
Su Ming dan beberapa tetua yang datang bersamanya terlihat terkejut begitu melihat ruangan itu di penuhi dengan mayat, bahkan bau amis darah dari mayat itu membuat mereka merasa mual.
"Apa yang terjadi di sini ?? lalu siapa orang yang kau seret itu anak muda ? Tanya Su Ming sambil menutupi hidungnya.
Fang Ling berbalik dan menatap Su'Ming,"Dia adalah pemimpin dari kelompok ini, dan mereka semua adalah wanita dari sekte yang menghilang di culik oleh orang-orang ini,"
Sontak mendengar perkataan Fang Ling membuat darah Su Ming terasa mendidih,"Lancang ! berani sekali kau membuat ulah di sekte ku, aku akan mencincang mu menjadi potongan kecil,"
Dengan amarah yang menggelar Su Ming memutuskan tali tenaga dalam yang mengikat orang itu, setelahnya dia langsung menghajar pria buncit itu habis-habisan.
Beberapa saat terdengar suara jeritan pria buncit yang sedang di siksa Su Ming, hingga saat suara itu hilang pria tersebut juga kehilangan nyawanya.
Seorang tetua berperawakan sepuh dengan seluruh rambut yang telah memutih berjalan ke arah Fang Ling, diapun tersenyum hangat.
"Anak muda, apakah semuanya sudah selesai ? Tanya pria itu.
Fang Ling menggeleng,"Tidak senior, masih ada beberapa jalur yang di gunakan untuk menyimpan hewan buas, kemungkinan sekarang hewan-hewan itu masih berada di dalam kurungan dan membutuhkan seseorang untuk menyelematkan mereka,"
"Mengenai hal itu jangan terlalu di pikirkan, karena mereka semua sudah kembali ke habitat aslinya dengan bantuan dari murid-murid sekte,"Lanjut pria sepuh itu dengan senyum penuh makna yang selalu terukir di wajahnya.
Dari arah lorong kedua orang tua Ah Bai masuk ke dalam ruangan itu, hawa kekuatan mereka membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut terkejut kecuali Fang Ling.
Merasakan hawa itu Su Ming langsung berhenti menyiksa pria buncit karena memang sudah mati, diapun berjalan ke arah Fang Ling dan menatap pasangan suami istri di hadapannya dengan perasaan terkagum-kagum.
"Jangan-jangan kalian ada orang tua dari Ah Bai, gadis kecil yang merupakan hewan kontrak Fang Ling,"Su Ming tersenyum ramah.
Ayah Ah Bai tersenyum hangat,"Benar, saya adalah ayah dari anak yang senior maksud, Terimakasih sudah mau merawatnya,"Ayah dan ibu Ah Bai membungkuk ke arah Su Ming memberi hormat beberapa-kali.
"Jangan sungkan tuan, kelak kita akan semakin dekat jadi tinggallah di kediaman ku, sudah seharusnya satu keluarga selalu bersama,"Su Ming mengulurkan sebelah tangannya.
Ayah Ah Bai ikut mengulurkan sebelah tangannya dan berjabat tangan dengan Su Ming,"Terimakasih tuan, kami akan mengingat jasa ini,"
Melihat kedekatan kedua belah pihak yang sangat berbeda itu membuat Fang Ling merasa lega, diapun mengangguk-angguk melihat perdamaian keduanya yang di dasarkan dengan rasa kepedulian.
"Tetua Su, lalu apa yang akan kita perbuat dengan semua lorong ini ? apakah kita akan menghancurkannya ?? " Tanya pria sepuh itu kembali.
__ADS_1
"Menurut ku lebih baik di biarkan saja, karena lorong ini mencangkup semua area di pulau tengkorak, kita harus memperluas area ini untuk di jadikan jalan pelarian jika suatu saat tempat ini di serang,"Jelas Fang Ling.
Semua orang mengagguk setuju, mereka bersama berjalan keluar dari tempat itu. Terlihat lorong itu kini di penuhi dengan murid sekte yang bertujuan untuk membersihkan tepat itu untuk di pergunakan kedepannya.
Setelah kembali ke tempat awal yang merupakan kedai arak, beberapa tetua yang ikut meminta ijin kepada Su Ming untuk membantu murid-murid lain di tempat itu.
Setelah kepergian beberapa tetua tersebut, kini keempat orang itu termasuk Fang Ling berjalan pulang ke kediaman keluarga Su sambil berbincang-bincang.
Sedangkan di perkarangan rumah keluarga Su, Su Yulan terlihat sedang duduk di meja batu yang di sediakan di tempat itu bersama dengan ibunya.
"arghhhh~~~Kenapa lama sekali, padahal hari sudah siang hari, tapi Fang'gege tidak terlihat akan kembali,"Gerutu Su'Yulan nampak sudah kembali sehat berkat bantuan ibunya.
Setelah mengatakan kata itu untuk waktu beberapa saat, di ujung jalan terlihat sekelompok orang memasuki kediaman Keluarga Su, Fang Ling juga terlihat di dalam kelompok itu.
Melihat Fang Ling berjalan masuk ke kediamannya langsung saja Su'Yulan berlari dan memeluk pemuda itu,"Kenapa lama sekali ? aku sudah lama menunggu,"Ujar Su Yulan manja.
Fang Ling hanya tersenyum kecil, diapun mengelus kepala Su Yulan dengan lemah lembut,"Maaf sudah membuat Lan'er menunggu,"
"Hmph ! Tidak apa-apa, tapi Fang'gege harus menghabiskan waktu bersama dengan ku hari ini,"Su Yulan mengembungkan pipinya.
"Baik-baik kita akan bersenang-senang hari ini,"Fang Ling melepaskan pelukannya dan menatap mata Su Yulan dengan lembut,"Mau kem...
Belum sempat mengatakan sesuatu Fang Ling langsung terkejut begitu melihat Su Yun tersenyum kearahnya, seketika dia baru ingat jika dirinya meninggalkan Su Luo dan Su Liang di kota.
"Ibu maafkan aku, aku benar-benar lupa dengan mereka berdua,"Fang Ling menjadi panik, dia bersujud ke arah Su Yun dengan cepat.
Merasakan bahaya yang mengancam Fang Ling karena dia juga merasakan hal yang mengerikan saat tidak sengaja meninggalkan anak-anaknya, Su Ming batuk kecil sebelum mengajak kedua orang tua Ah Bai memasuki kediamannya.
"Ayah ! jangan pergi, kau lupa untuk membantu ku,"Fang Ling menjerit panik sekita melihat Su Ming hendak pergi meninggalkannya.
Merasa tidak tega dengan Fang Ling, Su Ming ikutan panik dengan bersujud ke arah istrinya.
"Ada apa dengan mereka berdua ? Batin Ayah dan ibu Ah Bai terlihat kebingungan.
"Istriku dia masih muda, maafkanlah dia,"Su Ming menjadi panik ketika melihat mata hitam Su Yun terbuka dan menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Saat melihat Su Yun membuka matanya, seketika Fang Ling terdiam begitu melihat mata ibu Su Yulan sangat indah seperti langit malam yang di penuhi bintang.
"Kalian berdua sangat mirip, bagaimana jika kalian berdua ku hukum bersama-sama ? " Su Yun kembali tersenyum dan menutup kedua matanya karena merasa sakit saat matahari menyentuh matanya.
"Ayah jangan biarkan aku di aniaya,"Fang'Ling memeluk Su Ming, namun pria itu juga ketakutan setengah mati membayangkan hukuman yang akan di berikan istrinya.
"Sudahlah nak, kita akan benar-benar berakhir,"Su Ming terlihat kehabisan kepercayaan diri dan pasrah dengan keadaan.
Di tengah-tengah keributan dan kepanikan, Lang Ming berjalan masuk ke kediaman keluarga Su dengan menenteng dua anak kecil di samping kanan dan kirinya.
"Lang Ming kau benar-benar sahabat ku,"Fang Ling berdiri dan menjabat tangan Lang Ming karena tidak jadi kena hukum,"Bagaimana kau bisa menemuka mereka berdua ?
Lang Ming tersenyum,"Sola itu...Aku mengikuti mu dan tidak sengaja melihat kedua anak kecil ini sedang makan eskrim di dekat kedai arak yang kau masukin,"Jelas Lang Ming.
Fang Ling terdiam,"Melihat ? bagaimana bisa ??
Lang Ming tersenyum penuh makna,"Aku ini tidak buta,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi
Bersambung....