mata Fang Ling, secara perlahan Qian berjalan mundur dengan wajah pucat hingga ia tidak sengaja menginjak sesuatu dan terjatuh.


Dari balik pohon adik seperguruan Qian berjalan ke arahnya dengan membawa Ah Bai di gendongnya, terlihat jika Ah Bai masih pingsan dengan lidah keluar.


"Kak Qian ada apa ? eh, kau sudah bangun...Maaf aku membawa hewan ini tanpa memberi tahu mu,"kata adik seperguruan Qian.


Dengan wajah menyeringai Fang Ling menatap kedua wanita di hadapannya dan berkata,"Lepaskan aku,"


Kedua wanita itu terdiam cukup lama sambil melirik satu sama lain, hingga mereka mengikuti apa yang di katakan Fang Ling, keduanya melepaskan ikatan yang menjerat kaki Fang Ling.


Dengan lincah Fang Ling melompat dan mendarat di belakang kedua gadis itu, ia mengeluarkan kapak batu dari udara kosong dan menodongnya ke tengkuk leher Qian.


"Apa yang kalian mau ? Kata Fang Ling dengan nada dingin dan tidak bersahabat sama sekali.


"Tenanglah, kami hanya pendekar yang mengikuti tahap seleksi sama seperti mu,"Jawab adik seperguruan Qian.


Mendengar hal itu Fang Ling langsung menghilangkan kapak batu dan memasukan nya ke dalam cincin dimensi, ia memasang wajah ramah begitu tau jika kedua gadis itu juga perserta.

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2