Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Rumor seram


__ADS_3

Yen Siulan berusaha menolak dengan lembut."Maaf tetua Luo Tang, aku mau saja membantu hanya saja..


Luo Tang memperhatikan Yen Siulan dan seketika langsung mengerti meskipun sebenarnya meleset jauh dari apa yang di pikirkan Yen Siulan.


"Ah..Ternyata begitu, tidak perlu khawatir.."Luo Tang mengambil Luo An dari gendongan Yen Siulan.


"Tetua, bukan begitu. Aku..


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Yen'Siulan di buat serba salah melihat Luo Tang berjalan meninggalkan Fang Ling bersama dengannya.


"Sekarang nona bisa membantu Fang'Ling, semoga hari kalian menyenangkan."Luo Tang melambai, dia juga tersenyum puas berpikir dirinya sudah berhasil membantu Fang Ling untuk bersama dengan Yen Siulan.


Fang Ling tersenyum masam."Se-sepertinya guru salah paham dengan yang kau inginkan, Siu'er..Meski sekarang guru sudah sering berbicara, guru masih saja tidak peka seperti dulu."


"Ka-kau benar, dia masih sama saja seperti dulu."Yen Siulan ikut-ikutan tersenyum masam.


"Karena sudah begini apa tidak masalah bagimu mengantar ku..?"Fang Ling menggaruk kepala sambil tersenyum tidak enak."Itupun jika Siu'er mau. jika tidak, aku bisa mencari sendiri dengan menanyakan kepada orang-orang..


"Maksud ku bukan begitu..!"Yen Siulan segera memotong perkataan Fang Ling, sedangkan Fang Ling merasa sedikit terkejut.


"Maksudmu..?"Fang Ling menatap Yen Siulan dengan perasaan bingung.


"Aku akan dengan senang hati membantumu, hanya saja aku sedikit malu jika hubungan kita di ketahui banyak orang. Karena menurut ku hal seperti ini terlalu cepat untuk di ketahui orang-orang."Jelas Yen Siulan, membuat Fang Ling tersenyum mendengarnya.


"Ternyata masalah itu.."Fang Ling mengibas udara kosong, secara tiba-tiba topeng rubah sudah berada di genggaman tangannya.


"Untuk apa it.."


Perkataan Yen Siulan terhenti begitu Fang Ling menempelkan topeng rubah ke wajahnya, seketika hawa keberadaan Yen Siulan menghilang sehingga orang-orang tidak akan mengenalinya.


"Topeng ini akan membuat identitas mu terlindungi, jangan takut karena topeng ini juga memiliki kemampuan untuk menyembunyikan hawa keberadaan seseorang yang menggunakan topeng tersebut."Jelas Fang Ling.


Di balik topeng rubah Yen Siulan terdiam membisu karena dari sana dia dapat mencium aroma nafas Fang Ling yang berbau maskulin menempel di bagian dalam topeng rubah.


'Harum sekali.'Batin Yen Siulan.


Fang Ling tiba-tiba berlutut membelakangi Yen Siulan, Sontak Yen Siulan di buat terkejut dengan tindakan Fang Ling apalagi saat ini banyak orang yang berlalu lalang.


"Hei, ap-apa yang kau lakukan..??"

__ADS_1


"Naiklah, kau pantas mendapatkan banyak kesenangan bersamaku selama aku berada di sini."Kata Fang Ling.


Awalnya Yen Siulan sedikit ragu.. Akhirnya diapun mau di gendong, meski saat Yen Siulan sudah berada di posisi belakang, Fang Ling malah yang paling kaget begitu merasakan sesuatu yang sangat kenyal menempel di punggungnya.


Gerakan Fang Ling menjadi terhuyung-huyung, membuat Yen Siulan panik di belakang."Ada apa ge'ge..? apa aku terlalu berat.??"


Fang Ling menyetabilkan gerakannya agar tidak menakuti Yen Siulan, Fang'Ling akhirnya mampu kembali berdiri seimbang setelah beberapa saat mengambil nafas.


"Sial..Benda besar macam apa itu tadi..?!"Batin Fang Ling dengan nada berteriak di dalam hati.


Memang terasa berat di bagian belakang tetapi hal itu hanya ada di dalam benak Fang Ling, diapun berjalan pelan menyusuri jalan lurus di depan yang mengarah langsung ke bagian belakang sekte pedang bambu.


Seingat Fang Ling sungai memang berada di belakang sekte, tetapi dirinya juga baru tau masih terdapat kediaman di sana yang pastinya jauh dari kediaman lain sebab berada di belakang sekte.


Fang Ling juga sangat berharap di tempat itu ada Lin Yung dan teman-teman yang lain. Karena sudah satu tahun tidak bertemu, Fang Ling nyaris tidak ingat dengan wajah mereka yang pasti sekarang sudah banyak berubah.


Seperti sebelumnya. Jalan di belakang sekte di tumbuhi oleh bambu hijau yang sangat lebat, tidak ada tumbuhan lain selain pohon bambu yang menjulang tinggi sampai 8 meter.


Tidak dapat di bayangkan seberapa sunyi jalan ini jika di malam hari, lebatnya pohon bambu tinggi juga mendukung keadaan menjadi semakin mencengkam.


Di saat berjalan-jalan Fang Ling selalu di perhatikan oleh orang-orang yang lewat, apalagi hari sudah menjelang sore, tidak heran jalan menuju sungai di penuhi oleh murid-murid yang ingin mandi dan membersihkan tubuh di sana.


Bagi Fang Ling ketampanan atau kecacatan adalah berkah yang sudah di janjikan.. Tidak seharusnya di tutupi, karena seorang manusia tidak di ukur dari kesempurnaan fisik, tetapi sesuatu seperti apa yang mereka mampu capai untuk kebaikan orang lain.


Sebagian dari mereka ada yang bertanya-tanya siapa perempuan di belakang punggung Fang Ling, sebagian juga bertanya-tanya siapa itu Fang Ling sebab perubahannya yang drastis begitu membingungkan.


Setelah berjalan setidaknya selama 20 menit, mulai terlihat jalan tiga cabang di depan. Yen Siulan mengatakan kepada Fang Ling, begitu sampai di sana untuk langsung mengambil jalan paling kanan, Fang Ling hanya diam sambil mengikuti instruksi Yen Siulan.


"Bukankah dulu di sini hanya ada dua cabang jalan, bagian kiri menuju ke sungai perempuan sedangkan bagian kanan untuk laki-laki..Aku tidak ingat ada jalur lain, selain dua jalur tadi."


"Tidak, sebenarnya terdapat tiga jalur.. Jalur bagian paling kanan di depan adalah jalan menuju ke kediaman mu, jalur itu memang sudah lama tidak di gunakan sehingga keadaannya di penuhi ilalang tinggi."Jelas Yen Siulan.


Fang Ling hanya mengangguk, begitu sudah di hadapankan oleh jalan tiga cabang, Fang Ling langsung mengambil jalur paling kanan seperti yang di jelaskan Yen Siulan tadi.


Banyak perempuan yang langsung di buat kecewa melihat Fang Ling mengambil jalur Fang Ling kanan. Tidak sedikit dari mereka berpikir mengapa pria itu mengambil jalan itu..?


Bahkan hal itu banyak menarik perhatian orang-orang untuk berkumpul lalu menggosipkan sesuatu.


"Lihatlah, pria itu tadi mengambil jalan paling kanan.."Salah seorang pria berumur 17 Thn berkata dengan ekspresi ketakutan.

__ADS_1


"Bu-bu-bukankah itu jalur menuju ke rumah tua bernama paviliun harimau putih..? Kenapa dia membahayakan diri sendiri dengan pergi ke sana, dan lagi dia juga membawa seorang perempuan."Seorang lagi pria berbeda berkata dengan nada terbata-bata seakan sedang memikirkan sesuatu yang sangat mengerikan di jalur yang Fang Ling pilih.


"Kurasa dia adalah murid baru, mungkin juga dia sedang mencari jalan dan malah tersesat ke sana.. Meski dia tampan, aku tidak mau ke sana dan membahayakan diri sendiri."Kali ini seorang perempuan yang berbicara, dengan raut wajah takut.


"Apa kah kalian semua masih ingat dengan pria yang mati gantung diri di tempat itu..?"Salah seorang pria berkata dengan nada menakut-nakuti.


Seketika semua orang menjadi semakin takut, mereka menggigil bahkan tidak sedikit dari perempuan yang menutup telinga karena tidak mau mendengar cerita seram tersebut.


Pria tadi yang memulai cerita seram Kembali melanjutkan ceritanya, kali ini keadaan lebih dramatis seolah-olah sedang mati lampu.


"Konon orang itu memilih bunuh diri setelah melihat hantu di kediaman tersebut, arwah orang itu sampai sekarang masih gentayangan karena tidak tenang juga tidak di terima oleh langit..Katanya lagi, pria itu juga pernah di anggap gila oleh orang-orang yang tidak percaya adanya hantu di rumah tersebut, sehingga arwahnya menjadi pendendam dan berjanji akan menghantui siapa saja yang berani memasuki paviliun harimau putih."


Baaaaaa


Cerita berkahir dengan semua orang berlari menuju sungai, setelah di kejutkan oleh suara seram yang datang dari belakang. Ternyata yang membuat suara itu adalah Yu Yuan Cs, bersama dengan beberapa temannya yang salah satu dari mereka adalah Lin Yung.


"Tidak asik..! Mereka malah pergi begitu saja, padahal niatnya aku ingin ikut nimbrung dan mendengar cerita seram tadi."Yu Yuan berdiri melenggang, dia juga terlihat kesal dengan sikap orang-orang tadi yang dia anggap terlalu berlebihan.


Terdapat perubahan besar pada penampilan Yu Yuan, dia menjadi tampan dengan mata merah yang membuatnya terlihat garang.


"Sudahlah saudara Yuan, malam akan tiba dalam tiga jam lagi..Kita harus cepat, bukankah nanti malam kita semua berjanji untuk berkumpul dan makan di restoran mu..?"Kata Lin Yung.


Tidak kalah dengan Yu Yuan, Lin Yung juga terlihat semakin tampan setelah satu tahun ini. Dia memiliki wajah santai, serta terlihat seperti orang baik, berbudiman, dan religius.


"Mungkin kali ini kau benar saudara, mari kita pergi."Ujar Yu Yuan.


Kelompok pemuda itupun pergi ke sungai, saat akan melangkah Lin Yung menoleh ke arah jalur paling kanan. Dia sempat merasa jika ada seseorang berdiri di jalur paling kanan sedang memperhatikan ke arahnya tadi, tetapi Lin Yung menepis pikiran itu karena beranggapan tidak ada satupun orang yang berani melewati jalur tersebut karena sudah tau rahasia mengerikan di tempat itu.


"Saudara, apa yang kau lakukan di sana..Ayo kemari.."Dari jarak beberapa meter di depan, Yu Yuan berteriak karena Lin Yung tidak kunjung menyusul.


Lin Yung segara bergegas menyusul teman-temannya, membawa perasaan sedikit janggal tentang perasaan aneh yang sempat di rasakanya tadi.


Rumor mengenai hantu di kediaman yang akan Fang Ling tinggali ternyata sudah di ketahui oleh banyak pemuda sebayanya, tetapi rumor ini masih hitam putih dan tidak di ketahui kebenaran dan kejelasan dari kisah seram tersebut.


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2