Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
LPP.Masa depan baru


__ADS_3

Sepulangnya Fang Ling bersama Yen Siulan dari desa tempat Fang Ling tinggal dulu, mereka di sambut meriah oleh ratusan tetua sekte pedang bambu begitu menginjakkan kaki di altar.


Semua tetua meneriaki nama Fang Ling sebagai seorang pahlawan sekte, bahkan sambutan kali ini di hadiri Yen Chun bersama dengan Luo Ming yang berada di barisan paling depan.


Fang Ling sama sekali tidak menduga kedatangannya akan menjadi seperti ini, begitu juga dengan Yen Siulan.


Yen Chun dan Luo Ming berjalan menghampiri Fang Ling, keduanya membawa sebilah pedang serta sebuah pakaian tetua sekte berwarna putih.


"Ling'er, berkat pencapaian mu dalam membuat sekte pedang bambu masuk ke puncak kejayaan. Mulai dari sekarang kamu akan di kenal sebagai tetua di sekte pedang bambu !


Semua orang bersorak meneriaki nama Fang Ling, mereka nampak sangat bangga serta setuju jika Fang Ling menyandang gelar tetua.


Sedangkan Fang Ling nampak terkejut, dirinya sama sekali tidak mengharapkan apapun dari hasil perjalanan-nya. Menyandang gelar tetua sekte, terlalu cepat bagi Fang Ling.


Fang Ling menolak pemberian Yen Chun dan Luo Ming.


"Maaf kan aku semuanya, kurasa terlalu cepat bagiku menyandang gelar tetua. Aku sama sekali tidak mengharapkan hal ini, yang ku mau hanya meminta pakaian murid sekte biasa karena esok hari aku akan mulai berlatih."


Apa yang di katakan Fang Ling membuat semua orang terdiam dengan mulut terbuka, gelar yang di harapkan oleh semua orang di dalam sekte dengan mudah Fang Ling tolak.


Yen Chun menatap Fang Ling dengan perasaan tidak percaya."Menjadi murid biasa di sekte ini ? Kamu bercanda, kemampuan Ling'er setara dengan tetua sekte. Tidak ada pelatihan lain yang bisa melati kamu, selain kamu memiliki pelatihan sendiri."


Fang Ling tersenyum."Aku akan menciptakan pelatihan ku sendiri, mungkin juga pelatihan ini berguna bagi tetua lain. Patriack tidak perlu merasa tidak enak hati, aku memang merasa terlalu cepat bagiku untuk menjadi seorang tetua di sekte ini."


"Kamu yakin ? Gelar tetua tidak di berikan kepada sembarang orang, artinya kamu adalah orang pilihan yang di angkat langsung oleh Patriack sekte."Kata Luo Ming.


Fang Ling mengangguk, merasa mantap dengan pilihannya."Aku yakin dan tidak akan menyesal."Fang Ling menatap ke arah semua tetua yang berbaris di belakang Yen Chun."Kalian nampak sangat hebat, bagiku kalian adalah guru terhebat. Perjalanan ku masih sangat panjang, lain kali aku akan menerima gelar ini jika sudah merasa yakin."


Semua orang terdiam lalu beberapa saat kemudian kembali meneriaki nama Fang Ling. Karena keadaan menjadi sangat gaduh, Yen Chun memerintahkan kepada semua tetua untuk kembali ke perkerjaan


masing-masing.


Meski masih sangat ingin melihat Fang Ling semua tetua terpaksa pergi dengan berat hati. Hanya tinggal Yen Chun, Luo Ming serta Fang Ling dan Yen Siulan di tempat tersebut.


Luo Ming berjalan beberapa langkah dan menepuk pundak Fang Ling.


"Nak, gurumu tidak bisa kemari karena sedang melakukan beberapa misi kecil di luar sekte. Ku harap kamu tidak berkecil hati, Luo'luo juga sudah menyampaikan perkataan maaf kepadamu karena tidak bisa datang mendampingi mu kali ini."


Fang Ling tersenyum, sambil memikirkan keadaan Luo Tang yang sedang menjalankan misi di luar sekte."Aku mengerti, guru sangat baik kepadaku. Mungkin sekarang guru sedang menangis karena tidak bisa datang."

__ADS_1


Luo Ming mengangguk pelan."Bagus jika kamu mengerti, paman akan pergi mencari udara segar."


Yen Chun memberikan pakaian putih di tangannya kepada Fang Ling."Ling'er, gunakan pakaian ini jika kamu ingin berlatih."


Dengan senang hati Fang Ling menerima pemberian Yen Chun, sementara Yen Chun tersenyum puas hingga sesuatu di gendongan Yen Siulan membuat senyumannya luntur.


"Si-siapa anak di gendongan mu Siu'er ?"Wajah Yen Chun berubah tegang, dia menatap Fang Ling dan Yen Siulan bergiliran dengan pikiran yang mulai liar."Kalian tidak sedang..


Sadar apa yang sedang di pikirkan sang ayah, Yen Siulan menjelaskan apa yang sebetulnya terjadi agar tidak ada kesalahpahaman kedepannya.


"Ayah jangan terlalu cepat menyimpulkan. anak ini kami temukan di desa tempat dulu Ling Gege tinggal, keadaannya sangat memprihatinkan sehingga aku memutuskan untuk membawa anak ini."


"Menemukan ?"Yen Chun mengusap dagu dan memperhatikan keadaan bocah kecil di gendongan Yen Siulan."Saudara Ming, Kemari-lah. Ada sesuatu yang harus kamu lihat di sini."


Luo Ming yang pada saat itu sedang berdiri lumayan jauh untuk mencari udara segar, berjalan kembali setelah mendengar panggilan Yen Chun.


"Ada apa ? Sesuatu seperti apa yang membuatmu memanggilku ??"


Yen Chun masih memperhatikan anak kecil di gendongan Yen Siulan."Kemari dan lihatlah apa yang di temukan oleh anak ku."


Luo Ming sedikit mengangkat alis melihat bocah di gendongan Yen Siulan."Anak kecil ?


Luo Ming hanya diam, ia meletakan ujung telunjuk di dahi bocah tersebut."Kualitas tulang berada di tingkat awan muda tahap awal, karena itu anak ini masih dapat bertahan hidup setelah mengkonsumsi makanan tidak manusiawi."


Mata Yen Chun melebar."Makanan yang tidak manusiawi ? Maksudmu anak ini..


"Benar, untuk bertahan hidup dia memakan bangkai manusia yang sudah membusuk dan kemungkinan beracun. Namun dia masih dapat tertolong karena terlahir dengan tulang awan muda."


Semua orang terkaget-kaget mendengar penjelasan Luo Ming. Terlebih lagi Yen Siulan, karena seorang perempuan ia merasa sakit hati mendengar keadaan bocah di gendongan-nya, iapun juga terlihat mendekap kuat bocah tersebut sambil menangis.


Yen Chun menatap Luo Ming dengan perasaan bimbang."La-lalu bagaimana dengan kemampuan kultivasi-nya ? Apa dia masih bisa tertolong, karena jika hanya mengandalkan tulang dia akan mati tidak lama lagi."


Luo Ming mengusap janggutnya."Sejujurnya anak ini termasuk spesial karena sejak lahir sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata, tetapi karena keadaan tubuhnya yang sudah sangat lemah. Mungkin untuk beberapa waktu dia tidak di perbolehkan berkultivasi, tubuhnya terlalu lemah untuk melakukan hal tersebut."


"Berkultivitasi mati, tidak berkultivasi mati. Lalu apa yang harus kita lakukan, anak ini tidak akan bertahan lama jika tidak memiliki tenaga di lautan dantian-nya."Kata Yen Chun, sementara Luo Ming hanya diam karena memang tidak tau harus berbuat apa.


Di saat semua orang sedang kebingungan, hanya Fang Ling yang tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan bocah di gendongan Yen Siulan.


Fang Ling sebenarnya tidak ingin melakukan ini karena akan sedikit memakan kekuatannya, tetapi saat melihat Yen Siulan sangat menyayangi bocah tersebut hati-nya pun luluh.

__ADS_1


"Bocah ini akan selamat kamu tidak perlu khawatir Siu'er."Fang Ling mengusap kepala Yen Siulan.


Yen Siulan nampak menangisi bocah di gendongan nya, meski baru kenal dia merasa ada suatu ikatan dengan bocah tersebut.


"Jangan bercanda Gege, kamu tidak perlu menghibur ku. Anak ini berada di ujung tanduk, aku bisa menerimanya."


Fang Ling menggeleng pelan, iapun menyentuh perut bocah di gendongan Yen Siulan dengan ujung telunjuk.


Dengan lembut Fang Ling mengaliri sedikit energinya untuk membantu bocah tersebut, perlahan-lahan kulit bocah kecil tersebut kembali cerah yang awalnya pucat seperti mayat.


Kejadian itu membuat semua orang terkejut, untuk melakukan apa yang di lakukan Fang Ling membutuhkan keberanian karena sebagian energi kehidupannya, Fang Ling gunakan untuk mengisi energi di dantian bocah tersebut agar dia dapat bertahan.


Sekarang wajah Fang Ling yang terlihat pucat, untuk mengembalikan semua energi yang hilang dia membutuhkan banyak waktu dalam berlatih.


Hasil dari pengorbanan Fang Ling sepenuhnya membantu bocah di gendongan Yen Siulan, bocah tersebut mulai dapat menggerakkan jari hingga pada akhirnya membuka mata.


Yen Siulan terlihat sangat senang, sementara Fang Ling nampak kelelahan dengan wajah pucat, tetapi begitu melihat Yen Siulan senang sudah cukup baginya untuk kembali tersenyum.


Luo Ming menyentuh lagi dahi bocah di gendongan Yen Siulan, tiba-tiba matanya melebar."Bocah ini sepenuhnya kembali prima,"Luo Ming menatap Fang Ling."Ling'er jangan bilang kamu menyelamatkan bocah ini dengan energi kehidupan, kamu tau jika hal itu dapat membunuh mu."


Fang Ling tertawa kecil."Sepertinya aku terlalu berlebihan. Saat melihat Yen Siulan menangisi bocah itu membuatku terpukul. Jadi aku memutuskan untuk sedikit memberikan energi kehidupan ku padanya, mungkin juga dia sedikit mewarisi kekuatan ku."


Yen Chun mengusap kepala bocah di gendongan Yen Siulan."Anak ini sungguh beruntung bisa mendapatkan sedikit kekuatan mu, aku tidak sabar melihat perkembangannya."


Luo Ming menyenggol bahu Yen Chun."Bukankah kamu mengharapkan seorang anak laki-laki, sementara istrimu tidak bisa memberikan anak laki-laki. Bagaimana jika kamu adopsi saja anak itu sehingga pengorbanan Ling'er tidak sia-sia, tidak mungkin dia yang mengurung anak itu."


"Mengenai hal itu tenang saja, aku dengan senang hati akan menganggapnya seperti anak sendiri,"Yen Chun menatap bocah di gendongan Yen Siulan yang sudah sadar dan tengah menatapnya."Sekarang nama mu Yen Ryu Jin."


Bocah yang di maksud hanya diam dengan tatapan kosong, membuat Yen Chun khawatir melihatnya.


"Saudara Ming, apa yang terjadi dengan Yen Ryu Jin ? Di umurnya yang sekarang seharunya dia sudah bisa bicara, tapi kenapa dia hanya diam saja ??


Luo Ming menatap Yen Ryu Jin lalu mengangguk."Bocah ini terlalu banyak melihat kematian di depan mata, sehingga sementara membuat mentalnya down. Karena itu pula, anak ini tidak di perbolehkan untuk berkultivasi secara berlebihan


"Sebagai ayah barunya, kamu harus tetap mendidik bocah ini dan jangan sampai membuat dia berbalik kepada kegelapan."Jelas Luo Ming sebab ia melihat sesuatu yang janggal di mata Yen Ryu Jin, sesuatu yang di maksud Luo Ming seperti dendam serta rasa haus darah. Hal ini wajar saja, kemungkinan sebelum di temukan oleh Yen Siulan, Yen Ryu Jin sudah lebih dulu menerima kekerasan fisik serta psikologis, apalagi dia terpaksa harus memakan bangkai manusia untuk tetap hidup. Sehingga pandangan Yen Ryu Jin terhadap manusia, akan sedikit berbeda.


Sementara Fang Ling merasa familiar dengan tatapan Yen Ryu Jin, diapun bergumam di dalam hati."Dia sangat mirip dengan diri ku yang dulu, dulu sekali saat hati ku di selimuti oleh kegelapan."


"Kuharap dia tidak membuat kesalahan yang sama seperti ku...

__ADS_1


__ADS_2