Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Legenda tiga kaisar naga VI


__ADS_3

Beberapa menit kedua insan itu berpelukan di tengah rintik hujan yang turun cukup deras, mereka melepaskan pelukan dan menggantinya dengan sebuah ciuman manis.


"Nama ku adalah Ranzel, kau harus mengingat kejadian ini karena aku juga tidak akan pernah melupakannya. Kini, ayo kembali ke kediaman mu sebelum kau kedinginan,"Kata Ranzel lembut.


Dengan wajah yang sangat pucat Luo Yi hanya mengangguk sebelum tubuhnya terjatuh, namun dengan cepat Ranzel menangkap dan membawa gadis itu ke kediamannya.


Karena Ranzel dalam keadaan panik, sampai-sampai dia tidak memikirkan berat badan Luo Yi yang cukup berat, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di kediamannya. Setelah di rasa aman, Ranzel berlari ke arah pintu kediaman itu.


Kepulangan Ranzel langsung di sambut oleh matriak yang sedang duduk menunggunya pulang, wajah perempuan itu terkejut begitu melihat Luo Yi pingsan di gendongan Ranzel.


"Nak, apa yang terjadi dengannya ? kenapa dia sangat pucat dan seluruh tubuhnya dingin,"Matriak nampak panik, dia langsung memanggil tabib untuk memeriksa keadaan Luo Yi.


Sedangkan Ranzel yang dalam keadaan bingung dan tidak tau harus melakukan apa, hanya terdiam tidak bergerak begitu melihat seluruh bagian tubuh Luo Yi membeku. Tabib tua yang baru datang langsung saja terkejut melihat sosok laki-laki di hadapannya.


"Siapa kau ?! kau iblis kenapa kau berada di sini, apa yang kau lakukan pada perempuan malang itu," Tabib itu langsung saja merampas tubuh Luo Yi dari Ranzel, dia membawa gadis itu ke dalam kamar kosong dengan di ikuti Ranzel dan ibunya.


Tubuh Luo Yi secara perlahan di letakan di atas kasur, terlihat sekujur tubuhnya penuh dengan es tipis yang membalut seluruh tubuhnya. Dengan cekatan, tabib tua itu mengeluarkan dua botol giok hijau dari balik pakaian.


Tabib itu memasukan cairan dari kedua giok itu ke dalam mulut Luo Yi, dan ajaibnya perlahan-lahan es yang membalut tubuh gadis itu mencair dengan suhu tubuh kembali normal dan hangat.


Perlahan kelopak mata Luo Yi bergerak, Ranzel yang melihat itu langsung berlari berniat untuk menghampirinya, namun tabib tua langsung menghentikannya.


"Jangan mendekati nya !! Bentak nenek itu dengan wajah merah terlihat sangat marah terhadap Ranzel.


"Kenapa tidak boleh ? bukankah dia sudah kembali sembuh, aku ingin menghampirinya,"Ranzel mencoba untuk kembali berjalan ke arah Luo Yi namun tabib itu kembali menghentikannya.

__ADS_1


"Iblis, kekuatan mu sangat berbahaya, tubuh gadis itu sangat lemah jika dia terlalu dekat dengan mu, maka dia akan mati secara perlahan akibat hawa es mu yang berbahaya itu,"Ucap nenek itu.


Jantung Ranzel berdetak cepat, ia menatap tangannya sendiri dan beralih menatap wajah Luo Yi yang terbaring di kasur,"Lalu bagaiman jika kau ingin dekat dengannya ? apakah tidak ada cara lain ??


Tabib tua itu menggelengkan kepalanya,"Tidak ada caranya, kau di takdirkan untuk memiliki kemampuan berbahaya. Siapapun yang berjarak dekat dengan mu akan mati, akibat hawa es mu yang sangat ganas,"


"Sial kekuatan ini....Bagaimana jika aku membuang kekuatan ini, apakah bisa ?" Tanya Ranzel terlihat putus asa dengan takdir yang memberatkan dirinya.


Tabib tua itu mengeluarkan nafas panjang dan sedikit menggelengkan kepalanya,"Tidak bisa, karena dirimu akan memiliki tugas yang sangat berat. Tugas mu adalah menyegel kembali kekuatan Naga Wuiten yang akan kembali bangkit,"


"Aku tidak peduli dengan takdir itu !! aku hanya ingin bersama Luo Yi, walaupun benua ini akan hancur oleh naga yang kau bilang Wutien aku tidak perduli,"Ranzel mendorong paksa tabib di hadapannya hingga terjatuh, ia segera berlari ke arah Luo Yi yang mulai siuman.


"Jangan ! kau akan membuatnya terbunuh !! Tabib itu segera berlari untuk menghentikan Ranzel, namun dia terlambat. Pemuda itu sudah menyentuh kulit Luo Yi, Perlahan tubuh gadis itu membeku dan mengkristal akibat bersentuhan langsung dengan Ranzel.


Melihat tubuh Luo Yi membeku Ranzel langsung menangis dan memeluknya, dia terus menangis hingga mengeluarkan darah dari matanya. Tabib dan ibunya hanya dapat menggelengkan kepala, melihat Luo Yi sudah tidak bernafas dengan tubuh menjadi kristal.


"Ribuan tahun ? itu mudah di katakan, sedangkan menunggu selama itu adalah sebuah siksaan yang sangat berat,"Ucap Ranzel sambil menangis memeluk tubuh Luo Yi yang mengkristal.


Matriak membalik tubuh Ranzel dan menampar wajahnya dengan kuat,"Jangan menangis !! jika kau memang mencintainya, kau harus siap menunggu dia kembali berinkarnasi, aku tidak tau dia akan kembali muncul di mana. Tapi, seharusnya dengan perasaan mu kau dapat dengan mudah menemukannya,"


"Naga Wutien akan terbang beberapa juta tahun lagi, dengan waktu itu dirimu akan menemukan Luo Yi kembali,"Jelas matriak dengan nada sedikit lunak untuk menenangkan Ranzel.


Tangisan Ranzel perlahan menghilang dan berubah menjadi sakit hati yang begitu dalam karena kehilangan Luo Yi, Di dekapannya tubuh gadis itu perlahan menghilang menjadi butiran cahaya kehijauan.


"Tenang saja, aku akan menemukan mu Kembali Luo Yi...Aku berjanji, demi langit akan mencari mu di manapun kau berada,"Ranzel berdiri, dia berjalan ke kamarnya dan mengambil sebilah pedang hitam yang selalu di simpan di bawah kasur.

__ADS_1


Karena kesedihan mendalam, Ranzel mengambil beberapa pakaian di dalam lemari untuk di gunakannya. Dia berjalan ke luar kediamannya, dengan tatapan sedih matriak sekte hanya memandangi kepergian pemuda itu dari ambang pintu.


Awan gelap dengan petir menyambar dari segala arah seolah mengantar kematian Luo Yi, Ranzel melangkah keluar dari sekte yang selama ini sudah membesarkannya.


Dua sayap berwarna putih terang keluar dari punggung Ranzel, ia segera mengepakkan kedua sayap itu dan terbang menembus awan gelap dengan kecepatan tinggi.


Perasaan Ranzel yang begitu kuat terhadap Luo Yi, membuat dirinya yakin untuk terbang ke arah utara begitu merasakan sesuatu yang familiar di sana. Dengan keyakinannya yang kuat, Ranzel menembus langit dan menemukan sebuah gunung tinggi di atas awan.


Dia terbang cepat ke arah gunung itu dan melihat sebuah gua dengan sebuah pohon persik tumbuh di tepian tebing gunung tersebut. Ranzel memperlambat kecepatannya dan mendarat di tepi tebing dengan kedua sayap yang perlahan menghilang.


Dengan demikian Ranzel tinggal di atas gunung itu untuk menunggu kehadiran Luo Yi, dia menunggu ribuan tahun hingga pada suatu hari, dirinya merasakan sesuatu yang familiar di kota tidak jauh dari tempatnya tinggal.


Wajah Ranzel tidak pernah menua sejak saat dirinya meninggalkan sekte ribuan tahun lalu, dia sudah mendatangi sekte itu untuk melihat pemakaman ibu angkatnya yang sudah lama meninggal.


Dengan perasaan yang sama sejak dirinya menemukan Luo Yi untuk pertama kalinya ribuan tahun lalu, dia terbang mendekat ke arah sebuah kota yang berada di bawah gunung tempat dirinya tinggal selama ini.


Dari kejauhan di balik pohon, Ranzel melihat keramaian di kota itu hingga matanya tidak sengaja melihat seseorang perempuan cantik berambut biru sedang berjalan di tengah keramaian.



Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang immortal


Bersambung.....


__ADS_2