
Secara mengejutkan Sin Yintian membuka sedikit pakainya, memperlihatkan dua buah dada yang berukuran lumayan besar dan nampak sangat ranum.
Melihat hal itu Fang Ling bukannya bernafsu, dia menjadi panik dengan wajah berubah tegang.
"Tuan putri jangan gegabah, sepertinya kau kurang sehat. Penjaga ! Penjaga !"
Jeritan Fang Ling langsung di dengar oleh dua orang penjaga, penjaga itupun nampak sangat menghormati Fang Ling dan langsung berlari menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu, untuk mu tuan ?"Tanya seorang penjaga sambil membungkukkan tubuhnya.
"Ada apa dengan sikap kalian,"Fang'Ling menyentuh kepalanya yang terasa sakit,"Haisss, sudahlah. Kalian bawa saja putri ke kamarnya, mungkin dia sedang tidak enak badan,"
Kedua penjaga itu sambil bertatapan, mereka mengetahui apa yang akan di lakukan putri Sin Yintian sehingga tidak bisa membantu Fang Ling.
"Maaf tuan, hamba hanya seorang prajurit. Tidak sepantasnya menyentuh sang putri, apalagi dengan keadaannya yang seperti ini,"Kata seorang prajurit dengan nada lembut, tidak mau menyinggung pendekar di hadapannya.
"Benar,Tuan. Jika begitu kami undur diri dulu, karena ada perkerjaan yang harus kami lakukan,"
Kemudian kedua prajurit itu membungkuk dan segera meninggalkan Fang Ling dengan tergesa-gesa.
Fang Ling menjadi bingung, sedangakan sang putri nampak masih berdiri memandanginya dengan tatapan aneh.
"Ku lihat, sepertinya kau baru saja mabuk. Benar juga, malam ini adalah malam kemenangan, sudah seharusnya kau rayakan dengan petinggi kerajaan,"
Dengan acuh Fang Ling membalik tubuhnya, dia menghadap api unggun dan kembali menikmati makan dan minum yang melimpah di tempat itu.
"Sialan, makanan ini enak sekali. Siapa yang memasaknya, aku sangat mencintai orang itu,"
Keadaan canggung terjadi pada Sin Yintian, dia memang sengaja mabuk dan mendekati Fang Ling. Karena merasa cemburu, mengetahui pria itu telah memiliki tiga orang pasangan.
"Sampai kapan aku akan berurusan dengan manusia tidak peka satu ini,"Batin Sin Yintian, dengan posisi yang masih berdiri dan pakaian sedikit terbuka.
Tiba-Tiba tatapan Sin Yintian seperti sedang merencanakan sesuatu. Diapun berjalan ala orang mabuk dan sengaja jatuh menimpah tubuh Fang Ling.
Bukankah sesuatu yang romantis di dapatkan oleh Sin Yintian. Naas bagi Fang Ling, wajahnya masuk ke dalam api unggun hingga membuat wajahnya menjadi gelap.
"Apa-apaan kau ini...."
Sempat ingin marah Fang Ling akhirnya tidak melanjutkan perkataannya, saat melihat Sin Yintian tertidur nyenyak di belakangnya.
Merasa bosan, Fang Ling berjalan meninggalkan Sin Yintian. Dia berencana mencari Su Ming untuk berbicara, mengenai hal-hal dan langkah selanjutnya.
__ADS_1
Sedangkan Sin Yintian sendiri merasa sangat kesal karena sudah di tinggal. Diapun akhirnya bangkit dan berjalan kembali ke kediamannya sambil mengutuk Fang Ling.
Di sebuah koridor jalan utama yang sangat mewah, Fang Ling berencana untuk mencari Su Ming di tempat rapat parah pendiri kerajaan.
"Kenapa telingaku gatal, apa ada yang membicarakan ku dari belakang,"
Selama berjalan banyak wanita yang selalu berbisik tentang penampilan Fang Ling yang telanjang dada. Apalagi malam ini banyak petinggi kerajaan lain yang datang untuk memberi ucapan selamat pada kerajaan teratai perak.
Hingga saat berada di depan sebuah pintu besar berwarna emas dengan karpet merah di jalan, Fang Ling membuka pintu itu dan langsung kaget melihat banyak petinggi dan tetua teratai perak tengah rapat dan kini tatapan mereka semua tertuju pada dirinya.
Langsung saja Fang Ling membeku,"Apa-apaan keadaan ini. Malunya seperti sedang telanjang bulat di tengah kerumunan,"Batin Fang Ling.
Juga terlihat Su Ming membeku seperti Fang Ling saat melihat pemuda itu tiba-tiba datang telanjang dada di saat semua orang tengah rapat.
Menyadari tatapan Su Ming, seorang tetua yang duduk di sampingnya bertanya,"Tetua Ming, apa anda mengenal pemuda itu ??
"Tidak aku tidak mengenalnya. Mungkin dia hanya salah masuk ruangan, karena sudah terlalu mabuk,"
Mendengar hal itu semakin membuat Fang Ling membeku, dia tidak percaya jika pria yang kebodohannya mirip seperti dirinya itu akan mengucapkan kata seperti itu dari mulutnya.
"Awas saja kau Su Ming, akan ku buat kau menyesal karena mengatakan itu," Batin Fang Ling mengutuk keras apa yang di katakan Su Ming.
Menyadari hal itu Su Ming hanya dapat tersenyum kecut,"Maaf nak, tidak mungkin aku akan mengakui mu di keadaan memalukan seperti ini,"Batinnya.
Kemudian Fang Ling langsung membungkuk meminta maaf kepada semua orang, diapun cepat kembali menutup pintu dan berlari cepat dengan wajah memerah.
"Hari ini begitu sial, bahkan setelah aku menolong orang,"
Fang Ling berlari tidak sentuh arah karena tidak tau harus kemana, diapun berhenti sebentar di tempat yang lumayan sepih.
Karena merasa sudah lama tidak menemui Su Yulan, Fang Ling menciptakan sebuah celah dimensi yang dimana celah itu akan langsung melemparnya ke kediaman Su Ming dalam waktu singkat.
Fang Ling memasuki celah itu dan langsung saja berada di depan halaman rumah Su Yulan, diapun berjalan memasuki kediaman itu karena terlihat masih sangat sepih.
Tentunya saat ini orang-orang tengah tertidur pulas, karena itu Fang Ling langsung saja berjalan ke kamar Su Yulan yang berada di kediamannya tersendiri.
Saat akan mendorong pintu, ternyata pintu rumah Su Yulan terkunci dari dalam. Tidak habis pikir, Fang Ling menciptakan sebuah portal yang bisa menembus pintu biasa di hadapannya.
Bruuuukkk
"Aduh,kakiku..."
__ADS_1
Fang Ling menginjak sesuatu yang membuatnya terjatuh, hingga hampir menjerit. Namun saat melihat kekasihnya dengan tertidur, Fang Ling menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
Secara perlahan-lahan Fang Ling mengendap mendekati kasur Su Yulan, dia berencana menginap satu hari di rumah ini sebelum ikut Shin Hye kembali ke sekte naga langit.
Fang Ling berdiri di samping tempat tidur Su Yulan, dia memperhatikan wajah kekasihnya itu yang terpapar sinar lembut dari bulan.
"Cantik seperti biasanya,"
"Aaaaa ! manusia cabul !!!
Saat ujung jarinya akan menyentuh hidung Su Yulan, gadis itu tiba-tiba memukul Fang Ling hingga membuatnya terpental menabrak dinding.
Entah sejak kapan gadis itu menjadi sangat kuat, hingga satu pukulannya mampu mematahkan hidung Fang Ling.
"Kenapa kesialan ini selalu mendatangi ku, Lihat saja Lan'er kau akan menerima balasan yang sangat menyakitkan dariku,"
Mendengar suara familiar itu, Su Yulan sontak sangat terkejut. Diapun duduk dan memandangi Fang Ling yang berjalan ke arahnya dengan tatapan aneh terpancar di kedua mata odd nya.
"Fang Ling ?! Mata mu,"
"Yaa aku sudah kembali. Si tampan ini datang untuk memberikan pelajaran pada sang kekasih yang telah lama tidak ku lihat sebelumnya,"
Fang Ling menggegam kedua bahu Su Yulan dan langsung merebahkannya di atas kasur. Langsung saja dia melakukan gerakan memutar dengan cepat dan berbaring di samping Su Yulan.
"Aku lelah sekali dan sangat mengantuk, apalagi batu saja selesai berperang,"
Su Yulan berguling ke kiri dan memandangi Wajah Fang Ling yang semakin tampan setiap harinya.
"Aku lupa, apa kau sudah tau mengenai Ah Bai ?
Fang Ling langsung terkejut, dia sempat melupakan hewan sucinya itu. Diapun berguling ke kanan dan menatap Su Yulan lebih dalam.
"Benar juga, lalu bagaimana dengan keadaannya ?
"Dia sudah kembali ke alam kehidupan bersama keluarganya beberapa hari yang lalu. Orang tuanya, juga berkata jika mereka harus mempertahankan tanah kelahiran mereka dari sesuatu yang sangat kuat,"
"Aku tidak tau mengenai sesuatu seperti apa yang menyerang alam kehidupan. Tapi sepertinya sangat kuat, sampai-sampai tiga hewan Suci itu langsung pergi ke sana walaupun seberapa Ah Bai tidak mau,"
Kepala Fang Ling menjadi sakit, untungnya waktu sini berbeda dengan waktu di empat alam. Karena satu hari di empat alam sama dengan satu tahun di dunia sepuluh benua.
"Sepertinya di sana masih terkendali, bagiamana pun mereka hewan Suci yang sangat kuat. Tidak mungkin mereka tidak bisa bertahan,"
__ADS_1
Su Yulan memeluk Fang Ling,"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan, pria tampan,"
Bersambung....